
Paginya, Allenz langsung berangkat ke barak militer, dirinya yang telah selesai makan pagi di penginapan, dia langsung berangkat.
Sebenarnya banyak pandangan ke arah Allenz, dikarenakan dirinya yang menginap seorang diri, tanpa orang dewasa, dan seperti anak mandiri.
Namun, para penginap lain, dan pihak penginapan tidak mau bertanya lebih, karena peraturan tentang privasi pelanggan yang telah dibuat di penginapan ini.
Allenz kemudian pergi ke barak militer, dimana tak jauh dari sana, dengan jarak yang membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit sampai.
Tak lama dirinya sampai di barak militer, disana cukup banyak orang, terutama prajurit ksatria, ada yang tengah mempersiapkan peralatan, istirahat, dan lain sebagainya.
Allenz berjalan melihat sekeliling, dengan tas yang ia bawa. Tak lama ada seorang prajurit mendekatinya.
"Hai, anak muda apa yang kau lakukan disini?" Tanya sang prajurit.
Allenz kemudian memberikan surat rekomendasi dari keluarga Borath, dan tentu prajurit itu terkejut dengan isi surat itu, meski Allenz tau isi suratnya, dimana isinya adalah tentang kelayakan Allenz dalam menggunakan mantra dan senjata, dan sudah terlatih betul, dan tidak lupa karena status ayahnya yang mantan komandan kerajaan.
Prajurit itu langsung membawa Allenz ke sebuah kemah pertemuan, dimana disana ada komandan utama kerajaan yang sekarang, bernama Finn Goerge Villon, dengan wakil komandan kerajaan Woulle Hendric Winston.
Yang mana keduanya memiliki tubuh yang lebih besar dari ayah Allenz, dimana Finn memiliki kepala botak, dengan luka sobek "X" di pipi kanannya, sementara Woulle memiliki janggut lebat dan kumis yang sama lebatnya, dengan warna rambut coklat keabu-abuan.
Keduanya melihat prajurit yang bersama Allenz, dan memberi hormat dulu dengan menyilang tangan kanannya didada, "pak lapor!" Sang komandan mengangguk kecil, "ada seorang anak laki-laki yang ingin masuk ke militer." Ucapnya.
Keduanya melirik satu sama lainnya, lalu Woulle yang kini angkat bicara, "anak laki-laki?"
"Iya pak! Ini dia memiliki surat rekomendasi dari keluarga Borath." Ucapnya sambil memberikan surat rekomendasi itu.
Dua komandan itu membaca surat itu yang mana Finn yang memegang surat itu, dan sungguh terkejut mereka melihat isi surat itu, anak pertama Arthur di masukkan ke militer? Cukup janggal, namun isi surat itu sudah di cap dengan lambang Borath, menandakan keaslian surat itu.
"Kalau begitu, dimana anak itu sekarang?"
"Nak, kemari"
Allenz kemudian masuk ke dalam tenda, disana dia disambut oleh dua pria besar yang lebih besar dari ayahnya.
"Salam, nama saya Allenz Wellerd putra dari Arthur Hearterra, mantan komandan kerajaan Hearterra." Salam sopan Allenz sambil mengikuti hormat para prajurit, menyilang tangan kanannya didada.
"Apa, kau yakin?"
"Yakin, pak!!" Ucap Allenz dengan lantang. "Jika saya mundur, itu sama saja akan mengecewakan harapan keluarga saya sendiri!"
Sebenarnya Allenz terpaksa, karena ini adalah jebakan keluarga Borath sendiri, mereka yang sengaja membuat surat itu agar Allenz tewas di medan perang, dengan begitu posisi tunangan Teresa akan kosong.
Namun, di satu sisi, Allenz juga tidak ingin mati konyol di medan perang yang super gila itu, dia bersumpah pada dirinya agar kembali ke keluarganya, saat dirinya cukup kuat untuk menyingkirkan juga keluarga Borath sialan itu.
Finn dan Woulle mengerutkan kening mereka, tidak ada yang seperti Allenz sebelumnya, karena ada banyak anak muda yang di masukkan ke militer sebelumnya, namun sayang belum masuk perang, dan masih dalam pelatihan, kebanyakan mereka memilih kabur dari barak karena takut akan mati dalam perang. Padahal mereka belum ikut perang sama sekali.
Setelah perkenalan itu, Allenz diajak oleh Woulle untuk berkeliling barak, dia menjelaskan beberapa tenda disana, yang nantinya setiap tenda memiliki fungsi yang berbeda.
Mulai dari tenda penyimpanan barang, tenda pandai besi, tenda prajurit, dan lainnya, Allenz cukup banyak belajar tentang persiapan perang, dia juga diberitahu soal tendanya nanti.
Lalu, untuk armor yang dikenakan Allenz, hanya armor dada, dan boot besi, karena baginya, armor lain hanya menyusahkan gerak dirinya.
__ADS_1
Setelah itu, Allenz dibawa pada tendanya, disana ada alas tidur yang cukup tebal, agar yang menggunakan alas tidur tidak sakit saat menggunakannya.
Allenz masuk dan menaruh barang-barangnya, dan kemudian kembali ke tempat Finn bersama Woulle, kemudian Allenz akan berlatih dengan prajurit lain, tentu berlatih sesuai kemampuannya, dan Allenz ahli dalam bidang berpedang, dia dituntun menuju tempat pelatihan pedang, dimana ada di dalam ruangan, tempat itu terbilang ramai, dan disana ada yang berlatih menggunakan semacam manekin untuk berlatih dan ada yang juga berlatih dengan cara beradu kebolehannya, tentu dengan pedang kayu tumpul agar aman, namun masih bisa memberikan rasa sakit.
Lalu Allenz diberikan pedang kayu juga, dengan ukuran kecil, namun ukuran itu menurutnya terlalu kecil, dan dia ingin pedang yang agak besar, karena sudah biasa menggunakan pedang dengan ukuran itu.
Tak lama, Woulle menghentikan aktifitas mereka, dan memberitahu bahwa ada pihak mereka yang akan bergabung, yaitu Allenz.
Tentu mereka semua terdiam, karena ada beberapa kasus yang sama seperti sebelumnya, dan berakhir mereka semua kabur dari barak.
Terutama hampir semua usia disini adalah kisaran 21 tahun keatas, dan ada juga mereka yang merupakan remaja yang ikut bergabung setelah menyelesaikan sekolah di akademi. Namun, Allenz terbilang masih kecil, karena masih berusia 13 tahun. Tidak mungkin anak seumuran sepertinya ikut perang, dan seharusnya dia memilih jadi pihak pemanah di bagian belakang, agar aman dari serangan saat perang nanti.
Lalu, Woulle meminta seseorang untuk mengajar Allenz berpedang, meski Allenz sudah terbilang cukup ahli. Namun, bagi Allenz ini bisa jadi kesempatannya untuk melatih berpedangnya lebih jauh. Dan menjadi pengalaman baru, langsung dari ahlinya, meski Allenz tau bahwa ayahnya lebih berpengalaman dari mereka.
Hingga seseorang pria dengan rambut merah gelap datang dan mengajukan diri sebagai pembimbing Allenz. Namun, berbeda pria ini masih terlihat masih berusia 17 tahun, cukup muda. Dirinya kemudian berdiri didepan Allenz, dia memutar pedang kayu yang dibawanya.
"Baiklah bocah, aku akan sedikit baik untukmu, jadi kau bisa menyerangku sepuas mu." Ujarnya.
"Huh!?" Allenz merasa diremehkan, memang dia hanya berusia 13 tahun, tapi didalam tubuhnya bersemayam jiwa seorang berusia 37 tahun.
Kemudian, pemuda itu bersiap dengan kuda-kuda berpedangnya, dan menyuruh Allenz menyerangnya.
Allenz langsung menerjang menyerang, dengan mudah pedangnya ditangkis oleh pemuda itu, keduanya saling menyerang satu sama lain.
Orang-orang disana cukup terkesan dengan Allenz, dimana Allenz terlihat cukup terampil, dan mampu menyeimbangkan serangan lawannya, bahkan Allenz juga sama sekali tidak memiliki celah untuk dirinya diserang dari arah manapun.
Sampai pemuda itu mengayunkan pedangnya dari atas, Allenz langsung mengambil langkah mundur.
Namun, Allenz dengan cepat bersiul, menyebabkan pemuda itu seakan terhantam sesuatu pada perutnya, dirinya merasa perutnya seperti ditinju.
"Akhh!?"
Dengan cepat Allenz mengambil kesempatan itu untuk menyerang juga, dia langsung mengangkat pedangnya dan menghantam kepala pemuda itu, menyebabkan pemuda itu langsung pingsan.
Pertarungan selesai, pemenang diraih oleh Allenz. Ini juga dikarenakan dia sempat menggunakan sihir anginnya itu. Jika tidak, mungkin dia sudah kalah lebih dahulu.
Karena telah usai, pemuda itu dibawa ke tenda penyembuhan, disana dia akan di obati, sementara orang-orang dan Woulle cukup terkejut dengan serangan barusan, mereka melihat dengan jelas bahwa pemuda tadi seakan diserang oleh sesuatu yang tidak terlihat.
"Nak, sihir apa yang kau gunakan saat kau menyerang tadi?" Tanya Woulle, tentu pertanyaan itu juga membuat yang lain penasaran.
Allenz sedikit enggan menjawab, namun sepertinya dia juga mungkin tidak memberitahu pada mereka. Hingga Allenz meminta untuk menggunakan tempat latihan diluar ruangan. Semua orang mengikuti apa yang disuruh Allenz, ada Woulle dan juga Finn yang ikut memperhatikan Allenz. Kini, didepan Allenz ada kayu yang bisa digunakan untuk latihan, Allenz memegang pedang kayu yang di gunakan sebelumnya.
Namun, pedang yang dibawa Allenz langsung dia buang, membuat orang-orang bertanya-tanya, apakah Allenz akan menggunakan sihir jarak jauh?
Tapi apa yang mereka pikirkan malah lain dengan apa yang Allenz lakukan, Allenz malah bersiul, hingga kayu itu terbelah dua dengan rapih, potongan menyilang dengan mulus, semua orang terdiam, Allenz hanya bersiul namun dapat membuat sebuah serangan mematikan seperti itu, ditambah serangan itu tidak terlihat dari mana asalnya.
Finn mengerutkan keningnya, dia terkejut dengan apa yang Allenz lakukan. "Jadi ini alasan keluarga Borath memberikan izin anak itu kedalam pasukan kerajaan." Namun, sayangnya keluarga Borath juga tidak tau kemampuan Allenz ini, mereka hanya memasukkan Allenz berdasarkan apa yang mereka tau saja dari latar belakang keluarga Allenz, yaitu Hearterra.
"Dia bisa menjadi prajurit mengerikan jika di garda depan." Kali ini Woulle yang berbicara, dia juga dapat membayangkan bagaimana jika sihir itu digunakan dalam perang. Woulle kemudian mendekati Allenz, yang nampaknya juga menunggu komentar mereka. "Nak, berapa lama kau mengembangkan sihir itu?"
Allenz dengan cepat menjawab. "Tiga tahun, meski masih butuh waktu lagi untuk menyempurnakannya." Ucap Allenz.
__ADS_1
Tiga tahun, itu waktu yang cukup lama untuk satu sihir mengerikan seperti itu, tapi tidak masalah.
Malamnya, kira-kira jam enam lewat, para prajurit melakukan makan malam, ada beberapa orang yang menyediakan makanan. Allenz juga nampak sudah disambut baik oleh beberapa orang disana terutama pemuda sebelumnya yang bertarung dengannya.
Saat tengah memakan sup kentang, pemuda itu mendatangi Allenz, dan duduk disebelahnya, dimana mereka tengah duduk di kayu yang ditebang.
"Bagaimana makanannya?" Tanya pemuda itu.
"Tidak buruk." Jawab Allenz.
"Makanlah selagi bisa, karena mungkin saat perang nanti kau hanya akan memakan kentang rebus saja." Jelas pemuda itu.
Allenz hanya mengangguk kecil, dan melanjutkan makan malamnya.
"Ngomong-ngomong, namaku Sean Gall Horner putra Goerge Bonn Horner, namamu?" Ucap pemuda itu sambil mengenalkan dirinya.
"Namaku Allenz Weller putra Arthur Ironion Hearterra."
"A-anak mantan komandan kerajaan, m-maafkan saya!?" Sean tentu terkejut dengan nama Allenz, tentu saja siapa yang tidak tau Arthur, yang merupakan ayah Allenz.
"Tidak perlu formal, lagi pula statusku ini hanya anak angkat, bukan kandung." Ucap Allenz.
"Apa tidak masalah?"
"Tidak apa, lagi pula kau lebih tua dariku, seharusnya aku yang menghormati mu."
Selepas itu, keduanya berbincang soal tujuan mereka masuk barak, dimana Allenz menjelaskan dirinya masuk karena untuk menjadi seperti ayahnya, padahal itu hanya kebohongan karena dia tidak mau menjelaskan yang sesungguhnya, itu menjadi urusan dirinya dengan keluarganya dan keluarga Borath.
Disisi lain, Sean masuk kesini karena dia ingin mengembangkan bakat sihir dan bersenjatanya. Dia ingin menjadi seorang komandan kerajaan suatu saat nanti seperti ayah Allenz, yaitu Arthur. Maka dia memutuskan masuk kedalam Pelatihan Militer selama 5 bulan, baru dia akan masuk akademi, dimana usianya baru menginjak 16 tahun.
Hingga mereka membicarakan soal hal lain seperti strategi perang, sejarah, dan hal lain diselingi dengan makanan yang disajikan.
Esoknya, kabar buruk muncul, kerajaan Diamondnia menyatakan perang pada Hearterra, perang ini pecah akibat perebutan sumber daya di perbatasan dua wilayah kerajaan ini.
Allenz langsung bersiap dengan para prajurit yang ditugaskan khusus untuk perang, sementara Sean tentu dia berbeda karena dia ikut Pelatihan Militer, maka tugasnya hanya mengatasi bandit atau monster, jadi perang besar seperti ini bukan untuk orang yang masuk ke Pelatihan Militer.
Keduanya berpisah, Allenz masuk kedalam wagon untuk pergi ke medan perang, sementara Sean tinggal di barak.
"Hati-hati! Semoga beruntung!" Ucap Sean pada Allenz.
Allenz hanya melambaikan tangannya, lalu duduk kembali, didalam wagon juga ada beberapa prajurit lain.
Konvoi wagon itu langsung menuju tempat pertempuran, didalam wagon beberapa orang menatap Allenz, dikarenakan dirinya yang masih kecil sudah ikut masuk peperangan.
Hingga salah satu orang disana mulai pertaruhan. "Bagaimana kita bertaruh, berapa lama anak ini akan bertahan dimedan perang?"
Namun yang lain menjawab. "Huh? Paling belum sampai dia akan lari ketakutan, hahaha!"
Akibat ucapan itu prajurit lain ikut tertawa, tapi Allenz tidak menggubris perkataan mereka itu, dia hanya fokus pada apa yang akan terjadi. Dirinya juga sudah bersiap dengan papan selancarnya, jika dia ingin menyerang dari atas, seperti dirinya dengan para kawanan naga sebelumnya.
Dari atas mereka, terlihat juga kapal udara yang siap bertempur, dengan meriam yang siap tembak, kapal-kapal itu membuat barisan segitiga, sepertinya ini merupakan perang yang serius, nampak jumlah dari pasukan dan kapal udara yang kerahkan olah kerajaan.
__ADS_1