After World Breaker

After World Breaker
Chapter 24: Alans vs Gregory


__ADS_3

Serangan sihir terus berdatangan, semua serangan itu membuat Gregory kewalahan. Dia tidak mampu memprediksi arah serangan itu datang, karena matanya tidak melihat serangan itu berasal. Seakan serangan itu transparan dan tidak bisa dilihat oleh matanya.


Alans dengan pelan hanya bersiul saja, dirinya mampu membuat Gregory terpojok, padahal Gregory sudah menggunakan Awaken Mode, tapi itu seperti sia-sia.


Hanya orang misterius dengan pakaian serba hitam dan topeng Cocketrice di depannya ini yang sanggup membuatnya terpojok seperti ini, dengan terpaksa dia mencoba pergi dari sana. Iris yang didalam tubuh Allenz keluar dan dengan cepat menariknya kembali.


"Ah! AHHH....!!" Saat dekat kembali dengan Alans, Alans memotong sayap Gregory, membuat iblis itu berteriak kencang.


Akibatnya, banyak iblis yang menyerang Alans, membuat dia harus melepaskan Gregory, Iris juga harus keluar dari tubuh Allenz untuk ikut menyerang para iblis yang datang.


Dengan sihir terkuatnya, yaitu Whistling Spell. Alans langsung dapat membabat habis dalam sekali bersiul kencang pada iblis-iblis yang datang, membelah mereka menjadi dua bagian. Bahkan mereka saja belum sampai di dekat Iris dan Alans.


Itulah potensi asli dari Whistling Spell, dapat memberi dampak besar, dan membelah apapun pada objek yang di tuju, bahkan serangan angin ini dibuat tidak terlihat oleh mata telanjang. Menyebabkan serangan ini sulit di prediksi. Karena keahlian manipulasi sihir angin milik Allenz sudah terbilang cukup hebat.


Gregory yang melihat kesempatan itu, memutuskan menyerang para prajurit yang menurutnya lemah, dan jiwa mereka bisa dia gunakan untuk menambah kekuatan pada dirinya.


Membunuh para prajurit, dia langsung memakan jiwa mereka, terlihat tubuh transparan putih yang dia ambil dari mayat-mayat prajurit, untuk dia makan.


Semakin banyak jiwa dia makan, wujudnya nampak lebih lebih mengerikan dari sebelumnya.


Namun, Alans tidak akan menunggu lama untuk Gregory memakan jiwa-jiwa prajurit itu, itu akan membuang waktu. Saat Gregory hendak mengambil jiwa seorang prajurit kelima, Alans dengan Whistling Spell miliknya menyerang punggung Gregory, membuat Gregory kesakitan. Lalu, mencoba kabur lagi, tapi kini Alans dibantu dengan Iris.


Iris menghalangi jalan Gregory, keduanya hendak menyudutkan iblis itu. Gregory yang tersudut. Memilih melompat ke atas mereka untuk kabur, tapi lagi-lagi Alans menggunakan Whistling Spell, kali ini mengenai beberapa jari Gregory, dan berhasil memotongnya, hingga saat mendarat, tangannya terasa perih dan menyakitkan.

__ADS_1


Gregory kehilangan jarinya, dan ini membuatnya sulit bertarung. Akibat kehilangan beberapa jarinya, dia tidak mampu menggenggam benda apapun.


Dengan kesempatan itu, membuat Alans dengan mudah memberi beberapa pukulan pada tubuh Gregory.


Hingga Iris kembali masuk ke dalam tubuh Allenz. Aura hitam mulai muncul, dan memberikan sebuah tekanan mengerikan. Hal ini membuat Gregory ketakutan, padahal dirinya itu iblis, seharusnya hal ini tidak membuatnya takut. Tapi, entah orang didepannya membuatnya mendapat mimpi buruk dalam perang ini.


"Dia bukan... manusia... Seharusnya aku tidak melawannya." Gregory membalikkan badannya dan hendak kabur. Kini keadaan telah berbalik, dirinya ketakutan dengan sosok yang dia hadapi sebelumnya.


Alans dengan cepat menghilang dan muncul di samping Gregory, lalu memberinya tendangan keras pada wajahnya.


Menggenggam wajah Gregory, Alans membawanya terbang tanpa papan miliknya. Saat cukup tinggi Alans menjatuhkannya dengan cepat dan membantingnya. Membuat tanah yang di terima rusak seketika. Hal ini juga membuat salju di tanah itu beterbangan ke segala arah.


Tak puas, Alas mengangkat kembali Gregory yang nampak sudah babak belur, wajahnya sudah banyak luka dan lebam.


Dengan adanya Iris didalam tubuh Allenz dan Alans yang kini menggunakan tubuh itu, kemampuannya meningkat pesat, Alans yang memiliki sifat serius dan dingin. dia dengan begitu Alans jauh lebih serius menggunakan sihir angin milik Allenz, yang mana biasanya Allenz kadang ragu menggunakan potensi asli sihir angin itu.


Karena itu lah Alans jauh lebih liar dan kejam dalam membunuh musuhnya ketimbang Allenz, bahkan kadang Alans menyerang sekitarnya tanpa peduli pada rekan atau teman di dekatnya. Namun, loyalitas Alans pada Allenz cukup besar, terbukti dia akan memberikan dukungan dan patuh pada Allenz.


Alans yang berjalan perlahan mendekati Gregory, dirinya hendak menyiksa iblis itu, karena telah membuat tuannya terluka. Mendekati Gregory, membuat banyak iblis datang dan melindungi raja mereka. Untuk kesekian kalinya, jalan Alans dihalangi. Dengan Whistling Spell dia membunuh para penghalang itu.


Dekat pada iblis tersebut, Alans menarik tanduk Gregory. Untuk mengangkat wajah iblis itu, lalu membantingnya ke tanah. Berulang kali.


Puas membanting wajah raja iblis itu, Alans mempersilahkan Iris memakannya. Iris keluar dari tubuh Allenz, dan hendak memakan iblis itu untuk sumber kekuatannya.

__ADS_1


Sebuah tembakan muncul dari atas, dan itu dari tembakan asal kapal udara yang terbang di atas Alans. Akibat terlibat dengan sejumlah monster terbang seperti wyvern dan cockrice. Tanpa basa-basi Alans bersiul membuat serangan yang memusnahkan monster yang menyerang kapal itu, meski serang itu juga mengenai geladak depan kapal.


"Kalian mengganggu." Ucap Alans menatap pada kapal itu dari bawah.


Kembali fokus pada Gregory yang tergeletak di tanah, Alans mengangkat Gregory lalu membawanya terbang, dengan seperti lompatan yang jauh, Alans membawanya ke tempat dimana pohon cukup rimbun.


Saat melompat jauh dengan bantuan angin di kakinya, Alans melihat Zen yang di lempar ke sebuah pohon oleh sesosok iblis lain.


Mengarahkan dia ke sana, dengan mudah Alans melempar tubuh Gregory yang sudah lemas pada iblis itu yang merupakan Selial, membuat Selial tertimpa anaknya sendiri.


Menyingkirkan tubuh anaknya, dirinya melihat monster milik manusia dengan matanya sendiri dari dekat. Seperti bertengger pada bahu Alans, Selial terdiam membatu. Meski memiliki wujud manusia yang berkulit hitam pekat, namun mengeluarkan aura yang mengerikan.


Zen yang mencoba berdiri, dengan tenaga yang dia milik dan dengan mengandalkan pohon untuk dirinya berdiri. Dia melihat Allenz yang datang dan hendak mendekati Selial dan Gregory. Iris juga keluar dari tubuh Allenz dan mendatangi pemilik aslinya, Zen.


Saat itu lah muncul Krampus, ayah Selial dan kakek Gregory, yang menyerang Alans dengan tiba-tiba. Dengan refleks yang baik, Alans dengan mudah menghindar, Zen juga yang terkejut langsung menembaki Krampus yang tiba-tiba muncul. Iris yang awalnya mencoba kembali kepada Zen. Namun, akibat kemunculan Krampus, Iris berbalik dan menyerang Krampus juga.


Tapi, dengan cepat Krampus menggunakan sihir yang membuat sebuah ledakan di sekitarnya. Membuat Alans dan Iris tidak dapat mendekati Krampus yang muncul. Alans dengan cepat menggunakan sihir angin untuk menghilangkan asap yang menutupi pandangan mereka. Namun, entah itu Krampus, Selial dan Gregory, mereka sudah tidak ada disana. Krampus berhasil kabur dengan anak dan cucunya.


Alans yang hanya diam dan melihat hanya ada jejak salju yang membekas di tempat kemunculan Krampus tadi.


Saat terdiam, seekor monster drakes datang menyerang. Alans yang masih diam, dengan Whistling Spell, angin dengan cepat memotong kepala drakes itu.


Merasa perang ini mulai terlihat hasilnya, Alans memutuskan untuk kembali ke alam bawah sadar dan membiarkan Allenz mengambil tubuh itu kembali. Saat Alans masuk kembali, tubuh Allenz terjatuh dan seperti orang yang baru pingsan akibat kelelahan. Zen yang dekat situ langsung mencoba mendekati Allenz untuk memeriksa kondisinya, Iris juga kembali ke dalam tubuh Zen dan memberi penyembuhan pada tuannya itu.

__ADS_1


Tak lama, beberapa prajurit datang dan membantu mengevakuasi mereka berdua dari sana, untuk kembali ke kemah untuk dirawat. Dimana sisa-sisa prajurit yang lain terus memukul mundur para iblis, ataupun membunuh iblis yang masih melawan.


__ADS_2