
Tiga bulan setelah perang besar empat kerajaan pertama. Di kota Nevelheim, keluarga Bartfold tengah mengunjungi rumah Arthur.
Disana terlihat Anya menyediakan tempat untuk memasak makanan, dia juga di bantu oleh Nayaka yang membawakan kayu bakar.
Dari dalam rumah Nia membawa beberapa bahan masakan untuk dimasak, seperti beberapa bumbu rempah, daging domba, dan peralatan masak, yang dia bawa dengan nampan besar.
Mereka kini ingin memasak makanan di luar ruangan, dimana sudah ada dua meja yang telah tersedia untuk tempat makan mereka dan tempat untuk mengolah makanan.
Saat Nayaka tengah menaruh kayu bakar di sebuah tempat keramik berbentuk tabung pendek yang ditengah atas dan badannya terdapat lubang untuk diisi dengan kayu bakar dan menaruh wajan untuk memasak. "Ngomong-ngomong, ibu akan memasak apa?"
Anya yang tengah memotong beberapa kentang yang dibawa Nia pun mendengar pertanyaan Nayaka. "Sup lemak domba mentega dan salad campur."
"Asik makan daging!!" Ucap Nayaka dengan senang.
Tak lama, muncul keluarga Bartfold yang berkunjung ke rumah Arthur.
"Wah... Sepertinya tengah asik memasak, ya?" Ucap Ford yang masuk kedalam halaman rumah mereka. "Hmm? Dimana Tuan Arthur?"
"Hahaha, astaga anda masih memanggil suami saya dengan kata 'Tuan'? Padahal sudah sering dibicarakan untuk tidak usah formal pada kami, dan untuk suami saya dia tengah pergi kerja di hutan sebagai penebang kayu, mungkin sebentar lagi akan kembali." Kekeh Anya.
"Tapi, anda dan suami anda masih dalam 'kata' keluarga kerajaan, agak sulit bagi saya untuk tidak formal, tapi saya akan mencoba." Ucap Ford.
"Hahaha astaga kau ini!" Ucap Tia yang menyenggol pundak suaminya.
Disisi lain Teresa dan Benard tengah melihat Nayaka yang tengah memetik rasberi milik mereka sendiri di samping rumah yang cukup berlimpah.
"Mau aku bantu?" Tanya Teresa.
"Eh? Apa tidak apa-apa? Kau menggunakan pakaian bagus seperti itu lho?" Tanya Nayaka pada Teresa, karena Teresa menggunakan pakaian gaun dibawah lutut dengan korset pada perutnya yang terlihat kencang.
"Tenang saja!" Ucap Teresa enteng. "Meski aku agak susah bergerak karena korset yang aku kenakan, hehe."
Tidak mempermasalahkan itu, ketiganya mengumpulkan beberapa rasberi itu untuk dijadikan minuman makan siang mereka.
Dimana para orang dewasa tengah membicarakan tentang soal kenaikan harga pangan, hal ini juga mengingatkan mereka pada keadaan Allenz dimedan perang.
"Astaga, bahan makanan jadi naik karena perang yang belum usai." Ucap Anya sambil menatap wortel yang hendak dia potong.
"Iya, bahkan ini sudah tiga bulan, perang ini bahkan belum usai. Aku jadi khawatir pada keadaan ekonomi kerajaan nantinya jika perang ini terus berlanjut." Sahut Nia.
"Aku jadi memikirkan keadaan Allenz, apa dia tidak apa-apa? Padahal masalah kita dengan keluarga Borath telah selesai. Tapi, kenapa dia masih memilih untuk pergi menjadi seorang ksatria, ya?" Ucap Anya dengan wajah yang sulit dijelaskan pada wajahnya.
"Aku yakin dia baik-baik saja, dan mungkin itu adalah keputusan dia untuk jadi ksatria, dan juga, aku sadar dia terlalu muda untuk menjadi ksatria." Keadaan menjadi canggung saat membahas soal perang yang belum selesai ini.
Anya hanya bisa melihat langit yang cerah diatasnya, dia hanya bisa berdoa pada Dewi Frista untuk keselamatan Allenz.
...****************...
Di wilayah perbatasan kerajaan Spadeforia, tempat sebuah benteng milik kerajaan Spadeforia berada, dimana benteng ini memiliki ukuran besar yang tidak main-main, bahkan tingginya saja sungguh hebat, diatas sotoh benteng terlihat para pemanah dan penembak sihir tengah menembak kebawah dinding benteng, ditambah dengan cuaca pada tempat terjadinya perang yang tengah dalam keadaan hujan, dimana menjadikan tanahnya menjadi becek dan berlumpur.
"Semuanya, lepaskan semua tali manjanik ini, dan serang dinding benteng itu!! Dan tambahkan katapel pada arah tenggara" Perintah Woulle, dirinya telah memerintah setelah perang ini terjadi selama seminggu, dan ini adalah serangan ke sekian kalinya, air hujan membasahi tubuhnya dan membuat suhu disini menjadi dingin, tanah berlumpur membuat dirinya susah berjalan.
Tak lama angin bertiup kencang, dari atasnya, terlihat beberapa kapal udara yang menyerang dari udara dengan menembak dengan meriam dan menjatuhkan tong-tong peledak.
Dari tenggara benteng, terdapat Finn berada, dengan cepat dia membuat sebuah asap kuning yang dia buat dari beberapa bahan rempah dan kemudian di bakar untuk membuat sinyal pada kapal udara, dan cukup sulit membuat hal ini, karena curah hujan yang akan membuat api padam, dengan sedikit perjuangan, sinyal ini berhasil dibuat, hasil rempah itu juga membuat bau menyengat pada sekitarnya.
"Aba-aba sudah terlihat dari tenggara!!" Ucap salah satu prajurit dari salah satu kapal udara yang paling dekat dengan benteng itu.
Allenz kemudian menggunakan topeng Cockatrice miliknya sambil menarik dua tong yang sebesar setengah tubuhnya yang akan dia bawa. Diatas kapal, angin sangat berhembus dengan kencang dan dingin karena menyatu dengan hujan. Bahkan kilat kadang menyambar dibeberapa waktu.
Dimana perang ini terjadi setelah kekalahan pertama di perang besar empat kerajaan, dua kerajaan yang kalah melakukan hubungan kerjasama untuk menyerang dua kerajaan yang menang, namun dengan cerdiknya raja Hearterra memilih menyerang lebih dulu salah satu benteng terbesar milik Spadeforia, agar kedua kerajaan tidak memiliki kekuatan yang cukup saat kedua kerajaan itu akan menyatakan perang pada Hearterra dan Diamondnia.
Allenz kemudian berlari di dek luar depan kapal udara itu dan melompat dengan kedua tangannya menarik tali yang diikat pada dua tong sebelumnya.
Dengan begitu, Allenz terjun bebas dari ketinggian 430 meter diatas permukaan tanah. Dia kemudian mempercepat jatuhnya dengan sihir angin dan langsung melempar kedua tong itu pada sotoh dinding benteng itu dimana ada beberapa orang yang tengah sibuk mengisi peluru balistik mereka.
Dua tong itu yang dipercepat dengan sihir angin membuat lajunya sampai di atas sotoh dan meledakkan orang-orang di atas sotoh itu. Meski, tidak menghancurkan bagian atas dinding benteng itu.
"Wahh!!"
"Serangan dari atas!!"
"Tiga balistik telah hancur!!"
Beberapa prajurit disana lantas panik saat dua tong peledak itu meledak didekat mereka.
__ADS_1
"Tembak kapal udara itu!! Isi ulang balistik!" Teriak salah satu prajurit Spadeforia disana.
"Ada yang jatuh!!!" Teriak yang lain.
Seketika beberapa rekannya melihat ke atas, ada benda hitam yang jatuh dan tampak bentuknya berbeda dari tong.
"I-itu... Manusia!! Semuanya tembak dia!! Tidak peduli dia masih hidup atau tidak, tembak dia!!"
Beberapa orang langsung menembaki Allenz yang masih di udara dengan panah dan sihir, dengan sigap Allenz mengambil papan miliknya di punggungnya dan menjadikannya tameng.
"Sialan!! Jangan biarkan dia masuk ke benteng!!"
"Whistling Spell : Big Slash! Fuuuiiiiiiitttt!!!" Kemudian tempat prajurit Spadeforia tadi sebelumnya langsung hancur lembur saat ada serangan besar dari sihir angin Allenz. Hal ini membuat atas sotoh itu rontok dengan mengerikan, membuat bentuk pada dinding benteng seperti setengah lingkaran.
Beberapa prajurit Hearterra yang melihat itu langsung mengarahkan tempat itu, agar serangan mereka masuk kedalam benteng.
Beberapa batu pun dilempar dari manjanik milik Hearterra, membuat batu-batu itu menghancurkan isi benteng.
Tak cukup, beberapa manjanik bahkan diisi dengan tong peledak atau batuannya dibakar untuk menjadi serangan lebih.
"Kerahkan meriam pada manjanik itu!!" Ucap seorang prajurit Spadeforia. Beberapa meriam dan balistik kemudian diarahkan pada manjanik yang hendak menyerang lagi pada bagian dalam benteng.
"Tembak lagi! Hahaha! Kita berhasil menyerang dalam benteng dengan tong peledak ini!" Ucap seorang prajurit Hearterra yang nampak senang lemparan mereka berhasil masuk kedalam benteng.
Namun, kesenangan itu tidak bertahan lama saat beberapa peluru balistik dan meriam menembaki mereka.
"Serangan!!"
Dari serangan balik benteng membuat beberapa manjanik milik Hearterra hancur bahkan menewaskan para prajurit yang sedang mengoperasikan manjanik itu.
Disisi lain, Allenz tengah bertarung di atas sotoh dinding benteng seorang diri, hal ini memaksanya untuk sering menggunakan Whistling Spell berulang kali.
"Bagai cahaya langit biru, dengan perlindungan dan pengampunan, kami akan membersihkan nama kami, Shield Magic." Beberapa prajurit disana mulai menggunakan sihir perlindungan pada depan mereka untuk melindungi diri dari serangan Allenz.
"Percuma, fuuiitt!" Tak terduga malah serangan Allenz muncul dibelakang mereka yang berlindung dibalik tameng sihir itu, menyebabkan mereka terbelah dua.
"Cih, apa-apa ini?! Pria kecil ini terlalu kuat?! Semuanya mundur!!" Perintah seorang prajurit Spadeforia.
Semua prajurit disana pun langsung berlari mundur dari sana dan pergi turun dan menuju ke dalam benteng.
Dari sisi lain, tepatnya di arah timur, terlihat ada kapal udara yang jatuh dan terbakar, namun yang Allenz tidak menduga adalah kapal itu diarahkan ke dinding benteng.
"Semuanya ini adalah hari terakhir kita, maka agungkan suara kalian untuk Hearterra!!" Ucap sang nahkoda kapal udara itu sambil dia arahkan kapal yang dia kemudikan menuju dinding benteng.
Semua bagian kapalnya sudah rusak parah dan ada yang terbakar, bahkan ada beberapa kru terlihat sudah tidak bernyawa. Dia dan beberapa prajurit yang masih hidup pun semuanya berpegangan pada kemudi kapal atau pada orang lain untuk menjadi pegangan mereka.
"UNTUK HEARTERRA!! UNTUK HATI YANG MULIA!!" Teriak semua orang yang didalam kapal itu dengan nyaring.
Kapal itu dengan cepat menghantam dinding benteng, yang menyebabkan badan kapal masuk kedalam benteng dan menyebabkan gemuruh dan ledakan besar.
Allenz membelalakkan matanya dari balik topeng, dia tidak menyangka bahwa kapal itu akan diarahkan pada dinding benteng.
"I-itu 'Namikaze'?!" Hanya itu yang terlintas pada otaknya saat melihat kejadian itu, meski dari jauh, ini mengingatkan dirinya pada kejadian perang dunia kedua pada perang Pasifik.
Dari dalam benteng, terdapat seorang pria dengan janggut lebat yang ikat dua. Dengan rambut yang acak-acakan, dia berdecak marah. Benteng terkuat kedua Spadeforia telah diterobos, hal ini membuat dirinya frustasi, apa yang akan dia katakan pada raja jika hal ini dapat membuat dirinya membuat nama kerajaan Spadeforia buruk.
"Cih, dasar para pasukan tidak berguna!?" Dia kemudian hendak keluar dari ruangannya, namun seorang mendobrak masuk.
"Pak?! Kita mendapat surat dari kerjasama Clubnesia!?" ucap si prajurit yang membawa pesan.
"Berikan!" Sang komandan kemudian mengambil surat itu dan merobek amplop putih dan membaca surat itu. "Muahahahaha!! Bagus dengan ini kita bisa membuat Hearterra mundur!? Kau! Bawakan aku kotak kematian!?" Perintah Komandan Spadeforia.
Allenz kemudian berkumpul lagi dengan yang lain, dirinya bertemu dengan Finn dan Woulle, dengan adanya dinding benteng yang runtuh akibat sebuah kapal udara yang menabraknya, mereka akan menyerang dari sana.
"Semuanya, kita akan menyerang bagian dalam benteng di tempat yang telah runtuh, siapkan diri kalian!!" Ucap Finn dengan nyaring.
Dengan semangat yang menggebu-gebu, para prajurit langsung menyerang bagian timur benteng. Mereka dengan berbondong-bondong memasuki benteng dari sana.
Namun, tak disangka, terdengar seperti sebuah ledakan tembakan yang di lepaskan. Hingga sebuah roket meluncur ke langit dan menghancurkan satu kapal udara milik Hearterra.
"A-apa itu?!"
"Tembakan!! Itu sebuah tembakan?!"
Tak lama sebuah tembakan yang sama muncul kembali, dan menghancurkan satu lagi kapal udara Hearterra dengan berkeping-keping di udara.
__ADS_1
"Serangan apa itu?! Dia bahkan dapat menghancurkan sebuah kapal dengan satu tembakan?!" Ucap Finn yang terkejut.
"Itu roket?!" Ucap Allenz yang terkejut.
"Hahahahaha!! Terkejut lah kalian, para Hearterra! Kami ini memiliki sebuah senjata jenis peledak seperti balistik dengan ledakan yang lebih besar tentunya!" Ucap sang komandan Spadeforia. Kemudian, dia menyeringai. "Bagaimana kalau kalian merasakannya juga!" Sang komandan itu kemudian mengarahkan penembak roket miliknya ke arah para prajurit Hearterra, yang membuat ledakan besar dan menewaskan para prajurit Hearterra dengan cepat.
Melihat bahwa akan cukup beresiko jika memasuki benteng, Finn memerintahkan para prajurit untuk mundur. "Mundur!! Semuanya mundur!" Titahnya.
Namun, ternyata dibelakang mereka telah ditembaki dengan ribuan sihir dan roket juga. Mengakibatkan banyak kematian pada Hearterra, serangan mereka membuat formasi Hearterra berantakan. Para prajurit menjadi saling berhamburan untuk menghindar.
Tak disangka, dibelakang mereka telah ada pihak Clubnesia yang datang membantu aliansi mereka, Spadeforia. Dimana keduanya memiliki penembak roket misil yang dapat dibawa oleh satu orang.
Sementara, Allenz tau senjata yang di gunakan oleh itu adalah bazoka. Senjata modern yang memiliki serangan hulu ledak yang besar dan bisa digunakan untuk berjarak jauh.
Dari mana mereka mendapatkan senjata itu?? Apakah ada New Human di pihak musuh? Atau mereka menemukan bunker atau gudang berisi senjata modern? Banyak pertanyaan dibenak Allenz. Namun, ditengah melamun Finn menyadarkan Allenz yang termenung saat memikirkan hal itu.
"Allenz, saat ini kita hanya bisa mundur!! Cepat!! Kita perlu pergi dari sini!" Ajak Finn pada Allenz untuk mundur bersamanya.
Dengan begitu benteng Spadeforia tidak berhasil dikuasai, hal itu ni karena mereka memiliki senjata kuat yang tidak diketahui oleh kerajaan lain, dan juga adanya bantuan Clubnesia yang bahkan memiliki senjata serupa namun lebih banyak.
Hal ini dibahas oleh semua unit para petinggi kerajaan dalam sebuah diskusi, hal ini membuat mereka terkejut dengan kehebatan senjata milik kerajaan Spadeforia dan Clubnesia. Namun, tidak ada hal yang valid untuk bisa mendefinisikan apa senjata itu. Mereka butuh info lebih soal itu.
"Apa ada yang tau senjata yang digunakan orang-orang Clubnesia?" Tanya raja dengan orang-orang yang dia bersama dengannya.
"Bazoka, nama senjata itu bazoka." Sahut Allenz dengan cepat.
"Apa?" Seketika semua orang langsung melihat Allenz saat menjawab.
"Senjata modern yang berasal dari peradaban lama, dengan hulu ledak yang besar, bahkan mudah dibawa kemana-mana oleh satu orang. Yang mulia, menurut saya, mereka mendapatkan senjata itu dari tempat reruntuhan kuno." Jelas Allenz.
"Bagaimana kau tau sebanyak itu, Allenz?" Tanya raja.
Allenz kemudian terdiam sejenak, dia tengah memikirkan jawaban yang pas agar semua orang mencurigai dirinya adalah seorang Old Human. "Karena saya adalah seorang anak yang berasal dari peradaban kuno itu, dan anda sadarkan? Tempat awal saya ditemukan, cukup aneh jika ada seorang bayi dimasukkan kedalam sebuah tabung kaca. Namun, saya hanya tau beberapa hal saja, dan maaf menyembunyikan hal ini sebelumnya."
Semua mengangkat dahi mereka, dan memang semua disana tau tempat Allenz lahir, dia sebelumnya seorang bayi didalam tabung yang dibawa Arthur. Dan mengangkat sebagai anaknya sendiri.
Memasang wajah serius, raja mulai sedikit memberi pertanyaan pada Allenz soal peradaban lama dan soal info yang diketahui Allenz,. Tentu, dengan beberapa hal yang penting saja dan tidak semua hal diberitahukan.
"Sudah kuduga, ada sebuah perang kuno yang terjadi dunia ini, bahkan awal mula adanya sihir dan kemunculan iblis. Allenz, terima kasih atas info ini, meski dirimu sendiri ternyata sudah berusia 200 lebih, namun kami masih menganggap dirimu di pihak kami." Ucap raja yang berterima kasih pada Allenz. "Dan apa kau masih ingat beberapa tempat dimana reruntuhan kuno itu berada?"
"Karena sudah lama terjebak dalam tabung selama 200 tahun, hanya beberapa saja yang saya masih ingat, mungkin saya bisa membawa anda kesana." Jawab Allenz.
"Baik, semuanya berdiri, dengan apa yang barusan kalian dengar, lihat, dan saksikan. Aku ingin semua orang yang ada disini bersumpah untuk tidak membocorkan rahasia ini. Bersumpah lah, dengan nyawa kalian." Titah raja.
Semua orang langsung berdiri, dan menyilangkan satu tangan mereka di dada dan mulai bersumpah.
"Kami, prajurit yang rela dan berkorban untuk negara hati, Hearterra. Dengan ini, kami akan merahasiakan apa yang kami dengar, lihat, dan saksikan, dengan taruhan nyawa kami sebagai bayarannya, jika sampai kami dengan sengaja atau tidak sengaja membocorkan rahasia ini, maka nyawa kami akan menjadi bayarannya." Ucap semua orang disana dengan nyaring.
Dengan begitu, hal ini hanya diketahui oleh orang-orang di tenda itu, terutama Finn dan Woulle juga. Bahkan rahasia ini juga tidak akan diberitahukan kepada keluarga Allenz sendiri dan keluarga Bartfold. Karena hanya yang disana saja yang mengetahuinya.
Raja kemudian mengangguk. "Sekarang, bubar?!" Titahnya.
Allenz saja yang belum keluar, dirinya kemudian menghadap raja, dan berlutut. "Terimakasih atas kebaikan anda, yang mulia. Saya, Allenz Weller, dengan ini saya akan–"
"Cukup, Allenz."
"Huh?!"
"Kau tidak perlu bersumpah lagi. Bagiku, sumpahmu saat masuk menjadi ksatria Hearterra itu saja sudah cukup. Dan, akulah yang seharusnya berterima kasih, dengan kehadiranmu disini, kita memiliki banyak kemenangan yang kita raih, bahkan sebelumnya, kemenangan itu seperti susah kami raih." Jelas raja.
"T-tapi yang mulia?!"
"Alasan aku menghentikan dirimu untuk bersumpah adalah karena kau masih terlalu muda, kau masih bisa memiliki masa depan yang lebih baik, carilah seorang gadis, carilah ilmu di akademi, dan carilah teman dimasa muda mu sendiri. Itulah, aku telah berencana setelah dirimu berusia 17 tahun, kerajaan akan memberimu beasiswa untukmu dan adikmu itu, bahkan juga untuk tunanganmu juga." Jelas raja.
"Uh?! Anda tau saya sudah punya tunangan?!" Ucap Allenz yang terkejut.
"Tentu, aku selalu mendapat surat dari orang tuamu setiap saat, bahkan aku dengar, ibumu tengah hamil satu bulan. Sepertinya kau akan punya adik lagi."
"...."
"Aku hanya ingin kau bahagia, sama seperti ingin melihat kerajaan yang aku pimpin juga bahagia. Namun, karena perang ini terjadi, aku jadi sulit untuk mengabari keadaan ku pada keluargaku sendiri, dan melihat keadaan kerajaan setelah perang ini yang terus terjadi." Tambah raja. "Jadi, Allenz, sekali lagi, ijinkan aku untuk meminjam kekuatanmu."
Mata Allenz bersinar, dengan cepat dia langsung berdiri. "Dengan senang hati, yang mulia"
Setelah semua hal itu, perang belum usai, bahkan terus menerus berlangsung selama bertahun-tahun. Membuat sejarah baru, sebagai perang besar yang terjadi antar empat kerajaan, dan terlama dalam sejarah.
__ADS_1