After World Breaker

After World Breaker
Chapter 21: Perang melawan iblis


__ADS_3

Di tempat persiapan perang, tenda-tenda didirikan, banyak prajurit yang membantu memindahkan barang-barang dan senjata, di sebuah tempat yang luas dan adanya beberapa bukit, di sinilah mereka akan melawan para iblis nantinya. Namun, dengan mulainya musim dingin, membuat tanah tempat ini tertutupi oleh salju dan suhu yang dingin.


Arthur dengan pelan dan hati-hati, dia membersihkan pedang miliknya yang telah bersama dengan dirinya melewati banyak peperangan selama ini.


Tak lama Ronald datang dan menyapa Arthur. "Senang melihatmu ikut dalam perang ini."


Arthur yang sadar kakaknya datang menjawab. "Yah... Aku disini juga karena Allenz, aku cukup terkejut bahwa anak itu akan memintamu memasukkan dirinya lagi untuk ikut perang ini."


Mendengar itu, Ronald menjawab. "Yap, tapi aku memberi syarat padanya, bahwa ini adalah perang terakhir baginya. Bahkan katanya, dia berpatisipasi ke perang ini untuk dedikasi dirinya pada Finn."


"Oh ya... Aku cukup kaget saat tau kedekatan dirinya dengan Finn dulu, mungkin karena Finn telah memberinya dampak yang mengubah pada Allenz, dan membuat anak itu memiliki jiwa patriotik untuk kerajaan ini." Balas Arthur.


"Dan mungkin kau akan melihat bagaimana Allenz bertarung nanti, tapi aku tekankan padamu, jangan khawatirkan kondisi Allenz saat bertarung, mengerti?"


"Baik, kak. Aku akan fokus pada perang ini."


Tak lama, Allenz datang lengkap dengan pakaian serba hitamnya yang biasa dia gunakan dalam perang.


"Allenz, kau tidak menggunakan zirah?" Tanya Arthur.


Mendengar pertanyaan Arthur, Allenz menjawab. "Hmm? Tidak, aku biasa menggunakan pakaiannya ini saat berperang." Jawab Allenz.


"Tapi itu akan membuatmu mudah ditembus senjata."


"Arthur..." Ucap Ronald.


"Apa? Aku hanya khawatir dengan pakaiannya."


Menghela nafas. "Padahal kita baru saja membicarakan ini, tapi kau malah khawatir pada pakaian anakmu sendiri. Tenanglah Arthur, aku sudah melihat bagaimana Allenz bertarung, mungkin kau bisa bertarung didekatnya, saat perang nanti."


"Kurasa kau benar."


"Dan juga kita tidak akan menggunakan zirah secara lengkap, karena saat ini medan tempat kita berperang penuh dengan salju, jadi kita akan menggunakan pakaian perang khusus untuk musim dingin." Tambah Ronald.


Lalu Allenz memberitahu sesuatu soal Zen. "Yang Mulia, Rasyid bilang dia akan sedikit terlambat saat perang nanti." Ucap Allenz.


"Benarkah?! Aku harap dia tidak lama, karena dialah orang yang membawa senjata anti iblis untuk kemenangan kita." Ucap Ronald. "Oh iya, Arthur, kau harus gunakan senjata pedang itu." Tunjuk Ronald pada pedang anti iblis yang mereka temukan di gudang senjata sebelumnya.


Terkejut, Arthur bertanya kenapa harus menggunakan senjata baru. "Apakah harus?"


"Tentu saja, ayah. Dengan pedang itu kau bisa membunuh iblis jauh lebih mudah." Jelas Allenz.


Hanya bisa setuju, dia mengambil pedang itu, pedang ini cukup ringan. Memasukkan pedang itu pada sarungnya, Arthur menggunakan pedang baru itu, dan pedang lamanya, dia taruh di tenda miliknya. Dirinya juga sadar bahwa banyak senjata asing dimatanya.


"Lalu senjata lainnya bagaimana? Senjata-senjata ini cukup asing bagiku, bagaimana cara menggunakannya?"


Allenz dan Ronald pun hanya menjawab secara bersamaan. "Kau akan melihatnya sendiri."


Ronald kemudian memberi nasihat kepada ayah-anak itu. "Kalian, jangan sampai mati, karena ada yang menunggu kalian si rumah, ingat itu."


"Seharusnya kau juga begitu, kak." Sahut Arthur.


Tak lama, seorang prajurit datang. "Yang Mulia, sudah saatnya melakukan persiapan."


Mendengar itu, ketiganya memasuki sebuah tenda besar, dimana disana mereka mempersiapkan strategi, disana ada tiga raja lain, dan tangan kanan mereka masing-masing, termasuk Woulle.


"Baik, semuanya sudah berkumpul." Ucap Lennard.


"Dengan ini, persiapan aliansi As melawan iblis diadakan." Ucap Woulle dengan lantang.

__ADS_1


"Apa semua persiapan sudah selesai, Len?" Tanya Eryk pada Lennard.


"Sudah, Yang Mulia." Balas Lennard. "Masing-masing divisi sudah diposisi masing-masing, dan bersiap jika ada serangan dadakan."


Opheniel menjelaskan, bahwa kali ini mereka akan menyerang pasukan iblis dengan serius, jangan biarkan satupun iblis tersisa, karena mereka menggunakan metode bunuh semua musuh yang ada didepanmu.


Semua persiapan di cek kembali, strategi terbaik mereka akan dikerahkan, karena ini adalah bentuk balas dendam pihak manusia pada iblis karena membuat mereka saling perang selama tiga tahun penuh.


"Dengan ini Aliansi As akan melakukan perlawan balik pada iblis yang sudah mencerai-beraikan kita semua." Ucap Valrius dengan lantang sambil mengangkat pedangnya keatas, dilanjut dengan yang lainnya ikut mengangkat senjata mereka juga.


"Dengan persatuan dan keyakinan, kita menang!!" Ucap semua orang disana, itulah semboyan dari aliansi ini.


Semuanya keluar dari tenda, mereka kemudian berkumpul dan berdiri di depan 18.500 prajurit lebih dari gabungan empat kerajaan yang bersiap tempur. Bahkan para prajurit wanita dari keempat kerajaan juga ikut dalam perang ini.


Valrius kemudian membuka suara. "Semuanya! Kini kita akan berperang melawan para iblis yang telah berani menganggu wilayah keempat kerajaan, kini kita bersatu dalam satu alasan yang sama, kita tidak akan saling berpecah lagi, tidak ada dendam, tidak ada kebencian, hanya satu kekuatan utuh untuk melawan para iblis itu. Sebelum kita mulai perang ini, yang aku tidak tau akan berlangsung sampai kapan, aku mempersilahkan saudara Allenz untuk memberi arahan atau motivasi bagi kalian semua."


Allenz terkejut saat dirinya diminta untuk memberi kata-kata bagi delapan belas ribu lebih prajurit didepannya. Bahkan dia bingung mau memberi motivasi apa pada mereka, mungkin suaranya juga tidak akan didengar semua orang.


Menghirup udara, dan menghembuskan kembali. "Semuanya! Namaku Allenz, anak angkat dari mantan komandan Hearterra, Arthur Ironion Heartrra. Aku tau usiaku masih terbilang muda dalam perang ini, tapi mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui diriku. Aku bukan siapa-siapa, hanya anak angkat dari saudara keluarga kerajaan. Darahku mungkin hina bagi keluarga Hearterra. Tapi, keluargaku sendiri lebih memilih menjadi keluarga biasa di kota pinggiran, daripada menjadi orang penting di ibukota atau semacamnya..."


Terhenti sebentar, Allenz menyiapkan kata-kata motivasinya. "...Aku tau kita akan berperang melawan musuh kita yang sesungguhnya. Mungkin mereka kuat dari kita, kita ini apa? Kita hanya manusia, dan kita sebagai manusia seharusnya saling membantu, bukan saling serang seperti dulu, itulah sebabnya aku senang dengan adanya Aliansi As ini, kita akan buktikan bahwa manusia bisa melawan balik para iblis itu. Mungkin diantara kita tidak ada yang selamat di perang ini, mungkin kalian, atau aku? Tapi bukan berarti kematian kita akan sia-sia, karena siapapun yang mati di perang akan di anggap pahlawan yang berani mati bagi negaranya."


"Yahh!!" Sorak-sorai dari para prajurit.


"Kalau begitu, mari kita beri mereka balasan!!!" Tegas Allenz sambil mengangkat pedangnya.


Seluruh prajurit mengangkat senjata mereka, dan dengan motivasi Allenz tadi, membuat mereka siap mati saat perang nanti.


Disisi lain, para raja hanya tersenyum dan mengangguk saat Allenz berpidato tadi. Bahkan Arthur cukup bangga saat melihat anaknya berpidato sebelum perang, ini membuatnya mengingat saat dirinya dimasa lalu.


"Jadi, masih yakin untuk meragukan anakmu itu, Art?" Tanya Ronald.


"Baik! Semuanya bersiap!" Ucap Valrius dengan tegas.


Semua prajurit langsung bersiap, dan pergi ke posisi masing-masing, beberapa prajurit langsung menyiapkan persenjataan mereka, dari manjanik, meriam, dan senjata yang mereka temukan sebelumnya. dengan sudah bersiap, para nahkoda kapal udara menjalankan kapal udara mereka.


Para penunggang kuda berbaris di garda depan, dan mereka biasa di sebut 'Brave Rider', prajurit yang biasa akan menerobos bagian garis depan pihak musuh, untuk membuka jalan atau membuat prajurit lain masuk kedalam baris tengah musuh. Dengan menggunakan tombak besar dan perisai, mereka kadang mampu menerobos sampai tengah barisan musuh, meski dengan taruhan mati pertama di dalam perang. Di tambah, pasukan khusus ini tidak diperbolehkan menggunakan zirah musim seperti yang lain, dan harus menggunakan zirah besi lengkap untuk menutupi seluruh tubuh mereka saat menyerang. Namun, ini juga menjadi kekurangan mereka saat kondisi hujan atau bersalju, kerena menyulitkan mereka bergerak.


Dibelakang mereka, ada prajurit yang menggunakan kereta perang sebagai kendaraannya, berbeda dengan para penunggang kuda, mereka menggunakan sebuah pedati yang memiliki tinggi se-pinggang mereka, dan akan ditarik oleh dua kuda atau lebih. Namun, masing-masing kerajaan memiliki jenis hewan yang berbeda saat menarik pedati tersebut, seperti Spadeforia. Di kerajaan mereka, mereka tidak memiliki pasukan berkuda seperti yang lain, atau Brave Rider, itu karena mereka mengandalkan pasukan kereta perang yang menggunakan hewan bison untuk menarik pedati mereka. Itulah mengapa, pasukan ini juga mampu membuka jalan bagi pasukan di belakangnya, seperti Brave Rider.


Setelah semua bersiap, dari ujung sisi, muncul pasukan iblis yang berjalan perlahan, ada yang bertubuh besar, aneh, dan mengerikan, siapapun yang melihatnya pasti akan takut.


Opheniel kemudian memberi peringatan pada seluruh pasukan dan meminta yang lain waspada. "Semuanya! Berhati-hatilah, kita tidak tau pasukan iblis akan menggunakan cara licik atau tidak. Maka dari itu, tolong waspadalah pada sekitar kalian!"


Kedua pihak saling menatap dari kejauhan, Allenz menggunakan teropong berjendela satu untuk melihat pihak musuh.


Disisi musuh terdapat raja iblis Gregory, di sampingnya ada dua raja iblis pendahulu, yang merupakan ayah dan kakeknya.


"Ayah, apa kita tidak menggunakan kemampuan kalian saja, yang mampu menciptakan iblis dari sisi buruk manusia? Akan sangat menguntungkan kita jika begitu." Ucap Gregory.


"Tidak bisa, karena setelah dibuang di dunia ini, kemampuan sejati iblisku mengalami kemunduran." Jawabnya.


Menggaruk tengkuknya, Gregory hanya bisa pasrah. "Hah... Sudahlah, tapi aku lihat pihak manusia menggunakan pasukan wanita, sepertinya akan menarik jika aku memiliki satu."


Tiba-tiba kakek Gregory memintanya diam. "Kau diamlah, dan fokus yang ada didepan kita."


"Ya... Aku paham."


Wujud dari kakek Gregory cukup berbeda dari yang lain, karena dia masih memiliki sisa iblis sejati didalamnya, yang adalah iblis murni dari neraka langsung, berbeda dengan Gregory yang muncul dari bumi ini ratusan tahun lalu dan bukan lahir di neraka, melainkan di bumi.

__ADS_1


"Akibat pembuangan yang terjadi saat dulu, kita malah bernasib seperti manusia menyedihkan itu." Ucap Ayah Gregory.


Saat beberapa waktu, ditiupkan terompet perang yang terbuat dari cangkang kerang. Pasukan didepan mulai maju dan Brave Rider dengan cepat menunggangi kuda mereka untuk menerobos baris depan musuh.


Di atas langit, beberapa kapal udara berjalan dan mulai menuju bagian tengah dan belakang pihak musuh, untuk membombardir bagian belakang musuh, dengan menjatuhkan bom dan menembaki mereka dengan bazoka yang mereka dapat, dan para pemanah menembak ke langit.


Dengan ini perang aliansi As melawan iblis di mulai.


Beberapa pasukan Brave Rider berhasil masuk kedalam tengah barisan musuh, meski juga ada yang tidak berhasil. Akibat serangan iblis dibaris depan.


"Serang!!"


Disusul dengan para pengguna kereta perang, mereka hendak membuat pihak iblis mundur. Dengan senjata pedang anti iblis yang mereka temukan dengan bantuan Zen sebelumnya, mereka dengan mudah membunuh iblis besar dan kecil sekalipun dengan mudah.


Ini membuat pemimpin iblis terkejut dengan pihak manusia yang mampu membunuh iblis dengan mudah, membuat Gregory turun tangan dan meminta iblis kuat yang berbadan besar menyerang maju.


Di pihak manusia, para keempat pemimpin belum masuk dalam perang, disini Allenz tengah bersiap dengan peralatannya, dia dengan cepat menggunakan topeng Cocketrice miliknya dan menaiki papannya. Disusul dengan Arthur di sebelahnya yang sudah siap dan beberapa pasukan dibelakang mereka.


Allenz kemudian berbicara sebelum dirinya dan Arthur masuk ke dalam perang, dirinya berbicara pada Ronald. "Yang Mulia, tunggu tanda dari saya jika Rasyid datang, atau jika dia datang ke sini, beri tanda sebaliknya." Ucap Allenz.


"Tentu, aku akan memberi tanda asap jika dia datang ke sini lebih dulu." Balas Ronald.


Kembali ke barisan, Allenz bersiap memulai perang.


"MAJU!!" Teriak prajurit didepan mereka.


Dengan sekejap Allenz langsung melesat cepat, meninggalkan Arthur bersama pasukan lainnya.


"ALLENZ!!"


"Aku sarankan, kau lebih baik cepat pergi kesana dan menyusulnya, Arthur." Ucap Lennard yang ikut masuk dalam perang bersama dengan yang lain.


Arthur kemudian ikut berlari bersama prajurit dibelakangnya, ini membuat Arthur khawatir, karena dirinya belum tau bagaimana Allenz bertarung, itulah membuat dirinya khawatir.


Allenz yang masuk dalam peperangan dirinya melewati jalan yang dibuka oleh pasukan garda depan sebelumnya, membuat dirinya masuk kesana dengan mudah. dengan memanipulasi angin disana dia menerbangkan pasukan iblis di dekatnya, lalu dengan Whistling spell, dirinya mampu membunuh dan membantu pasukan aliansi disana.


Arthur yang masih dalam menyusul Allenz, dia merapal mantra. "Gemuruh yang mengelegar, bagai badai mengamuk, petir langit hidup. Lightning Impact." Dengan sihir petir itu Arthur mampu membuat dampak tekanan kuat saat dia menyerang, dirinya kembali merapal sihir yang sama. Tapi, dia memfokuskan sihir itu dikumpulkan pada kedua kakinya.


Saat rapalan selesai, dirinya mampu berlari dengan cepat dan bahkan bisa melompat lebih tinggi. Dengan cara ini berulang kali, Arthur mampu menyusul Allenz didepan dan juga menyerang iblis dengan gelombang kuat saat dia mendarat di tanah. Tapi, langkahnya terhenti saat ada iblis besar menghalangi jalannya.


Di dalam hutan, menarik pegas dengan kuat, dan melaju kencang. Terlihat perang yang sudah berlangsung "Oh, sial, aku telat. Ok, Iris, kita tunjukan juga kemampuan kita."


Muncul dengan tiba-tiba, Zen muncul dengan mengendarai snowmobile yang di belakangnya terpasang sebuah senjata. Menghindari pasukan yang ada dan menuju lokasi Allenz berada, Zen dengan lincah menghindari musuh yang di sekitarnya. Menekan tombol penembak, senjata di belakangnya kemudian menembaki ribuan peluru, membuat celah dan membuka jalan lebih mudah bagi yang lain.


Para prajurit mengikuti Zen yang membuka jalan, menuju tempat Allenz, dan melihat Arthur yang nampak dihalangi oleh iblis besar. Zen mengemudikan snowmobile milik dan menancap gas dengan cepat, lalu menembaki iblis itu.


Iblis besar itu dan Athur terkejut saat rentetan peluru mengarah mereka, hal ini membuat Arthur jatuh terduduk. Tanpa basa-basi, Zen mengarahkan arah snowmobile-nya pada iblis besar itu, lalu melompat dari snowmobile miliknya, menabrakkan snowmobile itu pada iblis tersebut.


Dengan hantaman keras membuat iblis tersebut tertabrak dan terguling kebelakang. Zen yang langsung ambil tindakan, dengan cepat menembaki tangki bahan bakar snowmobile itu, membuat iblis besar tadi terkena dampaknya.


Arthur terkejut dengan kedatangan Zen yang tiba-tiba. "Yo, pak tua." Mengarahkan tangan untuk membantu Arthur berdiri. Arthur menerima bantuan itu dan berdiri kembali.


"Astaga, kau membuatku terkejut."


"Maaf. Baik, mari kita fokus pada perang ini." Ucap Zen.


Mengubah koper canggih miliknya, Zen mengubah koper itu menjadi dua pistol dan mulai menembaki iblis yang mendekati mereka. Arthur juga dengan pedang anti iblis yang dia pakai, dia ikut menyingkirkan iblis-iblis yang menyerang mereka, termasuk si besar tadi.


Saling membelakangi, Arthur meminta Zen untuk membuka jalan bagi mereka pada Allenz. Mengganguk paham, Zen menembaki iblis didepannya, dia membuka jalan bagi mereka menuju tempat Allenz berada.

__ADS_1


__ADS_2