After World Breaker

After World Breaker
Chapter 20: Iblis buatan dan Perang Kuno


__ADS_3

Ditengah hutan bersalju, kini konvoi yang berisi delapan puluh lebih orang itu, tengah dalam melakukan ekspedisi dalam menemukan reruntuhan kuno, yang dipimpin oleh Zen.


Setelah Ronald mendapat kabar bahwa Zen tau dua lokasi tempat senjata yang mampu mengalahkan iblis, dirinya langsung mengirim surat kepada tiga kerajaan lain, hingga diputuskan untuk melakukan ekspedisi seminggu kemudian.


Tak lama, Lennard mendekati rajanya, Eryk. Perihal mereka yang mengikuti Zen sejak tadi. "Yang Mulia, apa kita patut mempercayai orang kulit gelap itu?"


Mendengar ucapan Lennard, Eryk menjawab. "Jika dia benar-benar tau, akan sangat bagus dan kita akan mendapatkan senjata untuk mengalahkan para iblis di perang nanti."


Mendengar ucapan rajanya, Lennard tidak bertanya kembali dan melanjutkan perjalanan mereka.


"Kita sampai!" Teriak Zen.


Didepan mereka sebuah bangunan besar dengan beberapa lantai atas yang ditutup kaca, dan tentu dengan arsitektur modern.


"Bangunan apa ini?"


"Aku belum pernah melihat arsitektur bangunan seperti ini."


Allenz kemudian bertanya. "Tempat apa ini?"


Zen tersenyum dan menjelaskan. "Tempat ini adalah gudang senjata dan tempat uji coba senjata baru, bahkan beberapa senjata dibuat disini."


Semuanya mendekati bangunan itu, dan terkejut betapa besarnya bangunan itu.


"Apa-apa ini?! Bahkan gedung walikota di ibukota saja tidak sebesar ini."


"Ini jauh lebih besar dari barak milik kita." Ucap Woulle yang terkejut dan membandingkan dengan barak militer milik Hearterra.


Sampai didepan gedung, beberapa orang akan berjaga diluar dan menjaga wagon yang dibawa, untuk nanti senjata itu ditaruh di wagon.


Memasuki gedung itu, dan melewati pintu kaca, mereka masuk kedalam. Ruang tunggu dan meja resepsionis, masuk lenih dalam, mereka menemukan dua lorong terpisah, Zen menuntun mereka untuk lurus, dan tidak mengambil jalur kiri.


"Diujung nanti, kita harus naik tangga evakuasi untuk ke lantai tiga dan disanalah tempat penyimpanan senjata itu berada."


Sampai diujung, mereka menemukan tangga keatas, kini Allenz yang memimpin ke lantai atas. Sementara Zen malah mencari rokok yang mungkin bisa gunakan didekat ruangan pada sebelah tangga menuju lantai atas.


Berjalan perlahan, beberapa prajurit nampak waspada, bahkan para raja juga melakukan hal yang sama. Namun, Allenz berjalan santai, hingga melewati lantai dua yang nampak gelap dan hanya ada beberapa ruangan kosong saat diperiksa.


Hingga mereka naik kembali, dan sampai ke lantai tiga, dimana ruangan yang dimaksud Zen ada tepat disebelah tangga evakuasi.


Entah apa yang membuat mereka waspada, bahkan Allenz juga ikut waspada saat didepan pintu itu. Dua prajurit hendak membuka pintu itu, hingga sebuah bunyi ting, membuat mereka refleks melihat kebelakang, dan mendapati pintu lift yang terbuka dan didalamnya Zen keluar dengan menikmati rokok yang dia temukan di lantai bawah.


"Serius, Ras?!" Ucap Allenz.


"Apa? Aku hanya menggunakan lift untuk naik lebih cepat." Sahut Zen.


"Apa itu?" tanya Opheniel.


"Tempat barusan tadi? Itu namanya lift, tempat itu dapat membawamu ke seluruh lantai di gedung ini ,dengan menekan tombol pada lantai mana yang mau kau kunjungi. Oh iya, pintu ruangan penyimpanan tujuan kalian itu butuh kartu akses untuk membukanya." Jelas Zen dengan mengeluarkan sebuah kartu dan di tempel pada tempat khusus di pinggir pintu untuk membukanya.


Setelah membukanya, mereka menemukan sebuah gudang besar yang penuh senjata modern, dari sebuah semacam penembak roket, busur silang, bazoka, dan bahkan beberapa robot tempur dengan tinggi empat meter.


"Program, tolong periksa semua tempat ini." Ucap Zen pada jam tangannya.


Program memeriksa semua gedung ini dengan melakukan scan, dan mengirim hasilnya pada Zen.


[Ada beberapa tanda kehidupan tak jauh diruangan itu, nampaknya mereka sedang di tahan didalam sebuah kaca penahanan.] Balas program.


Valrius kemudian memerintahkan para prajurit untuk membawa senjata-senjata itu, ditambah mereka mendapat roket untuk bazoka mereka.


"Tolong bawa benda ini dengan hati-hati." Pinta Allenz.


Senjata itu kemudian dikeluarkan dan dimasukan kedalam kotak kayu untuk ditaruh dalam wagon.


Disisi lain, Zen berkeliling disana, dan mendapatkan sebuah baju khusus, dengan sebuah topeng yang menyatu dengan headphone, armor setengah badan, sepasang sepatu dan sarung tangan. Mengambil baju itu kedalam karung yang dia bawa, sejak dulu dia ingin menggunakan baju khusus itu, apalagi saat baju itu baru selesai dibuat. Saat hendak membawa baju itu, dia akhirnya menemukan senjata yang seharusnya di berikan pada kerajaan.


"Hei! Senjata inilah yang seharusnya yang kalian bawa." Teriaknya untuk memanggil orang ke tempat dirinya.


Keempat raja dan Allenz mendatangi tempat Zen berada, disana Zen menunjukan beebrapa pedang saber.


"Pedang yang bersinar?" Tanya Ronald.


"Yap, tempat ini hanya baru bisa membuat senjata pedang untuk melawan iblis. Kurasa senjata ini yang kalian butuhkan." Jawab Zen.


"Lalu, kau akan ambil senjata apa?" Tanya Allenz.


"Tenang saja, 'kan aku sudah punya koper ini." Ucapnya sambil menunjuk pada koper dipunggungnya.

__ADS_1


"Bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Eryk.


Mendengar pertanyaan Eryk, Zen tersenyum simpul. Lalu berdiri, dirinya menuju sebuah komputer dan mengutak atik komputer itu. Hingga suara gemuruh muncul membuat orang-orang terkejut, dan melihat sebuah kotak kaca besar muncul dan ditaruh di samping kiri Zen.


"Apa isi kotak itu, Ras?" Tanya Allenz yang agak khawatir.


Tersenyum. "Kau mau tau? Aku perkenalkan, sosok iblis mengerikan yang kami tangkap." Kemudian Zen menekan keyboard L, membuat lampu didalam kotak kaca itu memperlihatkan isinya.


Sosok besar dan mengerikan tengah di rantai.


"I-itu... "


"...."


Semua orang melebarkan mata mereka, didalamnya terdapat iblis besar yang terantai kuat dan nampak tidak sadarkan diri.


"Iblis tingkat tinggi?!"


Saat yang lainnya masih terkejut, Zen meminta beberapa orang keluar dan bawa senjata-senjata itu ke wagon dan menunggu diluar. "Ngomong-ngomong, aku meminta beberapa orang yang disini untuk bisa menjaga rahasia ini, jadi aku meminta keempat raja untuk memilih orang-orang yang bisa menjaga rahasia ini."


Para raja kemudian memilih orang-orang kepercayaan mereka masing-masing, dan Zen meminta mereka bersumpah untuk tidak membocorkan hal ini. Karena dia tau mereka tidak akan membocorkan hal ini dengan mudah, akibat ini menyangkut harga diri mereka untuk menjaga sebuah rahasia.


"Baik, terima kasih sudah mau menjaga rahasia ini, karena jika rahasia ini bocor mungkin saja perang  besar antar manusia akan terjadi kembali, dan aku dengar kalian baru saja membuat aliansi, 'kan?" jadi simpan rahasia ini baik-baik." Ucap Zen dengan serius.


Entah setelah Zen berkata demikian, membuat semua orang merasa ngeri saat melihat wajah serius Zen barusan. Melanjutkan hal sebelumnya yang tertunda, Zen mendekati kaca besar itu, lalu berkata. "Aku mau bertanya pada kalian, menurut kalian iblis itu apa?"


"Makhluk jahat."


"Entitas yang menggoda manusia untuk berbuat jahat."


"Sosok tak terlihat namun ada."


Mendengar jawaban orang-orang itu, Zen bertanya lagi. "Jika iblis itu semacam makhluk yang tak bisa dilihat sembarangan orang, lantas makhluk apa yang akan kita lawan nanti? Padahal iblis adalah makhluk yang tidak bisa dilihat. Makanya, program ini dibuat."


"Program apa?" Allenz yang semakin curiga.


"Sebuah program yang dikenal Artificial Devil Creation Program. Dimana PBB, WHO, dan beberapa badan rahasia negara hendak membuat iblis mereka sendiri akibat di seluruh dunia saat itu sedang melawan para New Human, dan kini disibukkan dengan kemunculan iblis. Maka dari itu program ini dibuat untuk meneliti iblis itu." Jelas Zen.


"T-tapi, seharusnya WHO dan PBB... Itu..." Allenz terkejut dengan adanya projek lain selain projek New Human miliknya.


[Progam ADCP atau Artificial Devil Creation Program akan dimulai, kami telah medapat sesosok iblis yang cukup kuat untuk kami teliti.] Ucap seorang wanita yang memulai sebuah video dokumenter.


Allenz terkejut dengan sosok wanita yang memulai perekaman wajahnya mirip seperti saat mimpi buruknya dulu saat di barak, dengan rambut pirang pendek.


Pada video itu, semuanya melihat beberapa orang peneliti tengah mencoba ketahanan pada sosok iblis sama yang terkurung di dalam kaca.


Mereka menelitinya seperti menyiksa iblis itu, dan bahkan menguji ketahanan iblis itu dengan apapun. Namun, saat tengah penelitian itu berlangsung. Sebuah ledakan terjadi membuat para peneliti itu panik, dan melarikan diri dari ruangan itu. Salah seorang peneliti memanggil wanita tadi untuk mengevakuasi diri.


Saat wanita itu pergi, kamera menangkap beberapa manusia yang menggunakan sihir dan menghancurkan tempat itu, lalu salah satu orang yang menyerang tempat itu menghancurkan kamera yang menangkap mereka sebelumnya, dan video itu berhenti tiga jam setelahnya.


Orang-orang disana kebingungan, teknologi apa yang baru saja mereka lihat? Apa yang terjadi pada tempat ini? Lalu bahasa apa yang digunakan wanita itu? Dan lebih penting kenapa adanya manusia yang menggunakan sihir menyerang tempat itu?


Ronald kemudian bertanya apa yang dia lihat tadi. "Apa yang kita lihat itu tidak sepenuhnya aku paham, bisa kau jelaskan kenapa ini bersifat rahasia?"


Zen dengan blak-blakan tentang projek New Human, bagaimana dunia yang tiba-tiba muncul radiasi mana sihir diseluruh dunia. Kemunculan mana ini tidak bisa diterima oleh manusia biasa dan muncullah seorang ahli bedah yang mengusulkan membuat sebuah tubuh manusia baru bagi para manusia yang terkena radiasi ini, orang itu bernama Christopher Fran Newton, dia adalah Allenz yang dulu.


Semua orang disana terkejut dan melihat Allenz yang membatu.


"Tapi bagaimana mungkin memindahkan jiwa ke tubuh lain?!" Opheniel masih bertanya-tanya bagaimana memindahkan sebuah jiwa yang padahal itu mustahil.


Zen dengan tanpa ragu menjelaskan, bagaimana pada masa dulu dunia ini adalah dunia modern dan sudah banyak teknologi yang berkembang, dan salah satunya memindahkan kesadaran ke dalam perangkat, namun belum ada yang bisa memindahkan jiwa ke dalam sebuah tubuh atau hal lain, makanya saat projek New Human pertama kali di uji, para New Human memberontak dan terjadilah perang antara New Human dengan Old Human. Para New Human yang diberkahi dengan sihir dan mampu beradaptasi dengan sekitar membuat mereka dengan mudah menguasai beberapa negara-negara dahulu, dan sementara para Old Human harus menggunakan masker khusus dan hanya mengandalkan senjata modern saat itu dan bersembunyi.


Perang ini terus terjadi selama bertahun-tahun, hingga membuat hanya ada 56% Old Human yang tersisa. Dan muncullah masalah baru, dengan tiba-tiba portal aneh terbuka dan para iblis keluar dari sana. Yap, para iblis keluar dari neraka dan menambah masalah bagi Old Human, hingga tidak ada Old Human yang tersisa, selain orang-orang yang berhasil pindah ke dalam tubuh baru, seperti Allenz atau melakukan hibernasi panjang seperti Zen didalam tabung.


"Lalu, apa hubungannya ini yang harus di rahasiakan?" tanya Woulle.


"Jika saja ada yang tau soal ini, mungkin akan ada dua kubu yang merasa mereka adalah Old Human dan sisi lain adalah New Human dan terjadi lagi perang antar dua kubu ini untuk kedua kalinya, tanpa mereka mengenal dari kerajaan yang sama atau bukan." Jawab Zen. "Yang hanya dipikiran mereka adalah mereka ini harus membantai habis seluruh New Human yang ada. Ok itu saja yang bisa aku jelaskan! jika ada pertanyaan bisa kau tanyakan langsung padaku atau Allenz."


Ronald mencoba memahami apa yang dijelaskan Zen tadi, dia paham apa yang dijelaskan, dari projek manusia buatan, hingga perang besar terdahulu. "Jadi bisa dibilang kalian berdua adalah manusia lama yang tersisa?"


"Yap, lagi pula aku tidak menemukan tanda-tanda manusia lama selain kami, dan tenang saja aku tidak akan membantai kalian, aku hanya ingin melihat kehidupan baru di dunia ini." Ucap Zen.


Eryk juga merasa hal ini cukup sensitif, akibat sejarah yang nampaknya ditulis ulang oleh para New Human terdahulu, untuk tidak ada perang besar yang kembali muncul dimasa yang akan datang.


Semuanya jadi paham sekarang, dan menyetujui bahwa hal ini patut disembunyikan dari publik.


Lennerd kemudian memberi tanggapannya soal wanita di video sebelumnya. "Ngomong-ngomong, wanita tadi cukup cantik."

__ADS_1


Zen yang mendengar itu menjawab. "Oh? wanita tadi? Dia adalah mantan istri Allenz sebelum dia berpindah tubuh, meski aku tidak tau bagaimana keadaanya saat ini."


"Tunggu, Allenz sebelumnya sudah menikah?!" Woulle terkejut dengan hal itu.


"Ya... Lagi pula sebelumnya kami sudah berusia sepantaran kalian, mungkin sedikit lebih tua."


Tak lama Ronald berbicara. "Mari kita usaikan omong kosong ini. Lalu, mau kita apakan iblis besar ini?"


Lupa akan iblis tadi. "Oh iya, aku lupa soal dia." Zen pun mendekati kaca itu, lalu mengutak-atik monitor di kaca itu dan menggunakan mic untuk membangunkan iblis itu. "Hey, big man, time to wake up. Two hundred years have passed, so wake up from your slumber." Dengan menggunakan bahasa inggris, iblis itu nampak tidak mau bangun.


Yang lainnya hanya melihat Zen yang mencoba berbicara pada iblis itu dari balik kaca.


"Bahasa apa yang dia gunakan itu?" Valrius.


Allenz menjawab. "Itu adalah bahasa inggris, bahasa internasional yang dipakai di seluruh dunia seperti bahasa Worage yang kita gunakan saat ini."


Namun, iblis itu tidak merespon, dan membuat Zen menggunakan suara frekuensi tinggi untuk membangunkan iblis tersebut, suara memekik telinga muncul, membuat iblis itu terbangun dan mengamuk, membuat orang-orang disana panik.


Melihat iblis itu akhirnya bangun, Zen menghentikan suara itu, dan mencoba berbicara lagi, tapi iblis itu nampak menatap marah pada Zen.


Zen tersenyum, lalu dia melepas sepatu kulit miliknya dengan sepatu yang dia temukan tadi. Dengan sengaja, Zen membuka kaca yang mengurungnya, dan membuat orang-orang disana panik dan protes pada Zen, termasuk Allenz.


"Rasyid, apa yang kau lakukan?!" Ucap Allenz yang berjalan menjauh.


"Tenang saja, aku ingin mencoba senjataku ini." Ucap Zen dengan tenang, sambil mengangkat koper miliknya. "Change, Sword Anti-Demon!" Tak lama, koper yang di bawa Zen berubah menjadi sebuah pedang saber panjang, lalu menggunakan topeng yang menyatu dengan headphone yang dia temukan sebelumnya.


Iblis itu keluar dan mengamuk, dengan mengeluarkan aura mengerikan, dan mengaum keras, dirinya yang sudah lama tersiksa, kini akan membunuh para manusia yang ada didepannya.


Zen dengan santai berjalan mendekati iblis itu, sang iblis melihat zen mendekatinya, dan dia dengan cepat berlari menuju ke arah Zen, Zen yang di hampiri oleh iblis itu, ikut berlari kearah iblis itu. "Berikan aku jantung iblismu itu!!"


Sang iblis mengangkat satu tangannya, dan menghantam ke tanah saat Zen didekatnya, tapi dengan bantuan sepatunya yang sekarang, dia bisa melompat tinggi melebihi tinggi iblis itu. Saat di udara Zen dengan cepat hendak menebas kepala iblis itu, tapi iblis itu menggunakan satu tangannya untuk menahan serangan Zen.


Hal mengejutkan terjadi, dengan mudahnya pedang Zen memotong rapi tangan sang iblis, dan membuat tangannya putus dan sang iblis meraung kesakitan.


"Apa-apa itu?! Dia dengan mudah memotong tangan iblis sebesar itu?!" Woulle terkejut dengan pedang yang digunakan oleh Zen.


Saat mendarat, Zen melompat mundur untuk menjauh. "Change,  Anti-Demon Cannon." senjata pedangnya kini berubah menjadi sebuah meriam seukuran dua kali lebih besar tangan, dan Zen langsung membidik ke arah iblis itu. "Tembak!"


Sebuah tembakkan besar mengarah pada iblis itu dan menghancurkannya menjadi debu, dan membuat guncangan yang cukup besar membuat orang-orang diluar merasakan hal itu. Bahkan dinding dibelakang iblis itu hancur dan berlubang.


"S-senjata itu terlalu mengerikan."


"Apa senjata modern semengerikan itu?!"


"I-iya." Jawab Allenz yang juga terkejut.


Zen kemudian mengganti senjatanya kembali menjadi bentuk koper dan mengambil sebuah benda yang menyerupai jantung dari mayat iblis besar tadi, dan kembali ke komputer sebelumnya, mengutak-atik komputer kembali, kini sebuah tubuh lain turun dari atas.


"A-apa lagi ini?!"


Sebuah humanoid perempuan diturunkan, perawakannya seperti gadis berusia 12 tahun, yang memiliki kulit berwarna hitam pekat dan diselimuti aura gelap. Tubuh itu diturunkan didekat Zen.


"Ras, apa yang akan kau lakukan kali ini?" Tanya Allenz.


"Menghidupkan senjata anti iblis yang di inginkan umat manusia." Jawab Zen, lalu dengan paksa dia memasukan jantung iblis sebelumnya kedalam tubuh humanoid itu tepat di daerah letak jantung berada. Setelah meletakkan jantung itu, Zen mengeluarkan tangannya, tak lama tempat jantung itu menyala dan membuat humanoid itu hidup, menampilkan warna mata magenta yang indah.


Allenz, Woulle, dan yang lainnya langsung menyiapkan senjata mereka masing-masing, takut akan hal buruk terjadi seperti sebelumnya.


Zen kemudian memberikan sebuah kertas khusus dan sebuah cahaya muncul saat humanoid itu menyentuh kertas tersebut. "Tolong bantu kami, Iris."


Humanoid yang diberi nama Iris oleh Zen pun langsung masuk ke dalam tubuh Zen, tanda dia menerima kontrak dari kertas tadi.


Setelah Iris masuk, Allenz buru-buru mendatangi Zen, bertanya makhluk apa itu tadi. "Rasyid! Jelaskan, makhluk apa yang baru saja masuk kedalam tubuhmu itu?!"


Zen dengan tenang menjawab. "Dia adalah senjata terkuat anti iblis yang kita miliki saat ini."


Allenz melebarkan matanya dan berjalan mundur.


"Bisa dibilang, dia adalah iblis buatan manusia, meski aku tidak menyangka dia akan langsung patuh dan masuk kedalam tubuhku. Ku pikir dia akan melawan." Ucap Zen. "Dengan ini, pihak manusia siap melawan pihak iblis."


Pintu ruangan itu terbuka, prajurit yang diluar masuk dan menanyakan apa yang terjadi. Namun, dengan sumpah tadi, semuanya merahasiakan hal ini. Dengan beralasan bahwa Zen tidak sengaja menembak dinding diruangan itu.


Semua orang keluar dari gedung itu, dan membagi rata senjata yang didapat, mereka melanjutkan ke gudang senjata ke dua di tempat lain.


Dalam wagon yang sama, Allenz menagih pertanyaan apa saja yang disembunyikan oleh PBB dan yang lainnya selama ini.


Zen dengan santai, menjawab. "Tentu, aku akan menjelaskan semuanya selama perjalanan." Namun, saat mereka sudah jauh, Zen yang sebenarnya mengenggam sebuah remote, kemudian menekan tombol merah di remote itu.  Meledakkan gedung besar itu dan membuat tempat itu hancur tak tersisa, ini di lakukan karena misinya sebagai seorang intel yang tergabung dalam Persatuan Intel Dunia. Tak lama, remote itu di lempar keluar dari wagon, dengan ini tidak ada lagi jejak soal Old Human-New Human ataupun Iblis buatan, yang ada hanya orang-orang yang menurut Zen bisa dipercaya untuk menjaga rahasia ini.

__ADS_1


__ADS_2