After World Breaker

After World Breaker
Chapter 13: Dalang dibalik perang besar


__ADS_3

Disisi timur wilayah Warsawa, dimana tempat didiami oleh para ras iblis, dimana tempat wilayah kekuasaan mereka tidaklah sebesar manusia. Bahkan luasnya kira-kira hanya setengah wilayah Clubnesia yang merupakan wilayah kerajaan terkecil dari kerajaan lain.


Didalam kerajaan didalam sebuah kamar, tengah ada pesta cinta dari para succubus dan inccubus. Dengan gila mereka melakukan itu pada orang disana, terutama raja iblis saat ini, yang merupakan raja ketiga di kerajaan iblis.


"Hahaha, dasar manusia bodoh! Tidak ada hal lain selain perang yang mereka lakukan!! Tidak aku sangka, hanya dengan melakukan beberapa penghancuran desa di kerajaan Diamondnia, lalu membunuh pembawa pesan Hearterra, aku tidak menyangka akan membuat mereka berperang selama tiga tahun nonstop." Ucap Gregory sang raja iblis saat ini.


"Hehehe, di otak mereka hanya saling menyalahkan, jadi dengan mudah kita mengadu domba mereka. "Ucap seorang succubus disana yang mendekati Gregory.


"Yap, kau benar. Kalau begitu, kirim juga beberapa pasukan dengan pakaian ketiga kerajaan lain dan serang kota pinggiran Diamondnia, serang kota pelabuhan mereka." Titah Gregory.


Seorang iblis kemudian pergi dan membawa pesan itu, dan sekitar 200 lebih iblis yang menyamar menjadi manusia akan menyerang kota pelabuhan itu, untuk membuat perang antar manusia terus berlanjut.


"Jadi, mau melanjutkan 'pesta' kita sebelumnya?" Goda seorang succubus pada Gregory.


Gregory kemudian memegang dagu sang succubus, dan kemudian menciumnya.


...****************...


Disisi lain perang manusia masih terus terjadi selama tiga tahun terakhir, banyak hal yang terjadi, bahkan sebenarnya hal ini merugikan keempat kerajaan.


Ekonomi kerajaan merosot tajam kebawah, pangan bagi penduduk menjadi susah, harga pasar menjadi mahal, namun keluarga keempat kerajaan masih terus mencoba membuat keadaan masing-masing kebutuhan penduduk mereka terpenuhi.


Banyak yang berubah semenjak perang antar empat kerajaan terjadi, dan banyak hal yang merugikan masing-masing kerajaan.


Ditempat barak kerajaan, semua orang tengah beristirahat dan berlatih, sementara Allenz tengah asik bermain catur dengan Woulle. Mereka kini tidak sedang bertugas.


Allenz juga sudah berusia 16 tahun, tubuhnya jauh berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya kini sudah lebih berisi dengan otot-otot, tubuh yang tinggi, rambut yang agak panjang diikat dan juga tampan.


"Dan.... skakmat." Ucap Woulle mengakhiri permainan catur mereka.


"Ahh.... Sial!! Ini sudah berapa kali aku kalah terus?!" Umpat Allenz yang kesal karena kalah bermain catur dari Woulle, sambil mengacak-acak rambutnya.


Woulle terkekeh kecil, sambil menyilangkan kedua tangannya, lalu lanjut bicara. "6 kemenangan untukku, dan 6 kekalahan untukmu, Allenz."


"Sial, jangan sebut jumlah kekalahan itu?!"


"Hahahaha!!"


Tak jauh dari sana, Finn sudah memerhatikan mereka sejak awal, sambil dirinya membersihkan pedang miliknya.


Hingga seorang prajurit mendatangi Woulle dan Allenz yang tengah bermain. "Maaf mengganggu, Allenz, anda di perintahkan untuk melakukan ekspedisi pencarian ke tempat reruntuhan kuno."


Mendengar perintah itu, permainan mereka sudahi, dan Allenz pergi mempersiapkan dirinya untuk pergi ekspedisi.


...****************...


Di singgasana raja Diamondnia, saat tengah mengurus perkamen dengan beberapa ajudannya, tiba-tiba beberapa prajurit muncul memberi kabar bahwa ada serangan iblis di kota pinggiran wilayah mereka, lebih tepatnya di kota pelabuhan mereka. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, bahwa para iblis ini menyamar menjadi prajurit kerajaan lain yang hendak menyerang kota itu.


Mendengar kabar tersebut, raja dengan cepat pergi ke kota pelabuhan itu, disana para prajurit Diamondnia telah berhasil menangkap beberapa iblis yang masih hidup.


"Lepaskan, sialan?!" Berontak sang iblis.


Raja Diamondnia hanya terdiam melihat para iblis itu, ada sekitar lima iblis yang berhasil ditangkap, dengan wujud dan bentuk yang berbeda-beda.


Kemudian raja dengan tanpa basa-basi langsung merapal mantra sihir suci pada iblis itu, dan langsung membunuhnya ditempat.


Melihat rekannya mati oleh sihir suci, membuat iblis lain menjadi ketakutan.


"Kalian tau? Bahwa sebagian besar orang Diamondnia adalah pengguna sihir suci." Jelas raja singkat, kemudian raja bertanya pada mereka. "Apa tujuan kalian menyerang kotaku?"


"...." Tidak ada jawaban sama sekali dari para iblis tersebut.


"Lakukan." Titah raja.


Kemudian beberapa orang langsung merapal mantra suci pada dua iblis lainnya, menyisakan dua iblis wanita.


Karena takut akan kematian, keduanya akan memberitahu informasi soal rencana raja iblis, karena itu mereka dibawa dan dijadikan tahanan.

__ADS_1


"Salam Yang Mulia, saya telah mendapatkan informasi dari mereka, Yang Mulia." Ucap seorang ksatria wanita dengan paras elok dan gagah, yang masuk kedalam ruangan raja Diamondnia bersama dengan keluarga kerajaan.


"Informasi apa yang kau dapatkan?" Tanya raja.


Wanita itu kemudian menjelaskan, bahwa perang besar empat kerajaan itu adalah hasil adu domba dari para iblis, yang menginginkan tanah keempat kerajaan yang memiliki sumber daya yang baik dari alam dan lingkungan. Dengan menghancurkan sedikit demi sedikit kerajaan manusia, akan dengan mudah mereka menguasai wilayah keempat kerajaan. Namun, yang tidak diduga adalah lamanya perang itu terjadi yang sampai tiga tahun tanpa berhenti.


Mendengar informasi itu, raja mulai memikirkan hal ini, dan dengan hal demikian, mereka tau dalang dibalik perang besar tersebut.


Kemudian dia berdiri dari kursinya lalu bicara. "Kirimkan surat untuk tiga kerajaan lain, aku mau mengadakan pertemuan dengan para raja dari tiga kerajaan!!" Titah raja. "Aku mengutusmu, Cecily."


"Baik, Yang Mulia!" Wanita prajurit itu langsung pergi meninggalkan ruang raja dan menjalankan tugasnya.


Ratu yang melihat ksatria wanita sebelumnya, hanya tertawa kecil. "Fufufu, aku tidak menyangka dia akan berubah sejauh itu, apa yang kau lakukan pada dirinya?"


Raja Diamondnia kemudian menjawab. "Aku hanya memberikan dia kesempatan untuk berubah, setelah dia yang tersisa dari anggota Black Skeleton, dan melakukan pemberontakan pada raja Spadeforia setahun sebelumnya, membuat dirinya selalu berada di jalan gelap, jadi aku memberinya kesempatan ini."


"Kau ini baik sekali~" Puji ratu.


"Itulah yang harus dilakukan raja Diamondnia." Balas raja.


"Tapi, ngomong-ngomong kau tidak akan pernah meninggalkanku, 'kan?"


"Untuk dirinya, aku merasa dia seperti anak atau keponakan daripada seorang wanita." Ucap raja.


"Ohh... Apa ini alasan lain darimu??"


"Tidak."


Beberapa orang langsung dikirim ke beberapa wilayah kerajaan, untuk mengirim surat dari raja Diamondnia akan peristiwa perang besar empat kerajaan.


Ditempat lain, Allenz dan beberapa pasukan yang dia baru saja selesai melakukan ekspedisi untuk menemukan reruntuhan kuno untuk mengambil senjata yang ditinggalkan disana.


Setelah mengungkapkan dirinya adalah Old Human, perkembangan persenjataan Hearterra memuncak, dimulai dari mendapat bazoka, beberapa jenis granat, dan juga busur silang yang lebih modern.


Bahkan, mereka juga mendapat beberapa serum atau obat-obatan.


Munculnya beberapa orang Diamondnia, mereka seperti panik, namun Allenz memberi aba-aba untuk tidak menyerang terlebih dahulu.


"Tolong, kami!!" Ucap seorang dari Diamondnia. "Kami dikejar oleh sekumpulan para iblis!"


Mendengar hal itu membuat beberapa pasukan Hearterra kebingungan, kenapa bisa iblis menyerang pasukan Diamondnia tersebut.


Tak lama setelah pasukan terakhir berlindung di pasukan Hearterra , muncullah beberapa pasukan iblis, dengan sigap Allenz langsung memberi perintah menyerang.


Untunglah para pasukan Hearterra mampu membabat habis pasukan itu, dan menyisakan beberapa iblis.


"Kenapa kau menyerang pembawa pesan dari Diamondnia? Dan juga kenapa ada beberapa orangmu menggunakan zirah kerajaan kami?" Tanya Allenz pada sekumpulan iblis itu.


Namun, seorang prajurit pembawa pesan menjawab. "M-mereka berpura-pura menjadi pasukan kerajaan lain, agar membuat empat kerajaan terus berperang satu sama lain, dan ini adalah trik yang sama pada beberapa waktu sebelum perang besar pertama." Jelas pembawa pesan.


"Apa kau yakin?" Tanya Allenz.


"I-iya, karena itulah kami dikirim ke seluruh kerajaan, untuk membawa pesan itu, namun tidak disangka bahwa para iblis mengejar kami."


Mendengar hal itu, Allenz tanpa ragu langsung membunuh iblis yang tersisa, dan mempersilakan si pembawa pesan bertemu dengan raja.


Dengan demikian, para raja keempat kerajaan akan bertemu, di tempat yang di sepakati.


Rapat pertemuan ini, juga akan menjadi pertemuan tidak resmi dan tidak diketahui publik dari masing-masing kerajaan, alias bersifat rahasia.


Seminggu kemudian, rapat diadakan ditempat yang benar-benar tertutup dan dijaga ketat tanpa diberitahu publik, lokasi tempat itu berada disebuah benteng yang cukup terpencil di sebuah gunung.


Raja-raja berkumpul, memberi salam para raja yang lain, dan tidak ada isu yang dibawa, atau menyangkut perang sebelumnya, ini hanya menyangkut iblis yang telah bermain dibalik layar.


"Dengan demikian, rapat pertemuan rahasia antar empat kerajaan dimulai!" Ucap seorang dewan disana.


Sebuah meja bulat besar yang terbuat dari kayu kualitas terbaik, dan para raja duduk sesuai dengan arah lokasi mata angin di peta.

__ADS_1


Para raja dari empat negara pun terdiri Raja Hearterra, Ronald Seinn Hearterra; Raja Diamondnia, Valrius Fransiscus Diamondnia; Raja Spadeforia, Opheniel Christian Spadeforia; dan terakhir Raja Clubnesia, Eryk Bazyli Clubnesia.


"Maaf, karena telah mengundang kalian dalam rapat rahasia ini, dan aku ingin semua orang disini tidak mengungkit soal perang yang telah terjadi sebelumnya, karena aku disini hanya ingin membahas mengenai pergerakan iblis, dan tentu secara damai kita membahasnya." Ucap raja Valrius sebagai pembuka rapat itu. "Dan terimakasih telah mau datang ke tempat ini."


Semua orang kemudian menjadi serius, karena sudah beberapa tahun terakhir kabar soal pergerakan iblis. Dan ini cukup mengejutkan bagi keempat kerajaan.


"Ngomong-ngomong, sebelum membahas itu, aku terkejut ada seorang yang bukan berasal dari darah kerajaan disini." Ucap Raja Eryk sambil menatap raja Opheniel.


Karena merasa raja mereka dihina, beberapa prajurit Spadeforia hendak mencabut pedang mereka dari sarungnya, namun, dengan cepat raja Opheniel menghentikan langkah para prajuritnya sendiri dengan perintah nyaring.


"Tahan!!" Titahnya. "Maaf menyela, aku tau aku bukan darah asli dari keluarga kerajaan, dan saat ini kita tengah membahas hal serius. Lalu, Yang Mulia Eryk, aku bisa berada diposisi sebagai raja disini, karena akibat ulah raja Spadeforia sebelumnya yang tidak bisa memerintah Spadeforia dengan baik." Jelas raja Opheniel.


"Itu benar, yang di katakan raja Opheniel terbukti jujur, karena sebelumnya, terjadi pemberontakan pada kerajaan Spadeforia, yang menyebabkan runtuhnya kerajaan dengan tewasnya semua keluarga kerajaan, dan diganti dengan kerabat dari keluarga kerajaan sebelumnya, yaitu keluarga dari raja Opheniel." Terang raja Valrius.


Setelah pembahasan yang membuat sedikit tegang itu, raja Eryk mengerutkan keningnya, bahkan Ronald juga ikut mengerutkan keningnya.


"K-kerajaan Spadeforia, digulingkan?!" Ucap Ronald.


"Ya, itu terjadi setahun yang lalu, setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan pemerintah baru Spadeforia." Tambah raja Valrius.


"Ok, jadi dengan ini kita sudah tau kenapa Spadeforia memiliki muka baru, kalau begitu mari kita kembali ke pembahasan utama." Ucap raja Ronald.


Pembahasan soal pergerakan iblis ini benar-benar menjadi topik serius bagi para raja. Mereka membagi pemikiran mereka soal pergerakan iblis selanjutnya, dan berencana menguatkan daerah perbatasan masing-masing kerajaan.


Ditempat lain, Cecily tengah berjalan berkeliling sekitar, hingga dia melihat Finn dan Allenz yang tengah bertiga dengan seorang wanita maid.


Tentu, Cecily yang masih mengenal Finn dan Allenz, menjadi teringat kejadian pada perang besar empat kerajaan pertama pada tiga tahun lalu, semua ingatan itu dengan cepat terlintas dipikirannya.


Namun, sebisa mungkin dia menahan dirinya, akan sangat buruk jika dia mendatangi mereka dan membahas soal perang itu, kemungkinan besar mereka akan beradu argumen dan menjadi masalah serius.


Baru hendak berbalik, Allenz menyadari kehadiran Cecily. Dia memanggil wanita itu yang hendak pergi. "Hei!! Nona disana!?"


Tersentak dirinya dipanggil, membuat dirinya mencoba berbalik sambil gemetar. Lalu berjalan mendekati Allenz dan Finn.


Saat mendekati mereka, wanita maid yang bersama mereka berbalik, dan alangkah terkejutnya Cecily, ternyata maid itu adalah rekannya dari Black Skeleton, Lavendra.


"C-Cecily?!"


"Lav?!"


"Sudah kuduga, ternyata nona itu adalah anggota dari Black Skeleton. Wajahmu itu tidak mungkin aku lupa." Ucap Allenz.


"T-tu-tunggu dulu, bagaimana kau masih bisa hidup?!" Ucap Cecily yang mendekat pada Lavendra.


"Ah... Setelah aku dibawa mereka, aku dijadikan tahanan perang selama seminggu, lalu diberi pengampunan oleh raja Hearterra dan diberikan pekerjaan sebagai maid magang di istana, untuk mengumpulkan uang supaya bisa pulang." Jelas Lavendra. "Dah seharusnya aku yang terkejut, kau bukankah sudah..."


"Hahaha, tidak, aku diselamatkan oleh raja Diamondnia, dan dirawat disana dan dijadikan prajurit wanita dan mengabdi pada Diamondnia sebagai penebusan dosa yang aku buat selama di Spadeforia." Balas Cecily.


"Oh, aku tidak menyangka kau dibawa juga oleh kerajaan lain, dan mengabdi pada Diamondnia. Pasti karena raja Spadeforia, 'kan? kau sampai tidak mau kembali kesana." Ucap Allenz memotong pembicaraan dua wanita itu.


"Itu benar, tapi setelah Spadeforia mengalami pemberontakan, semua orang disana memutuskan untuk menutupi hal itu dari luar, dan mengganti raja baru bagi Spadeforia. Kini Spadeforia dan Diamondnia telah mengadakan perjanjian damai yang telah berjalan selama satu tahun." Ucap Cecily.


"Lalu nona, apa anda masih memiliki dendam pada kami?" Tanya Finn yang tengah bersandar pada dinding.


"Dendam ya... Jika aku mau jujur, aku masih dendam dengan kalian, terutama saat kalian membawa Lavendra, tapi itu percuma, aku jadi belajar banyak dari perang yang aku lewati, kau melihat rekanmu tewas, terus menerus, dan dendam itu tidak akan pernah membuatmu puas, lagipula itu sudah tiga tahun, dan selama satu rekanku masih hidup itu sudah cukup." Ucap Cecily.


"Aww, kau ini." Lavendra kemudian memeluk Cecily, kedekatan mereka seperti seorang sahabat yang peduli dengan sahabatnya, hubungan mereka cukup dekat, seperti hubungan Finn dan Allenz dalam perang, selayaknya mentor dan murid.


Allenz dah Finn pun pergi meninggalkan mereka, untuk menghabiskan waktu bersama selama beberapa saat hingga rapat ini selesai.


Diruangan rapat para raja, hasil yang didapat adalah membentuk aliansi empat kerajaan, keempat raja sepakat untuk memperluas perjanjian damai yang dilakukan Diamondnia dan Spadeforia, dengan begitu Spadeforia, Diamondnia, Hearterra, dan Clubnesia telah menjadi satu kesatuan dengan sebuah nama Ace Alliance / Aliansi As, yang bertujuan untuk menyatakan perang para ras lain, terutama ras iblis dan menjaga perdamaian pada masing-masing wilayah.


Dengan membuang masa lalu keempat kerajaan, tidak ada dendam, tidak ada kesulitan, tidak ada amarah, hanya ada perubahan untuk membantu satu sama lain.


"Dengan ini, Ace Alliance terbentuk." Ucap raja Valrius sambil mengangkat pedangnya keatas diikuti raja lainnya.


"Dengan perjanjian damai ini, kami para raja Ace Alliance, membuat aliansi kerjasama, untuk membangun perdamaian yang utuh di tanah Warsawa, ditempat kami berpijak, kami akan membuat kota megah bernama Polozko, sebagai tanda bukti perdamaian kami, dimata Dewi Frista." Sumpah para raja terdengar nyaring di ruangan itu, dan dengan demikian telah resmi keempat aliansi kerjasama.

__ADS_1


__ADS_2