After World Breaker

After World Breaker
Chapter 8: Perang Hearterra x Diamondnia


__ADS_3

Serangan demi serangan dikerahkan, mayat bergelimpangan dimana-mana, orang-orang saling menusuk, menebas, dan menembak.


Perang ini cukup mengerikan terjadi, dimana sebelumnya kedua kerajaan ini berkonflik akibat perebutan sumber daya di perbatasan wilayah mereka.


Allenz hanya diam di dalam tenda, rupanya dirinya belum masuk dalam medan perang, dirinya berada di batalion 3, dimana batalion 1 dan 2 sudah lebih dulu berperang, dimana satu batalion berisi 100 prajurit, namun total prajurit yang ikut medan perang ini kira-kira seribu lebih.


Hingga terdengar sangkakala ditiup, namun bunyinya merupakan tanda minta bantuan, menandakan butuh batalion tambahan.


Semua orang langsung bersiap, dan berbaris, terutama Allenz, dirinya berdiri ditengah para prajurit. Didepan mereka ada sebuah panggung kecil yang kemudian seseorang menaiki panggung itu.


Dia adalah raja Hearterra, Ronald Seinn Hearterra. Dia dengan zirah khusus untuk dirinya, yang terbuat dari besi khusus yang dilapisi dengan perak dan emas putih. Lalu raja berseru dengan nyaring. "Batalion 3!!"


"Ha!!"


"Kita semua tau, bahwa perang ini terjadi karena perebutan sumber daya di wilayah perbatasan kerajaan kita. Tapi, kita tidak akan membiarkan kerajaan Diamondnia mengambilnya begitu saja, maka dari itu, kita akan memerangi mereka dengan semangat juang kita!!" Ucap sang raja dengan suara keras. "Kalau begitu, kita beri mereka apa yang harus mereka terima!!"


"Hhaaaa!!!" Para prajurit batalion 3 langsung berteriak keras setelah pidato singkat.


Semua prajurit itu langsung bersiap ke medan pertempuran, namun Allenz dipanggil oleh raja. Hal ini membuatnya kebingungan, apa yang membuat raja ingin menemuinya?


Dirinya kemudian masuk kedalam tenda milik raja, dimana tempat itu digunakan untuk mengatur strategi perang. Didalam sana ada raja, beberapa prajurit khusus raja dan Woulle.


Saat menghadap pada raja, Allenz tidak lupa memberi hormat, dan berlutut pada sang raja. "Hormat, raja Hearterra, salam."


Sang raja menanggapi itu dengan mengangkat satu tangannya. "Maaf, karena telah memanggilmu kesini."


"Saya merasa terhormat bisa menghadap dan berbicara dengan anda, Yang Mulia." Ucap Allenz.


"Langsung saja, alasan aku memanggilmu kesini, dikarenakan mendengar apa yang telah menimpamu, dan juga terhadap keluarga Bartfold. Semua masalah itu sudah teratasi, karena telah diselesaikan kemarin. Jadi, kau bisa dibebastugaskan dari pasukan ini." Ucap raja menjelaskan.


Itu cukup mengejutkan bagi Allenz, dengan begitu keluarganya dan keluarga Bartfold tidak menimpa masala, namun Allenz juga terdiam, matanya memutar beberapa kali, dia seperti memikirkan sesuatu di kepalanya.


Raja dan Woulle melihat seperti Allenz yang tengah memikirkan sesuatu, "apa ada?" Tanya raja dikarenakan Allenz seperti melamun. "Jika ada hal yang kau minta, kau bisa bicarakan padaku."


Allenz kemudian berbicara. "Maaf atas tindakan saya sebelumnya, saya hanya memikirkan tentang diri saya, meski saya mendapat bebas untuk pergi dari medan perang ini, dan juga saya baru disini selama sehari, tapi saya tidak ingin lari dari apa yang ada didepan saya sendiri, kerajaan tempat saya tinggal tengah berperang, tidak mungkin saya akan pergi begitu saja, dan juga untuk mengikuti jejak ayah saya, saya ingin berperang juga, Yang Mulia." Pinta Allenz dan menjelaskan maksud dari dirinya sebelumya termenung sejenak.


Woulle, raja dan beberapa penjaga disana terkejut dengan ucapan Allenz, karena kebanyakan anak sepantaran Allenz, mereka akan kabur dari perang. Apalagi usai anak ini masih terlalu muda untuk ikut serta dalam perang. Terlihat juga Allenz yang seperti siap dengan apa yang terjadi kedepannya pada dirinya.


Raja terdiam setelah Allenz membuat alasan itu. "Kau yakin?"


"Dengan hati saya yang terdalam, saya ingin bertempur juga." Jawab Allenz dengan yakin.


Menghela nafas panjang, raja kemudian memberi titah pada Allenz. "Allenz, dengan ini aku memerintahkan mu untuk pergi ke medan perang, bersama dengan Woulle dan penjagaku yang akan melindungi mu." Ucapan raja tentu membuat orang-orang disana terkejut dengan apa yang dikatakan raja. Tidak mungkin seorang raja memerintahkan seorang anak kecil untuk berperang.


Allenz mengangguk, lalu pergi dari tenda itu, dia mengenakan pakaian serba hitam, yang mana pakaian itu adalah buatannya sendiri, dengan jubah robek-robek, dia tidak menggunakan zirah yang disediakan disana, karena menurutnya itu hanya memperlambat dia dalam bertempur.


Kemudian dia kembali dan berkumpul dengan penjaga raja dan Woulle, semuanya sudah siap bertarung, lalu disusul dengan raja yang membawa kuda dan beberapa pasukan berkuda dibelakangnya.


Kini mereka siap dengan batalion 4. Batalion yang disiapkan untuk menggempur pertahanan musuh, dan membuat musuh terpaksa mundur dari medan perang. Strategi ini dinamakan "Red Onslaught".

__ADS_1


Semua prajurit berbaris, raja, Woulle, penjaga raja dengan kuda mereka masing-masing, dan Allenz sendiri berdiri di samping mereka, raja juga bertanya pada Allenz, bagaimana dengan apa yang dilihat didepannya, sebuah tanah yang penuh dengan mayat dan darah, namun Allenz sudah tidak bisa mundur, dengan keyakinannya dia juga tidak berharap mati di pertempuran pertamanya.


Kemudian Woulle meniupkan sangkakala, dengan suara gemuruh nyaring terdengar, dan panjang ditiup, menandakan bahwa mereka menyerang lagi.


Raja mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, lalu berteriak keras. "Untuk Hearterra!!!" Lalu menunjuk ke depan, dan mulai memacu kudanya sekencang mungkin.


"AHHH"


"Ohh!!"


Sorak-sorai para prajurit tidak kalah semangat, dengan nilai juang yang tinggi mereka langsung mengikuti arah sang raja mereka yang lebih dulu menyerang.


Allenz juga mengeluarkan papannya, lalu menaikinya dan terbang melaju cepat hingga melewati sang raja sendiri, dirinya pergi menuju tempat Finn berada.


Sang raja dengan cepat memerintahkan para prajuritnya untuk mengikuti kemana Allenz pergi. Batalion 4 dengan cepat memasuki pertempuran, hingga pertempuran pun terjadi, para penunggang kuda langsung melakukan serangan pada pasukan Diamondnia yang tersisa di depan mereka, lalu menyusul tempat batalion lain berada, termasuk tempat komandan kerajaan, Finn.


Dari atas Allenz mencari keberadaan Finn, hingga dirinya melihat Finn tengah melawan tiga prajurit musuh seorang diri, pria botak itu benar-benar tangguh.


Dengan cepat Allenz melesat turun dan langsung menyerang salah satu pasukan musuh disana. Terkejut rekannya tewas, satu pasukan itu hendak menyerang Allenz, namun dengan cepat Finn menikam musuh itu hingga tewas. Lalu satu pasukan tersisa, Allenz menggunakan Whistling Spell untuk membunuhnya, menyebabkan orang itu terbelah dua.


"Sudah 'ku duga, sihir itu benar-benar berguna." Ucap Finn pada Allenz.


"Komandan, pasukan berkuda tengah mengarah kesini, dan anda lebih baik kembali ke kemah untuk memulihkan kondisi anda." Saran Allenz.


Namun saran itu ditolak oleh Finn. "Seorang pria tidak akan mempermasalahkan luka ditubuhnya, lagi pula aku masih bisa bertarung, itu adalah harga diri pria bagiku!"


Tidak terlalu memikirkan hal itu, keduanya mulai fokus pada perang yang terjadi, beberapa pasukan musuh mulai berdatangan dengan jumlah banyak. Namun bantuan mereka juga tiba dengan tepat waktu, para penunggang kuda yang menggunakan panah langsung menembaki pasukan musuh yang menyerbu Finn dan Allenz.


Semenjak kedatangan batalion 4, dan turunnya raja ke medan pertempuran, membuat pasukan musuh terdesak.


Tak lama, raja memerintahkan Allenz untuk mendekat padanya, ada hal yang ingin dia suruh pada Allenz, meski beresiko namun jika itu Allenz, mungkin ide itu bisa berguna.


Disisi lain, di kemah pasukan Diamondnia, para petinggi kerajaan bersama raja dan komandan mereka tengah melakukan rapat soal perang ini, padahal sebelumnya pihak mereka bisa menang, namun hal yang mengejutkan adalah kemunculan Finn di garda depan, menyebabkan banyak prajurit mereka tewas, dimana Finn dikenal karena kebrutalannya dalam berperang, dia juga perkasa, tinggi, besar dan tangguh.


Disaat semua tengah berdiskusi untuk menyelidiki cara mereka untuk membuat Finn tewas, tiba-tiba seorang prajurit masuk dan memberitahu bahwa kerajaan Hearterra membawa pasukan lagi, kali ini adalah bantuan ketiga mereka, dan juga turunnya raja ke medan perang bersama pasukan itu.


Tentu hal ini membuat mereka panik, mereka mulai kehabisan waktu dan tenaga. Pasukan mereka banyak yang gugur akibat ulah Finn sang Singa.


Ditengah-tengah kepanikan itu, terdengar suara gaduh, seakan ada serangan di atas mereka. Tentu mereka kebingungan, karena mereka tau, kapal udara milik Hearterra sudah mereka jatuhkan semua, tidak mungkin ada kapal udara lain yang dimiliki oleh kerajaan itu.


Raja Diamondnia dan para petinggi langsung keluar tenda, dimana diatas mereka, ada seseorang yang tengah membombardir kemah mereka dari langit, dengan sebuah papan yang dijadikan pijakan.


"Apa-apaan ini?!" Ucap raja Diamondnia.


"Yang mulia, anda sebaiknya bersembunyi, karena disini sangat berbahaya." Ucap salah satu ajudannya.


"Aku tidak peduli, siapapun serang orang itu?!" Perintah raja sambil menunjuk pada orang yang tengah terbang diatas mereka.


Hingga orang itu langsung turun dari papannya dan terjun bebas, dan mendarat dengan selamat, dengan menyebabkan sedikit retakan pada tanah tempat orang itu jatuh.

__ADS_1


Didepan mereka, terlihat seseorang yang nampak memiliki tubuh kecil, dengan mengenakan pakaian serba hitam, dan tudung, namun dia tidak mengenakan topeng, membuat wajahnya terlihat. Terlihat seorang anak kecil laki-laki, semua orang terdiam, mereka tidak menyangka orang yang memborbardir kemah mereka adalah seorang anak kecil.


Sang raja merasa dipermainkan langsung mengumpat pada Allenz yang baru turun. "Dasar kurang ajar?! Apa ini lelucon, membawa anak kecil seperti itu ke medan perang?! Dimana otak raja Ronald itu, sampai membawa anak kroco seperti itu ke sini?!" Tidak peduli dengan siapa yang mendatangi dirinya, raja Diamondnia langsung menyuruh para pasukannya untuk membunuh Allenz. "Bunuh anak itu?! Aku tidak peduli meski dia anak-anak?!"


Para prajurit disana langsung mendekati Allenz, dan menyerangnya, ada yang menggunakan pedang, panah, dan sihir. Semua serangan menuju dirinya, namun Allenz memerhatikan sekitarnya.


"Alans, ada berapa orang di belakangku?" Tanya Allenz.


"Ada tujuh orang di barat daya, dan dua di barat laut, mereka semua menggunakan pedang." Ucap Alans di pikiran Allenz.


Kemudian Allenz memejamkan matanya, dia mencoba fokus, dan menunggu momen yang tepat. "Aku dari dulu ingin mencoba teknik ini."


Saat musuh berada di jarak tiga meter, dia langsung menyebutkan sebuah teknik dan menyebabkan sebuah kubah angin terbentuk, dengan kecepatan berputar yang tidak main-main dan menyebabkan orang-orang disekitarnya terhisap, dan terlempar ke segala arah.


Allenz menamakan teknik itu dengan nama, "Hakkesho Kaiten". Allenz kemudian berhenti menggunakan teknik itu sejenak, dan cukup menghasilkan beberapa pasukan musuh berkurang. "Ah! Aku berhasil?! Terima kasih Masashi Kishimoto?! Berkat manga Naruto-mu itu, aku bisa menggunakan jutsu Neji yang aku idam-idamkan, sekarang aku bisa menggunakannya di dunia nyata!!" Ucap Allenz kegirangan, jujur dirinya juga ingin sekali bisa menggunakan beberapa kekuatan dari anime, film dan lainnya ke dunia nyata, dan karena disini ada sihir, kini Allenz bisa mempraktekkan kekuatan apapun yang berkaitan dengan angin, maka dengan mudah dia bisa mengikuti teknik yang di lihat dulu. "Oh! aku mau mencoba ini juga!"


Sebuah ide terlintas di otak Allenz, kemudian dia menyeringai pada raja Diamondnia. "Hei, mau aku kenalkan sihir baruku?" Kedua tangan Allenz dia rentangkan sedikit ke depan, tak lama beberapa angin berhembus, dan mulai berkumpul di kedua telapak tangannya, hingga berbentuk bola sebesar kepalan tangan, hingga membuat angin cukup kencang disana. "Rasakan ini!! Dual Rasengan!!!" Allenz kemudian meloncat dan menyerang ke arah raja Diamondnia dan orang-orangnya didekat situ.


"Buat sihir pertahanan!!" Perintah raja Diamondnia yang panik.


"Baik, Yang Mulia!" Orang-orang itu dengan cepat langsung merapal mantra sihir untuk membuat sihir perisai.


Dengan cepat Allenz menggunakan Whistling Spell. "Kau terlalu lambat! Fuiit!"


Orang-orang yang tengah merapal mantra langsung terbelah dua dengan sendirinya, seakan sebuah tebasan tak terlihat membelah mereka.


"AAAHHHH!!!"


"HAHAHAHA!!! SHINNEEE!!!"


Hingga sebuah gelombang angin kencang muncul dari tempat kemah kerajaan Diamondnia berada, orang-orang didekat sana terkejut dengan hal itu, mereka bertanya-tanya apa yang terjadi di kemah itu. Sementara beberapa prajurit Diamondnia langsung pergi ke kemah mereka untuk mengetahui kondisi disana, terutama raja mereka sendiri.


Disana telah menjadi porak-poranda, kemah-kemah yang awalnya berdiri kini telah rusak, orang-orang disitu juga telah pingsan atau mungkin tewas, dengan melihat dampak besar dari gelombang angin tadi.


Mengambil kesempatan itu, raja Ronald langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang kemah itu, dengan menyerang kemah itu pasti mereka bisa memenangkan pertempuran ini.


Didapatinya, Allenz yang tengah menyandera raja Diamondnia dalam kondisi pingsan, meski memiliki luka yang cukup parah, nampaknya raja Diamondnia masih hidup. Para pasukan Diamondnia tidak ingin mengambil resiko mendekat juga, dikarenakan banyak pasukan yang mati terbelah dua disekitar Allenz. Dengan melihat itu sudah pasti Allenz menggunakan Whistling Spell jika ada yang mendekat.


Sampai pasukan Hearterra datang, dan mengepung kemah itu, mereka tidak bisa kemana-mana lagi, raja mereka juga tengah di pertaruhkan disini, dengan berat hati, kerajaan Diamondnia menyerah, perang usai, dan kemenangan diraih oleh kerajaan Hearterra.


Kejadian ini diumumkan ke seluruh penjuru negeri, bahkan dua kerajaan lain juga mendapat kabar ini, yaitu Spadeforia dan Clubnesia, mereka terkejut dengan hasil kemenangan itu, dimana pasukan Diamondnia lebih banyak dan unggul, tapi malah Hearterra lah yang memenangkan perang itu, bahkan ada beberapa faktor yang disebutkan dari berita itu, yaitu karena Finn komandan Hearterra yang mampu menahan banyak serangan pasukan Diamondnia. Disisi lain yang paling menarik adalah kejadian hancurnya kemah pasukan Diamondnia oleh sesuatu.


Berita itu terus menjadi perbincangan ke empat kerajaan. Lalu total kematian dihitung pada kedua belah pihak adalah, Diamond kehilangan pasukan sebesar 1763 pasukan yang gugur, sementara Hearterra ada 622 pasukan yang tewas, perang ini juga terjadi selama 13 jam lebih.


Pasukan Hearterra pun kembali disambut oleh para warga disana, meski menang namun mereka kehilangan setengah lebih pasukannya, raja juga memberi kompensasi bagi para keluarga pasukannya, dan menjamin keamanan dan kehidupan mereka, lalu juga raja Ronald ingin memperkuat dan memperbanyak pasukan kerajaan Hearterra yang dinilainya masih dibawah kerajaan lainnya.


Di barak para pasukan mengadakan pesta kemenangan itu, dan di sambutnya Allenz di pasukan Hearterra secara resmi. Sean juga tidak lupa memberi ucapan selamat, dia dan Allenz jadi sering akrab, mereka kadang berlatih bersama. Kadang juga Allenz disuruh mengikuti para orang yang melakukan Pelatihan Militer, namun tentu Allenz menjadi senior disitu. Meski agak aneh bagi dirinya yang baru berusia 13 tahun menjadi senior bagi orang yang lebih tua darinya.


Dua hari kemudian, para prajurit yang baru bergabung dengan ksatria kerajaan diumumkan, dan Allenz menjadi salah satunya, Sean dan keluarganya juga ikut menghadiri acara itu dan tidak lupa dengan keluarga Bartfold dan keluarga Allenz sendiri.

__ADS_1


Ibunya juga sering mengingat untuk mengirim surat jika Allenz ada waktu senggang, dan Allenz akan mengingat itu.


__ADS_2