
Ronald kini tengah bersama putra sulungnya, Nicolas. Mereka kini telah mendapat informasi baru mengenai orang-orang misterius itu, dan juga Ronald mendapat surat penting dari Iza juga, wanita itu akan datang ke rapat dadakan ini bersama Zen. Ke duanya kini tengah berjalan bersama menuju ruangan rapat.
Sampai di depan pintu ruangan pertemuan, prajurit disana membukakan pintu bagi Ronald dan Nicolas, membiarkan mereka masuk kedalam.
"Yang mulai sudah datang!" Ucap seorang prajurit di dalam ruangan itu, memberitahu para orang-orang disana.
Para petinggi kerajaan dan orang penting kerajaan menatap kedatangan raja yang datang. Ronald duduk di kursi khusus untuknya, tak berselang lama Iza dan Zen juga masuk dan ikut duduk pada kursi kosong disana.
Ronald mengangkat satu tangannya, mengizinkan mereka berbicara.
Seorang pria tua disana membuka suara. "Yang Mulia, dari penyelidikan kami, masalah penculikan semalam adalah masalah yang cukup serius." Ucapnya.
Lantas komandan kerajaan saat ini, yang adalah seorang wanita. Dia berbicara pada Ronald dan meminta maaf atas penjagaan yang tidak teratur saat malam itu. "Maaf, Yang Mulia atas apa yang terjadi malam itu, saya sebagai komandan prajurit sangat amat menyesali apa yang terjadi. Dan atas keteledoran kami sebagai prajurit dalam menjaga keamanan ibukota."
Ronald menatap pada orang yang melakukan penyelidikan pada gubuk itu. Dia dengan cukup ragu berbicara. "Maaf, yang mulia, mungkin ini benar-benar keadaan yang sangat gawat. Dari penyelidikan yang kami lakukan pada gubuk di tengah hutan itu, dan pada mayat-mayat yang kami periksa, mereka adalah anggota dari Ordo Ouroboros."
Mendengar nama ordo itu, lantas membuat orang-orang disana tidak percaya dan memberi komentar hal tersebut.
"Mustahil! Kelompok itu seharusnya sudah lama musnah!"
Orang yang bertanggung jawab lantas memberi bukti lain. "Apa yang kami selidiki itu benar, dan pergerakan ordo itu di ketahui di sebuah desa terpencil di wilayah tenggara."
"Lalu? Bagaimana kau tau mereka ada disana?"
"Karena kami kehilangan kontak pesan dari para prajurit di desa itu beberapa minggu yang lalu, dan saat kami sampai, desa itu sudah hancur dan para penduduknya tidak ada yang selamat."
Orang-orang disana lantas menjadi khawatir, ordo mulai bergerak pada desa yang memiliki akses yang cukup jauh dari ibukota, memudahkan mereka untuk bertindak pada pinggir wilayah kerajaan.
"Ditambah kami menemukan sejumlah mayat para ordo disana dengan keadaan mengerikan." Lanjut orang itu.
"Kini apa? Kau berspekulasi bahwa setelah ordo membunuh para penduduk desa, kini ada pihak ketiga yang terlibat? Atau kau ingin bilang itu ulah monster?"
"Aku tidak tau, kami masih dalam penyelidikan sampai saat ini."
Semua orang menjadi bertanya kembali, ini ulah ordo atau ada pihak lain yang terlibat.
Hingga, Iza menyela pembicaraan mereka, Ronald mengangkat tangannya, membuat semua diam. "Silahkan, nyonya Iza, ada yang mau anda ungkapkan?"
Iza lantas mengajak Zen turun, Iza meminta sebuah meja ditaruh didepan Ronald, Zen menaruh kain itu, dan menujukan tangan yang dia bawa, disana orang-orang terkejut dengan apa yang di tunjukan oleh Zen.
"Apa-apa itu?!"
"Tangan siapa itu?!"
Ronald lantas memerintahkan Zen untuk menujukan tangan itu lebih dekat. Zen juga memperlihatkan lambang ordo di atas telapak tangan itu. Membuat semua orang terkejut.
Ronald lantas membuat rencana untuk membuat keamanan wilayahnya diperketat, semua kota besar atau kecil, desa dekat atau jauh, semua tempat itu harus dijaga penuh oleh para prajurit. Komandan kerajaan menyanggupi hal itu, dia akan mengirim sejumlah prajurit untuk patroli pada semua kota dan desa di wilayah kerajaan.
Zen lantas berkomentar. "Apa ordo ini hanya bersembunyi di wilayah kerajaan Hearterra? ebtah aku takut mereka memiliki cabang sampai keluar wilayah kerajaan sampai di kerajaan tetangga."
Semua orang lantas menjadi cukup takut jika itu benar-benar terjadi, sejauh yang mereka tau, ordo tidak pernah sampai keluar wilayah Hearterra, masalah ordo juga sebenarnya adalah masalah internal kerajaan Hearterra saja. Tapi, setelah mendengar spekulasi dari Zen, Ronald mau tidak mau harus mengadakan rapat dengan tiga raja lain untuk membahas hal ini.
__ADS_1
Beberapa dewan lantas membuat surat permohonan untuk mengadakan pertemuan empat raja, dengan mengirim surat itu pada tiga kerajaan tetangga. Karena Ronald sangat ingin membahas permasalahan ordo di pertemuan nanti, setelah mendengar ucapan Zen saat itu, dia ingin mengetahui apa tiga raja lain tau soal Ordo Ouroboros.
Pertemuan itu dilaksanakan lima hari setelahnya, para raja lain datang ke Hearterra. Disana para raja membuat pertemuan resmi di ruangan lain di istana.
Ronald lantas menyambut para raja lain. "Selamat datang, dan aku minta maaf menyita waktu kalian untuk hari ini. Seperti yang tertulis pada surat yang aku kirim untuk mengadakan pertemuan ini, soal sebuah kelompok ordo yang belakangan ini cukup meresahkan wilayah kerajaan Hearterra."
Valrius lantas berkata. "Aku tidak mempermasalahkan atas panggilan ini, dan aku sudah membaca surat itu, dan cukup mengetahui topik apa yang ingin dibahas."
"Heh, aku tidak menyangka ordo itu sudah melebarkan sayapnya sampai ke Hearterra." Ujar Eryk.
Ronald menatap pada Eryk, dia bertanya padanya. "Kau tau soal ordo itu?"
"Tentu, aku bahkan saat membaca surat darimu itu, aku benar-benar terkejut mengetahui bahwa ordo sialan itu sampai disini. Kerajaanku memiliki sejarah panjang dengan ordo itu, hingga enam puluh tahun terakhir tidak terdengar lagi. Jika kau mau tau soal ordo itu, aku memiliki sedikit catatan mengenai mereka." Eryk memberi beberapa perkamen para Ronald dan diambil oleh orang-orang Ronald. "Omong-omong seberapa jauh kau tau soal mereka?"
Ronald berpikir sejenak. "Yang aku tau, mereka hanya kumpulan orang pembunuh bayaran yang ahli dalam melakukan pembunuhan berencana." Jawab Ronald.
Eryk terkekeh kecil. "Lebih dari itu, mereka adalah sekte sesat yang ingin mengambil ahli suatu kerajaan, ditambah mereka memiliki beberapa benda sihir yang cukup mengerikan. Tujuan utama mereka yang sesungguhnya masih belum aku ketahui. Tapi, mereka adalah sekumpulan orang yang harus kau waspadai, mereka bahkan ahli dalam menyamar dengan sekitaran mereka." Jelas Eryk.
Opheniel bertanya. "Seburuk itukah mereka?"
Eryk dan Ronald menjawab bersamaan. "Sangat buruk."
Valrius lantas membuka suara. "Jika sampai seburuk itu, mereka adalah buronan yang cukup buruk, kita perlu memperketat pertahanan wilayah masing-masing, dan juga memberi tambahan penjaga pada sejumlah wilayah, terutama desa yang cukup jauh dari kota."
Opheniel bertanya. "Apa kau tidak punya orang yang memiliki informasi lebih jauh soal kelompok ini?"
Ronald termenung, dia lantas mengingat seseorang. "Aku tau! Aku kenal orang yang mengetahui seluk-beluk soal ordo ini."
"Lebih dari itu, dia adalah mantan dari ordo itu sendiri." Lanjut Ronald.
Eryk lantas berdiri dan mengebrak meja dengan keras. "Apa?! Kau memiliki seorang mantan dari kelompok itu?!"
Ketiga raja terkejut dengan Eryk yang tiba-tiba marah, ketiganya lantas mencoba menenangkan Eryk.
"Ronald?! Kau membiarkan seorang mantan dari ordo itu bebas berkeliaran di kerajaanmu?! Apa kau sudah kehilangan akalmu?!" Teriak Eryk dengan keras, beberapa penjaganya lantas mencoba menenangkan raja mereka yang marah.
Setelah di coba tenangkan, Eryk duduk kembali. Ronald lantas bercerita siapa orang itu, Ronald bercerita soal Nia yang sebelumnya adalahnya mantan anggota ordo, dan kini dia menjadi asisten dari Anya, istri dari adiknya, Arthur.
Eryk hanya bisa memijatkan keningnya. "Aku tidak percaya kau membiarkan orang seberbahaya itu dekat dengan adik iparmu." Menghela nafas panjang, Eryk berkata. "Baiklah, kita hanya bisa mengandalkan orang itu."
Ronald meminta orangnya untuk mengirim surat kepada Arthur, untuk menemui Nia dengan dirinya. Surat itu dikirim setelah beberapa jam saat pertemuan itu. Ronald mengkonfirmasi, jika Arthur dan yang lain akan datang besok hari. Maka, para raja dan orang-orangnya akan di beri kamar tamu, hingga mereka bertemu dengan Nia besok hari.
Surat itu terkirim sampai ke Arthur, dan setelah mendapat surat dari saudaranya, Ronald. Dia bersama Anya, tak lupa membawa Jack dan Nia ke ibukota untuk bertemu kakaknya.
Selama Arthur pergi ke ibukota, dia dijaga oleh beberapa prajurit, mereka dituntun. Bahkan setelah sampai ke ibukota, mereka di bawa dengan kereta kuda khusus oleh Ronald. Mereka dibawa menuju ke istana kerajaan, menuju ke istana, mereka bahkan melewati akademi ibukota. Ini sedikit membuat Anya bernostalgia.
Ditengah perjalanan mereka, Arthur bertanya soal rumor penculikan yang belakangan ini sedang hangat dibicarakan, dia bertanya para sang kusir kereta. "Permisi, aku dengar ada semacam rumor penculikan yang terjadi belakangan ini, apa itu benar?"
Sang kusir dengan fokus mengendarai kereta, dia mnejawab. "Iya, benar tuan, dan itu menjadi keresahan para penduduk saat rumor itu mulai menyebar ke seluruh kota."
Arthur terdiam sejenak, ini mebuat dia bepikir hubungan dirinya yang dipanggil, dan adanya keterlibatan Nia dalam hal ini dengan kasus penculikan yang terjadi. Ini membuat perasaan yang cukup menganjal bagi Arthur. Perjalanan mereka ke istana yang memakan waktu sampai dua puluh menit hingga sampai di istana.
__ADS_1
Sampai mereka masuk ke istana, dan melewati gerbang depan, mereka di bawa hingga depan pintu istana yang telah ditunggu oleh banyak pelayan. Seorang prajurit membuka pintu kereta, dan membantu Arthur dan istrinya untuk turun. Para pelayan lantas menyambut mereka dengan menunduk sedikit kepala mereka.
"Selamat datang, tuan dan nyonya." Ucap para pelayan menyambut mereka.
Salah satu pelayan lantas mengambil peran untuk membawa Arthur dengan yang lain untuk bertemu dengan Ronald, beberapa pelayan lain akan membawa barang yang dibawa mereka menuju kamar mereka.
Bersamaan Arthur dengan yang lain dibawa, beberapa pelayan memberi kabar jika Arthur dan keluarganya telah tiba, ini membuat para raja lantas pergi ke ruangan pertemuan dan menemui Arthur disana.
Disana mereka bertemu dengan Arthur, para dewan dan para raja duduk di kursi mereka, semuanya menatap pada Arthur. Entah Arthur merasa ini hal yang cukup serius dengan apa yang terjadi.
Ronald lantas membuka suara dan memberi sambutan pada Arthur dan istrinya bersama Nia dan Jack, dan setelah itu dia memberi sambutan para dewan dan para raja yang hadir. Setelah menyambut semua orang yang ada, Ronald menatap para Arthur, dimana Arthur juga menatap lekat pada Ronald juga, meminta penjelasan soal mereka yang di suruh datang ke istana.
Ronald lantas berbicara. "Mungkin kau sudah dengar soal rumor penculikan yang tengah terjadi, meski permasalahan penculikan itu mungkin tidak akan terjadi lagi."
Arthur menimpal. "Lalu, hubungannya dengan kami apa?"
Ronald menatap para Arthur, sang adik menatapnya dnegan serius. "Karena pelaku penculikan ini yang terjadi itu adalah orang dari Ordo Ouroboros."
Arthur, Nia, dan Anya terkejut mendengar itu, mereka tidak percaya kelompok itu masih ada hingga saat ini.
"Apa?! Mereka masih ada?! Bagaimana bisa?!" Arthue terkejut dengan fakta itu, dia bener-bener tidak percaya dengan ucapan Ronald.
"Sayangnya, itu benar." Ronald menjelaskan permasalahan itu, dari awal penculikan yang terjadi dia sejumlah wilayah kerajaan, bahkan sejarah panjang soal kelompok itu yang berselisih dengan kerajaan Clubnesia. Ini membuat Arthur benar-benar terkejut bahwa kelompok itu sudah ada sejak lama. "Dengan demikian, status kerajaan akan dalam keadaan waspada sementara waktu, bahkan kami berdiskusi dengan kerajaan lain untuk melakukan hal yang sama."
"Lalu, alasan kami di panggil untuk apa?" Tanya Arthur, dia merasa ada alasan khusus kenapa Ronald memanggil mereka datang kemari.
Ronald berkata. "Aku ingin mengulik bagaimana ordo itu bekerja, karena itu kami sebenarnya membutuhkan nona Nia yang adalah mantan dari anggota ordo."
Anya yang menatap Ronald dengan serius, dia tidak ingin Nia diungkit kembali dengan ordo yang bermasalah itu. "Kenapa kau membahas itu lagi?" Anya menunjukan wajah ketidaksukaannya dengan pembahasan yang mereka bicarakan.
Anya menunjukan wajah serius, Ronald tau itu. Dia sadar bahwa, dengan mengungkit masalah ini kembali, dia akan mendapat pandangan buruk dari Anya, terutama melibatkan kembali masa lalu Nia. "Nyonya Anya, maaf mengungkit kembali soal ini. Namun, kami sangat memerlukan pengetahuan soal ordo itu dari Nona Nia, dan jika Nona Nia bersedia membantu, aku sangat menghargai bantuan itu."
Anya masih diam, dia masih menatap Ronald dengan menyipitkan matanya. Dia masih tidak percaya dengan Ronald yang membahas masa lalu itu, Nia yang awalnya diam sambil mengurus jack pada gendongannya, dia bersedia membantu. "Saya bersedia."
Anya yang mendengar jawaban Nia, dia lantas protes, baginya ini bisa akan membebani Nia kembali. Anya takut Nia akan mengingat kembali masa lalunya yang cukup buruk. Nia mendekati Anya, dia menenangkan wanita itu, jika ini tidak membahayakan dirinya, dia bersedia membantu raja dalam soal rencana ini.
Pembahasan itu berlanjut, Nia memberi beberapa informasi dia selama dulu bergabung di ordo, Nia menceritakan banyak hal, bahkan sampai tujuan utama dari ordo itu sendiri. Ronald merasa terbantu dengan Nia yang mau di ajak kerja sama. Dengan sebuah info berupa banyak hal.
Nia menjelaskan ordo tidak hanya kelompok pembunuh bayaran profesional. Mereka lebih dari itu, mulai dari ahli dalam sihir, dan pengembangan sihir baru, sangat ahli dalam membuat benda-benda sihir yang membantu mereka saat menjalankan misi. Dan semua benda ciptaan mereka sangat berbahaya, satu senjata saja mampu melawan belasan orang jika digunakan dengan benar.
Selain memiliki benda-benda mengerikan, cara mereka dalam bertindak sangatlah rapi dan terampil, seperti dirinya dulu. Mereka juga biasanya menggunakan simpati orang untuk bisa masuk ke sebuah wilayah dengan menjadi korban bandit atau mengambil simpati dari rakyat kecil yang kurang mampu untuk membantu mereka dalam menyusup atau menambah kekuatan anggota.
Dengan menggunakan kekurangan rakyat kecil, mereka mampu membujuk para orang-orang itu untuk dijadikan anggota baru, atau dijadikan tumbal untuk sebuah ritual tertentu.
Para petinggi lantas memberi saran bagi para raja untuk kasus ini, mendengar perjelasan Nia sebelumnya, ini memang membutuhkan penjagaan lebih ketat. Tapi, langkah ini bisa menimbulkan masalah baru, para warga di takutkan adanya rumor buruk yang muncul di kalangan para warga, dikarenakan adanya banyak personil ksatria yang dikirim ada ke seluruh wilayah.
Tapi, bagi Ronald itu hanya akan membuat keresahan bagi para penduduk. Eryk menyarankan saja untuk lebih memperhatikan wilayah yang cukup jauh dari ibukota, seperti desa atau kota yang terpencil, menurutnya tempat seperti itu biasanya akan dijadikan tempat para ordo untuk melakukan aksi mereka.
Para raja lain juga akan memperketat perbatasan wilayah mereka, dan akan juga mengirim beberapa pengintai untuk menambah anggota yang akan melakukan pencarian tempat markas ordo itu. Ronald berterimakasih atas bantuan mereka, dengan bantuan itu dia berharap seluruh bantuan tersebut bisa digunakan untuk menjaga keamanan kerajaannya.
Ronald sedikit lega, dengan bantuan yang ada dan informasi dari Nia, dia akan mewaspadai segala pergerakan mencurigakan yang ada di wilayahnya, tidak terkecuali daerah yang ada di pinggir wilayah Hearterra.
__ADS_1