
Di tenda kerajaan Spadeforia, raja mereka tengah mengumpulkan beberapa pahlawan hebat miliknya. Diantara para pahlawan itu, raja memilih lima orang untuk pergi ke medan perang untuk menyingkirkan Allenz.
"Kalian, aku perintahkan untuk pergi ke medan perang, dan buat orang misterius dengan pakaian serba hitam itu sibuk, atau setidaknya bunuh saja kalau bisa." Ucap raja Spadeforia sambil berjalan mondar-mandir didepan kelima orang terpilih itu.
"Baik, Yang Mulia!!!"
"Pergi!" Kelima orang itu langsung keluar tenda dan pergi menuju lokasi Allenz dan Finn yang tengah bertarung. "Dan... selama perang ini berlangsung lama, dan belum ada pihak musuh kemari, maka setidaknya aku ingin bermain sebentar dengan beberapa budak perempuan yang aku bawa, hahahaha!!"
Tak lama raja Spadeforia masuk ke kemah khusus, dimana para budak perempuan disana dikumpulkan, hal ini untuk bisa menghilangkan stres para prajurit selama berperang. Hal lain juga agar raja bisa mencicipi para wanita ini tanpa kendala dari para istrinya di istana. "Kalian, layani aku sekarang!!"
Dimana raja Spadeforia tengah memuaskan hasrat bejatnya, berbeda dengan kerajaan lain yang fokus pada perang yang berlangsung entah sampai kapan, dimana sampai-sampai tiga kerajaan lain mengeluarkan airship mereka.
Disisi lain, Allenz dibuat frustasi, antar mau menolong Finn atau tetap pergi, namun karena situasi saat itu, dengan cepat Allenz kembali ke tempat Finn.
Tempat Finn berada dirinya disibukkan dengan banyak pasukan dari tiga kerajaan lain yang mendatangi dirinya, untungnya dirinya masih ada beberapa pasukan bantuan untuk melindungi dirinya dari belakang.
Sayat demi sayat, tusuk demi tusuk, tebas demi tebas dilakukan oleh Finn, bahkan sesekali dia menggunakan sihir untuk membuat musuh menjauh dari dirinya.
"Cih, mereka semakin banyak saja!" Keluh Finn sambil mencoba bertahan.
Hingga salah satu pasukan Hearterra datang membantu Finn. "Komandan, sebaiknya kita mundur, tidak mungkin kita selamanya disini, akan sangat merugikan jika ada disini secara terus-menerus tanpa ada divisi lain yang datang membantu ." Ucap sang prajurit.
"Baiklah kita ak–" Baru hendak pergi, sebuah serangan yang langsung melesat melewati Finn dari depan, seakan dirinya tidak diperbolehkan kabur. Finn kemudian membalikkan arah kudanya, dirinya melihat lima orang misterius dengan logo kerajaan Spadeforia.
"Wah wah wah, kau mau kemana Finn sang singa? Akan sangat menyayangkan jika kau harus mundur dari garda terdepan." Ucap satu dari lima orang itu, dengan penampilan kurus kering rambut panjang yang terjuntai ke bawah, meski tubuhnya kurus dia dengan mudah membawa sebuah kapak besar dua tangan di pundaknya.
Finn nampak mewaspadai kedatangan mereka, nampaknya meski penampilan mereka mengerikan, tapi sepertinya mereka bukan orang sembarangan, terbukti dari serangan sebelumnya.
"Kalian, pergi dari sini, biarkan aku saja yang akan berurusan dengan mereka!" Perintah Finn pada beberapa pasukan yang bersamanya.
Namun, belum jauh pergi mereka langsung terkena serangan serupa yang menghentikan langkah Finn saat hendak kabur.
Serangan itu berasal dari seorang wanita pendek dengan beberapa tato di wajahnya. Dengan menggunakan tudung abu-abu, seperti seorang gelandangan. Lalu serangan itu berasal dari pedang cambuk miliknya.
Finn nampak tau bahwa didepan dirinya ada beberapa orang yang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi wanita bertudung itu.
Lalu si kurus pun berjalan sedikit ke depan. "Kami dengar ada seseorang yang mengancam dari Hearterra, jadi tugas kami ingin menyingkirkannya."
Finn tersentak, dia nampaknya tau siapa yang lima orang itu cari, kemungkinan mereka tengah mencari Allenz. Kemudian Finn kemudian menyiapkan kuda-kuda untuk bertarung, lalu menyahut. "Orang itu tidak ada disini, dia adalah kartu as kami, tidak mungkin aku akan membocorkan hal itu pada kalian."
Hingga satu orang lain dari lima orang itu yang paling besar bicara. "Tanpa memberitahu pun kami tau, sebab itulah kami ingin menjadikanmu sebagai umpan orang itu."
"Jika kalian ingin mendapatkannya, lewati mayat diriku dulu." Ucap Finn yang kemudian turun dari kudanya, kemudian dirinya merapal mantra. "Kekuatan bagai bumi yang mengguncang, kuat seperti singa, dan kokoh seperti besi. Mengamuk lah!! Berserk!!" Kekuatan Finn langsung berkali-kali lipat bertambah, ditambah dengan getaran yang muncul saat Finn mulai mengamuk.
"Wah, kau tidak bisa diajak berkerjasama, ya? Black Skeleton, bersiap!!" Ucap si kurus.
Para keempat rekannya pun mulai bersiap juga, mereka bersiap untuk melawan Finn sang Singa dari Hearterra.
"Kalau begitu, terima ini." Seorang pria lain dengan percaya diri kemudian mengambil seruling besi hitam dengan ukiran yang agak menyeramkan, dia kemudian melantunkan lagu yang menyebabkan beberapa orang disekitar Finn mulai memegang kepala mereka, para prajurit itu merintih kesakitan, tak lama mereka langsung menyerang satu sama lain. Hingga yang tersisa mulai menyerang Finn secara bersamaan.
Dari pasukan Spadeforia, Clubnesia, Diamondnia, dan bahkan tentara Hearterra, mantan rekannya sendiri mulai mengepung Finn.
Disini Finn mau tidak mau harus membunuh rekannya sendiri, karena nampaknya mereka telah dikendalikan dari salah satu anggota Black Skeleton.
"Wah kejam sekali, kau sampai tega membunuh rekanmu sendiri." Ucap si kurus yang tengah menyaksikan Finn membantai para prajurit yang dikendalikan Black Skeleton. "Kik Kik Kik Kik, ayo menari lah Fin sang singa, hingga kau tidak sanggup menari lagi." Ucap si kurus dengan menyeringai.
__ADS_1
Mendengar hal itu Finn langsung mengamuk dan langsung menyerang para Black Skeleton, sambil melesat cepat dengan pedang besarnya dia mengarahkan pedangnya pada si kurus.
Namun dengan cepat dari belakang muncul pria besar dengan tameng dan gada, si pria besar langsung menghantam gada miliknya ke bawah, hingga mengenai tangan Finn saja.
Hal itu membuat Finn sedikit goyah, dengan kesempatan ini dengan cepat si kurus langsung mengayunkan kapak besarnya ke samping berharap membelah Finn menjadi dua.
Fuiitt!!
Tiba-tiba serangan sihir angin menengahi mereka. Membuat debu memisahkan mereka, hal tak terduga dari balik debu itu Allenz muncul dengan membuat bola udara seukuran bola basket yang dia arahkan pada si kurus. Lagi-lagi si besar itu menghalangi serangan Allenz dengan perisai besarnya dan tidak kalah tebal.
Karena serangannya tidak mempan, Allenz kemudian mundur dan berkumpul didekat Finn yang kelelahan.
"Anda tidak apa-apa, komandan??" Ucap Allenz menghawatirkan keadaan Finn.
"Aku tidak masalah, dan kenapa kau kembali lagi, bukankah aku menyuruhmu untuk pergi?!"
"Akan sangat tidak mungkin aku meninggalkan seorang komandan penting milik Hearterra bertarung sendirian begitu saja." Balas Allenz. "Dan lihatlah dirimu, kau nampaknya kesusahan."
Melihat para Black Skeleton, Finn terkekeh kecil. "Nampaknya pria tua ini memang butuh pertolongan, jadi Allenz, mohon bantuannya."
"Siap, komandan." Ucap Allenz sambil menarik dua pedang pendek miliknya dibalik punggung jubahnya.
"Wah... Jadi ini aset Hearterra? Cukup kecil, aku tidak menduga akan sekecil anak bocah. Tapi ini akan menyenangkan, Kik Kik Kik Kik!! Semuanya keluarkan semua kemampuan kalian!!" Perintah si kurus pada rekan-rekannya.
Para Black Skeleton langsung merapal mantra sihir dan langsung menyerang Finn dan Allenz.
Dari salah satu Black Skeleton, seorang wanita lain yang sama menggunakan tudung kemudian memberi mantra bantuan pada teman-temannya. Nampaknya dia yang memberi kekuatan tambahan pada yang lain, dengan begini ada dua wanita dan tiga pria.
Allenz yang melihat mereka hanya menyebut mereka itu; si kurus, si besar, si pemusik, wanita cambuk, dan si pembantu.
Finn mengerti dan lebih dulu maju untuk membuka jalan bagi Allenz nanti, pertempuran dua lawan lima pun dimulai.
Allenz berdiam sebentar, dari balik topeng miliknya dia memejamkan mata. "Alans, kini dirimu untuk muncul." Ucap Allenz.
'Baiklah, tuan.' Ucap Alans.
Dari mata Allenz kemudian keluar sedikit darah dan saat matanya terbuka kembali, iris matanya telah berubah menjadi merah, yang sebelumnya Heterochromia, kini berubah.
Dengan begini, Alans lah yang menggunakan tubuh Allenz. Dan untuk pertama kalinya dia diijinkan untuk menggunakan tubuh ini pada pertarungan serius.
Tanpa basa-basi Alans langsung menyerang si pria pemusik dengan brutal. Nampaknya, dia adalah lawan yang dilewatkan oleh Finn. Namun dengan sihir seruling misterius miliknya membuat kesadaran Alans buyar beberapa kali apalagi saat beberapa pasukan musuh yang dia kendalikan menyerang Alans.
Sedikit kesal, Alans langsung menggunakan Whistling Spell, yang membuat orang-orang yang mendekatinya terbelah dengan mudahnya, organ-organ berterbangan disekitar Alans, dengan dingin Alans berjalan perlahan menuju si pria pemusik.
Hal ini mengejutkan si pemusik, dia tidak mendengarkan Alans mengucapkan satu kata mantra sama sekali, hal ini membuatnya kebingungan.
Dengan demikian, Alans mengambil kesempatan itu, yang awalnya tangannya dia rentangkan tangan kanannya, kemudian menarik tangannya kebelakang.
Tiba-tiba sebuah tiupan angin kencang mendorongnya ke depan menyebabkan dirinya mengapung di udara menuju Alans, dia tidak pernah tau ada orang yang bisa menggunakan sihir dengan gerak tangan sebagai mantra, orang kerdil ini berada di tingkat berbeda.
Si pemusik kian mendekati Alans dengan ancang-ancang, Alans mengangkat kaki kirinya tinggi-tinggi, saat momentum yang tepat, dia langsung menginjak kepala si pemusik yang menghantam rerumputan dengan keras, tidak sia-sia Alans juga langsung menancapkan pedangnya pada tubuh si pemusik yang terbaring, tidak cukup dengan pedang satunya, Alans kini langsung menikam kepala belakang si pemusik yang membuat dia tewas seketika dengan pedang lainnya.
Disisi Finn harus bertarung dengan empat orang sekaligus, terutama si kurus dan si besar mereka memiliki kekuatan yang tidak main-main, namun yang merepotkan adalah si wanita yang suka menganggunya disaat dirinya fokus pada satu orang, dengan pedang cambuknya dia telah membuat Finn terluka dibeberapa bagian tubuhnya terutama kaki.
Saat dirinya hendak menyerang si besar dengan mudah si besar menahan pedang milik Finn dengan perisai, dan lagi-lagi si wanita mengambil celah itu untuk menyerang Finn kali ini pada punggungnya.
__ADS_1
"Akh!!" Kemudian Finn menyerang belakangnya, berharap serangannya mengenai si wanita, namun tidak ada siapapun belakangnya.
Tiba-tiba, si kurus muncul dari samping dengan mengayunkan kapaknya secara menyilang. "Kau lihat ke mana, pak tua?!"
Reflek Finn mencoba menahan serangan itu dengan pedangnya, namun kekuatan tangannya yang tidak kuat membuat pertahanan miliknya agak goyah, menyebabkan dirinya terbuka lebar.
Si kurus lagi-lagi menyerang kembali, namun Alans tepat waktu kembali, dengan kecepatan tinggi, Alans tidak tanggung-tanggung langsung menabrak si kurus dengan keras menyebabkan dirinya dan Alans juga terlempar dari papan miliknya. Dah nampaknya Alans menabrak bagian rusuk si kurus, karena Alans merasa dia menabrak bagian keras pada tubuh si pria kurus itu.
Dengan begini, Alans dan Finn tidak berpisah lagi, mereka hanya tinggal "membersihkan" tiga lainnya.
Melihat rekannya ditabrak oleh Alans, tiga anggota Black Skeleton mulai harus waspada, karena mereka tidak menduga Alans setangguh itu, apalagi mereka gagal membunuh Finn.
"Mustahil, dia berhasil membunuh Keyl?!" Ucap si wanita cambuk.
"Cih, padahal kita adalah para Spade Hero!! Tidak mungkin orang kecil itu mengalahkan Keyl?!" Ucap si besar tidak percaya bahwa di teman mereka bernama Keyl atau si pemusik tewas oleh orang sekecil Alans.
Alans kemudian mencoba berdiri, lalu Alans menggunakan Whistling Spell pada si kurus yang menyebabkan dia terbelah-belah pada saat dirinya nampak tengah pingsan.
Alans kemudian berjalan untuk mengambil papan selancar miliknya, lalu berkata pada tiga anggota Black Skeleton tersisa. "Apa kalian tau? Hal yang menginjak-injak harga diri kalian adalah fakta bahwa orang yang kalian hadapi ini adalah seorang bocah laki-laki." Ucap Alans yang membuka topeng cockatrice dan tudung miliknya, yang membuat kedua mata merah pekat dan rambut abu-abu Alans terlihat dan angin menerpa rambutnya.
Si besar langsung naik pitam, harga dirinya terasa benar-benar diinjak, karena dihadapannya ternyata bocah ingusan berusia 13 tahun.
"DASAR BAJINGAN!!!" Dengan cepat dia melesat cepat, hendak menghantam Alans dengan perisai besar miliknya.
Tak mau kalah Alans juga ikut melesat dengan cepat, dirinya menggunakan papan selancar miliknya sebagai tameng, namun dirinya menambah kecepatan dengan sihir angin yang dimanipulasi untuk menambah kecepatan, keduanya pun berbenturan hebat.
Membuat si besar terpental sedikit kebelakang, dan didekati kedua rekan lainnya untuk disembuhkan dengan sihir penyembuh oleh si pembantu.
"Kau baik-baik saja?!" Ucap si pembantu, dia kemudian hendak menyembuhkan si besar, namun tak terduga Finn dan Alans muncul dari belakang dengan cepat, mereka melupakan Finn yang sebenarnya mendekati mereka tanpa mereka sadari.
Finn pun hendak menebas si pembantu, namun si wanita cambuk menahan pedang Finn dengan melilitkan pedang cambuknya, dirinya menarik pedang itu agar serangan itu menjauhi rekannya, namun hal ini tidak disia-siakan oleh Alans, dengan cepat Alans menikam perut si wanita yang tengah menarik pedang Finn.
Waktu seakan melambat di mata kedua anggota Black Skeleton yang tersisa, mereka menyaksikan Alans menikam rekan mereka didepan mereka sendiri, si besar dan pembantu benar-benar terkejut dengan tak-tik itu.
"CHIIAAAA!!!!" Teriak si pembantu, si besar pun langsung menyerang Alans secara membabi-buta.
Si besar ini juga menyerang Finn yang hendak menyerang rekan terakhirnya, dirinya benar-benar serius dan tidak membiarkan Alans dan Finn untuk mendekati kedua rekannya itu.
Disisi lain, si pembantu tengah sibuk menyembuhkan si wanita cambuk, dirinya berulang kali merapal mantra yang sama berulang kali, namun nampaknya luka yang diterima terlalu parah, dan sihirnya tidak terlalu bekerja dengan baik.
"Sembuhlah, sembuhlah, sembuhlah, sembuhlah, sembuhlah, sembuhlah!!" Itulah ucapan yang diucapkan berulang kali, dirinya tidak mau temannya tewas disini.
"Ahh..."
"Ah, jangan banyak bergerak, dan biarkan aku menyembuhkanmu, jadi diamlah." Ucap si pembantu dengan berlinang air mata, nada bicaranya mulai bergetar.
Tak lama terdengar suara sangkakala ditiup, si pembantu langsung melihat sekitar, dan tampak dari jauh, dua suar merah muncul dari arah Utara dan Barat, dimana kemah Spadeforia dan Clubnesia berada, ini menjadi kekalahan bagi dua kerajaan itu.
Dan juga tak jauh dari sana, dia melihat si besar kehilangan satu tangannya oleh sihir Whistling Spell milik Alans, dimana dengan serangan terakhir dari Finn yang menikamnya dari belakang, membuat dirinya tewas di tengah Finn dan Alans.
Perang ini berakhir dengan dua pemenang, Finn kemudian memerintahkan Alans untuk membawa si pembantu yang masih mencoba menyembuhkan rekannya, mereka hendak membawa wanita ini sebagai sandera perang, lalu sihir Berserk milik Finn juga dia hilangkan, nampaknya membuat Finn terlihat sangat lelah karena menggunakan sihir ini secara terus-menerus.
Dengan memukul tengkuknya dengan keras, membuat si wanita itu pingsan, dan diseret oleh Finn ke kemah Hearterra. Hal ini dilihat oleh si wanita cambuk yang masih memiliki sedikit kesadaran, yang lama-kelamaan matanya menutup menyaksikan rekannya dibawa oleh pihak musuh.
"Lav...." Itulah ucapan terakhir yang dia ucapkan sebelum matanya tertutup.
__ADS_1