After World Breaker

After World Breaker
Chapter 26: Dua sisi berbeda dari koin berkarat


__ADS_3

Pada tenda tempat para prajurit tengah di rawat. Allenz tengah di hidangkan dengan sup gandum dan kentang rebus. Dengan kain tebal yang menutupi punggungnya untuk menghangatkan dirinya.


Membelah kentang dengan tangannya, terlihat isi kentang yang masih hangat, dengan asap mengepul keluar. Meniup isi kentang beberapa kali, Allenz menyantap kentang itu. Dari dalam tenda dia memikirkan dengan keadaan yang lain, dikarenakan pada saat ini badai salju tengah berlangsung.


Melihat dari sela-sela tirai tenda yang terbuka, kondisi saat ini cukup buruk untuk melakukan aktivitas apapun. Tapi, kenapa sebelumnya para raja membuat rencana dengan menyerang wilayah iblis, yang rencana ini dengan prajurit yang tersisa. Sementara, prajurit lain yang dalam masa pemulihan disini bersama beberapa prajurit untuk berjaga di wilayah sekitar perkemahan.


Melanjutkan makan malamnya, Allenz hanya berdoa mereka cepat kembali, karena mereka belum kembali sejak siang. Kini, hari sudah nampak hampir tengah malam, namun belum ada tanda yang lain kembali.


...****************...


Di hutan yang nampak terbakar dan rusak parah, serangan dari pihak manusia menyebabkan dampak buruk bagi wilayah iblis. Karena lokasi hutan yang sudah nampak hancur akibat pihak manusia berhasil masuk ke wilayah timur para iblis.


Itulah mengapa pihak manusia memutuskan untuk terus menyerang wilayah ini, karena mereka sudah memasuki wilayah iblis.


"Terus serang!!" Teriak Valrius.


Pihak manusia sampai masuk ke sebuah kota pada sisi timur wilayah iblis, dan membombardir tempat itu hingga membuat kerusakan dan kepanikan bagi para penduduk disana.


Para penduduk berlarian kesana-kemari mencari perlindungan. Beberapa pasukan iblis datang dan mencoba mengevakuasi para penduduk. Bahkan ada beberapa penduduk yang ikut menyerang pihak manusia yang datang.


Dari atas kapal-kapal udara menjatuhkan tong mesiu dan menembaki dengan meriam. Meledakan segalanya yang ada dibawah, membunuh apa pun yang mereka lewati.


"Manusia-manusia sialan!! Kalian akan menerima akibat dari semua ini!!" Umpat seorang iblis, dan menyerang armada Brave Rider yang datang. Namun, iblis itu terkena tusukan dari tombak yang digunakan salah satu Brave Rider. Hingga tombak itu tembus pada perut atasnya.


Beberapa pasukan Diamondnia menembaki iblis-iblis yang mencoba kabur dengan sihir cahaya.


Di dekat situ, Zen dan Iris tengah mencari iblis yang nampak bersembunyi di dalam bangunan. Membantai mereka tak peduli mereka di temukan atau tidak, dengan cara meledakan atau membakar bangunan yang mereka masuki, dengan begitu para iblis akan keluar gedung dan mereka akan siap membantai mereka di luar.


Banyak iblis wanita yang membawa anaknya, atau iblis yang tidak mampu bertarung melarikan diri. Hingga ada iblis murni yang mencoba melawan dengan nekad berlari ke arah pasukan Diamondnia. Dengan menggunakan Demon Awaken, dan mampu membunuh dan melukai beberapa prajurit, tapi dengan prajurit Diamondnia lain langsung menembaki iblis itu dengan sihir cahaya hingga iblis itu menghilang menjadi debu.


Kegilaan ini sampai ke tempat Krampus berada, dia sangat marah saat tau bahwa wilayah timur diserang, bahkan sebuah kota dihancurkan dan para penduduk dihabisi.


"Kerahkan para iblis Hellar untuk datang dan selamatkan penduduk yang bisa dievakuasi!!" Titahnya.


Kira-kira dua puluh iblis Hellar dikerahkan kesana, dengan beberapa tanduk besar, tubuh yang tak kalah besar seperti gorila, wujud seperti api yang di balut dengan beberapa zirah sebagai tubuhnya, mata yang berapi-api dan mengerikan rupa mereka. Dengan terbang menuju kota timur, mereka melihat lautan api, dari kota itu hingga hutan yang ada di dekat tersebut. Turun di barat kota, para iblis yang dikerahkan melihat sekitar, hanya puing-puing bangunan yang hancur. Bahkan tidak sedikit mereka melihat banyak mayat iblis yang ada disana. Kematian mereka beragam dari serangan sihir, senjata atau tertimpa bangunan.


Hingga saat berjalan, mereka bertemu dengan beberapa manusia yang tengah mengejar penduduk iblis lain. Merasa marah, salah satu iblis itu dengan sekejap mata sampai di tempat pasukan manusia yang tengah mengejar.

__ADS_1


Dengan sontak, iblis itu mengangkat kepala prajurit itu dengan satu tangan dan mencengkram dengan kuat, hingga kepala prajurit itu hancur layaknya bubur. Rekan-rekan prajurit manusia itu nampak ketakutan dengan rupa iblis yang membunuh satu rekan mereka.


Sampai pasukan iblis yang dikirim datang dari iblis besar tadi. Para pasukan iblis itu dengan mudah membantai para manusia yang tersisa.


Melihat sekitar yang sudah porak-poranda. Para iblis memutuskan berpencar secara berkelompok pada berbagai kota. "Hellar...."


"Hellar..." Hanya itu yang mereka ucapkan dengan nada mengerikan, sesuai nama pasukan mereka yang diambil dari ucapan mereka sendiri, yakni 'Hellar' .


Para Hellar langsung melompat tinggi dan menuju segala kota, ada yang mendarat pada tempat yang sepi namun memiliki beberapa korban serangan ini, dengan cepat pasukan Hellar itu membantu para korban; Ada yang turun didepan para konvoi para raja; Ada juga yang mendarat di belakang Zen dan Iris; Sisa lainnya ada berada pada utara dan timur laut, lokasi beberapa Brave Rider berada.


Kedatangan pasukan Hellar sangat tidak diduga oleh semua pihak yang bertemu dengan mereka. Apalagi bagi mereka para Hellar ini sangat baru, mereka tidak pernah melihat iblis yang semengerikan ini.


"Semuanya waspada!" Ucap Lennard. Kedua sisi saling bertatapan, tiga Hellar mengeluarkan senjata mereka yang kebanyakan menggunakan gada atau kapak. Meraung keras, Hellar di posisi konvoi keempat raja. Mereka langsung datang dengan cepat. Meski tubuh mereka besar, namun kecepatan mereka tidak bisa diremehkan.


Berlari seperti hewan berkaki empat, mereka datang dengan cepat dan langsung mengangkat senjata mereka tinggi-tinggi untuk menghantam tanah.


Pada posisi Zen, dia berbalik dengan menemukan dua Hellar yang baru mendarat. Merasa aneh dengan kemunculan dua Hellar itu, Zen bersiap dengan senjatanya. Mengubah koper miliknya menjadi gauntlet. Salah satu Hellar maju lebih dulu, saat keduanya berhadapan Hellar itu dengan cepat berada didepan Zen memberi pria itu sebuah tinjuan raksasa pada wajahnya. Melayangkan Zen pada sebuah bangunan.


Iris langsung meraung pada Hellar yang sudah menyakiti tuannya. Tanpa Iris sadari, Hellar lain langsung memukul Iris dari atas dengan gada miliknya, membuat keduanya saling berkonflik hebat.


Disisi timur laut, para Brave Rider menghadapi lebih banyak Hellar disana.


Hellar itu melihat seseorang tengah datang dengan kuda dan tombak. Tapi kecepatan Hellar yang tidak main-main langsung melewati Brave Rider itu, hingga dia sudah menggenggam Brave Rider tadi, menyebabkan kudanya lari begitu saja meninggalkan tuannya.


Hellar itu melihat Brave Rider yang dia dapat, dengan wajah yang bersusah payah melepaskan diri dari genggaman Hellar tersebut. Tanpa basa-basi Hellar itu memakan kepala sang Brave Rider dan membuang tubuhnya begitu saja, lalu menyusul pada rekan Hellar lainnya. Pada belakangnya banyak mayat pasukan Brave Rider dan kuda milik mereka, bahkan beberapa tanpa kepala.


Di bagian utara kota, pasukan Hellar lain mendarat, dengan mereka yang dilalui oleh para penduduk yang kabur ke arah sebaliknya. Dimana pada depan mereka adanya kapal-kapal udara milik aliansi yang menghancurkan bangunan dibawah mereka.


Mendengus marah, para Hellar itu melompat tinggi, dan ada yang menangkap peluru meriam, lalu di lemparĀ  kembali pada kapal udara itu. menghancurkan bagian bawah kapal.


Hingga beberapa Hellar yang melompat tinggi mendarat di atas dek kapal-kapal itu. Membuat para kru dan prajurit disana terkejut melihat iblis besar dan jauh lebih mengerikan muncul didepan mereka.


Dengan amarah, para Hellar melakukan penghancuran para kapal-kapal yang mereka datangi, membuat kapal-kapal itu terjatuh ditengah kota. Sekitar 13 kapal aliansi jatuh di kota itu.


Bagian barat daya sekitar empat Hellar tengah mengawasi dan menuntun para penduduk iblis yang berhasil keluar dari kota untuk menuju kota lain yang akan menampung para pengungsi ini.


Melihat dari jauh, meski sulit melihat karena badai salju. Namun, masih terlihat warna ke kuningan dari jauh, dimana lokasi kota itu sebelumnya.

__ADS_1


Salah satu Hellar yang membawa para pengungsi langsung pergi dengan terbang untuk kembali ke hadapan Krampus. Terbang dengan cepat, dan hanya butuh sekitar setengah jam satu Hellar itu memberi informasi pada Krampus bahwa kota itu sudah hancur total, dan hanya sekitar seribu lebih yang bisa mereka bawa, meski dia berharap pada Hellar yang masih berada kota bisa menemukan penduduk lain dan dibawa keluar.


Krampus memberi perintah untuk membuat para pasukan aliansi dipukul mundur atau disingkirkan sebisa mungkin, dan jika bisa terus berada disana selama sejam. Jika sudah satu jam lewat, dan pasukan aliansi belum mundur, maka pasukan Hellar-lah yang harus mundur. Karena, Krampus akan menggunakan senjata anti air-craft peninggalan Old Human yang dia ambil dari wilayah Jerman dulu, untuk menghujani kota yang sebentar lagi menjadi kota mati itu.


Zen dan pihak aliansi dibuat kerepotan dengan kedatangan para Hellar. Mungkin Iris bisa menyeimbangi kekuatan Hellar itu, tapi tidak dengan dirinya. Kekuatannya jika dibandingkan dengan satu iblis Hellar seperti rusa yang melawan singa.


Cukup banyak terluka, Zen memutuskan untuk pergi ke tempat para raja, berharap bisa mendapat bantuan dari sana. "Cih, Iris kita pergi dari sini!!"


Iris yang mendengar perintah Zen, langsung menuju tempat tuannya berada, dan membawa pergi tuannya dari sana.


"Kita harus ke tempat para raja berkumpul!"


Mendengar perintah itu, Iris membawa Zen ke lokasi para konvoi raja berada. Namun, hasilnya tetap sama dengan dirinya. Konvoi itu diserang oleh Hellar lain. Berlari menuju konvoi, Iris menerjang satu Hellar yang mencoba menyerang kembali konvoi itu, dengan kuat dia mendorong satu hellar dengan kepalanya. membuat Hellar itu terdorong hingga terkena sebuah rumah dan tertimpa oleh rumah itu.


Hellar yang terkena serangan iris keluar dari puing-puing yang menimpa dirinya, lalu mengaum marah. tapi fokus Hellar itu terhenti saat mendengar suara yang membuat Hellar itu pergi begitu saja bersama dengan para Hellar lain di kota itu, meninggalkan para konvoi dan Zen dalam keadaan cukup parah.


Mencoba saling membantu dan menyembuhkan prajurit yang terluka, Zen bertanya tentang para Hellar yang tiba-tiba pergi.


"Kenapa iblis-iblis itu pergi?!"


"Aku tidak tau, tapi perasaanku tidak enak." Ucap Woulle yang merasa janggal.


Tebakan Woulle ternyata benar, tak lama dari langit muncul beberapa serangan yang menuju mereka. Menghujani kota itu dengan sejumlah roket pada mereka. Membuat semua orang mencari perlindungan. banyak prajurit yang tidak sempat melindungi diri terkena dampak itu, kapal-kapal udara juga terkena imbasnya, hingga menabrak satu sama lain.


Butuh lima belas menit serangan ini berlangsung. Melihat sekitar, tempat ini kian makin hancur setelah serangan tadi, meratakan apa saja yang ada pada kota tersebut.


Setelah melihat serangan barusan, Eryk menjadi tidak yakin untuk terus melakukan penyerangan pada wilayah iblis lebih jauh, karena ada beberapa faktor, seperti akan adanya serangan seperti tadi dan mereka sudah kehilangan banyak pasukan apalagi setelah kemunculan beberapa iblis kuat yang datang secara tiba-tiba.


"Aku tidak yakin jika kita teruskan penyerangan ini, akan sangat membahayakan kita semua. Ditambah cuaca kian buruk pada saat ini." Ucap Eryk. "Lebih baik kita kembali, dan menunggu cuaca membaik, atau sebaiknya kita berhenti melakukan penyerangan ini disini saja."


Para raja yang lain menyetujui itu, jauh lebih beresiko, jika diteruskan. Lagi pula pihak yang tersisa, membawa mayat pasukan yang bisa mereka temukan untuk dibawa pulang.


Dengan kondisi cuaca yang buruk membuat perjalanan mereka terasa sulit, suhu dingin, angin yang kencang, salju yang tebal membuat kaki mereka sulit untuk melangkah. Yang pada akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali dengan semua orang naik pada kapal udara. Sementara, kuda, wagon, dan kereta kuda akan di bawa orang-orang yang dirasa kuat untuk menempuh perjalanan kembali.


Kembali dengan menumpang pada kapal udara, mereka kembali pada kemah. Memakan waktu kira-kira butuh dua puluh menit lebih untuk kembali.


Pada kejauhan diatas pohon dengan wujud berwarna abu-abu, dan asap yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Menyaksikan semua hal yang baru saja terjadi. "Pada akhirnya tidak peduli itu manusia atau iblis, mereka akan melakukan hal yang sama. Meski, ras mereka berbeda. Mereka akan saling menyingkirkan satu sama lain dan berbuat kerusakan." Ucap sosok itu, mengarahkan tangannya pada langit dan seperti mencoba menggenggam bulan yang tertutupi awan dan kencangnya angin. "Seperti dua sisi berbeda dari koin yang berkarat. Meski memiliki sisi yang berbeda, namun kedua sisi itu memiliki karat pada sisi mereka."

__ADS_1


Setelah mengucapkan kata-kata itu, sosok itu hilang begitu saja di tengah badai salju yang berlangsung, membiarkan dunia ini akan berputar dengan sendirinya. Dan melihat akhir pada nasib semua makhluk di dunia itu.


__ADS_2