After World Breaker

After World Breaker
Chapter 28: Satu lagi Old Human lainnya


__ADS_3

Ditepi sebuah danau yang membeku, Zen yang berdiri di tepi danau itu. Dirinya hanya melihat Ford yang tengah berburu ikan di danau yang membeku itu. Sementara, Arthur, dia meimilih mencari rusa untuk makan malam mereka nanti. Yang mengejutkan bagi Zen adalah kini ada sebuah danau baru yang cukup besar pada daerah Radom.


Iris yang dari tadi hanya jongkok di samping Zen, gadis kecil itu hanya membuat gambar tidak jelas di salju.


Melihat Iris, Zen bertanya padanya. "Sejak kapan kau bisa berbicara?'


Tanpa melihat sedikitpun, Iris menjawab. "Sejak awal, tapi butuh waktu untuk diriku bisa beradaptasi. Apalagi untuk mengetahui bahasa yang kalian gunakan."


"Begitu, 'ku pikir kau hanya seperti makhluk yang diperintah saja dan tidak akan berkomunikasi."


"Tidak juga, aku tidak sepenuhnya juga hanya kecerdasan buatan. Sisi lainku, 73% adalah jiwa seseorang."


Mendengar penjelasan itu. Zen sontak menatap pada Iris.


"Iris tidak akan bisa digunakan jika tidak menggunakan sebuah jiwa, dan juga dibutuhkan jantung asli dari iblis untuk menghidupkannya. Sampai... Kau membangunkan diriku ini, Tuan Sersan Zen."


Tanpa pikir panjang, Zen mengubah koper miliknya menjadi senjata yang siap tembak pada Iris.


Iris hanya menggeleng kepalanya, lalu terkekeh kecil. "Jika aku ini seseorang yang mengenalmu, bukankah seharusnya aku ini sekutumu?"


Zen masih tidak yakin soal itu, tapi disisi lain dia ragu. Secara perlahan Zen menurunkan senjatanya dan mengubah kembali menjadi koper. "Lalu, siapa kau sebenarnya, siapa identitasmu?"


"Namaku... Luvyna, seseorang yang mengikuti masa sukarelawan saat awal program I.R.I.S dibuat. Beberapa orang meminta sejumlah wanita untuk dijadikan subjek yang cocok untuk tubuh ini." Ucapnya sambil melihat kedua tangannya yang hitam mengkilap. "Kita sering bertemu saat dulu, apa kau ingat?"


Zen mulai mencoba mengingatnya, butuh waktu untuk memutar semua memori miliknya. Hingga dia tau, Luvyna adalah seorang wanita berusia 27 tahun, saat dulu di lab tersebut. Seorang wanita yang penuh keceriaan tanpa ada rasa khawatir meski bisa saja saat itu adalah hari terakhirnya.


"T-tunggu, aku pikir kau..."


"Mati saat uji coba pertama? Tidak, uji coba itu berhasil padaku. Meski dengan taruhan hanya 73% diriku yang berhasil masuk pada tubuh ini." Jelasnya.


"Jadi mereka seperti memindahkan jiwamu pada tubuh ini?! Aku tidak pernah tau itu, setelah kau melakukan tes pertama, aku tidak pernah melihatmu lagi, sampai projek I.R.I.S selesai dibuat."


"Tentu saja, dan aku juga terkejut saat tau, bahwa orang yang membangunkan diriku adalah dirimu. Meski aku awalnya tidak mengenalimu sama sekali saat kau menggunakan tubuhmu yang sekarang. Hingga, bocah berambut abu-abu itu menyebut nama panjangmu." Tambah Iris. "Lalu, aku harusnya yang bertanya, bagaimana kau bisa mendapatkan tubuh baru? Padahal itu masih sulit dilakukan, aku saja hanya berpindah sebagian besar dari diriku saja."


Mendengar kerterkejutan Iris, Zen dengan cepat menjawab. "Karena, aku dibantu oleh Dokter Christopher Fran Newton tentu saja, orang yang memulai projek besar itu."


"Tunggu, apa?!"

__ADS_1


"Hahaha! Aku tau kau pasti akan terkejut. Tapi, memang benar aku dibantu oleh dia, orang pertama yang membuat ide projek New Human. Itulah kenapa aku bisa berpindah tanpa kecacatan sama sekali." Ungkap Zen.


Iris menjadi semangat mendengar itu, dia memang ingin bertemu orang itu. Apalagi tujuannya yang dulu dianggap sebagian orang adalah terobosan dalam menyelamatkan umat manusia dari kepunahan.


"Kau bisa pertemukan aku dengannya?" Ucap Iris dengan semangat.


"Kau sudah bertemu dengannya."


"Huh?"


"Anak berambut abu-abu yang sebelumnya kau sebut itu, itu adalah Chris sendiri."


Mata Iris terbuka, dia tidak menyangka orang yang dianggap idola saat dulu ternyata masih hidup dan dia sudah bertemu dengannya.


Meregangkan tubuhnya, Zen melanjutkan. "Senangnya, mengetahui ada Old Human selain diriku dan Chris, dan oh ya, jangan panggil nama Chris dengan nama itu, panggil dia dengan namanya yang saat dia gunakan sekarang."


"Kenapa?"


"Karena hal ini, lalu soal kita dan Chris harus di rahasiakan. Aku tidak mau mendapat masalah lagi."


Iris mengangguk.


"Tapi?"


"Penampilanmu yang sekarang, kau terlalu mencolok dan aneh, tidak ada manusia yang seperti itu, dengan warna hitam mengkilap layaknya slime." Jelas Zen.


"Kalau begitu, tinggal seperti ini." Tubuh Iris diselimuti asap hitam secara tiba-tiba, Zen menjadi sedikit menjaga jarak. Setelah asap itu menghilang, penampilan Iris berubah, dia seperti anak kecil pada umumnya. Dengan mata magenta, rambut hitam yang mengkilap, pada ujung rambut dan bagian dalamnya yang berwarna magenta juga. "Bagaimana? Apa aku sudah berubah? Sial, disini tidak ada sesuatu yang bisa aku gunakan sebagai cermin."


"Kau berubah, kau seperti anak kecil pada umumnya sekarang."


"Benarkah?!"


"Tentu." Balas Zen sambil memutar matanya.


Setelahnya, mereka mendengar suara sesuatu yang terjatuh, melihat sumber suara, itu adalah Ford yang pingsan setelah kembali dengan ember kayu miliknya penuh dengan ikan.


"A-apa pembicaraan kita didengar?"

__ADS_1


"Kurasa tidak, kau juga bertingkahlah seperti anak kecil dan aku akan membantunya." Ucap Zen, yang menghampiri tubuh Ford yang pingsan. "Hei! Pak tua, kau mengecewakanku, aku pikir kau ini adalah orang yang kuat dan tidak akan pingsan dengan hal yang sepele." Sesampainya di dekat tubuh Ford, Zen dengan cepat menarik kedua tangan Ford dan menyeretnya menepi, lalu memasukan kembali ikan-ikan yang ditangkap oleh Ford sebelumnya.


Tak lama Arthur kembali dengan membawa rusa kecil yang dia bawa di pundaknya, tapi dia terdiam saat melihat Ford yang pingsan dan tengah disadarkan oleh Zen. "Astaga Ford..." Ucap Arthur dengan nada rendah.


Pasca kejadian itu, mereka butuh waktu untuk membangunkan Ford dan kembali pulang.


"Aku minta maaf..." Ucap Ford.


"Jujur, aku terkejut, anda ini orang mudah syok seperti tadi." Ujar Zen.


"Ford, kejadian tadi itu sungguh memalukan." Ucap Arthur.


"Uh..."


Melanjutkan perjalanan pulang dengan membawa hasil yang didapat. Arthur, dan Zen mendapat satu ikan, sementara Iris mendapat tiga ikan sebagai permintaan maaf Ford.


"Apa tidak masalah aku mendapat sebanyak ini? Padahal aku juga tidak tersinggung."


"Tidak apa, kau bisa berikan aku satu ekor." Menatap malas pada Zen, Iris menendang kaki pria itu, menyebabkan dia kesakitan pada tepat tulang kering di kakinya.


Membawa hasil itu, dan di olah oleh Nia dan Anya. Mereka menikmati makanan itu, bahkan untuk beberapa hari kedepan.


Allenz sadar saat melihat Iris yang penampilannya juga berubah, tentu hal ini dia tanyakan pada Zen. "Itu penampilannya? Dia bisa merubahnya?"


"Yap, dan aku cukup terkejut ternyata mereka tidak menggunaka AI atau semacamnya, dan malah menggunakan jiwa yang dipindahkan ke tubuh Iris. Jadi secara tidak langsung, kini ada Old Human tambahan dipihak kita." Ungkap Zen.


"Jiwa Old Human?! Jiwa yang dimasukan pada Iris itu adalah Old Human?!"


"Yap."


Keduanya, dari jauh melihat Iris yang di sambut oleh Nayaka, dan Anya. Bahkan, Anya sampai memeluk Iris terlalu kuat. Tak lama Arthur bergabung dengan Zen dan Allenz.


"T-tolong, hek." Pinta Iris pada Zen, Arthur dan Allenz, berharap mereak menghentikan aksi pelukan kuat dari Anya, yang malah ketiganya membuang muka, seakan tidak mau membantu.


"Istri anda, sangat menyukai anak-anak ya, haha." Ucap Zen.


"Begitulah... Hahaha." Jawab Arthur dengan tertawa kering. "Aku harap, Anya tidak sampai membunuhnya dipelukan itu."

__ADS_1


"Aku berharap hal yang sama, lagi pula Iris adalah aset penting di kerajaan ini." Ucap Allenz.


__ADS_2