After World Breaker

After World Breaker
Chapter 35: The Order Ouroboros vs The Rebel Demons


__ADS_3

Segala sihir di tembakan, berbagai mantra di kerahkan, tidak ada sedikit pun dari kedua pihak untuk berhenti menyerang, keduanya memiliki ego masing-masing.


Memiliki pola pikir egois, dan merasa paling hebat, hanya kedua makhluk ini saja yang memiliki pendirian itu. Kedua belah pihak menyebabkan desa itu semakin hancur akibat pertempuran mereka.


Rumah-rumah yang hancur menjadi puing-puing, bahkan hanya rata seperti tanah. Beberapa anggota ordo melancarkan serangan sihir hitam dan dibalas oleh para iblis dengan sihir juga.


Iblis-iblis kuat berlari untuk menuju para anggota ordo, tapi anggota ordo kuat juga menerjang para iblis kuat itu, menyebabkan bentrokan hebat antara mereka. Perselisihan mereka kian pecah, dengan adanya anggota ordo menggunakan sihir terlarang untuk mengalahkan para iblis.


Borath bersama ayahnya, mereka berlindung di sebuah dinding rumah yang sudah hancur, mereka memikirkan cara untuk membunuh para iblis atau membuat para iblis mundur. Meski sudah memiliki kekuatan yang hebat, namun akan sama saja percuma jika mereka terus menggunakan sihir hasil ritual tadi.


Borath juga harus bisa bertahan di situasi seperti ini, dia masih memiliki dendam dengan seseorang pada masa lalu, yang membuat dirinya berakhir di tempat pengasingan ini. Dengan dirinya yang sekarang adalah anggota ordo, dia akan membalas dendam lamanya dan juga bersama dengan Ordo Ouroboros mengambil ahli kerajaan Hearterra, dan para anggotanya akan di berikan hadiah apapun yang mereka mau.


Dengan amarah, mengingat semua kejadian masa lalunya, dia langsung mengeluarkan sihir hijau kehitaman pada kedua tangannya, emosi yang tidak tertahan membuat dirinya menyerang iblis secara membabi buta.


Ayah Borath lantas menjadi panik melihat Borath yang menyerang tanpa rencana sama sekali, dia lantas mencoba menghentikan aksi bodoh anaknya tersebut. Meski sudah hampir berusia kepala lima, dia mampu mengejar Borath yang tengah emosi yang meluap.


Bahkan, sang istri juga ikut mencoba menghentikan aksi nekad Borath, sang ketua lantas suruh mereka mundur untuk tidak mendekati Borath yang tengah dalam emosi yang tidak stabil.


Beberapa iblis lantas menyerang Borath yang maju sendirian, Borath melihat dua iblis mendekat padanya, lantas membuat sebuah rantai hitam dengan aura kehijauan, melilit dua iblis itu, dan dia menggunakan Soul Snatcher yang dia punya untuk menarik keluar jiwa para iblis tersebut dari tubuh mereka.


Hal itu berhasil, dia mampu menggunakan jiwa tersebut menjadi sumber barunya. Iblis yang berbicara dengan ketua ordo cukup terkejut, melihat manusia mampu menarik jiwa iblis untuk dia konsumsi.


"Cih, setelah terbuang dari neraka, membuat potensi iblis milikku menjadi berkurang?!" Keluh iblis itu. "Ditambah, semakin hari para iblis mulai berubah menjadi seperti manusia, memiliki tubuh fisik dan jiwa, para iblis tidak butuh itu?!"


Seperti sebelumnya, setelah kedatangan~pembuangan~para iblis dibumi, tubuh mereka semakin lama menjadi seperti manusia, membuat potensi asli iblis mereka mulai menghilang. Tapi, hingga sekarang belum belum ada jawaban yang jelas kenapa iblis-iblis bisa sampai datang ke bumi.


Melihat Borath yang menyerang para iblis dengan brutal, dia hanya bisa mendecak kesal.


Pada sisi ordo, mereka terus menyerang dan bertahan di balik Borath yang tengah marah, dengan ini bisa mereka manfaatkan untuk memukul mundur para iblis.


Ketua ordo memerintahkan para anggota untuk terus menyerang, tanpa dia ketahui bahwa dengan terus menggunakan sihir dari ritual itu secara terus, hanya akan membuat mereka boros dalam menggunakan mana sihir.


Pertempuran itu nampak sedikit harapan bagi para ordo, dengan menggunakan Soul Snatcher, mereka menarik jiwa para iblis yang tengah sekarat atau tengah lengah. Benda khas ordo ini mampu menarik jiwa apapun pada makhluk yang memiliki jiwa. Entah dalam kondisi hidup atau mati sekalipun.


Berbeda dengan mereka yang membunuh penduduk desa disini, dikarenakan dari adanya protes para warga yang tidak menyukai adanya praktik ritual di desa mereka, dan juga sebagian besar mereka menolak untuk ikut masuk kedalam ordo.


Sampai para petinggi ordo memutuskan untuk menghabisi para penduduk tanpa tersisa.


"Tuan, bagaimana cara kita mengalahkan mereka? Kita sudah kehilangan delapan orang." Ucap seorang iblis yang memberitahu jumlah mereka yang terus berkurang.


Di saat keadaan mereka yang kacau, dan tidak berhasil. Iblis sebelumnya memikirkan rencana untuk bisa mengalahkan Borath yang kini mengamuk, hingga dia mendapat ide licik. Dia memberitahu ide itu pada iblis lain, hal itu membuat tanggapan yang beragam. Tapi, sebagian besar mereka setuju ide tersebut.

__ADS_1


Setengah iblis yang tersisa lantas mencoba menahan Borath yang mendekat pada mereka, ada yang mencoba menarik perhatian Borath dengan menyerang para anggota ordo lain. Pada setengah lagi, mereka berkumpul pada iblis yang menjadi pemimpin. Mereka memberikan semua kekuatan yang mereka miliki untuk iblis pemimpin itu.


Dengan banyaknya kekuatan jahat dari iblis lain, membuat dirinya yang kehilangan sebagian kekuatan iblis murninya, kini dia hampir menjadi seperti sedia kala. Dengan konsekuensi, para iblis yang memberi kekuatan jahat akan mati.


Setelah selesai, dia menghadapi Borath. Borath yang tengah mencoba menarik jiwa satu iblis yang terakhir, lantas tidak jadi. Akibat merasa aura yang sangat luar biasa jahat dari iblis tadi.


Berjalan menghadap pada Borath, dia lantas menunjukan wujud asli iblis dari dirinya, yang mana memiliki tubuh sangat kurus dengan kulit berwarna abu-abu yang bercampur coklat pucat, dengan postur tubuh yang membungkuk. Rambut putih panjang yang menutupi sebagian wajahnya. Dengan adanya delapan tangan, yang empat lainnya melayang di atas kedua pundak. Sayap yang nampak seperti ranting pohon, dan memiliki empat kaki manusia. Inilah iblis yang sesungguhnya, wujud dari kejahatan dan dosa dari segala makhluk.


"Hahahaha!!! Akhirnya aku menjadi sempurna kembali! Dengan ini aku bisa mengalahkan kalian para manusia rendahan!!" Ucapnya. Dia melanjutkan. "Aku Crazka, sang penggila amarah. Iblis pembawa konflik, mudah marah dan memimpin 3 legiun!"


Crazka dengan cepat menyerang Borath, dirinya berteriak membuka rahang bawah dengan cukup lebar. Dia kini yang menjadi iblis murni, dapat dengan mudah menyerang Borath yang masih dalam emosi yang tidak terkendali.


Dia dengan cepat menahan kedua tangan Borath dan lantas menghantam Borath ke tanah, pria berusia dua puluh empat tahun itu nampak tidak bisa berbuat apapun saat Crazka berulang kali menghantam dirinya ketanah.


Beberapa orang dari ordo lantas menyerang Crazka secara bersamaan. Sihir-sihir ditembakan pada Crazka, dia dengan cepat melempar Borath pada seorang anggota ordo, lalu menyerang beberapa anggota ordo dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


Borath lantas berdiri dengan susah payah, dia melihat Crazka tengah melawan para anggota ordo seorang diri. Namun, setelah dirinya menggunakan wujud aslinya, dia menjadi sulit untuk di kalahkan.


Kekuatan Crazka menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya, dengan begini membuat Crazka mampu membunuh para anggota ordo yang mencoba melawannya.


Borath dengan kesal, dirinya mengumpulkan banyak mana pada kedua tangannya, membuat kedua tangannya di selimuti oleh sihir hitam dan hijau. Dengan amarah dia menjerat Crazka dengan membuat sihir menjadi rantai seperti sebelumnya.


Dengan mudah Crazka membebaskan diri, dia bahkan mencoba memprovokasi emosi dari Borath. "Bagaimana? Merasa cukup kuat sekarang? Kau bahkan sekarang tidak mampu melukai diriku, pada dasarnya kau yang harusnya sadar, manusia itu tidak akan pernah kuat sampai kapan pun."


Crazka menyeringai. "Maju sini, wahai manusia."


Tanpa berpikir panjang, Borath maju dan dengan segala sihir yang dia miliki untuk membunuh Crazka. Saking kuatnya sihir yang dikeluarkan, membuat dampak angin yang cukup kencang saat Borath mendatangi Crazka. membuat para anggota ordo yang lain hanya bisa membuat kuda-kuda yang kuat untuk tidak terbawa angin yang dihasilkan oleh Borath.


Crazka juga ikua maju dan mendatangi Borath, dia dengan senyuman lebar nampak di wajahnya. Serangan mereka bertemu, membuat ledakan yang cukup besar, membuat para anggota ordo yang lain terkena hempasan dari gelombang ledakan hasil dari Borath dan Crazka.


Tidak sedikit ada yang terluka setelah kejadian itu, bahkan ketua dan kedua orang tua Borath sendiri. Dari debu dan jarak pandang yang minim, orang-orang menjadi penasaran dari hasil serangan dari mereka.


Pada sisi lain juga, ada yang tengah menolong satu sama lain yang terluka. Beberapa anggota ordo bersiap dengan sihir dan pedang mereka, jika kemungkinan Borath kalah.


"Apa menurutmu Borath akan kalah?" Ucap salah dari mereka.


Yang lain membalas. "Tidak peduli Borath kalah atau tidak, selagi belum ada tanda-tanda siapa yang datang, dia harus bersiap."


Hasil dari pertarungan itu adalah sebuah rantai hitam yang menarik mereka masuk ke dalam kabut itu. Orang-orang lantas panik, dari balik kabut Borath keluar dengan mencekik salah satu orang yang baru dia tarik.


Ketua pun yang melihat itu lantas marah, dan memperingatkan Borath untuk melepaskan orang itu. "Borath! Apa yang kau lakukan! Lepaskan dia?!"

__ADS_1


Borath menjawab dengan tersenyum. "Melepaskannya? Atau..." Borath lantas mencekik orang itu hingga dia kehabisan nafas dan mati lemas.


"Dasar tidak waras!?"


Mendengar ucapan ketua, Borath tiba di depan ketua secara tiba-tiba, membuat ketua menjadi terkejut dengan bagaimana Borath berpindah tempat.


"Kau ini berisik kakek tua." Borath lantas mencengkram kuat wajah ketua itu, hingga dia mencengkram terlalu kuat sampai kepala dari ketua tersebut pecah, dan segala isi dari kepala itu keluar dengan mengerikan.


Salah satu orang disana lantas memerintahkan yang lain untuk menyerang Borath, dikarenakan bagi mereka Borath sudah gila. namun, ibu dari Borath tidak akan tinggal diam, anak satu-satunya yang dia miliki tidak boleh mati disini.


Ibu Borath pun yang sudah berusia hampir kepala lima itu, dia lantas berdiri di depan Borath, mencoba menghentikan aksi para anggota ordo lain yang hendak menyerang anaknya. "Jika kalian ingin menyerang anakku, maka biarkan saja aku yang kalian serang!"


"Wah ide yang bagus. Ibu..."


"Huh...  Akh?!" Sang ibu terdiam, dia dengan perlahan mnelihat kebawah, dan mendapat sebuah pedang telah menembusnya dari belakang. Muntah darah, dirinya serasa mendapatkan rasa sakit yang amat sangat pada punggungnya. "Apa yang..."


Mencabut pedang itu dari tubuh sang ibu, dia menatap orang-orang yang tersisa. Ayah dari Borath lantas meneriaki nama sang istri, dan dengan amarah yang memuncak dia menyerang anaknya sendiri, begitu juga dengan para ordo yang lain ikut menyerang dengan sihir.


Dengan senyum simpul, Borath menghindari semua serangan sihir tersebut, lalu maju dan membunuh mereka satu per satu tanpa tersisa. Membunuh mereka secara brutal dan tanpa ampun, dengan tertawa mengerikan sambil di hujani darah dan mayat dari para anggota ordo.


Hingga tersisa ayah Borath sendiri, dia dengan terengah-engah, menatap anaknya dan dari wajahnya seakan bertanya kenapa Borath membunuh mereka semua. Dengan menggenggam pedang pada tangannya, sang ayah mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya, dan sadar bahwa didepannya ini sudah bukan lagi Borath yang dia kenal.


"Siapa kau?!"


Borath terdiam, lalu tersenyum lebar. "Aku rasa, kau sudah tau siapa aku."


Ayah Borath lantas menebak jika yang didepannya ini adalah iblis yang bertarung dengan anaknya, dia lantas menyerang iblis itu yang tengah menggunakan tubuh anaknya. "Kembalikan anakku!!!"


Crazka yang kini menggunakan tubuh Borath, dia dengan mudah mengangkat ayah Borath di udara. Memainkannya seperti layangan yang mudah untuk di terbangkan. Hingga dia mencoba mengepal tangannya secara perlahan, membuat seluruh tubuh ayah Borath seperti di pelintir, membuatnya berteriak kesakitan. Sampai tangan Crazka mengepal sepenuhnya, tubuh ayah Borath kini menjadi berbentuk bola. Crazka yang merasa sudah selesai, dia lantas melempar tubuh itu ke langit dan terjatuh dengan keras hingga menjadi bubur.


"Akhirnya, setelah menggunakan tubuhku yang sesungguhnya, kini aku bisa merasuki tubuh manusia kembali, dengan begini kekuatanku tidak akan berkurang lagi. Yah, meski aku masih belum terbiasa." Ungkap Crazka saat dirinya mencoba beradaptasi dengan tubuh Borath. "Jadi, manusia mari kiat lihat memori milikmu."


Crazka mencoba memutar semua ingatan Borath, dia melihat bagaimana saat pertama kali Borath lahir, dan bertumbuh, hingga dirinya yang ditolak oleh Putri Rose saat di akademi, hingga dia dan keluarganya yang memaksa untuk bertunangan dengan Teresa, dan terakhir saat dia masuk kedalam Ordo Ouroboros.


"Hmm... Jadi disana kalian berkumpul ya..." Ucap Crazka tersenyum. Pada saat itu juga, Crazka menghilang, dirinya kini pergi menuju tempat persembunyian Ordo Ouroboros berada.


Dengan sihirnya yang sekarang, membuat teleportasi untuknya sangatlah mudah. Dia pergi menuju bagian tenggara wilayah Hearterra, dimana lokasi persembunyian itu berada. Kini didepannya berdiri sebuah goa yang menyatu dengan sebuah bangunan modern yang sudah sangat tua.


Crazka kemudian masuk ke dalam, dan berjalan pelan, tempat ini dilindungi oleh sihir yang cukup kuat, bahkan jika dia tidak melihat memori Borath, mungkin dia tidak akan tau tempat ini.


Hingga sampai disana, dia bertemu dengan beberapa penjaga disana. Melihat hanya Borath yang seorang diri yang kembali, membuat kedua penjaga itu untuk meminta Borath untuk bertemu dengan para petinggidimana mereka adalah petinggi dari ordo tersebut.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah dua pintu, kedua penjaga disana membukakan pintu untuk Borath dan mempersilahkan Borath untuk bertemu dengan para petinggi.


Di hadapan Borath, sudah berdiri para petinggi yang terdiri dari tiga orang. Dari melihat mereka, Crazka mendapat ide lain untuk dia lakukan.


__ADS_2