
Di hadapan Crazka yang merasuki tubuh Borath, dia menghadap pada para petinggi dari ordo. Ada tiga orang yang menjadi pemimpin, yang pertama seorang pria muda dengan warna rambut hitam; orang kedua, adalah seorang wanita dengan tubuh gemuk sambil menatap pada Crazka yang bersembunyi di tubuh Borath; dan yang terakhir adalah seorang kakek tua yang adalah seorang pemimpin utama.
Sang pria muda bertanya pada Crazka. "Borath, apa yang terjadi? Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu bersama yang lain?"
Lalu, sang wanita melanjutkan. "Lalu, dimana yang lain? Kenapa hanya kau yang kembali?"
Mereka bertanya soal kenapa Borath yang kembali seorang diri, dan apa terjadi sesuatu yang lain? Mereka memberi pertanyaan, yang bahkan belum jawab sama sekali oleh Borath. Sampai seorang pria membawa seorang gadis, mereka mengeluhkan bahwa sang gadis tidak bekerja dengan baik.
"Ketua! Gadis ini mengacau lagi?! Dia bahkasn sudah sering bekerja tidak benar, dasar tidak berguna?!" Ucap pria yang membawa gadis itu sambil menendangnya.
Sang pemimpin utama lantas berbicara. "Ini sudah ke sekian kalinya kau mengeluh soal gadis lagi?! Apa kau tidak tau malu?! Bawa dia dan jangan meminta lagi soal gadis yang hanya kau gunakan sebagai mainan?!"
Sang pria hanya bisa bisa berdecak kesal. Crazka mentapa gadis yang dia bawa pria itu, terlihat luka yang cukup para sebelah wajah gadis itu, seperti luka bakar hingga setengah tubuhnya. Dia mendekati sang gadis, entah setelah dia kehilangan sisi iblis murni miliknya, dia menjadi memiliki perasaan kasihan pada suatu hal, yang padahal emoi seperti ini tidak di miliki oleh iblis.
Dia merasa, meski sudah mendapat kekuatan dan tubuh aslinya, sisa dirinya yang lama masihlah ada, itulah sebabnya kini dia merasa memiliki sisi kemanusaian. "Cih, dari dulu aku benci emosi ini." Ungkap Crazka. Crazka kemudian berbisik pada sang gadis untuk keluar dari tempat ini, yang di turuti olehnya.
"kau, keluar dari sini."
Sang gadis terkejut melihat Crazka yang memintanya untuk keluar, dia menjawab dengan ketakukan. "T-tapi, jika saya keluar dari sini, saya akan di hukum kembali oleh tuan saya."
Crazka menatap gadis itu lalu berbicara. "Aku memerintahkanmu untuk keluar dari sini."
Mata gadis itu seperti kosong dan melaksanakan apa yang diminta oleh Crazka "I-iya... Baik."
Ketiga pemimpin dan sang pria melihat sang gadis keluar dari ruangan itu, membuat sang pria marah, hendak mengejar sang gadis. Namun, Crazka menghentikan aksi itu, membuat sang pria marah.
"Apa yang kau lakukan sialan, minggir dari jalanku?!" Ungkapnya dengan nada tinggi.
Crazka kemudian menatap ke tiga pemimpin sambil tersenyum simpul. "Ijinkan aku mengambil nyawa kalian." Dengan cepat, Crazka membuat rantai dan menarik pemimpin wanita, dan menarik jiwanya dengan alat penarik jiwa. Ketiga orang yang lain lantas terkejut melihat apa yang dia perbuat.
"Borath, apa yang kau lakukan?!"
"Aku yang aku lakukan? Hanya untuk bersenang-senang." Lantas dia menyerang pria yang membawa gadis sebelumnya, dengan mencekik orang itu sampai dia sulit untuk bernafas.
Sang pemimpin utama lantas merapal mantra pada Crazka, dia menggunakan sebuah mantra yang tertanam pada tubuh anggota ordo. Sebuah lingkaran sihir muncul pada dada tubuh Borath, membuatnya panas dan terbakar. Tentu, Crazka akan terkena dampaknya juga, dia lantas memutuskan untuk keluar dari tubuh Borath. Ketiga orang itu terkejut ketakukan saat tubuh Borath keluar sosok iblis mengerikan, lalu tubuh Borath ambruk seperti wadah yang kosong.
"I-iblis?!"
"Borath selama ini telah dirasuki iblis?!"
Crazka yang telah keluar dari tubuh Borath, kini dia lebih bebas dalam bergerak tanpa ada kendala lagi. "Jadi... pemimpin, kita akan dimulai dari mana?"
Di luar ruangan, gadis itu sadar, dia terkejut kini dirinya berada di luar ruangan tersebut. Dia kembali mendekati pintu ruangan itu, namun disisi lain dia takut untuk kembali dengan tuannya. Saat tangannya memegang gagang pintu, pintu itu lantas terbuka dan Crazka yang telah kembali menggunakan tubuh Borath kembali.
Crazka terkejut saat gadis itu masih ada di depan ruangan para pemimpin, dia lantas bertanya pada gdis itu. "Kenapa kau masih disini?"
Gadis itu menjawab dengan nada gemetar. "S-saya harus bertemu dengan tuan saya..."
Crazka menjawab. "Kau tidak perlu bertemu dengan dia kembali, kau ikuti saja aku."
__ADS_1
Sang gadis hanya mengangguk, dan mengikuti perintah Crazka. Mereka masuk lebih dalam pada tempat itu, meninggalkan empat mayat di ruangan pemimpin. Crazka lantas bertanya nama gadis itu, dan gadis itu menjawab namanya sebagai "Klara", dan berusia sekitar 19 tahun.
"Senang bertemu denganmu, Klara." Ucap Crazka.
"I-iya, lalu tuan sendiri?"
Crazka dengan sedikit menyombongkan diri dia mengenalkan namanya. "Namaku Crazka."
Berjalan bersama, Crazka juga melihat bekas luka pada setengah wajah Klara, gadis berambut putih itu seperti seorang yang mengalami banyak siksaan sebelumnya, Crazka lantas meminta Klara diam sebentar.
"Apa yang yang anda lakukan?" Ucap gadis itu yang nampak takut, dan hanya bisa memejamkan matanya.
Crazka menyentuh wajah gadis itu, lalu membuat sebagian luka pada wajahnya sembuh. "Kau bisa membuka matamu sekarang."
"Huh? Eh? Sudah?" Klara membuka matanya, dia mengira Crazka akan menyentuh tubuhnya.
Crazka menjawab. "Kau pikir aku akan malakukan hal aneh padamu?"
Sampai mereka masuk ke gedung utama, Crazka melebarkan matanya saat tau bahwa tempat mereka ini tampat yang cukup besar dengan beberapa lantai, banyak juga anggota ordo yang melakukan aktivitas mereka.
Bahkan Crazka melihat beberapa anggota memiliki semacam budak untuk mereka kerjakan. Crazka lantas berpikir untuk menggunakan para budak ini sebagai pion dirinya untuk menguasai organisasi yang cukup besar ini.
Di saat Crazka melihat-melihat tempat itu, ebebrapa orang melaporkan kematian dari ketiga pemimpin bersama seorang satu anggota yang mati didalam ruangan para petinggi. Hal ini membuat semua orang terkejut, Ditambah, kini tidak ada yang menjadi pemimpin selanjutnya.
Tentu ini akan diselidiki oleh beberapa anggota, disisi lain akan ada yang ingin mengambil kursi kepemimpinan, kekacauan tersebut membuat Crazka habis ide, dia berencana untuk menggunakan keadaan ini untuk menjadikannya juga pemimpin juga.
Sementara Crazka masuk salah satu dari fraksi itu. Dia bersama dengan Klara, Crazka masih memikirkan dirinya untuk mendapat kursi pemimpin tanpa adanya konflik seperti sekarang, menurutnya jika ada konflik internal seperti ini akan hanya mempersulit dirinya untuk menjadi pemimpin.
Pada ruangan yang mengumpulkan mereka, pada kelima fraksi mereka saling menyalahkan satu sama lain, dan membuat mereka saling melempar argumen pada yang lain.
Hingga Crazka menggunakan sihir pada mereka untuk berkonflik lebih jauh, membuat mereka saling adu mulut satu sama lain, hingga Crazka keluar dari sana, diikuti oleh Klara yang kini sering mengekor dirinya.
Saat keluar dia pergi ketempat gudang berada. Disana dia mencari sesuatu untuk menjadi sebuah wadah, dan mendapati beberapa kotak dan botol kaca. Saat tengah mengambil barang-barang, Klara bertanya soal apa yang dilakukan oleh Crazka.
"Apa yang ingin anda lakukan dengan botol-botol itu?" Tanya Klara.
"Hanya sesuatu hal, setelah ini juga aku akan pergi ke tempat penyimpanan senjata." Jawabnya, Crazka berbalik dan meminta Klara untuk mengerjakan sesuatu. "Klara, apa kau bisa mengeluarkan para budak?"
"Huh? Untuk apa?"
"Lakukan saja, setelah kau membebaskan mereka, suruh mereka bertemu denganku."
Klara tidak bertanya lagi, dia mengikuti perintah Crazka. Sementara, Crazka akan menjalankan rencananya untuk menyingkirkan para pemimpin fraksi lain.
Pada lantai teratas, Klara mengendap-endap untuk mencuri kunci ruangan tempat para budak di kurung. Dengan berhati-hati dia harus menghindari beberapa orang yang menjaga ruangan itu beserta kunci dari ruangan tersebut.
Dari banyaknya budak, hanya beberapa yang dibolehkan keluar. Disini ordo menggunakan para budak untuk dijadikan tumbal atau pekerja bagi mereka, yang mana sebagian mereka adalah beberapa penduduk yang menolak ikut menjadi anggota ordo. Ruangan itu juga memiliki dua ruangan yang memisahkan antar laki-laki dan wanita.
Klara berdiam sebentar untuk mencari cara untuk mengalihkan perhatian sang penjaga. Namun, tidak ada barang yang bisa dia jadikan untuk menarik perhatian sang penjaga. Hingga pundaknya di tepuk oleh seseorang. "Kyaa~ hmp!"
__ADS_1
"Sstt! Kau bisa membuatnya menyadari keberadaan dirimu." Ungkap Crazka yang menutup mulut Klara. "Kau diam disini saja, paham?"
Klara hanya mengangguk mengerti.
Crazka mendatangi sang penjaga ruangan itu, sang penjaga bertanya pada Crazka tujuan dirinya datang ke sini. Crazka menjawab. "Aku membutuhkan dua gadis untuk pertemuan, mereka memintanya untuk menetukan siapa pemimpin baru."
Sang penjaga mengangguk, lalu mengatakan. "Baik, sebentar." Dia berbalik, mengambil kunci yang dia gantung pada ikat pinggang miliknya. Saat dia membuka pintu ruangan, para gadis dan wanita disananampak takut.
Disaat sang penjaga mencoba menarik tangan satu gadis, Crazka langsung membuat pedang dari sihir dan menikam penjaga itu dari belakang, membuat terkejutan disana. Menarik pedangnya dari tubuh sang penjaga, tubuh itu ambruk dan berlinang darah.
Crazka lantas meminta Klara keluar, gadis itu langsung membuka ruangan lain, dan membiarkan mereka bebas.
Crazka juga meminta mereka pergi ke gudang senjata untuk mereka gunakan. Sementara dirinya akan pergi ke ruangan lain. Sebelum dia berpisah dengan Klara, dia meminta Klara membawa botol yang dia berikan, sebuah botol kaca berwarna coklat, gunakan ini saat mereka sampai di ruangan pertemuan setelah mengambil senjata, dan juga bunuh orang yang keluar dari ruangan itu.
Klara menuruti perintah itu, dia bersama para budak lain pergi ke gudang senjata, mengambil senjata yang kiranya mereka gunakan. Para pria akan berada di depan dengan senjata pedang, pisau ataupun gada.
Di sisi lain, Crazka kembali ke ruangan pertemuan yang masih dalam konflik antar fraksi. Dia menuju belakang kerumunan lain, sambil memperhatikan yang lain masih beradu argumen. Dirasa cukup yakin, tidak ada yang melihat dirinya, Crazka melempar botol dan wadah yang dia ambil tadi.
Setelah wadah itu dan botol pecah, muncul asap yang sangat banyak membuat orang-orang disana berhamburan, dan Crazka pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan kekacauan yang dia sebabkan. Beberapa menit kemudian Klara bersama yang lain datang dan lantas menyerang orang yang keluar dari ruangan itu.
Hingga pintu itu terbuka lebar, menyebabkan beberapa orang sadar bahwa para budak telah bebas, menjadikan konflik baru dengan adanya para budak yang menyerang pertemuan itu. Klara juga tidak lupa perintah Crazka, dia melempar botol tadi yang diberikan oleh Crazka, membuat asap merah pekat, dari asap itu muncul Crazka dengan tubuh aslinya dan menyerang para anggota ordo yang masih berdiri dan melumpuhkan mereka.
Asap yang di sebabkan oleh Crazka membuat beberapa orang pingsan dan sulit untuk menahan kesadaran mereka, hingga mereka tumbang dan pingsan. Disaat bersamaan, asap merah tadi mulai menghilang bersama Crazka yang menggunakan tubuh aslinya dari sana.
Para budak lantas berhasil membunuh sekitar belasan anggota ordo yang keluar dari ruangan itu, sambil menutup hidung mereka dari asap tidur yang keluar dari ruang pertemuan.
Hingga asap disana benar-benar hilang, para budak masuk ke dalam ruangan pertemuan, disana seluruh anggota ordo tergeletak pingsan, tubuh mereka sampai di tangga dan lantai.
Mereka melihat semua anggota yang tengah pingsan, di saat itu Crazka datang. Klara mendekati crazka yang baru sampai. "Mereka sudah pingsan, dan ada beberapa diluar yang mencoba kabur sudah kami habisi. "
"Ya, aku sudah melihatnya tadi." Ucap Crazka.
Klara kemudian bertanya pada Crazka, apa yang selanjutnya mereka lakukan. Apakah mereka harus pergi dari sini? Atau membunuh semua anggota ordo lebih dahulu?
Crazka tersenyum, dia tidak akan membiarkan para budak ini kabur begitu saja. Karena baginya, mereka bisa dia gunakan untuk menjadi pion baru di ordo ini, dia berkata. "Kalian hanya cukup melihat ini dulu."
Sebuah sihir ungu merah muncul pada tangan Crazka, hingga sihir itu melayang di udara, semua budak melihat sihir itu. Sihir itu semakin lama semakin terang, sampai cahaya yang menyilaukan mata mereka. Setelah melihat cahaya itu, tubuh mereka ambruk dan pingsan secara bersamaan, termasuk Klara.
Crazka tersenyum lebar, dia dengan ini dapat mengendalikan mereka, baginya manusia sama saja, mudah untuk di tipu. Merentangkan kedua tanganya, Crazka membuat sihir dibawah lantai ruangan itu. "Dengan begini, aku bisa mendapat boneka baru, dan untuk tujuan kalian yang ingin menguasai kerajaan Hearterra tidak buruk juga. Sebagai pemimpin baru kalian, aku yakin, aku bisa menguasai kerajaan para manusia, dan kalian adalah bidakku! Hahahaha!!" Ucap Crazka yang merasa ini adalah kemenangan mudah baginya.
Dia juga menatap Klara yang tergeletak pingsan, melihat Klara, Crazka berkata. "Gadis yang malang, kau harus aku gunakan untuk menjadikan diriku pemimpin disini. Tapi, tenang saja, aku tidak akan sepenuhnya mempengaruhi otakmu itu, karena kau adalah pion paling berharga disini."
Setelah kejadian itu, semua orang yang berada di ruangan tersebut dikendalikan oleh Crazka dengan sihir miliknya. Namun, dia tidak menduga jika ada beberapa anggota ordo yang masih diluar markas, maka pilihan baginya untuk mereka antara mati, atau tetap bergabung dibawah pimpinannya.
Dengan begitu, Ordo Ouroboros telah berganti pemimpin, sesosok iblis yang bersembunyi didalam tubuh manusia. Dengan angkuh dia duduk di kursi petinggi utama, dan disebelahnya Klara yang terpangku pada Crazka, memeluknya dengan erat. Didepannya, para anggota ordo dan para budak yang telah dia jadikan pasukan untuk dirinya.
Tinggal membuat rencana untuk menguasai kerajaan Hearterra.
"Aku tidak perlu kembali ke kerajaan iblis atau melawan para manusia lagi, hanya tinggal pengaruhi beberapa manusia, maka kekuatan baru akan bertambah, Hearterra bersiaplah. Hahahaha!!" Suara tawa Crazka yang menggema pada ruangan itu.
__ADS_1