
Jam 4 subuh... Alicia bangun dari tidurnya, dengan berlahan2 ia duduk di meja rias, Alicia menuliskan surat pendek untuk wina dan Indra , setelah selesai Ia meletakkan surat tersebut di meja ruang tamu.
Alicia keluar berlahan dari apartment Indra , ia menuju ke lantai dasar dan menunggu di lobby apartemen. Tak lama Haris datang menghampiri alicia
" Ayo om... kita berangkat dulu... nanti aja bicaranya " ajak alicia begitu melihat Haris
Alicia memperhatikan mobil yang dibelikan Haris, sebuah mobil harrier terbaru berwarna hitam metalik....
" hemmm..... good car om... " ucapnya sambil mengambil kunci mobil dari tangan haris
Alicia menyetir mobilnya barunya ke arah rumahnya, tak lama mereka sampai
" mengapa kau kesini Alicia? " tanya haris
" jualkan rumah dan mobil lamaku om " ucapnya sambil masuk ke kamar mamanya.
" bagaimana jika papahmu kembali mencarimu alicia ? " tanya Haris
" aku tak perduli om...sudah sekian bulan tak ada kabar berita, curiga papah yang menginginkan kematian mama " ucapnya sedih
" tak mungkin Alicia, om tau betul papahmu sangat mencintainya mamamu , lagi pula pelakunya wanita " bela haris
" Tidak menutup Kemungkinan pelakunya adalah Istri sah papah, Karena semasa mama hidup... mama paling tak Ingin kami sampai bertemu dengannya " ujarnya lagi
Haris terdiam... mengapa aku tak pernah berfikir sampai kesitu, besok aku akan menyampaikan pemikiran Alicia ini pada pihak polisi ujarnya dalam hati
Di bukanya brangkas lalu diambilnya semua uang dan perhiasan yang ada di brangkas tersebut, di berinya surat rumah dan mobil pada Haris, dan 2 buah kunci mobil..
" tolong nanti kembalikan si lambo ke hotel william om, motorku, semua bajuku dan mama sumbangkan aja ke panti " ucapnya
Alicia mengambil beberapa foto keluarga di ruang tamu setelah mengunci kembali rumahnya, ia bergegas mengarahkan mobilnya ke makam .
" Alicia... mengapa kau seperti terburu2? ada apa? " tanya haris
" ngak papa om... Alicia hanya kangen sama mama, bagaimana kabar tante nina apakah sudah hamil? "
" belum... Masih usaha terus , terimakasih ya hadiahmu... very good he he" jawab haris cengegesan
1 jam Alicia di makam mama dan brianna, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi
" Bri... aku pinjam dulu namamu , Jaga mama ya, aku nanti lama tak akan kesini.... I Love you both " ucapnya sambil berdiri bersiap meninggalkan makam.
" om sembari menunggu bank buka, kita sarapan dulu ya " ucapnya
Haris membawa Alicia ke tempat sarapan yg tak jauh dari bank. Jam 08 teng keduanya telah duduk manis di bank yg di tuju
" om nanti kita ambil cash semua uang di rekeningku , setelah itu kita ke bank xx buka rekening baru atas nama Briana " usul alicia
" Kenapa ngak di tranfer antar rekening aja?
" ngak om... nanti terlacak "
" terlacak... memangnya siapa yg melacakmu, katakan Alicia ada masalah apa !!? "
" aku putus dengan will om, karena orang tuanya tak menerima statusku. William pasti mengejarku om... jadi tolong om kunci rapat2 informasi mengenai aku terhadap siapapun " ucap alicia
__ADS_1
" termasuk ayahmu? "
" ya!!! " jawabnya mantap
Hari sudah beranjak siang, setelah selesai dengan urusannya Alicia mengantarkan Haris ke kantornya dan Ia pun meluncur ke Kota sebelah... memulai kehidupan dengan Identitas yang baru
Sementara itu di apartemen Indra
Wina mencari2 alicia namun Alicia tak ada dimanapun, ia pun memberanikan diri mengetuk kamar Indra, Indra keluar mendengar wina memanggilnya
" ada apa win? "
" Alicia tidak ada dimana mana tuan "
" what... tidak mungkin, kemana dia ? "
Indra dan wina kembali mencari alicia sampai diruang tamu
" apa ini? " ucap indra melihat sebuah surat di atas meja, mereka pun duduk dan membacanya bersama2
🍇🍇🍇🍇🍇
Buat kak Indra dan Wina
Terimakasih atas kebaikan kalian berdua selama ini, kudoakan kalian segera menikah dan secepatnya mendapat momongan.
Jangan khawatirkan aku, aku baik baik saja. aku akan menata kembali hidupku. Ingat tak perlu mencariku , aku akan kembali sekolah meneruskan cita citaku.
Sekali lagi terimakasih atas kebaikan kalian berdua, hanya Tuhan yang bisa membalasnya
Salam sayang selalu dari adikmu
Alicia
🍇🍇🍇🍇🍇
Wina dan Indra terduduk lemas setelah membaca surat dari alicia, mereka sangat kaget karena tak ada gelagat mencurigakan sama sekali kalo Alicia akan pergi.
Wina menangis sesegukan, Indra lalu memeluknya untuk menenangkannya
" sudah berhentilah menangis, percayalah pada Alicia... dia akan baik2 saja " hiburnya
" aku takut tuan, nanti jika dia sakit seperti kemaren... bagaimana, siapa yang akan merawatnya hik... hik... hik " wina tambah menangis
Indra tak bisa berkata apa2 lagi, semua kemungkinan bisa terjadi... oh alicia mengapa kau begitu terburu2 mengambil keputusan kesah Indra
Waktu menunjukkan pukul 11 siang, wina dan Indra sedang di dapur memasak bersama. iya bersama.... wina sibuk memasak.. Indra sibuk menganggunya, tangannya memeluk pinggang wina dari belakang dan dagunya di bahu wina
__ADS_1
" tuan jangan begini, gimana mau masak kalo diganggu terus " protes wina
" sudah dibilang jangan panggilan tuan, kamu masih aja ngeyel... "
" Trus harus panggil siapa? kakak? "
" Eh no no... hanya Alicia yang boleh memanggilku kakak "
" pak... atau uncle.. ha ha " tawa wina
" omg..... yang mesra dong, masa gitu ? gimana kalau sayang atau honey atau beb " Indra semakin mengeratkan pelukannya, bibirnya sudah mulai menyosor leher wina. Wina mengerak2an bahunya karena merasa geli
ting tong... ting tong...
Mendengar bunyi bel, Indra melepaskan pelukannya... siapa ya apakah Alicia kembali ? tanyannya dalam hati
Tanpa curiga Indra langsung membuka pintunya, begitu pintu terbuka
buk... buk... buk pukulan dan bogem bertubi2 mengenai Indra, Indra terjatuh tanpa sempat melawan
" katakan dimana alicia... ******* " teriak william sambil menarik kerah baju indra
" aku tidak tau " jawab Indra sambil menghapus darah yang keluar dari bibirnya
" berani sekali kau membawa aliciaku, katakan dimana dia " ucapnya lagi, bogem mentah kembali bersarang ke wajah indra
Indra mendorong William dan berdiri
" untuk apa kau mencarinya hah, untuk dihianati lagi... untuk dipermalukan lagi..untuk membuatnya menangis lagi...begitu " Indra membentak William balik
" aku mencintainya, dan kaupun tau itu ndra... tapi berani sekali kau menikungku " jawab william tak kalah marah
" mencintainya kau bilang, jika kau memang mencintainya...kau tak akan membuat hatinya sangat hancur ... apa kau tau alicia sampai kubawa berobat ke psikolog karena perlakuanmu dan kedua orang tuamu " cecar indra
William kaget bukan main...
" katakan itu tidak benar ndra... katakan aliciaku baik2 saja " William kembali menarik kerah baju indra, Indra mendorong William dan memukul perut William dengan keras
" ini karena kau sudah menyakiti alicia " ucap indra
William tak tinggal diam, akhirnya mereka berdua terlibat baku hantam. Jhon dan Leo berusaha memisahkan keduanya, jhon memegangi William Sedangkan Leo memegangi Indra, keduanya sama2 berdarah
Wina yang mendengar keributan di ruang tamu, akhirnya keluar dari dapur Karena penasaran
" ada apa sayang, kok ribut ri....." pertanyaan wina terhenti begitu melihat William dan indra yang sedang berkelahi, wina hanya bisa melihat... tubuhnya gemetaran karena takut
" aku tak akan membiarkan kau merebut Alicia dariku ndra, tidak akan...sekarang katakan dimana dia??? " kembali William bertanya dengan marah
" aku tidak tau "
" bohong !!.. katakan jika tidak aku tidak akan segan2 menghajarmu " teriak william sambil kembali mendekati Indra
" Indra benar Tuan William... kami sungguh tidak tau dimana Nona Alicia berada sekarang, anda datang terlambat..." akhirnya wina berani membuka suara, semua serentak menoleh ke arah wina
hik.. hik... keriting tangan thor... 😭😭
__ADS_1
ini 2 eps digabung jadi satu ya.... biar puas bacanya, special buat pembaca setia
jangan lupa like komen n vote nya ya....