
Di salah satu ruangan di cafe xc....
Dret dret dret... hp william berbunyi, menyebabkan william menghentikan pekerjaannya. Di lihatnya di layar hp, kepala sekolah menelfon
Hemm ada apa kepala sekolah menelfon? tanya william dalam hati, karena penasaran william pun menjawabnya
" Hallo! ada apa " ucap william tanpa basa basi
" Hallo mr. William maaf menggangu waktu anda " kepala sekolah berbasa basi
" Katakan apa yg ada ingin katakan mr. aku tak suka basa basi " jawab william dingin
" Apakah tuan tertarik kabar mengenai angel mr. william?? ada kejadian menarik setelah anda pulang tadi mr... " ujar kepala sekolah sambil tersenyum. Seandainya william bisa melihat senyum licik tersebut.
william terdiam sejenak, kemudian tersenyum lebar
" Baiklah mr. katakan apa yg kau inginkan ? " william paham betul kelakuan para penjilat
" Ha ha ha anda memang sangat peka mr. William begini saya bersedia menjadi mata2 anda selama angel bersekolah disini, tapi saya harap anda tetap mempertahankan jabatan saya" jawab kepala sekolah dengan terus terang
William berfikir sejenak, tawaran yang menguntungkan sebenarnya
__ADS_1
" Baiklah mr. katakan informasi apa yang ingin anda sampaikan mengenai angel" kata william tak sabar
" Saya akan mengirimkan rekaman cctv nya mr. lebih baik anda melihatnya sendiri, ok selamat sore mr. william, terimakasih atas waktu anda " jawab Kepala Sekolah sambil tersenyum sumringah karena jabatannya akan aman setidaknya selama 2 tahun nanti
" Kirim ke email ku saja " ucap william lalu menutup hp nya
" Indra... kepala sekolah akan mengirimkan video ke emailku, kl sudah masuk langsung perlihatkan padaku"
" Baik tuan " Indra pun bergegas memeriksanya
Beberapa saat kemudia, Indra membawa laptopnya dan meletakkannya di meja william
" Ini tuan video dari Kepala Sekolah" ucapnya seraya berdiri di samping william
willian tertawa sambil berdecak kagum melihat tingkah angel, gadisbyg menarik katanya dalam hati
" Putar ulang ndra, haha sepertinya aku tak akan bosan menontonnya" ucap william geli
Setelah 3 kali menonton baru william tersadar
" Ndra dia mengatai aku buaya buntung...sambil mengusap pipinya memangnya aku rabies apa? " william mengerutu
__ADS_1
" Ha ha ha ngak bos, tapi sepertinya tuan adalah orang pertama yang menciumnya... makanya dia mengatakan pipinya ternoda ha ha ha" Indra menjawab sambil tertawa geli
"Tentu saja gadis itu marah tuan, anda bukan siapa2 nya . Baru bertemu sekali lalu anda mencuri pelukan dan ciuman darinya di depan semua orang" jelas indra lagi
" oh begitu ya" kata willian sambil nyengir
" Sepertinya tadi aku melihat gadis ini di cafe bawah, bos" lapor indra sambil memperlihatkan cctv cafe
Cafe xc juga milik keluarga william, dikota ini sudah ada 10 cafe yg dibangun, beberapa hotel, sekolah dan rumah sakit. Ya sekaya itulah keluarga william
" Mana..... oh itu dia, di pojok bersama kedua temannya" kata wiliam senang melihat alicia berada di cafenya, kalau rezeki tak kemana ucapnya dalam hati. William tak menyangka akan bisa melihat angel lagi, apa lagi bisa bertemu di cafenya
" Ndra pikirkan bagaimana caranya agar aku bisa berbicara berdua dengan gadis itu he he" perintah william pada asistennya
" Ok siap boss..., bos tunggu saja di sini nanti saya kabari" indra pun langsung meninggalkan ruangan william
Indra menuju ke lantai 1 dimana alicia dan teman2 yang sedang menikmati makanan mereka. lalu indra mengumpulkan ob yang bekerja di cafe itu memberikan pengarahan pada mereka sambil menunjuk pada alicia. Setelah para ob paham akan tugas yg diberikan, Indra pun kembali keruangannya dilantai 2. Matanya tak lepas dari cctv mengawasi pergerakan alicia dan sahabatnya.
Sesuai perkiraan Indra tak lama alicia pun berdiri menuju toilet
Pov. Alicia
__ADS_1
Ah sedang asik bercanda dengan kedua sahabatku, tiba2 aku kebelet pipis maklum 2 gelas jus sudah kuhabiskan untuk menghilangkan dahaga beserta kesalku ha ha " Aku ke toilet dulu ya " pamitku pada kedua sahabatku sambil membawa ranselku, rencananya sekalian memperbaiki make up ku, aku tak ingin mama melihatku berantakan
Annet dan lily pun mengamgguk bersamaan, sambil meneruskan makan mereka