Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
14. Tunggu aku


__ADS_3

Melihat alicia yg ketakutan, william pun menghentikan langkahnya. Memang salahku ucap william dalam hati... gadis ini masih kategori remaja alias abg dan sepertinya masih sangat polos.. wajar bila ia merasa ketakutan dan marah setelah apa yg kulakukan tadi di sekolah. William menggaruk kepalanya yg tak gatal sama sekali, aku harus merubah strategi agar bisa mendekatinya pikir william


" Mengapa wajahmu ketakutan seperti itu my angel? aku tak akan melakukan hal yg jahat padamu, sungguh... " kata william


" Maaf kan aku, mari kita berkenalan dengan benar, perkenalkan namaku william smith" ucap william sambil memajukan tangannya ingin berjabat tangan


Alicia terkejut dengan perubahab sikap william, matanya terus memperhatikan william mencari kebenaran melalui sorot matanya, sepertinya buaya buntung ini tulus ucap alicia dalam hati.


" Ehem ehem...kok ngeliatnya gitu amat, mulai jatuh cinta... " goda william


alicia tambah melotot mendengar godaan dari william


" Jatuh cinta...? jatuh dari pohon kali.. kepedean banget sih jadi orang, tuh ada bulu dalam hidungmu" sahut alicia asal.. padahal hatinya memang dag dig dug dorrr.. saat bertatapan dengan william


" ha ha ha ya iyalah ada bulunya namanya juga bulu hidung" william tertawa geli mendengar jawaban alicia


" Gimana nih cape tangan aku dianggurin begini" kata william sambil menyorongkan tangannya lagi


Akhirnya aliciapun menjabat tangan william


" Alicia " ucapnya sambil melepaskan jabatan tangannya


Tapi william tetap menggenggam tangan alicia sambil menatap nya lembut berlahan lahan william mengecup lembut tangan alicia


" Aku menyukaimu alicia maukah kau menjadi kekasihku " kata william tanpa basa basi, sebenarnya william sangat gugup tapi berusaha menututupinya dengan menarik tangan alicia dan menempelkannya di dadanya yg berdegup kencang


Beberapa saat tak ada pergerakan ataupun jawaban dari alicia, gadis itu hanya terdiam dengan bibir membentuk huruf o karena terkejut.

__ADS_1


Ingin sekali william mencium bibir ranum alicia, tapi terhenti setelah mendengar jawaban dari alicia


" Tidak... aku tak mau jadi kekasih mu" jawab alicia mantap


" mengapa? apa aku tidak masuk dalam kriteria untuk menjadi kekasihmu? atau kau sudah memiliki kekasih? " tanya william mengebu gebu, seumur hidupnya belum pernah ada wanita yg menolaknya


" Bukan begitu... aku hanya mengikuti perintah mama, aku tak boleh berpacaran sebelum berumur 17 tahun " kata alicia


" lagi pula kalau aku mencari pacar, aku tak akan mau menjadi pacarmu " lanjut alicia


" mengapa ? " tanya william


" karena kau pria mesumm, belum kenal aja udah berani mencium pipiku apalagi kl jadi pacar... bisa habis aku di *****2, lagian siapa yg mau percaya dengan ucapan seorang play boy "kata alicia sambil berusaha menarik tangannya


" Ha ha ha kau memang gadis yg unik alicia, sungguh aku tak bermaksud begitu... sekali lagi maafkan aku " kata william sambil melangkah maju makin mendekatkan dirinya pada alicia. Ia dan alicia kini hanya terhalang oleh ransel yg terus dipeluk alicia.


william menunduk mendekatkan bibirnya ke kuping alicia sambil berbisik lembut


saat kau berusia 17 tahun aku akan datang, dan tak boleh menolakku lagi" ucap william sambil mencium rambut alicia dan menyesap aroma jeruk dari tubuh alicia


Alicia tak dapat berkata kata, tubuhnya kaku serasa tak menginjak tanah mendapat perlakuan lembut dari william, belum sempat berkata kata tiba tiba william mencium bibir alicia dengan lembut, berlahan namun pasti william mengecap manisnya bibir alicia


Ntah apa yg dirasakan alicia.. dadanya serasa akan meledak, perutnya terasa diremas, nafasnya memburu sampai tak bisa bernafas rasanya, williampun ikut terhanyut nikmat


Tiba tiba saja hp alicia berdering, membuat keduanya terkejut, aliciapun replek mendorong dada william dengan keras, hingga hampir2 saja william terjungkal


Setelah menenangkan nafasnya aliciapun kemudian menjawan tlp mamanya

__ADS_1


" Hallo, ya ma... ada apa ? " tanya alicia pelan karena dirinya masih merasa lemas, untung saja dia bersandar di dinding


" Haloo alicia sayang, kok belum pulang? ini sudah hampir gelap nak... mama khawatir" saut mama di seberang sana


" Ia ma, sebentar lagi alicia pulang, alicia masih di cafe ma merayakan kemenangan alicia bersama annet dan lily " jelas alicia


" Baiklah mama tunggu dirumah sayang, hati hati di jalan, I Love you by " jawab mama


" Ok ma... I love you more" saut alicia


Alicia pun menyimpan kembali hpnya, lalu menatap william


" Buka pintunya" katanya datar


william pun berjalan ke arah pintu sambil tersenyum 2 sendiri, lalu membuka kunci pintunya


" Apaan sih senyum2, kaya orgil" ketus alicia


sambil berjalan ke arah pintu dan hendak keluar, tiba2 william meraih tangannya kembali han menahannya


" Ingat my angel... tunggu aku... tak ada penolakan... pipi dan bibirmu itu sudah menjadi milikku" kata william sambil memainkan matanya


" Apaan sih.... dasar buaya mesummm" jawab alicia sambil menarik tangannya kembali lalu menjewer kuping william sambil berjinjit... maklum kalah tinggi 😅😅😅


" Ngak janji.. wek " jawab alicia sambil meleletkan lidahnya. lalu berlari ke lantai 1 menemui sahabanya kembali


William tersenyum sambil meloncat kegirangan " yes yes yea" ...dasar bucin bucin

__ADS_1


Author aja geli sendiri, melihat kelakuan william... 😅😅😆😆


don't forget dukung author ya.... like, comment, n vote... love you all... 😘😘😘


__ADS_2