Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
41. Mulai terkuak


__ADS_3

Di ruangannya di lantainya 3.. indra memperhatikan Alicia dan keluarganya dari cctv, Ia tersenyum melihat kebahagiaan mereka.


Maaf alicia terpaksa aku berbohong, aku tak bisa terlalu dekat Lagi denganmu Karena William sangat menyukaimu, setidaknya kehadiranmu sempat mengisi kekosongan dihatiku Karena kepergian adikku Adelle ......Adelle Semoga Kau tenang di Sana... ujar indra dalam hati 😒😒


🌷🌷 Keesokan harinya 🌷🌷


tok... tok.. tok..


suara sepatu Rizal mengiringi langkah lebarnya menuju kantornya. Sekertarisnya menyambut dengan wajah tegang


" Selamat pagi pak.... Istri bapak ada di dalam" lapornya


" hemmm" jawab Rizal sambil berlalu, rizalpun memasukinya ruangannya, dilihatnya Winda sudah duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya


" Dari mana Kau mas, 2 malam kau tak pulang? " tanya Winda marah


" Bukan urusanmu " sahutnya dingin


" Mas aku ini Istri mu, setidaknya harga aku sebagai NY. Rizal Adinata" katanya dengan suaranya yg mulai meninggi


" Kau memang istriku di atas kertas Winda, tapi aku tetap mengangapmu hanya sebagai Kakak Iparku, Jaga kelakuanmu " jawab Rizal tanpa melihat winda


" Aku Istri mu zal... bukan kakak iparmu! kapan kau akan menerima kenyataan ini" jerit winda


" tak akan pernah, hanya satu wanita yang akan selalu menjadi istriku " sahutnya lagi


Dengan marah.. Winda meninggalkan ruangan rizal. Ternyata benar kecurigaanku Dia masih berhubungan dengan wanita itu, aku lengah.... oh shitt... aku tak akan membiarkannya Rizal... tunggu saja pembalasanku...kata Winda dalam hati


Di kota lain....

__ADS_1


Di Poli jantung sebuah Rumah Sakit


" NY. Calamary " Panggil suster


NY. calamary pun berdiri dan memasuki ruangan dokter ditemani bibi ani.


Dr medina memeriksa NY. calamary dengan teliti, Dia menariknafas dan


menghembuskannya perlahan


" Apa anda yakin tak mau operasi nyonya?jika anda tak mau operasi dan suatu saat ada serangan mendadak bisa membahayakan nyawa anda nyonya " jelas sang dokter


" Tidak dokter, selama ini saya merasa baik2 saja. saya akan rutin meminum obat dan menjaga pola makan dokter " kekeh ny. calamary


" Baiklah nyonya... Jangan lupa kalau ada apa2 hub. no saya... Jangan sungkan" Kata Dr Medina ramah sambil menyerahkan resep obatnya


seraya meninggalkan ruangan dokter


" bi Ani.... bisa Tunggu sebentar! " Panggil dr


" ya bu dokter, Ada apa? " tanya bibi


" ini nomor tlp saya, tolong Bibi simpan di hp bibi, kl nyonya ada apa2 langsung aja hub. saya jam berapa saja... Jangan sungkan " Kata dokter sambill menyerahkan kartu namanya


" Baik bu dokter.. Terimakasih.. Bibi pasti ingat" kata bibi


Bibi menyusul sang nyonya yg sedang duduk di ruang pengambilan obat.


" Tante.... sedang apa disini? siapa yg sakit? " tanya seseorang menyapa ny. calamary

__ADS_1


" nak indra? sedang apa disini? tanyanya balik


" Ini salah satu Rs milik keluarga William tante, saya hendak menghadiri rapat mewakili william " jelasnya


" indra.. duduk dulu sini" Panggil ny calamary menarik tangan Indra. Indrapun menurutinya, Ia duduk disebelah mama alicia


" Ada apa tante? Ada yg bisa indra Bantu? " tanyanya


" Indra... tante tau Kau orang yang baik, tante ada permohonan... tolong jagalah alicia " pintanya Sambil mengenggam erat tangan indra


" Tentu tante, saya akan menjaganya seperti adik saya sendiri. Tante jangan khawatir, tante sendiri Ada apa disini? " tanya Indra lagi


" oh ngak papa.. tante hanya mengantarkan Bibi Ani " jawabnya Sambil memainkan matanya pada bi ani


Bi Ani hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya pada indra, bi Ani paham nyonya nya tak mau siapapun tau perihal penyakitnya


" nak Indra tolong rahasiakan dari alicia pertemuan kita ini, mama tak mau dia khawatir " katanya


" Baiklah kalau Begitu, saya permisi tante.. sebentar lagi rapat akan dimulai" pamitnya ramah. Indra meninggalkan mama Alicia dengan perasaan Aneh... mengapa beliau memintaku menjaganya Alicia? memangnya mau kemana Dia? Dan mengapa aku tak boleh memberitahu Alicia perihal pertemuan kami di sini? banyak pertanyaan giliran mudik di otaknya sampai2 Indra menabrak beberapa suster di depan pintu lift


" Maaf sus, ngak sengaja" ujarnya


" Sengaja juga ngak papa mas, tabrak lagi doong" sahut mereka sambil cekikikan melihat pria ganteng yg salah tingkah tersebut. Indra hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya


" belum saatnya.... Sabar... " katanya dalam Hati melihat wanita2 cantik ciptaan Tuhan tersebut.. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Banyak yg view... tapi dikit banget yg ngelike...apalagi yg komen πŸ˜‚Jangan malas tekan jempolnya ya sista..biar thor tambah Semangat.. 😍😍


love you all

__ADS_1


__ADS_2