
Mata Bri terasa silau, Ia mengucek kedua matanya...
" oh sudah siang rupanya " ucapnya, bri bangun lalu mandi seperti biasanya setengah jam kemudian ia sudah siap dengan levis ketat dan atasan kaos longgar andalannya. Tak lupa dengan kacamata hitamnya
Hari ini Ia akan pergi ke salon, aku ingin merubah penampilanku, bosan begini2 saja ucapnya. Masuklah bri kesebuah salon ternama di kota itu
" pagi Nona... ingin potong rambut? " sapa pegawai salon ramah
" ngak... minta diwarnai aja... blonde " ucapnya singkat lalu duduk dikursi yang disediakan. Setelah 2 jam Bri sudah selesai dengan rambut barunya.... ia terlihat lebih fresh
" ngak mau dipendekin dikit rambutnya non? " ucap pemilik salon
" Ehm... boleh deh, tapi jangan terlalu pendek ya... masih di bawah bahu " pintanya
" okay non..... percaya ma mimin pasti top markotop " ucapnya senang
Bri melajukan motornya ke sebuah bengkel
" bang tolong cek semua ya! " pintanya
" gimana neng kemaren, setelan abang... bagus kan " ucap sang montir
" Mantap bang... menang juara 1 " ucap Brianna senang, dikeluarkannya 5 lembar uang merah
" ni bang bonus buat abang, Nanti kalo menang lagi ku kasih double " ucapnya senang
" OK neng.. ditinggal aja atuh 2 apa 3 jam " ucap si abang
Disinilah sekarang bri... seorang diri nonton di bioskop , Walaupun film yang ditontonnya adalah film komedi, tapi entah mengapa ia malah merasa sedih . Mama mengapa kau tinggalkan aku sendiri...hanya mamanya yang selalu diingatnya, dimanapun Ia berada
Ma... tunggulah aku ma, kita pasti akan segera bertemu ...maksud bri mengikuti racing tidak lain tidak bukan sebenarnya ingin segera menyusul sang mama, dipikirnya untuk apa hidup jika harus sendiri
Will jika kau disini.. Kau pasti memeluk dan menciumku....kau buaya buntung mesum... apakah kau baik2 saja, kuharap kau baik2 saja... I miss you so much...
🏵🏵🏵🏵🏵🏵
Tak terasa seminggu kembali berlalu, bri sudah sampai di tkp racing malam ini.
Iwan yang melihatnya langsung mendatanginya, tanpa basa basi Brianna menyerahkan 2 gepok uangnya pada iwan
" Bri... Kau dipanggil panitia..tuh dipojok sana " ucap iwan
Bri melajukan motornya ketempat panitia
" Ada apa bang? " tanyanya
__ADS_1
" Buka helm mu... kami harus mengambil fotomu " ucap panitia
" untuk apa? " tanyanya
" ya untuk membuktikan kamu itu benar perempuan apa jadi2an " sahut iwan kesal
" kalo mau lihat OK aja, tapi kalo di foto aku keberatan " tolaknya
Iwan dan panitia saling pandang
" OK... buka " akhirnya Iwan mengalah
Brianna pun membuka helmnya, tanpa disadarinya Alex berdiri di dekatnya. Semua mata tertegun begitu melihat wajah Brianna, Apalagi dengan rambut barunya, membuatnya terkesan semakin cantik dan sexy. Brianna membuka kacamata hitamnya
" sudah puas? " tanyanya
Bri memakai lagi helmnya, lalu berlalu menuju tempat menunggu racing.
Alex tersenyum penuh arti... gadis sepertimu Bri yang cocok mendampingiku.....
" bagaimana wan.... aku menang kan.? " ucapnya senang, Iwan pun menyerahkan sejumlah uang pada alex
" ku akui .. seleramu memang yahuttt " ucapnya
" gila tuh cewek, ngak takut mati apa " komentar penonton
Bri kembali menenangkan racing, Sebenarnya Ia kecewa mengapa Ia kok selamat.... kalau ada yang tau pikiran bri pasti Ia dianggap gila.
Setelah ia mengambil jatahnya, Bri kembali ke apartment nya, Ia terlalu asik dengan pikirannya hingga tak menyadari Alex yang mengikutinya dari belakang.
" oh disini rupanya ia tinggal... " senyum manis menghiasi wajah Alex, ia pun segera meninggalkan apartment Brianna.
Brianna membuka pintu apartment nya, ia terkejut melihat Nina dan Haris duduk menunggunya di kursi tamunya.
" om.. tante.. ada apa? " tanyanya
" kamu dari mana bri, Jam segini baru pulang? " tanya nina
" jalan2 cari angin tan.. " dustanya
Haris berdiri dan menarik Brianna agar duduk di sofa
" sudahlah Bri tak usah berbohong, kami tau kau habis balapan liar kan ? " ucap Haris menatapnya tajam
Brianna hanya diam... tak menjawab
__ADS_1
" Bri... mamamu.. NY. Calamary membesarkanmu dengan penuh pengorbanan bukan untuk melihatmu mati konyol di jalanan " omel nina
Tetap tak ada sahutan dari Bri... Ia hanya menunduk
" om sudah melaporkan ke polisi perihal balapan liar itu, Jangan harap kau bisa melakukan balapan lagi... mengerti!! " ucap Haris
" Bri... sayangilah nyawamu jika bukan untuk dirimu setidaknya lakukanlah untuk mamamu... Jangan sia2kan pengorbanannya selama ini. Jangan kecewakan mamamu Bri. Banyak harapan yang dipanjatkan untukmu... dan kau tau itu... " lanjut Haris
Air matanya Jatuh satu2... maaf kan bri ma... bri sudah salah melangkah, selama ini kuberfikir bahwa aku sendirian.. Ternyata masih ada orang2 yang perduli dan sayang padaku
" iya om... tante nina.. maafkan Bri " ucapnya sambil memeluk nina, ia pun menangis di dada nina
" Ingatlah Bri.. Kau tak pernah sendiri... ada kami disini, kami sangat menyayangi mu..okay... " Nina kembali memeluk bri
" Terimakasih tante... om " ucapnya tulus
Haris mengambilkan air dan memberikannya pada Brianna, Ia meminumnya sampai habis.
Nina dan Haris saling pandang, berbicara lewat mata masing2
" mas saja "
" kamu dong nin, kan kalian sesama wanita "
" tapi mas kan yang diberi informasi "
keduanya berbicara berbisik, saling sorong entah apa yang ingin dibicarakan....
Brianna hanya memperhatikan sambil menguap.... akhirnya ia berdiri
" om.. tan... Bri tidur dulu " pamitnya
" Tunggu Bri... Ada yang Ingin om sampaikan " akhirnya Haris mengalah
Haris berdiri dan membuka hp nya, dibukanya galleri fotonya..diperlihatkannya sebuah foto pada Brianna.
Briana melihat dengan seksama foto yang diberikan Haris, dilihatnya seorang lelaki di ranjang dengan infusan di tangan dan hidungnya.....tangan Brianna bergetar melihatnya..... matanya membulat terkejut
" will... apa yang terjadi padanya..? " tanya Brianna
kira 2 apa yang terjadi pada william sampai masuk rumah sakit..... 🤔🤔🤔
see you next eps ya
jangan lupa like komen dan vote nya selalu Thor nanti
__ADS_1