
start with LIKEE 😍😍😍
Jam 5 aku sudah bangun, aku mandi sampai puas dan wangi. ya mama benar punya IQ tinggi harus dipergunakan max di segala aspek termasuk mempertahankan cinta
kubaca lagi jadwal hari ini setelah sarapan kami akan berkeliling2 ke Kebun bunga lalu berkuda, setelah itu makan siang.. istirahat
sore berenang bersama dan malam minggu acara puncak pesta ultah .
aku sudah mempersiapkan baju untuk setiap Kegiatan hanya saja ada sedikit perubahan Pada pakaianku... tentu saja aku akan berpakaian sedikit sexy...ha ha hanya sedikit tidak banyak walaupun itu mungkin membuat William marah.... I Don't care
Aku duduk di meja rias, aku sedang memakai eye liner di bawah dan atas mataku, setelannya memakai mascara tipis saja Karena bulu mataku sudah lentik, tak ketinggalan eye shadows sedikit...jrengg.... mataku terlihat jadi lebih besar dan tajam, tak lupa kuoleskan lipstik berwarna pink.. Sipp wajahku sudah seperti barbie
Kuambil hpku... tut... tut... tut... aku vc mama
" Hallo ma... pah... apa khabar? " sapaku begitu melihat wajah keduanya yg masih berada di tempat tidur
" haii swetty.... is that you... wow so beautiful " ucap papah begitu melihatku
" ah papah gombal... gimana ma ...cantik ngak? " tanyaku pada mama
" kau selalu cantik sayang, ingat pesan mama bermainlah dengan cantik okay" ujar mama
" bermain cantik apa sayang? " tanya papah bingung
" ini rahasia perempuan pah... he he" jawabku
__ADS_1
" dadah mama... papah... I love you both.. muahh" pamitku
tok... tok... tok... kudengar pintuku diketuk.
" baby... kau sudah siap... Ayo kita turun" kudengar suara william
" Duluan saja sayang.... aku baru selesai mandi" jawabku
" boleh aku tunggu di dalam?" tanyanya
" no.... duluan saja sayang... sisakan bangku untukku okay.. " sautku di balik pintu sambil tersenyum, kalau aku keluar sekarang pasti dia akan menyuruhku ganti ha ha. kutunggu 20 menit sambil mengerly ujung rambutku sendiri. okay saatnya beraksi.. aku keluar berlahan.. Saat di tangga aku mengintip kulihat lia menyapa William dan mencium Pipi William.... asem2... tunggu saja.. Lo jual gue beli lia
Di ujung tangga kulihat seorang lelaki tampan entahlah siapa dia... hem bisa nih.
aku berjalan ke ruang makan sambil pura2 bermain HP dan bruk...aku sengaja menabraknya.. yes berhasil
" tak apa2, apa kau baik2 saja? " tanyanya balik
" I am okay, thanks... permisi" aku pura2 berpamitan padanya, ia menahan tanganku
" tunggu sebentar Nona, bolehkah kita berkenalan? " tanyanya
" okay... namaku alicia" jawabku sambil menjabat tangannya
" hai.... aku Roni, nanti malam bandku akan tampil di acaranya Steven " ujarnya
__ADS_1
" oh ya... baiklah aku akan menontonmu" sautku lagi
" Tunggu sebentar, sepertinya aku mengenalmu.. aku folowermu lho di IG, aku tau suaramu bagus nona dan permainan gitarnya juga piawai " katanya sambil terus menjabat tanganku
" tak disangka akhirnya bisa bertemu denganmu, bagaimana kalau kita duet nanti malam? " ajaknya, aku berfikir sejenak
" Baiklah... tapi aku akan tampil solo dengan gitarku dulu... bagaimana? " tanyaku
Sementara itu di meja makan tak jauh dari tangga, tamu2 undangan Steven sudah berkumpul. Lia masih kekeh duduk di sebelah William, Walaupun William tak menghiraukannya
" hei.. look who is she,,, so beautiful " ucap mateo
mendengar Mateo semua mata otomatis menenggok ke arah yg dituju, terlihat seorang gadis cantik memakai hotpant levis, baju kaos berwarna kuning dengan bandana senada, tak lupa kacamatanya yg diselipkan dikaosnya yg tak dikancing menambah kesan yg seksi sekali, tampak sedang bercakap2 dengan seorang pria dengan santainya
" OMG.... apakah dia artis?" ucap yg lain
William terkejut melihat kekasihnya yg sedang bercakap2 dengan pria lain , Kenapa pakaiannya sexy sekali ? ia pun langsung berdiri menuju Alicia lalu menarik tangannya keras hingga Alicia terjatuh dipelukannya
" Jangan ganggu dia, dia kekasihku " ucapnya keras pada Roni Sambil memeluk alicia
" hei.. siapa yg menggangunya, kami hanya bercakap2" sahutnya
William menarik Alicia ke meja makan dan menarikkan kursi untuknya
" duduk" ucapnya tajam
__ADS_1
Alicia menurutinya tanpa suaranya, Ia tau William sedang dalam mode cemburu berat, dalam hati Ia bersorak ( yess.. . berhasil kau lihat itu lia)