Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
121. Mencuri Start


__ADS_3

Udah pada voteee belum? ditunggu sista


Mr. Smith merasa beruntung karena Alicia ternyata magang di Hotel baru milik William. Tuhan maha pengatur ucapnya bersyukur dalam hati.


Mr. Smith dan Jhon menonton cctv kegiatan Alicia selama magang, mereka mempelajari kebiasaan2 Alicia. Keduanya tersenyum simpul karena ternyata setiap Malam minggu Alicia selalu memesan tempat di lobby restoran yang menghadap menara Eifel. Tak ada yang dilakukannya hanya minum kopi dan melamun entah apa yang dipikirkannya.


" Sabtu ini hari terakhirnya magang, pasti ia akan duduk lagi disitu... ini kesempatan kita Jhon " ucap Mr. Smith


" Tuan seingatku itu bertepatan dengan ulang tahun Nona Alicia yang ke 20, tahun lalu aku ada bersamanya saat ia merayakannya " ucap Jhon


" kalau begitu pas sekali dengan rencanaku, terimakasih infomu Jhon " ucapnya senang


" apa yang ingin anda lakukan Tuan? " tanya Jhon penasaran


Mr. Smith mengambil kertas kosong dan menulis beberapa perintah untuk dilakukan Jhon


" kau kerjakan semua ini Jhon, jangan ada yang terlewat... William urusanku ok!! " perintahnya


Jhon membacanya dengan seksama, ia kemudian tersenyum


" ok Tuan... " ucapnya senang sambil berlalu.


🌳🌳🌳🌳


Malam ini Brianna berusaha untuk tak tertidur, Haris mengirim pesan akan melakukan panggilan streaming lewat laptopnya. Ia merasa gugup akan bertatap muka dengan papahnya setelah sekian lama.


Panggilanpun datang, Brianna mengaktifkan layarnya dilihatnya wajah papahnya di layar... air matanya langsung menetes tak bisa berhenti, melihat wajah papahnya yang lebih kurus dan terlihat lebih tua

__ADS_1


" sayang... apa kabar? " suara Rizal pun bergetar


" papah... hik hik.. Alicia kangen hik hik "


" papah juga kangen sayang, papa sangat terkejut mama sudah tidak ada " ucap Rizal juga menangis


" iya pah... kasihan mama. Apa papah baik2 saja? "


" papah sudah sehat, kemarin papah ke makam mama........." Rizal rak bisa melanjutkan perkataannya, ia sibuk mengatur nafasnya dan menghapus air matanya. Begitupun Alicia, mereka hanya saling pandang dengan kesedihan dan rasa rindu yang sama


Setelah keduanya tenang.....


" pah... papah ke Paris ya, Alicia ingin bertemu papah, Alicia belum bisa pulang pah! " pintanya


" ya sayang nanti setelah menghadiri sidang pembunuh mamamu, papah janji akan kesana "


keduanya berbincang2 sampai puas. Keduanya saling meminta maaf. Alicia terkejut mengetahui bahwa Mr. Smith lah yang mencari papahnya. Rizal menjelaskan bahwa Mr. Smith merasa sangat bersalah pada Alicia dan William.


" sayang... semua orang pernah berbuat salah, tak terkecuali orang tua. Jika Mr. Smith meminta maaf, maafkanlah dengan iklas. Papah tau kau gadis yang baik... jangan menyimpan dendam " nasihat Rizal pelan


" ia pah, Alicia akan berusaha untuk melupakannya " ucapnya


Setelah Puas melepas kangen, Brianna tidur dengan senyum diwajahnya. Malam itu ia bermimpi Indah berkumpul dengan mama dan papahnya.... seandainya ini bukan mimpi 😥😥😥


🌳🌳🌳🌳


Alex mematut dirinya didepan cermin, malam ini ia akan mengajak Brianna jalan2 lagi. Karena Brianna tak pernah mau jalan pada malam minggu, ia pun mengalah mengajaknya jalan pada malam sabtu.

__ADS_1


15 menit sudah Alex dengan setia menunggu Brianna di lobby hotel, akhirnya Brianna keluar. Ia terlihat cantik malam ini dengan mini dress hitam berbentuk sabrina pada bahunya. Brianna tersenyum melihat Alex. Alex berdiri dan mencium pipi Brianna


" cantik sekali " pujinya membuat pipi Bri bersemu merah


Alex membawa Brianna ke tengah kota, ia berencana mengajaknya nonton terlebih dahulu. Brianna merasa senang.. sudah lama ia tak menonton. Selama menonton Alex hanya memandangi wajah cantik Brianna.


" besok adalah hari terakhirmu magang Bri, kuharap kau menerimaku " doa Alex dalam hati.


Sekarang Alex dan Bri dinner di privat room sebuah restoran mewah, Alex hanya ingin berdua dengan Bri tanpa ada yang menganggunya. Alex sengaja memilih autdoor room, mereka makan malam di kelilingi bunga2 cantik dan deretan lilin yang menambah kesan romantis malam itu


Selesai makan Alex mengajak Bri untuk berdansa, semula Bri menolak namun kegigihan Alex membuatnya menerima ajakan Alex. Tangan kekar Alex melingkar di pinggang Bri, sedang Bri meletakkan tangannya di dada Alex, seolah2 memberi batas.


Sambil berdansa Alex mengalihkan tangan Bri ke agar melingkar di lehernya, Alex menarik pinggang Bri dan ia pun menunduk mendekatkan wajahnya pada wajah Brianna.


Bri hanya diam, Alex mencium Brianna dengan lembut seolah2 Bri adalah sebuah telur yang mudah pecah


Bri memejamkan matanya, ia ingin mengetahui perasaanya saat dicium Alex. Dadanya terasa bergetar, Alex memegang lehernya dan memperdalam ciuman mereka setelah tak mendapat penolakan dari Bri.


Setelah beberapa saat Bri menarik bibirnya


" cukup Lex kau mencuri Start " ucapnya sambil melepaskan pelukan Alex. Alex tersenyum manis


" maaf... " ucapnya sambil memainkan matanya


" antarkan aku pulang, sudah malam Lex " pinta Brianna


" tentu tuan putri " jawabnya berbunga2

__ADS_1


Jangan lelah untuk ngelike, komen dan memberi vote untuk karyaku... Apresiasi pembaca sangat berharga untuk penulis.


Baca karya keduaku yang berjudul MY STARLA yang akan rilis pada tanggal 1 ini, dijamin kalian pasti suka


__ADS_2