Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
122. Aku mencintaimu


__ADS_3

Seminggu sebelum persidangannya Winda jatuh sakit, ia dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan menyeluruh atas permintaan pengacaranya. Hari ini ia akan mendapatkan laporan kesehatannya.


Didampingi pengacaranya Winda duduk di kursi ruang kesehatan penjara. Dokter memberikan dokumen hasil pemeriksaannya


" yang sabar ya Nyonya... " ucapnya pelan


" appaaaa???? tidak mungkin, ini bohongkan dok. Tidak aku tak percaya aaaaaa" Winda langsung berteriak dan mengamuk . Ia membalik dan membanting semua benda yang bisa diraihnya. Sipir penjara langsung mengamankannya dengan memasang borgol dan mendudukkannya dengan paksa


Pengacara Winda mengambil kertas tersebut dan membaca hasil nya, ia terkejut mendapati bahwa Winda menderita penyakit AIDS


" Nyonya bagaimana mungkin anda bisa terkena penyakit ini, apakah anda tertular dari suami anda? " tanyanya


" ha ha ha " Winda tertawa2 seperti orang gila.


" bagaimana Rizal bisa menulariku, seumur hidup perkawinan kami ia tak pernah menyentuhku, dasar kau Rizal lelaki kurang ajar ha ha ha" Winda terus meracau. Air matanya mengalir, ia mengingat bagaimana selama bertahun2 ia pergi ke club dan berganti2 pasangan sex di sana


" ini semua gara kau calamary, karena kau Rizal tak pernah mau menyentuhku hingga aku harus mencari kepuasan ditempat lain. Tapi aku puas kau sudah mati ha ha ha " racaunya lagi


Pengacaranya dan Dokter hanya melihat dan mengelengkan kepala melihat kelakuan Winda.


Sekarang disinilah Winda, ia berjalan menuju ruang sidang dikawal sipir dan Polisi. Mata Winda mencari2 kesempatan, ia ingin merebut pistol yang tergantung di pinggang Polisi yang mengawalnya. Tiba2 Winda terduduk, Polisi dan sipir mendekatinya


Winda langsung merebut pistol yang telah diincarnya dan memukul kepala poliai tsb dengan pistol sampai pingsan, kemudian ia mengokangnya dan bersiap menarik pelatuknya

__ADS_1


" panggil Rizal kemari, kalau tidak kalian akan ku tembak!! " ancamnya


" sabar nyonya.. sabar, semua bisa dibicarakan baik baik " ucap sipir


" cepat !! panggil suamiku ke mari " teriaknya lagi


Dari dalam ruang sidang terdengar teriakan Winda, membuat orang2 keluar dari ruangan. Winda melihat Rizal di antara kerumunan


" kemari kau Zal, jika tidak aku akan membunuhnya " ancamnya sambil mengarahkan pistolnya pada polisi yang tengah pingsan tersebut


Rizal berjalan berlahan menuju Winda, Haris menghalanginya


" jangan Tuan Rizal, nanti Winda bisa menembak anda.. kasian Alicia " ucap Haris


" apa maumu Winda? " tanya Rizal


" mas katakan kau mencintaiku kan, katakan mas!! " teriaknya sambil mengacungkan senjatanya ke arah Rizal


" ya Winda aku mencintaimu " ucap Rizal berbohong agar Winda tenang


" bohong.... kau memang pembohong mas, aku benci padamu hik hik hik " tangisnya


" kalau kau mencintaiku mengapa kau tak pernah menyentuhku hah, karena perempuan sialan itukan, perempuan pelakor itukan... katalan mas!! " teriaknya lagi

__ADS_1


" sabar Winda letakkan pistol itu, kita bicara baik2 " ucap Rizal merayunya


" tak ada yang perlu dibicarakan lagi mas, kau tau aku kena AIDS mas... itu semua karena kau mas, karena kau tak mau menyentuhku, aku kesepian mas... kesepian hik hik hik " Winda terduduk lemas


Rizal terdiam tak percaya. Winda melihat banyak Polisi yang mendekat, ia terkekeh sambil memainkan pistol ditangannya.


" mas aku mencintaimu, sungguh2 sangat mencintaimu, aku akan membuktikan cintaku padamu mas " ucapnya sambil menarik pelatuk pistol di tangannya


Dorrrr..... darah berceceran, beberapa orang berteriak kaget dan ketakutan. Rizal terduduk tak berdaya, badannya seketika lemas melihat Winda menembak kepalanya sendiri.


" Winda.... maafkan aku, maafkan aku tak bisa membalas cintamu yang begitu besar " ucap Rizal terbata bata


Haris memapah Rizal yang masih shock


" Kita ke rumah sakit ya " ajak Haris


" tidak usah, antar aku ke makam saja " pinta Rizal


" aku sangat rindu padamu, my calamary " ucap Rizal dalam hati, butir2 air mata menetes dari kedua matanya


Siap siap ending dah dekat ya sista


Ada yang minta Bri sama Will, banyak juga yang pengen Bri dengan Alex. Jadi pusing pala thor.. ditunggu saja ya kemana ceritanya mengalir, thor aja masih bingung Bri sama siapa...🤔🤔🤔

__ADS_1


Jangan lupa selalu like komen dan votee ya


__ADS_2