Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
123. Kau ???


__ADS_3

Dibelahan bumi yang lain


Tut... tut... tut...


Wiliam melihat ke arah hp nya yang berbunyi


Papi Calling, dengan malas di ambilnya hpnya


" ya ada apa pi? "


" dimana kau Will? "


" aku di New York, sebentar akan ke Spanyol "


" bisakah kau menolong Papi, sekali ini saja "


" hemmm... jadwalku padat Pi "


" tolonglah Will, Papi sekarang di Rumah Sakit. Ada pertemuan bisnis yang tak bisa Papi lewatkan karena sangat penting. Bisakah kau mengantikan papi, sekali ini saja " pintanya memelas


" Papi kan punya asisten, kenapa harus Will " tolaknya


" Bram cuti Will, istrinya melahirkan "


William menarik nafas panjang.....


" Baiklah Pi sekali ini saja, katakan dimana dan kapan? " akhirnya William mengalah


" di lobby restoranmu di Prancis, malam minggu ok, temui rekan bisnis papi namanya Nona Brianna " ucapnya senang


" Brianna? dimana aku pernah mendengar nama itu ?" ucap Will


" uhuk uhuk... uhuk uhuk, sudah Will nanti jika sudah selesai pertemuannya , jenguk Papi ya. Papi di Rumah sakit di Prancis " ucapnya mengakhiri percakapannya


" yes yes yes " ucap Mr. Smith girang sambil meloncat2 seperti anak kecil

__ADS_1


" Papi hati2 nanti jatuh " tegur istrinya


" Papi sudah berusaha Mi, mudahan Tuhan merestui usaha Papi ya!! " doanya


" Aminnn " jawab sang istri


🍧🍧🍧🍧


Sementara itu William memerintahkan pilotnya untuk mengubah arah ke Prancis. Ia mengambil hp nya kembali dan menelfon Jhon


" hallo Tuan Muda ada apa? " sapa Jhon


" Jhon dimana kau, apakah kau tau Papi sedang sakit? " selidik Will


" saya masih di Spanyol Tuan, ya Mr. Smith ada menghubungi saya, saya sedang bersiap2 ke Prancis Tuan " sahutnya


" hemm begitu ya, baiklah sampai jumpa di Prancis Jhon " ucapnya


" Baik Tuan Muda " jawab Jhon


Ya semenjak berpisah dengan Alicia tak ada hal lain yang dilakukannya selain bekerja dan bekerja. Will bahkan seringkali hanya tidur di Jet pribadinya atau di mobil nya, tekadnya sudah bulat ingin lepas dari bayang2 nama keluarga Smith. Ia akan membuktikan pada Alicia, bahwa ia bisa membahagiakan gadisnya itu dengan hasil keringatnya sendiri.


🍧🍧🍧🍧


Sementara itu kehebohan terjadi di dapur tempat magang Brianna, rekan2 kerjanya memberikan pesta perpisahan untuknya. Brianna disukai oleh semua rekannya di dapur karena ramah dan juga baik hati.


Masing2 dari rekannya memberikan hadiah sebagai kenang2an untuknya. Brianna merasa terharu padahal ia baru 2 bulan berada di sana.


" Bri sebagai hadiah dariku, kau bebas mengunakan mejamu di lobby restoran tanpa membayar malam ini beserta pesananmu" ucap kepala Chef


" terimakasih, kalian semua membuatku terharu " ucapnya dengan mata berkaca2


" ok sudah cukup pestanya teman2, sekarang saatnya kita bekerja... semangat " teriak kepala Chef lagi


" siap chef " jawab mereka serentak.

__ADS_1


Brianna bekerja dengan riang di hari terakhirnya magang .


" Ah akhirnya selesai juga " ucap Briana seraya meluruskan pinggangnya yang terasa pegal. Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 ia pun bergegas ke toilet mandi dan menganti pakaiannya. jam 07.00 ia telah selesai berganti pakaian dan berdandan.


Ia memakai dress mini putih kesukaannya , rambut hitam gelombangnya diikat kesebelah kiri dengan karet kecil, malam ini ia ingin tampil cantik karena ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 20.


Berlahan2 Brianna menuju lobby restoran sambil membawa kotak kecil di tangannya. Sepanjang jalan karyawan yang mengenalnya terkagum2 dengan kecantikannya malam ini, Brianna terlihat bak seorang princess. Tak sedikit pria2 yang mengodanya tapi ia cuek saja.


Sesampainya di mejanya, ia duduk dan membuka kotak kecil yang dibawanya. Ia mengeluarkan sebuah mini cake 2 liyer buatannya sendiri, ada inisial B dan A dibatas cake tersebuy mewakili namanya dan kembarannya.


Tak lama pelayan mengantarkan 2 jus stroberry pesanannya. Brianna mengeluarkan sebuah lilin kecil lalu memasangnya dan menyalakannya. Ia pun mulai bernyanyi lagu Happy Birtday dengan pelan , ia tak mau menganggu orang lain di sekitarnya.


Selesai bernyanyi Brianna menium lilin kecilnya, lalu ia menutup kedua matanya dan berdoa dalam hati


" Tuhan terimakasih atas panjang umur yang kau berikan padaku. Jika boleh meminta ingin sekali malam ini aku bertemu dengan Papah dan juga William. Aku ingin melihatnya untuk terakhir kali sebelum aku melangkah ke jenjang selanjutnya. Mama dan Bri berbahagialah di sana, aku dan papah akan selalu mendoakan kalian " Brianna masih tenggelam dalam doa dan harapan2nya.


Sementara itu William yang terlambat, bergegas menuju tempat yang di perintahkan papahnya. Ia sudah sampai di lobby Restorannya di Prancis, matanya berkeliling mencari no meja yang diberikan papinya.


" meja no 7...oh itu disana, rupanya wanita itu sudah datang " ucapnya sambil berjalan menuju meja no 7. William tak tau siapa yang duduk di meja tersebut karena ia hanya melihatnya dari belakang seorang wanita berambut hitam dan memakai dress putih


Bergegas ia menuju meja no 7 tersebut dan menyapanya


" maaf Nona Brianna saya terlambat " ucap Will langsung duduk tanpa dipersilahkan


Merasa ada yang menegurnya Brianna membuka ke dua matanya, dan kedua bola mata mereka bertemu.... Kau??? ucap keduanya sama2 terkejut


Ajib memang Mr. Smith, bisa2 nya mempertemukan kedua insan yang saling merindu tersebut di kota cinta paris. Apakah Mereka akan balikan atau sebaliknya?


Tunggu Up Selanjutnya ya sista


Jangan lupa baca juga novel ke 2 aku yang berjudul MY STARLA akan rilis awal bulan ini


Like komen dan votee nya selalu thor nanti


Beautifull Brianna

__ADS_1



__ADS_2