
Tut.. tut.. tut..
" hallo Jhon ada kabar apa? " sapa mr. Smith
" Tuan papahnya Alicia sudah ditemukan, sy segera berangkat ke Indoneasia " lapornya
" baiklah... kupercayakan padamu Jhon, bagaimana keadaan Will? "
" masih gila kerja, tapi sesuai dengan hasilnya Tuan... usahanya terus meningkat dengan pesat " jawab Jhon
" bagaimana dengan Alicia.. apakah sudah ditemukan? "
" belum Tuan, entah kita yang bodoh.. atau gadis itu yang terlalu pintar " ucap Jhon patah arang
" tak apa2 Jhon, tak ada usaha yang sia sia " ucap Mr. Smith
Keesokan paginya Jhon telah mendarat di Indonesia, sembari menuruni Jet ia menelfon seseorang
tut... tut... tut..
" hallo selamat pagi " sapa Jhon
" pagi mr. Jhon... apa kabar? ada yang bisa saya bantu? " tanyanya
" Tuan Haris.. bisakah anda datang ke Mansion Tuan muda William, kami telah menemukan papah Alicia "
" Apaa... baiklah saya segera ke sana " ucap Haris, segera ia menuju ke mobilnya
Jam 10.00 pagi keduanya datang hampir bersamaan di Mansion William, keduanya berjabatan tangan dan bercakap2 sambil menuju ke ruang tamu.
Di ruang tamu telah menunggu Rizal yang duduk sambil membaca koran, ia pun segera menyambut keduanya
" Tuan Rizal saya Jhon, dan ini Pengacara Alicia.. Tuan Haris " ucap Jhon memperkenalkan diri
" Saya Rizal Adinata papah Alicia, dimana istri dan anakku? " tanyanya penasaran
" sebelum saya menjawabnya, bisakah anda menceritakan kemana saja anda selama hampir setahun ini menghilang " pinta Jhon
Rizal pun menceritakan kronologis kecelakaan dirinya sampai pengurungan yang dilakukan Winda padanya.
__ADS_1
Haris terkejut sekali mendengarnya, jika Alicia tau pasti ia akan memaafkan papahnya... pikirnya
Setelah Rizal selesai bercerita giliran Haris yang menceritakan tentang penembakan terhadap Calamary, Rizal dangat terkejut mendengat istrinya benar2 telah tiada
" jadi apa yang dikatakan winda itu benar " ucapnya serak air matanya tak berhenti mengalir
" jadi benar Winda yang melakukan penembakan pada Calamary, kurang ajar!! " umpat Haris marah. Ia pun berdiri keluar dan langsung menelfon pihak kepolisian untuk memberikan keterangan dari Rizal. Ia meminta polisi bertindak cepat.
Sementara di dalam Rizal kembali bertanya pada Jhon
" jadi dimana anakku sekarang? " tanyanya bergetar
Jhon pun menceritakan semua kejadian tentang Alicia sampai menghilangnya Alicia.
" kurasa pengacaranya tau dimana Alicia berada, cobalah anda merayunya tuan " pinta Jhon, Rizalpun mengangguk
Tak lama Haris masuk kembali
" saya sudah melapotkan Winda atas tuduhan pembunuhan berencana " lapornya
" Haris... katakan dimana anakku! tak mungkin kau tak tau dimana Alicia " ucap Rizal
Haris hanya bisa terdiam, ia merasa dilema.
" Tuan Rizal, saya akan menceritakan apa yg terjadi pada Alicia dan jika Alicia mau bertemu anda baru saya bisa memberirahukan keberadaannya. Bagaimanapun saya harus mengikuti keinginan clien saya " ucapnya panjang lebar
" Sekarang sebaiknya kita menyelesaikan masalah Winda terlebih dahulu. Apakah anda tak mau mendatangi makam istri anda Tuan? " tanya Haris
" tentu saya mau " ucap Rizal dengan lemas
" Tuan Rizal ini kunci rumah Alicia, william yang membelinya. Kurasa ia tak akan keberatan jika anda tinggal disana " ucap Jhon menyerahkan sebuah kunci pada Rizal
" Tuan Haris saya titip Tuan Rizal pada anda, saya yakin anda bisa mengurus sisanya. Saya harus kembali ke Spanyol " Ucap Jhon dan bergegas kembali ke Jet Keluarga William
" mari Tuan Rizal saya antar anda ke makam " mereka pun segara ke makam Calamary
ππSementara itu di Paris ππ
Brianna yang sedang tidur siang bermimpi buruk tentang papahnya
__ADS_1
" papah... papah.. papah... " ia mengigau dalam tidurnya
tok.. tok.. tok
suara ketukan membangunkan tidur Brianna
" ya sebentar " teriaknya sambil melap keringat nya,
" Bri dibawah ada beberapa orang mencarimu, katanya penting " ucap penjaga asrama
" baiklah sebentar aku turun " ucapnya, siapa ya tumben2 ada yang bertamu di asrama tanyanya
Sesampainya di ruang tamu asrama Bri terkejut ada Alex dan kedua orang tuanya
" Alex... mommy.. Tuan, ada apa? " tanyanya
Mommy memeluk Brianna erat dan mencium keningnya
" kami semua kangen denganmu Bri " ucapnya tulus, Brianna hanya tersenyum
" Bri kedatangan kami kemari karena kami ingin tau mengapa kau selalu mengatakan kau tak pantas berada di antara kami, tolong jelaskan Bri... sungguh kami sangat menyukaimu " ucap mommy
Akhirnya Brianna menceritakan tentang status dirinya dan mamanya , juga penolakan keluarga will yang menyebabkan ia hilang kepercayaan diri
Mommy menangis mendengar cerita Bri... dipeluknya lagi Brianna
" kalau hanya itu alasannya, sungguh Bri kami sama sekali tak keberatan dengan status dirimu. Jadilah menantu kami sayang, pintu keluarga kami terbuka lebar untukmu " pinta mommy
" aku sungguh2 mencintaimu Bri, menikahlah denganku " kembali Alex menyatakan perasaannya. Brianna menoleh pada papa Alex ia ingin tau tanggapan beliau.
Mr. Caesar tersenyum pada Bri dan menganggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan Alex dan istrinya. Bri merasa lega namun ia belum terlalu yakin dengan perasaannya pada Alex.... hatinya masih berat pada William
" Alex jika memang kau serius, tunggulah 1 bulan lagi magangku selesai , setelah magangku selesai aku akan memberikan keputusanku " jawabnya
Alex langsung memeluk Brianna karena senang sekali Bri memberikan angin segar padanya.
" kami akan menunggu Bri... " ucap mommy senang
Waduh gimana ya.... Brianna sepertinya akan move on, sabar ya will.. berdoa aja kalo jodoh tak akan kemana. Kalau ngak jodoh ya mau gimana ππππ
__ADS_1
Gimana menurut kalian, sebaiknya Brianna sama Alex apa sama Will...ditunggu komennya ya
Jangan lupa like komen n vote ya