Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
116. Paris


__ADS_3

" Bri... kau ke Paris juga..??? " ucapnya senang, berlahan Bri membuka kacamatanya... kesadarannya masih 50 % dibukanya matanya... dilihatnya sepasang manik mata berwarna hijau menatapnya dengan senyuman nan menawan selalu menghiasi bibirnya...ia sempat terpana...


" Alex..?? " ucapnya ragu, dikuceknya matanya lagi. Alex segera duduk di sebelah Brianna... ia terlihat senang sekali


" ternyata kalau jodoh ngak kemana ya ha ha " ucapnya senang


Bri hanya tersenyum simpul...


" maaf lex... nanti saja ngobrolnya ya... aku mengantuk sekali " ucapnya sambil merapatkan kupluknya dan memakai lagi kacamatanya


" okay... tak masalah, waktu kita masih panjang, tidurlah aku akan menjagamu " sahutnya


" terimakasih lex... " ucapnya, tak lama kemudian Bri pun terlelap kembali.. rupanya ia benar2 mengantuk... ucap Alex dalam hati.


Selama Brianna tidur, Alex hanya memandangi wajah cantiknya, dengan pelan ditariknya kacamata Brianna


" hemmm... cantik sekali kau Bri... mirip banget ma selena gomez... sodaraan kali ya... tetapi mengapa kau terkesan sangat cuek dan dingin... biasanya para wanita jika melihatku pasti mengejar2 ku, tapi tidak denganmu " ucapnya dalam hati


" tapi aku suka... wanita sepertimu.. aku akan bersabar, kau pasti akan kumiliki " tekadnya


Tanpa disadari Brianna beberapa kali Alex mengambil foto dirinya yang sedang tertidur, bahkan ia membuat foto selfie berdua Brianna.. ha ha ha... bahaya will


Brianna berlahan2 membuka kedua matanya, ia terbangun karena mendengar pramugari bercakap2 dengan seseorang didepannya, mengapa bahuku terasa berat.. tak bisa bergerak.. tanyanya dalam hati, ia pun menoleh


Dilihatnya seseorang tertidur dan bersandar di bahunya....oh iya... dia kan Alex... sadarnya


" Alex... lex... bangun, kau menindihku " ucapnya sambil mengerak2an tangan Alex, tak lama Alex pun bangun


" maaf... aku tertidur he he" ucapnya sambil memberikan senyum menawannya. hemm cakep kali anak orang ni... ucap Bri dalam hati


Selama perjalanan mereka mengobrol seputar Paris... Alex mengajak Bri mansion keluarganya tapi Brianna menolak dengan alasan akan langsung ke asrama. Akhirnya Alex mengantar Bri ke Asrama sekolahnya yang ternyata jaraknya tak jauh dari Mansion Alex

__ADS_1


Betapa senang hati Alex bisa dekat kembali dengan Brianna, ia sengaja tak mau terlalu memaksakan kehendaknya karena tak mau Bri malah menjauh.


Alex tau ada sesuatu yang salah dengan sikap Bri... entah apa yang sudah terjadi padanya. Karena Alex pernah sekolah psikologi selama 3 semester sebelum dipaksa berhenti dan pindah ke jurusan Bisnis Manajemen... oleh papanya.


Setelah membantu Bri dengan pendaftaran dan ***** bengeknya Alex pamit pulang, tak lupa ia berjanji akan datang pada akhir pekan untuk membawa Brianna jalan2 keliling Paris.


Brianna membaringkan tubuhnya di ranjangnya, ah lumayan sekamar hanya berdua... mudahan dapat teman sekamar yang baik... doanya sebelum kembali tertidur.


Sampai kegiatan belajar mengajar dimulai... Bri belum mendapat teman sekamar.. ia malah senang sekali bisa menguasai kamar itu sendirian.


Tak terasa sudah weeked... jam 10.00 Alex sudah nangkring di depan asrama Brianna. Ia tak bisa duduk tenang karena Brianna tak datang2, ia juga tak bisa menghubungi nya karena Brianna belum mau memberikan no ponselnya


Setelah 25 menit menunggu, Brianna datang dengan berlari2 kecil


" hos... hos... maaf lex aku lupa he he " sapanya begitu sampai


" teganya kau Bri.... " ucap Alex pura2 marah


" maaf ya... please..!! " ucapnya lagi karena merasa tak enak


" jangankan 25 menit... 25 tahun pun aku akan tetap menunggu " ucapnya merayu


" hem.... dasar gombal " jawab Bri begitu sadar Alex hanya pura2


" ayo.... aku akan memperlihatkan padamu keindahan Paris " ajak Alex sambil memberikan helm pada Bri. Bri menerima helm tsb dan memakainya. Merekapun berkeliling Paris dengan Motor balap Alex sampai petang.


" kita makan dulu ya.... lapar " ajak Alex


" ok... makan dimana? " ucap Bri


" itu... restoran di depan " ucapnya sambil menunjuk sebuah restoran mewah, ia lalu memarkirkan motornya.

__ADS_1


Mereka pun memasuki restoran... para pelayan membungkuk ketika mereka lewat


" Selamat malam Tuan muda " ucap mereka. Brianna yang mendengarnya terkejut, sepertinya mereka mengenal Alex...


Mereka sampai di meja yang disediakan, yang berada di outdorr hingga bisa melihat kerlapkerlip lampu kota Patis...


" waw indah sekali Lex " ucapnya tanpa sadar


Alex menarik kursi untuk Bri... Bri lalu duduk manis. Ia merasa aneh karena semua mata pelayan memandangi nya dengan tanda tanya


" lex.. apa ada yang aneh dengan dandananku? " tanyanya pada Alex, Alex memandanginya dari atas sampai bawah...


" tidak ada yang aneh... hanya.... "


" hanya apa lex, aku tak enak.. semua pelayan memandangiku " ucapnya gusar


" hanya saja kau terlalu cantik he he " jawabnya membuat Bri langsung cemberut


" I Hate You Lex... " gumamnya


" Thank you... I Love you too...ha ha.. . " jawabnya sambil memainkan matanya


Bri yang kesal mencubit lengan Alex... Alex mengaduh pura2 kesakitan


" dasar kau Lex... big baby.. " oloknya


" tak apa2.. asal kau yang jadi babysister nya" jawabnya lagi


Mereka makan sambil terus bersenda gurau, sifat Alex yang ceria dan suka bercanda membuat Bri nyaman berteman dengannya.


Namun tak dapat dipungkiri Brianna tetap merindukan William

__ADS_1


" Seandainya kau yang disini bersamaku Will... alangkah bahagianya " ucapnya dalam hati


Jangan lupa like komen dan vote selalu


__ADS_2