Akhir Pelarian

Akhir Pelarian
120. Tak ada usaha yang sia sia


__ADS_3

Sementara itu Winda sedang mengamuk karena Rizal berhasil melarikan diri.


" brengsek kalian semua, cuma menjaga satu orang saja kalian tak becus... kalian itu berlima, berapa uang yang kuhabiskan untuk mengaji kalian hah!!! " plak plak plak.. satu2 bodyguard tersebut di tampar oleh Winda


" cari Rizal sekarang, kalo tidak ketemu awas kalian!! " ancamnya lagi


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan menghentikan omelan Winda, bibi membuka pintu dan terkejut karena ada beberapa orang Polisi di depan pintu


Polisi langsung masuk dan menahan Winda, Winda meronta2... ia tak terima ditangkap


" apa salah saya?? " bentaknya


" Anda ditahan karena menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap Ny. Calamary " ucap Polisi


" apa buktinya..?? " tanyanya ngotot


" saksi yang melapor Tuan Rizal Adinata " ucap polisi lagi.


" Tidakkk... tidakk... aku bukan pembunuh. Dia mati karena memang dia itu pelakor ha ha ha " winda berteriak2 seperti orang gila


Andre yang melihat kejadian itu hanya bisa diam, sebenarnya sudah lama Andre merasa kesal dengan mamanya. Ia tau mamanya suka ke Club dan menjadi wanita liar, ia tau mamanya menjadi pembunuh.. bahkan ia tau perlakuan mamanya yg tak manusiawi terhadap Rizal, tapi ia hanya bisa diam karena Winda tak bisa di lawan


Kini Andre bisa bernafas lega.. Winda mendapat ganjarannya walaupun Winda adalah mama kandungnya tapi ia tak pernah setuju dengan perbuatan mamanya.

__ADS_1


🐬🐬di Kantor Haris 🐬🐬


Haris menghubungi Bri melalui Emailnya, ia memberitahu bahwa papahnya sudah ketemu dan menceritakan kejadian yang menimpa papahnya. Haris bertanya apakah Brianna mau bertemu papahnya, jika mau Haris akan memberikan alamat Brianna pada Rizal.


Lama Haris menunggu tapi Brianna belum memberikan jawaban, mungkin dia sibuk pikirnya. Akhirnya Haris menutup laptopnya dan beranjak pulang


Brianna rupanya sedang sibuk magang di sebuah Hotel baru di Prancis. Pemilik Hotel tersebut adalah orang Spanyol. Selesai magang Brianna bersiap pulang, setelah berganti baju ia pun pulang. Di depan hotel Alex sudah menunggunya dengan sabar.


Melihat Brianna, Alex langsung tersenyum bahagia


" mengapa kau kemari? "


" aku ingin mengajakmu dinner romantis "


" aku kan belum menjawab ia padamu Lex "


" baiklah Lex, tapi ini bukan kencan okay!! "


" sesuai keinginanmu cantik " ucap Alex sambil membukakan pintu mobilnya untuk Brianna.


Malam itu mereka dinner romantis di Hotel keluarga Alex dilanjutkan jalan2 ke menara Eifel. Brianna cukup senang malam itu, walaupun tidak sebahagia saat bersama Will.


Setidaknya Alex dan keluarganya menerimaku apa adanya, aku bisa belajar mencintai Alex.. pikir Brianna........ bisakah???


Malamnya Brianna membuka emailnya dan betapa terkejutnya ia membaca kabar dari Haris, ia menangis sesegukan. Tak disangkanya ternyata papahnya mengalami hal yang begitu mengerikan selama ini ia sudah salah paham... oh papah maafkan aku.. rutuknya menyesali diri

__ADS_1


Brianna membalas pesan melalui emailnya.


Ia meminta Haris memberikan alamatnya di Paris pada papahnya, karena ia tak bisa pulang, magangnya masih 2 minggu lagi baru selesai. Brianna juga memberika no ponselnya selama di Paris agar papahnya bisa menghubunginya via ponsel untuk sementara.


Malam itu Brianna dan Rizal sama2 tak bisa tidur. Pikiran keduanya melanglang buana kemana2.


Mendapat lampu hijau dari Brianna, Haris menghubungi Jhon terlebih dahulu. Akhirnya ia memutuskan untuk memberikan informasi keberadaan Alicia dengan status barunya yang bernama Brianna.


Berita bersambung dan sampai ke telinga Mr. Smith. Ia memerintahkan Jhon untuk segera ke Prancis untuk mencari Alicia, ia akan segera menyusul.


Tak makan waktu lama Jhon sudah mengetahui keberadaan Alicia yang sekarang bernama Brianna. Sudah 2 hari ia mengikuti Alicia sembari menunggu kedatangan Mr. Smith


Jhon melihat kedekatan Alicia dengan seorang pria, apakah pria itu kekasih barunya? tanyanya dalam hati. Jhon merasa sedih... Alicia benarkah kau sudah melupakan Tuan William??


Tut... tut.. tut..


Hpnya berdering, dilihatnya Mr. Smith calling


" Jhon aku sudah di hotel, kemarilah! " perintahnya


Jhon menghadap Mr. Smith dan memberikan laporannya dengan sedih.


" Tuan sepertinya kita sudah terlambat, Alicia sudah punya kekasih baru " ucapnya sedih


" mereka belum menikah Jhon, masih ada harapan. Jangan mudah berputus asa, tak ada usaha yang sia2 Jhon " ucap Mr. Smith dengan semangat

__ADS_1


Selalu like komen n vote nya dinanti... 😊😊


__ADS_2