
Mulut Katriana tidak berhenti terus terbuka lantaran takjub dengan semua yang kini tengah dia saksikan. Sebuah pemandangan yang menurutnya sangat luar biasa, dan dia tidak percaya jika benar ada tempat seperti ini di dunia ini. Apakah dirinya yang ketinggalan zaman, ataukah memang tempat ini baru saja ditemukan.
Mykonos merupakan sebuah pulau yang ada di Yunani. Pulau ini terletak di bagian selatan, tepatnya di region Aegea selatan. Pulau ini memiliki luas wilayah 105,2 km2. Pulau ini merupakan pulau yang memiliki semua yang menjadi ciri dari kepulauan Cyclades seperti yang dimiliki pulau Santorini.
Pulau Mykonos terkenal dengan bangunan putih serta kincir angin yang unik. Little Venice Mykonos dengan balkon-balkon yang menggantung di atas laut, dan restoran tepi pantai, gereja Paragia Paraportiani dan juga Petros the Pelican yang merupakan burung-burung pelikan yang mnejadi maskot Mykonos.
Mykonos juga memiliki sebutan sebagai pulau angin yang merupakan sebuah kota pelabuhan yang bersejarah. Dalam mitologi Yunani, Mykonos dinamai oleh penguasa pertamanya, Mykons. Seorang pahlawan lokal yang dianggap sebagai keturunan Dewa Apollo. Pulau ini juga dikisahkan menjadi tempat pertempuran hebat antara Zeus dan para titan, dan tempat Hercules membuang musuh-musuhnya.
" Woooowww... Ternyata ada kisah dibalik pulau ini.. Luar biasa sekali.." Katriana berdecak kagum setelah mendengar cerita tentang pulau Mykonos dari Gafar.
" Hm.. Aku pernah kemari sekali, waktu itu salah satu teman ku yang juga seorang pengacara di Yunani, mengajak ku bertemu di tempat ini untuk berdiskusi tentang kasus yang dia tangani." ujar Gafar.
" Tapi, kenapa bertemunya di tempat ini? Kenapa tidak di kota Athena saja?" tanya Katriana penasaran.
" Karena saat itu, aku berada di Montenegro untuk menghadiri pertemuan bisnis. Tempat yang dekat dan sekaligus berlibur, jadi Mykonos menjadi pilihannya." Katriana mangut-mangut.
" Kak... Kenapa semua bangunan disini berwarna putih? Apa memang di tempat ini diatur seperti itu?" tanya Katriana.
Sejauh mata Katriana memandang sejak turun dari kapal pesiar dan memasuki kawasan berpenghuni, semua bangunannya berwarna putih. Tidak ada satu pun yang memiliki warna lain selain putih. Tidak peduli itu rumah warga, rumah sakit, gereja ataupun fasilitas lainnya, semuanya berwarna putih. Katriana menjadi penasaran dengan semua ini, apakah ada sebuah alasan khusus di dalamnya.
" Oh... Awalnya bukan karena hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tapi lebih pada alasan yang mendasar dimana semua bahan bangunan di tepat ini adalah batu. Kayu di semua pulau yang ada di kepulauan Cyclades tidaklah banyak. Jadi batu dijadikan sebagai bahan untuk membuat bangunan." ujar Gafar.
" Batu biasanya berwarna gelap, dan itu menjadi sebuah masalah yang mana ketika musim panas yang cerah melanda Yunani. Maka sinar matahari akan diserap oleh batu-batu ini sehingga membuat kondisi di dalam bangunan menjadi panas. Karena itu bangunan di tempat ini di cat dengan warna putih. " Gafar menambahkan.
Katriana paham dengan apa yang diucapkan Gafar. Semua ini mengenai hukum fisika yang mana warna gelap akan menyerap cahaya dan warna terang akan memantulkan cahaya. Meski bukan siswa yang terpandai di masa dia sekolah. Tapi untuk masalah nilai, Katriana masih cukup mampu untuk dibanggakan oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Ah... Cat yang berwarna putih ini sebenarnya bukan cat biasa, melainkan kapur yang berasal dari batuan kapur. Kapur sendiri merupakan disenfektan untuk penyakit kolera yang mana pernah melanda tempat ini. Pada masa itu, keluarlah hukum yang mengharuskan masyarakat mengapur bangunan. Yah, meski kini hukum itu sudah tidak lagi berlaku, tapi masyarakat disini tetap melakukannya. Mengapur tempat tinggal mereka dan bangunan lainnya." ujar Gafar menceritakan sejarah warna putih pada bangunan di Mykonos.
" Kakak tahu semua itu? Apa sebelum kemari, kakak mempelajari semua itu terlebih dahulu agar bisa menjadi tour guide khusus untuk Katriana Lucius?" Katriana tiba-tiba saja ingin menggoda suaminya.
" Mana ada yang seperti itu.."
" Aduh.." Katriana memekik pelan saat Gafar menyentil dahinya.
" Ooohhhh... Kakak telah melakukan KDRT pada istri sendiri." Katriana memajukan wajahnya hingga tepat berada di depan Gafar.
CUP..
" Maaf.. Tapi apa yang barusan juga termasuk ke dalam KDRT?" Gafar tersenyum menggoda sang istri.
" Ahhhh... Kakak curang." Katriana menghentakan kakinya ke tanah karena kesal. Kemudian dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Gafar. Katriana sangat malu sekali, karena di cium suaminya di tempat umum. Iya kalau dahi atau pipi Katriana tidak akan terlalu malu. Lah ini, Gafar menciumnya tepat di bagian bibir.
Gafar yang tidak ingin kehilangan jejak sang istri, akhirnya ikut berlari mengejar katriana sambil terus tertawa, menertawakan tingkah laku istrinya yang cantik dan tidak sombong itu.
********************
Lelah berlarian, Gafar pun mengajak Katriana untuk mengunjungi salah satu cafe yang ada di dekat pantai. Katriana mengeluh lapar setelah berlarian tadi. Lagipula, ini juga sudah masuk jam makan siang. Alhasil, keduanya pun kini duduk memesan makanan di salah satu restoran tepi pantai.
" Kak... Apa yang kau pesan?" tanya Katriana yang tiba-tiba saja berubah menjadi orang bodoh ketika melihat buku menu.
" Apa mau pesan makanan yang sama dengan ku? Aku khawatir kau tidak menyukainya." Gafar balik bertanya.
__ADS_1
" Bukan begitu.. Aku tidak paham sama sekali dengan semua menu makanan di buku menu ini.. Bisa bantu menjelaskan?" Gafar terkekeh mendengarnya.
" Jangan tertawa.. Aku tidak memiliki tenaga berdebat dengan kakak karena saat ini perut ku sudah berbunyi meminta untuk diisi." kesal Katriana mencubit punggung tangan Gafar.
Gafar pun membacakan tulisan di dalam buku menu juga menjelaskan mengenai makanan seperti apa yang terlihat di dalam buku menu. Gafar mengatakan bahan utama masakan di restoran ini, agar Katriana bisa memilih berdasarkan bahan makanan yang aman untuk dia konsumsi. Takutnya, Katriana memiliki alergi pada bahan makanan tertentu.
Uh, romantis sekali, sampai bahan makanan pun ikut Gafar perhatikan demi kenyamanan istrinya. Suami idaman banget ini, sayangnya sudah dikontrak seumur hidup sama Katriana.
" Jadi... Mau pesan apa?" tanya Gafar diakhir penjelasan.
" Mydia... Itu tadi kerang kan kak?" Gafar pun mengangguk.
" Oke.. Aku pesan Mydia, dan Souvlaki saja.. Tapi bisakah jika aku request dagingnya itu daging domba?"
" Tentu saja bisa.. " Gafar pun memanggil pelayan untuk menyebutkan menu apa saja yang dia dan Katriana pesan.
Pelayan pun meminta mereka menunggu sejenak, sampai hidangan nanti sudah dihidangkan. Untuk mengisi waktu sampai pesanan mereka tiba, Katriana yang memang memiliki hobby untuk dipotret, meminta Gafar untuk memotretnya dengan kamera yang selalu dia bawa selama bulan madu mereka ini.
Dengan berbagai gaya dan ekspresi wajah, Katriana terus dipotret oleh Gafar. Mereka bahkan sampai berjalan keluar restoran untuk mencari angle yang tepat untuk beberapa potret Katriana. Gafar dan Katriana tersenyum sangat puas melihat hasil dari potret Katriana.
" Modelnya saja sudah cantik dan mempesona begini, jelas pasti fotonya akan sangat bagus.." Katriana bersenandung saking puasnya melihat hasil jepretan suaminya.
" Bukan hanya modelnya saja ayang bagus. Percuma juga jika fotografernya tidak memiliki bakat yang luar biasa. Hasilnya juga tidak akan sebagus ini jika bukan aku yang memotretnya." Gafar menyombongkan diri.
" Benarkah begitu? Ehmmm, rupanya suami ku yang tampan ini merupakan fotografer hebat yang bakatnya disembunyikan.." ledek Katriana.
__ADS_1
Sedetik kemudian, Katriana langsung melotot tajam ketika menyadari sesuatu hal. Katriana sungguh tidak menyangka, jika menikah dengan Gafar, harus siap malu karena berbagai macam modus Gafar untuk mendapatkan keuntungan darinya.
" Senang sekali karena mendengar kau menyebut aku sebagai suami mu.. Karena istri ku sangat pintar, tentunya suami yang hebat ini harus memberikan hadiah bukan?"