
Mengandung unsur 21+..
Untuk yang masih bocil di larang merapat dulu ya..
Langit malam di kota Milan terlihat sangat cerah malam ini. Bulan bersinar terang berhiaskan cahaya bintang yang bertabur di langit. Namun indah malamnya tak kalah dengan indahnya pemandangan dan suasana yang terjadi di dalam sebuah kamar hotel.
Suara nan indah, terus menerus memenuhi ruangan kamar hotel ini. Indahnya suara yang terdengar, menjadi perpaduan yang sangat serasi dengan langit malam ini. Suara-suara indah ini, berasal dari dua insan manusia yang tengah memeluk indahnya surga dunia.
Gafar, tak hentinya terus menggerakan pinggulnya demi bisa memberikan kepuasan pada Katriana yang telah takluk dalam kungkungannya. Entah sudah berapa kali mereka melakukannya malam ini, namun bagi keduanya, rasanya benar-benar luar biasa.
" Eugh... Aku sudah tidak kuat kak.. " Katriana merengek seperti anak kecil, tidak lagi sanggup menghadapi singa yang malam ini tengah buka puasa.
" Ahh.. Ini yang terakhir... Eugh.. Kau sangat nikmat, Katy.. Luar biasa yang di dalam sana menelan milik ku.. " Ucap Gafar terdengar sangat vulgar di telinga Katriana.
" Cepat.. Cepat keluarkan, kak... Aah.. Argghh... " Pintar Katriana.
Gafar yang menyadari jika istrinya telah kelelahan karena sejak tadi mereka terus melakukannya. Dan lagi, pengaman yang Gafar bawa juga sudah habis. Akhirnya membuat Gafar memburu waktu untuk segera meraih pelepasan bersama dengan sang istri.
" Aahh.. Kak.. Akuhhh.. Akan... Keluaaarrrrhhhhh.. " Erang Katriana yang merasa dirinya sudah hampir menuju ke titik puncak.
" Bersama.. Bersama... Aaagghh.. " Gafar semakin memacu pinggulnya dengan cepat, hingga akhirnya keduanya saling mengerang bersama, tanda dimana keduanya telah bersama mendaki puncak tinggi dari kenikmatan surga dunia.
HAH... HAH.. HAH...
" Luar biasa.. Kau sangat luar biasa, Katy.. Terima kasih.. Cup!! " Gafar mengecup kening Katriana, kemudian berbaring di samping Katriana dan langsung keduanya saling berpelukan.
" Kau membuat ku ketagihan, kak.. Bagaimana jika aku terus menerus menginginkan nya? " Gumam Katriana dengan wajah yang sudah bersembunyi di balik dada telanjang milik Gafar.
" Maka kita akan kembali melakukan dan merasakannya.. " Keduanya pun tersenyum, dan akhirnya menutup mata, masuk ke dalam alam mimpi bersama.
**************
__ADS_1
" Oh God.. Baby, listen to me.. Aku mendapatkan jackpot pagi ini.. Dan aku menginvestasikan hadiahnya untuk masa depan Mountain.. Apa kau senang mendengarnya? " Gaffi begitu semangat mengatakan jika dirinya baru saja memenangkan hadiah yang sangat besar.
" Aaaarrrrgggghh... Kenapa telinga ku dijewer? " Gaffi mengusap telinganya yang merah karena merasakan sakit saat dijewer begitu kuat oleh Kate.
" Jackpot??? Dengan menjadikan kak Gafar dan istrinya sebagai taruhan, lalu kak Gaffi menginvestasikan semua itu untuk Mountain.. Apa kak Gaffi minta dihajar daddy? " Sentap Kate yang kesal setengah mati dengan sifat suaminya yang kelewat usil.
" Apa kakak pernah membayangkan, bagaimana kecewanya kak Marisha ketika suaminya kehilangan apartemen mewah yang mereka beli dari uang yang mereka kumpulkan? Kak Gaffi keterlaluan.. Kembalikan apartemen itu, atau kak Gaffi tidur di luar malam ini!! " Kate melotot tajam menatap Gaffi.
Glug...
" Baby.. Kenapa kau meminta ku tidur di luar? " Tanya Gaffi merasa sangat shock.
" Bodo.. " Kate pun pergi meninggalkan suaminya.
HWAAAHAHAHAHAHAHAHAHA....
Suara tawa beberapa orang begitu nyaring di restoran hotel yang pagi ini hanya ada keluarga de Niels dan Lucius di dalamnya. Sarapan pagi mereka semua, telah diwarnai dengan suguhan adegan yang bagi mereka sangat menghibur.
Daddy Joaquin dan mommy Noura terlihat sangat puas ketika melihat putra mereka telah ditaklukan oleh wanita yang baik seperti Kate. Mommy Noura bahkan sudah angkat tangan dengan semua kenakalan dari putra nya yang menolak tua itu. Beruntung ada menantunya yang membantu menjinakan putranya.
" Sialan kalian.. " Gaffi pun hendak menyusul kemana istrinya pergi, namun dia terpaksa berhenti karena merasakan aura dingin yang berhembus di tengkuk lehernya.
Gaffi menoleh kebelakang dengan gerakan yang sangat pelan. Betapa terkejutnya Gaffi hingga kedua bola matanya melotot seperti hendak keluar, ketika dia menyadari siluet dari malaikat pencabut nyawa telah berdiri di belakangnya.
" Sial.. Kenapa bangunnya pagi sekali?.... KABUUUUURRRRRR... " Gaffi lekas berlari tunggang langgang saat sosok di belakangnya tadi juga berlari ikut mengejarnya.
" Sialan kau!!! Kau pikir siapa aku, HAH...??? Beraninya kau menjadikan aku bahan taruhan sialan itu.. " Sentak Gafar sambil terus berusaha meraih tubuh Gaffi karena dia sudah sangat ingin menghajar adik kembarnya yang beda hanya tiga menit darinya itu.
Katriana yang juga ikut turun dengan Gaffi tadi, kini hanya bisa garuk-garuk kepala melihat bagaimana sifat kekanak-kanakan yang dimiliki suaminya kini terlihat oleh kedua matanya. Katriana jadi bertanya-tanya dalam hatinya, apakah memang seperti ini sifat para pria dewasa.
" Malam yang menyenangkan ya.. " Katriana langsung melihat ke samping, dan terkejut melihat sudah ada seorang wanita yang tidak dia ketahui siapa orang ini.
__ADS_1
" Ya? "
" Hihihihi.. Reaksi mu bagus sekali.. " Wanita itu tertawa.
" Aku Geya.. Adik bungsu Gafar, dan kau bisa memanggil ku Gege... " Tangan wanita itu terulur yang kemudian langsung disambut oleh Geya.
" Maaf.. Saya tidak tahu kalau... "
" Jangan terlalu formal dengan ku.. Sekarang ini, kau adalah kakak ipar ku.. " Geya tersenyum manis di depan Katriana.
" Kakak.... Cantik sekali.. "
" Eh.. Maaf... Tiba-tiba terlintas begitu saja, Kata-kata itu.. " Katriana terkejut ketika dia secara reflek mengatakan kata itu.
" Terima kasih.. Aku yang tercantik diantara kami berlima.. " Canda Geya yang langsung mengundang tawa Katriana.
Geya pun mengajak Katriana duduk, untuk bercerita ini dan itu yang mana cukup membuat Katriana terkejut jika Geya ternyata baru saja sadar dari koma selama beberapa tahun karena kecelakaan mobil. Dan hal pertama yang Geya datangi dalam acara keluarganya adakah pernikahan Gafar dan Katriana.
Jujur saja, Katriana merasa sangat senang sekali karena Geya bahkan menyempatkan untuk datang di acara pernikahannya meski kondisi Geya belum cukup stabil saat ini. Berbincang dengan Geya, membuat Katriana banyak sekali mengetahui tentang keluarga barunya ini dan juga tentang suaminya.
" Percaya pada ku.. Sesuatu yang diawali tanpa cinta, tidak seburuk yang kau pikirkan.. Karena aku pun memulai semuanya juga tanpa cinta.. Tapi, saat ini, aku justru menjadi wanita paling bahagia karena menikah dengan pria tua yang ada di sana itu.. " Ujar Geya sambil menatap depan dimana suaminya berada.
" Benarkah? Aku tidak habis pikir, ternyata kakak juga mengalami hal yang sama. " Ucap Katriana terkejut.
" Gaffi juga begitu.. Dulu dia seperti musuh dengan istrinya, tapi bisa kamu lihat sendiri kan, sekarang dia bucin sekali dengan istrinya. " Geya terkekeh ketika mengingat kejadian tadi.
" Jadi jangan takut untuk membuka hati mu pada pria di sana itu.. Pria itu adalah orang yang sangat baik dan juga penuh perhatian meski tempramennya buruk sekali.. " Katriana mengangguk.
" Terima kasih kak.. Aku jadi sangat percaya diri sekarang.. " Ucap Katriana.
Sempat ada keraguan dalam hatinya, apalagi semalam dia telah menyerahkan mahkota berharganya pada sang suami. Ada sedikit rasa takut yang mana jika nantinya Gafar akan menyakiti dirinya atau ada orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
__ADS_1
Namun setelah mendapatkan pencerahan dari Geya, saat itu juga Katriana merasa yakin jika keputusannya memang tidak salah dalam memilih untuk percaya jika suaminya benar-benar bisa menghadirkan sebuah rumah tangga yang baik meski diawali tanpa adanya cinta.
" Aku sangat penasaran.. Kemana nantinya kamu akan membawa kapal kita berlayar? " Batin Katriana yang terus tersenyum menatap suaminya dari kejauhan.