Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Cinta pertama


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Pintu sebuah kamar yang berwarna pink dengan gambar donald duck besar di bagian pintunya, terus diketuk sejak lima menit yang lalu dan sama sekali belum ada jawaban dari seseorang yang berada di dalam kamar ini. Selama lima menit itu, sudah tiga orang yang pulang pergi mengetuk, hanya saja memang si pemilik kamar ini enggan membukakan pintu.


" Little bunny.. Jika kau tidak segera membuka pintunya, paman bersumpah atas nama mendiang nenek mu jika paman akan mendobrak pintu kesayangan mu ini.. " Seorang pria yang usianya sudah masuk senja, mulai mengeluarkan jurus paling ampuh untuk membuat si pemilik kamar ini keluar.


" Baik.. Paman akan menghitung mulai dari sekarang.. 1...2...."


Ceklek..


" Coba saja jika paman berani melakukannya. Aku yakin nenek akan bangkit kembali dan mengajak paman ikut dengannya. " Si pemilik kamar akhirnya keluar.


" Oh God... Ini little bunny paman atau ugly duck?? Berapa lama kau tidak mandi? Oh, bau apa ini? " Si paman menutup hidungnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya mengibas di udara seolah mengusir bau busuk di depannya.


" Hei paman menyebalkan!! Aku mungkin tidak mandi, tapi maaf, bau ku tetap sedap.. Jangan menghinaku.. " Mata si pemilik kamar yang dipanggil little bunny itupun melotot menatap pamannya sengit.


HWAHAHAHAHAHAHAHA


Suara Benjamin menggema di seluruh bagian dalam mansion mewah miliknya. Mood booster seorang Benjamin yang merupakan pebisnis handal di bidang perindustrian hiburan adalah menggoda keponakan kecilnya yang selalu marah saat dikatakan ugly duck dan bau.


Keponakannya ini pecinta donald duck, tapi enggan dipanggil little duck karena ada cerita tentang anak bebek buruk rupa. Dia merasa dirinya cantik, jadi dia enggan dipanggil little duck alih-alih justru little bunny.

__ADS_1


" Sudah tertawanya?? Untuk apa paman kemari? " Tanya little bunny sengit.


" Sorry my little bunny, kau itu sangat lucu.. Karena itu paman suka sekali mengganggu mu.. " Ada sedikit sisa tawa dari Benjamin yang masih tersisa.


" By the way.. Kau tidak mempersilahkan paman masuk ke dalam? " Benjamin bertanya. Rasanya tidak enak berbincang ketika mereka masih berada di depan pintu. Tidak enak saja jika pembicaraan mereka yang mungkin penting, bisa didengar oleh para pekerja di mansion ini.


" Bukankah paman ingin menghancurkan kamar ku? Kenapa sekarang ingin masuk? " Little bunny menyindir pamannya.


" Hahahahaha.. Paman memang benar-benar berniat mendobrak pintu kesayangan mu ini andai kau tidak kunjung membukanya.. " Ujar Benjamin dengan santainya sambil masuk ke kamar milik keponakannya.


" Paman!!! " Pekik little bunny.


*****************


Keduanya yang sama-sama sebatang kara, akhirnya membentuk sebuah keluarga dan mereka selalu merasa bahagia. Bagi pamannya, Aurora adalah teman hidup dalam artian lain. Temannya untuk bercanda, menonton film bersama, makan bersama, hidup bersama di satu atap, dan yang terpenting adalah teman untuk mengisi ruang kosong di kehidupan mereka masing-masing.


Jangan ditanya, meski bagi Aurora pamannya adalah musuh bebuyutannya karena gemar sekali menggodanya. Tapi bagi Aurora dia rela kehilangan semua yang dia miliki asal tidak kehilangan pamannya. Bagi Aurora, asalkan pamannya ada di sampingnya itu sudah lebih dari cukup.


Cinta pertama seorang anak pastilah ayah mereka. Tapi bagi Aurora, cinta pertamanya adalah sang paman. Tidak akan ada yang bisa menggantikan berapa besar pamannya memberinya dunia berserta isinya agar Aurora merasa bahagia terlahir di dunia ini meski tanpa orang tua.


" Paman sejak tadi tidak mengatakan apapun. Sebenarnya ada apa di pagi indah ku ini paman bertamu? " Tanya Aurora setelah lebih dari sepuluh menit pamannya hanya diam berdiri di rak yang Aurora jadikan tempat meletakan begitu banyak foto-fotonya sejak kecil hingga sekarang.

__ADS_1


" Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Seingat ku dulu kau suka menangis hingga keluar ingus yang banyak dan kau selalu menggunakan kemeja kerja paman untuk mengelap ingus mu.. " Paman terkekeh mengingat momen itu.


" Aish... Paman. Kenapa yang paman ingat adalah saat aku ingusan? Memalukan sekali paman. " Protes Aurora yang paling tidak suka hal-hal semacam ini dibahas. Tentu saja karena dia malu dan tidak ingin ada yang mengetahuinya.


" Hahahaha.. Tentu saja paman tidak hanya mengingat hal itu. Masih ada ketika kau tercebur ke air selokan, lalu saat kau belajar naik sepeda dan tercebur ke kolam renang.. Kemudian... "


" STOOOOOOOPPPPPPP "


" Jangan dibahas lagi.. Kau membuat ku malu paman. Jangan sampai ada yang tahu jika aku pernah mengalami hal memalukan itu. " Aurora melotot tajam melihat pamannya masih saja terkekeh.


Paman kemudian mendekat ke tempat tidur, dimana Aurora duduk di bagian pinggirnya. Keduanya lalu sama-sama duduk dan sekejap saja paman secara tiba-tiba memeluk tubuh Aurora. Saking kagetnya Aurora sama sekali tidak memberikan reaksi. Sudah lama pamannya tidak pernah memeluknya seperti ini setelah keduanya sama-sama sibuk bekerja.


Hangat, dan nyaman, itulah gambaran perasaan Aurora saat cinta pertamanya ini memeluknya dengan penuh kasih sayang. Tidak ada yang lebih Aurora butuhkan selain pelukan dari pamannya karena hanya dengan sebuah pelukan, semua kesedihan, beban dan kesulitan yang Aurora rasakan akan menghilang.


Setelah berhasil menguasai dirinya, Aurora langsung membalas pelukan pamannya dengan sangat erat. Aurora terharu, bahkan di bagian ujung matanya sudah berair. Aurora memejamkan matanya guna meresapi rasa hangat dan nyaman dari pelukan sang paman.


" Paman selalu berharap, akan ada seorang pria yang seperti paman. Pria itu mencintai dan menyayangi mu dari semua hal yang kau katakan memalukan itu. Paman ini kau tidak sampai salah memilih pasangan, karena itu akan menghancurkan hidup mu, hidup paman juga.. " Ujar paman. Aurora masih tetap diam fokus mendengarkan.


" Apakah pria yang kau cintai saat ini bisa menggantikan posisi paman nantinya? Jika iya, paman akan melawan semua hal agar kau bisa bersama dengannya. Tapi jika pria ini adalah pria yang buruk, maka dengan tangan paman sendiri, paman akan melenyapkannya dari pandangan mu. " Aurora langsung mendongak menatap pamannya dengan wajah penuh keterkejutan.


" Apa maksud paman berucap seperti itu? Tidak akan pria yang bisa menggantikan posisi mu. Dia juga tidak bisa.. Kalian sama-sama menyebalkan, tapi paman adalah segalanya bagi ku. Jangan mempertaruhkan apapun agar dia bersama ku, aku ingin dia menjadi milik ku karena dia menginginkan ku. Bukan karena takut dengan paman. " Ucap Aurora tidak setuju dengan ucapan sang paman.

__ADS_1


Paman tersenyum, keponakannya bisa berkata sesuatu hal yang menurutnya tidak akan pernah terucap dari keponakan manjanya ini. Bertanya-tanya, siapa gerangan yang mampu membuat keponakan kesayangannya ini berucap kata-kata manis ini.


Paman mengusap puncak kepala Aurora, kemudian menciumnya dengan penuh kasih sayang. Jika dengan memberikan dunia ini baru bisa membuat Aurora bahagia, maka dengan segenap kemampuannya paman akan memberikan dunia yang Aurora inginkan. Itulah janjinya pada mendiang orang tua Aurora, untuk menjadikan keponakan kesayangannya ini sebagai wanita yang paling bahagia di dunia ini.


__ADS_2