Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Kepulangan


__ADS_3

" Dimana Tria? Kenapa dia nggak ikut ke lokasi?" tanya Lycan yang menghentikan langkah Aurora sebelum asisten pribadi Tria memasuki ruang ganti yang biasa digunakan Tria di tempat ini.


" Bukan urusan mu dimana Tria sekarang.." jawab Aurora ketus. Beruntung Lycan mendekatinya di lokasi pemotretan. Andai Lycan mendekatinya di perusahaan, maka heels milik Aurora lah yang akan melayang menjawab pertanyaan dari Lycan.


" Pemotretan belum selesai kan.. Dan lagi, hari ini adalah jadwal pemotretan kami bersama. " Lycan tetap menempel pada Aurora dan tidak peduli jika Aurora sungguh muak saat ini.


" Andai saja tidak ada model kelas teri di tempat ini, pemotretan seharusnya sudah selesai sejak dua hari yang lalu.. Hari ini adalah jadwal Tria libur.." malas terus-terusan dikejar Lycan, maka Aurora pun menjawab sekenanya.


" Bertanya sekali lagi, maka aku benar-benar tidak akan menahan diri untuk menghancurkan wajah mu, Lycan.." ancam Aurora dengan melotot tajam menatap Lycan yang sepertinya hendak bertanya lagi padanya.


Pagi yang sial untuk Aurora hari ini. Seharusnya dia libur, tapi karena kecerobohannya kemarin dengan meninggalkan flashdisk penting tentang projek milik Tria berikutnya di tempat ini. Akhirnya Aurora harus mengambil ke tempat ini dan bertemu dengan Lycan yang menyebalkan ini.


" Sepertinya aku harus mandi dengan banyak bunga ditabur di bath up.. Menurut apa yang aku dengar, hal itu bisa mengusir sial." ucap Aurora yang tiba-tiba merinding.


" Tria... Bagaimana bisa pria bodoh seperti Lycan, pernah mendapatkan cinta mu.. Bodohnya lagi dia dengan berani-beraninya bermain api saat tengah bersama mu.." gumam Aurora tidak habis pikir.


" Beruntung kau dan Kay ku menghentikan aku saat itu.. Kalau tidak, karir model Lintah itu sudah lama berakhir di tangan ku.." Aurora teringat kejadian yang membuatnya hampir mematahkan tangan Lycan beberapa tahun yang lalu.


Begitu selesai dengan urusannya di lokasi pemotretan Tria. Akhirnya Aurora bisa menikmati hari liburnya. Aurora telah merencanakan beberapa lokasi yang akan dia kunjungi hari ini. Tak apa jika dia harus sendiri liburan kali ini, karena biasanya Tria akan menemaninya.


" Sepertinya aku benar-benar harus mempercepat rencana ku untuk mendapatkan cintanya.. Sungguh tidak menyenangkan bersenang-senang tanpa kawan.." keluh Aurora.


***********************


" Hahhhh... Akhirnya bisa pulang." ujar Gafar ketika kakinya melangkah masuk ke dalam penthouses miliknya.

__ADS_1


" Senang banget akunya kak.. Soalnya nggak sendirian lagi di sini." Katriana ikut nimbrung.


" Maaf ya.. Bikin kamu sendirian di tempat ini selama beberapa hari ini.. " Gafar mengusap puncak kepala istrinya penuh sayang.


" Kakak kan sakit, jadi nggak perlu minta maaf.." Katriana tersenyum malu ketika mendapatkan sentuhan penuh perhatian dari Gafar.


" Ehem...Ehem... Maaf, bisa kalian berdua menyingkir.. Bukan hanya kalian yang akan masuk ke dalam unit ini.." sebuah suara gaib dari belakang Gafar dan Katriana, membuyarkan adegan romantis yang dijalani pengantin baru ini.


" Sial.. Ingatkan aku untuk memblacklistnya dari daftar tamu yang bisa masuk ke penthouses ku." umpat Gafar.


Jangan ditanya bagaimana Katriana saat ini, setelah adegan romantisnya dengan sang suami menjadi tontonan menarik semua anggota keluarga. Katriana sangat malu, wajahnya merah saking malunya dia. Belum lagi tatapan mata menggoda dari anggota keluarga Gafar ketika menatapnya.


" Cobaan apa lagi ini??" batin Katriana berteriak keras.


Hari ini memang merupakan hari dimana Gafar sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya selama dia sakit di JN HOSPITAL milik keluarga de Niels. Semua anggota keluarga de Niels yang tinggal di Milan, datang menjemput Gafar dan ikut pergi ke penthouses milik Gafar untuk acara makan-makan sebagai bentuk rasa syukur karena Gafar telah kembali sehat.


" Letakan saja di sana, Katy.. Dan kemarilah, duduk saja di bersama Gafar.. Kamu pasti lelah." ujar mommy Noura ketika melihat Katriana membawakan bahan-bahan masakan yang akan diolah oleh mommy Noura dibantu anak dan menantunya.


" Mommy jangan sungkan dengan Katy ya.. Nggak apa kok kalau Katy bantu-bantu." ucap Katriana merasa tidak enak dengan yang lainnya. Pasalnya hanya dia dan Gafar saja yang duduk di ruangan ini. Yang lain semuanya ikut membantu mempersiapkan acara makan malam nanti di penthouses milik Gafar ini.


" Tidak sungkan, nak.. Tapi mereka semua saja sudah cukup untuk membantu mommy.. Temani saja suami mu, karena yang dia butuhkan saat ini adalah kasih dan cinta dari istrinya." Katriana kembali tersipu malu karena ucapan mommy mertuanya.


Katriana akhirnya mengalah dan pergi meninggalkan dapur untuk bergabung duduk di ruang tengah bersama dengan suaminya. Kebetulan, ruang keluarga dengan dapur memang tidak memiliki sekat, sehingga dari kedua tempat ini bisa saling melihat kegiatan di kedua ruangan ini.


Katriana merasa tidak nyaman jika hanya dia saja yang tidak membantu. Tapi mau bagaimana lagi, jika Ratu di keluarga de Niels sudah memutuskan. Tidak ada satupun di keluarga de Niels yang akan menentang ucapan dari nyonya besar de Niels ini.

__ADS_1


" Mommy hanya tidak ingin kau kelelahan.. " Ujar Gafar yang tahu apa yang ada di dalam pikiran Katriana.


" Iya, kak.. " Gafar mengulurkan tangannya untuk mengambil telapak tangan Katriana. Memangku nya di paha kaki kanannya, Gafar menepuk pelan punggung telapak tangan Katriana. Ingin hati Gafar menenangkan perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh Katriana.


" Terima kasih kak.. " Katriana merasa sedikit membaik berkat perlakuan lembut Gafar padanya.


" Itulah gunanya ada aku di samping mu.. " Gafar tersenyum. Senyuman yang sungguh mampu membuat jantung Katriana berdetak kencang sekali.


" Aduh.. Jantung ku.. " Batin Katriana meringis.


Dari arah dapur, mommy Noura melihat putranya dan menantunya berinteraksi. Mommy Noura tersenyum senang, karena perjodohan yang dia dan mama Hannah rencanakan sepertinya berhasil. Gafar dan Katriana terlihat baik-baik saja meski terkadang terlihat kaku.


Rupanya ada yang juga memperhatikan Gafar bersama sang istri, juga memperhatikan mommy Noura. Senyum iblis muncul dari bibir seseorang yang memperhatikan itu. Sebuah ide jahat keluar begitu saja dari otak jenius nya.


" Ehem.. Ehem.. " Mata mommy Noura melotot tajam begitu penglihatan nya ternodai oleh sesuatu yang tiba-tiba saja melintas melewatinya dan sekarang tengah menuju ke arah Gafar dan Katriana.


" Sialan.. " Umpat mommy Noura mengagetkan semua orang di sana.


" Mom.. " Tegur daddy Joaquin, Galen, dan Gadhi secara bersamaan.


" Lihat.. Anak nakal satu itu, apa dia belum puas bertingkah sebelum aku mati.. " Mommy Noura menyingsingkan lengan kemejanya dan mengambil centong besar yang dia gunakan untuk menumis bumbu tadi.


" Mom.. " Semuanya orang langsung melempar apa yang kini mereka pegang, dan langsung mengikuti nyonya besar keluarga de Niels sebelum terjadi prahara rumah tangga yang tidak bagus dilihat.


Bugh

__ADS_1


" AAAAARRRRGGFFHHHHH... "


__ADS_2