Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Hal yang menyebabkan


__ADS_3

Bertemu dengan seseorang yang pernah menoreh luka pada kita. Apalagi harus berada dalam sebuah situasi dimana harus sama-sama terlibat di dalamnya. Harus bagaimanakah menjelaskan bagaimana perasaan kita saat itu juga.


Begitu sampai di lokasi dimana Tria akan melakukan pemotretan dan juga syuting iklan dari perusahaan otomotif yang terkenal di negaranya. Mata dan hati Tria ternodai ketika melihat seseorang dari masa lalunya, berada di sana dan lebih luar biasanya lagi, keduanya terlibat dalam kerja iklan ini.


" Heol... Si burik ngapain disini? " Celetuk Aurora yang begitu gedek bila melihat masa lalu Tria.


" Kau tanya aku, lalu aku harus bertanya pada siapa.. " Jawab Tria yang terlihat lesu dan hilang semangat.


Aurora berdecak kesal sekali. Meski mereka berada di dalam satu gedung yang sama karena kebetulan mantan kekasih Tria ini adalah model di agensi Sky Dream. Aurora dan Tria selalu berusaha menghindari pria ini. Alasannya, tentu saja karena mereka risih melihat bagaimana pria ini dengan tidak tahu malunya di depan Tria, masih bersikap seolah tidak berbuat sesuatu yang salah.


Kalau ada orang yang paling tidak tahu malu di dunia ini, pastinya Aurora akan mencetuskan nama pria yang menjadi masa lalu Tria. Sebuah kesialan dan noda dalam karir model Tria, adalah mengenal pria satu ini.


" Tri... Lama tak bertemu.. Bagaimana kabar mu? " Sapa pria ini dengan tampang tanpa dosa dan senyum lebar sekali, seolah sangat senang bertemu dengan Tria.


" Baik.. " Jawab Tria singkat.


" Aku sungguh senang bisa satu kerjaan dengan mu lagi.. Rasanya aku merindukan masa-masa kita dulu.. Apa kamu nggak.....? " Ucapan pria ini mengambang di udara ketika melihat tangan Tria sudah naik untuk menghentikannya.


" Mari kita selesaikan semuanya dengan cepat.. Terima kasih atas perhatiannya.. " Ucap Tria kemudian meninggalkan mantan kekasih nya itu.


" Tri... Tria... " Panggil pria itu berusaha untuk menghentikan langkah wanita cantik yang pernah mengisi hari-harinya dulu.


" Ck.. Ck.. Ck... Kalau ada kaca nanti di ruang rias.. Tolong berkaca ya!!! Melihat bagaimana wajah tanpa dosa mu itu, rasanya aku dan Tria muak sekali.. " Sarkas Aurora pun melangkah menyusul Tria setelah menabrakan bahunya ke lengan mantan kekasih Tria itu.


" Sial... "


****************

__ADS_1


BRAK..


" SIALAN.. " Kayden langsung mengumpat saat terkejut pintu di tutup dengan sangat keras.


" Terlalu sering bersama Aurora membuat mu kehilangan sopan santun? " Kayden melotot saat tahu pelaku yang membuatnya hampir jantungan adalah Tria.


BRAK..


" SIALAN.. KALIAN INGIN CARI GARA-GARA DENGAN KU, YA!!! " Hilang sudah kesabaran Kayden.


" Kau itu kenapa? Kami baru datang sudah marah-marah.. " Tanya Aurora tanpa rasa bersalah sama sekali karena membuat Kayden terkejut untuk kedua kalinya.


" Sudahlah.. Bicara dengan kalian, hanya akan membawa ku cepat-cepat bertemu malaikat pencabut nyawa.. " Kayden mengalah. Dia pun bergegas keluar dari ruangan yang sebentar lagi akan berubah menjadi neraka ketika dua orang itu sudah berulah.


" Kayden... Tunggu!!! " Sambil menghela nafas dengan kasar, Kayden pun berbalik menatap Tria yang memanggilnya.


" Lycan.. Kau tahu jika dia juga akan menjadi model dalam iklan ini? " Tria menatap Kayden sendu.


Kayden menghampiri Tria dan berdiri tepat di depan wanita yang sudah selama lima tahun ini dia jaga dalam konteks pekerjaan. Kayden tahu betul bagaimana Tria saat Lycan, mantan kekasihnya berbuat kesalahan yang akhirnya membuat Tria mengalami luka yang sangat mendalam.


Andai saja saat itu Tria tidak sedang dalam puncak karirnya sebagai model. Bisa dipastikan Tria akan depresi dan berakhir gagal meraih mimpinya. Saat itu adalah saat terendah dalam hidup dan perjalanan karir Tria dan berkarya keberadaan Kayden serta Aurora lah, Tria berhasil melewati semua itu.


" Maaf.. Aku juga baru tahu setelah datang ke lokasi.. Menurut apa yang dikatakan pihak perusahaan, sebenarnya model pasangan mu adalah senior Ellioth.. Sayangnya, beliau berhalangan karena sakit dan harus dirawat.. "


" Bertahan lah.. Paling lama satu minggu, dan jika kau bekerja seperti biasanya, tiga hari saja pekerjaan ini akan selesai.. Jangan pikirkan manusia itu, fokus cepat selesaikan pekerjaan mu.. Bukankah ada yang menanti mu di rumah.. " Ucap Kayden menjelaskan sekaligus memberikan semangat pada Tria.


Kayden tidak akan pernah menghakimi Tria jika nantinya terjadi kendala di dalam pembuatan iklan ini. Sudah sejak tiga tahun yang lalu, Tria memang selalu menghindari pekerjaan yang mengharuskannya bekerja sama dengan Lycan. Mungkin, pihak perusahaan otomotif ini tidak memahami situasi karena jadwal yang ketat.

__ADS_1


Tria sendiri tidak bisa berbuat saat ini selain berusaha untuk tetap profesional dengan pekerjaan yang sudah diterimanya. Masalah nanti jika dia sudah tidak mampu menahan dan berakhir mencakar Lycan, maka itu akan menjadi pekerjaan managemen miliknya.


" Hm.. Aku harus menyelesaikan semuanya dengan cepat.. Aku berjanji akan datang di malam hari.. " Kayden mengangguk.


************


Angan dan kenyataan berbanding terbalik merupakan situasi yang sudah biasa terjadi. Kali ini, hal itu menimpa Tria dan ini membuatnya ingin menelan hidup-hidup seseorang yang mengacaukan semua rencana dan angannya.


Sudah hampir jam tiga sore, dan Tria serta Lycan masih belum mengakhiri sesi pemotretan mereka. Siapa lagi yang banyak bertingkah kalau bukan Lycan orangnya. Banyak sekali kesalahan yang dia lakukan sehingga pemotretan yang harusnya selesai sebelum makan siang, kini menjadi hampir sore hari.


Tria sudah mencengkeram erat kaleng minuman yang ada di tangannya hingga tidak berbentuk lagi. Dalam bayangannya, bukan kaleng yang dia rumah melainkan pria yang sekarang masih mendapatkan arahan dari fotografer karena kesalahan demi kesalahan ekspresi dan gerak yang dia lakukan.


" Membunuh orang? Penjara nya berapa tahun? " Tanya Tria secara acak lantaran kesal sekali.


" Tenang saja.. Kau punya penopang kesejahteraan seorang pengacara.. Aku yakin kau akan bebas bersyarat. " Jawab Aurora tidak kalah acak. Keduanya sama-sama melantur berbincang tak jelas kemana arah tujuannya.


" Sungguh rasanya tangan ku begitu gatal ingin mencabik-cabik pria menyebalkan itu.. Kalau begini ceritanya, semua yang aku rencanakan akan gagal nantinya.. Hiks.. Hiks.. " Tria berusaha mendramatisir keadaan saat ini.


" Kau benar.. Padahal kau harus segera kembali sebelum malam tiba.. Yang aku khawatirkan mereka akan curiga dan mengatakan jika kau keterlaluan karena tidak perhatian.. " Aurora pun ikut menangis buaya.


" Apa yang harus aku lakukan? Malangnya nasib mu.. " Tria menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya berusaha untuk terlihat frustasi.


" Ck.. " Terdengar decakan kemudian langkah kaki yang mengarah menjauh dari posisi Tria saat ini.


Tria mengintip sebentar untuk melihat kondisi, dan sedetik kemudian dia bersorak ria dan melakukan high five dengan Aurora. Rencananya berhasil dan semua itu berkat kemistri yang dia dan Aurora miliki. Sehingga meski tanpa kompromi terlebih dahulu, keduanya seorang paham dengan hanya melihat bahasa tubuh, tutur kata yang tersirat dan kerlingan mata saja.


Saat ini, Tria hanya perlu memasrahkan semuanya pada seseorang yang akan selalu membantu menyelesaikan masalahnya meski mulutnya tidak akan berhenti mengomel. Bukanlah Tria adalah model yang beruntung, mendapatkan orang-orang yang terbaik yang menemani dia meniti karir.

__ADS_1


__ADS_2