
Berita tentang perselingkuhan antara Tria dan Lycan, kini semakin hari semakin tidak lagi bisa dikendalikan. Hujatan dan juga cacian untuk Tria sudah tidak lagi mampu dikendalikan apalagi pihak agensi hingga kini belum mengeluarkan statement apapun mengenai berita ini. Apakah sebuah kebenaran atau hanya setingan untuk membuat proyek kerja Tria dan Lycan melejit. Semuanya masih abu-abu hingga membuat masalah tidak lagi mampu dikendalikan.
Sky Dream seolah bungkam ketika sosok Felix Huxley, yang merupakan CEO dari perusahaan yang menggugat Tria karena dianggap menyalahi aturan kontrak mereka. Sky Dream seolah membenarkan jika Tria memang melakukan pelanggaran kontrak, yang mana pelanggaran itu ada di poin ke empat yang menyatakan jika Tria tidak diperbolehkan memiliki skandal apapun.
Foto tentang Tria yang dipeluk erat oleh Lycan ketika berada di tempat pembuatan iklan dari perusahaan otomotif milik Huxley, justru memperburuk suasana hati Felix Huxley yang merasa dipermalukan. Sebenernya Felix tidak melarang adanya kisah cinta antara siapa pun model yang menjadi model perusahaannya, hanya saja yang Tria lakukan ini bukanlah kisah percintaan indah, melainkan sebuah skandal.
Diketahui beberapa tahun yang lalu, Tria dan Lycan adalah sepasang kekasih yang membuat siapa saja iri ketika melihat mereka. Tampan dan cantik, serta sama-sama memiliki nama di dunia model, menjadikan keduanya pasangan idaman semua penggemar. Tak jarang mereka mendapatkan hadiah dari penggemar yang mengagumi kisah cinta mereka.
Sayangnya kisah cinta indah itu harus berakhir ketika tersebar sebuah berita jika Tria adalah wanita yang merebut tunangan dari sahabatnya sendiri. Elexsia adalah gadis yang ditunangkan dengan Lycan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah, dan tiba-tiba saja Tria datang dan merebut posisi dari Elexsia.
Saat itulah penderitaan Tria di dunia model dimulai. Sama seperti saat ini, saat itu Tria menjadi bahan cacian semua orang yang dulu mengaguminya. Hingga setahun kemudian, Tria yang awalnya tidak ada kabar sama sekali tiba-tiba kembali muncul dengan prestasi yang sangat luar biasa.
Tria mendapatkan juara pertama dalam ajang model internasional di Paris, Prancis. Bahkan perusahaan-perusahaan di Perancis mempercayakan image perusahaan mereka pada Tria. Nama Tria yang sempat tenggelam karena kasus dengan Elexsia dan Lycan, kembali dielu-elukan olah semua orang karena prestasinya.
Ya, Tria membayar semua hujatan dari orang-orang yang tidak paham situasi sebenarnya dengan prestasi yang sangat membanggakan. Pihak Prancis bahkan mengatakan jika Tria tidak diterima di negara asalnya, mereka siap menarik Tria untuk menjadi model profesional di Prancis.
Kembali lagi ke masa sekarang, dimana Tria sedang duduk di ruang kerja Kayden, memperhatikan Kayden dan Aurora yang tengah berdebar karena komentar jahat di sosial media milik Tria. Saking sudah muak dan jengah dengan situasi saat ini, Tria sampai pasrah dan hanya diam saja tanpa ada usaha untuk melakukan sesuatu agar namanya kembali baik.
__ADS_1
" Sial.. Semua ini gara-gara lintah darat itu, sampai masalah menjadi semakin buruk seperti ini. " Aurora tidak berhenti mengatai Lycan yang memang menjadi sumber perkara tapi enggan melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi.
" Kay-ku... Bagaimana kalau kita membuat Lycan bicara di publik? Kita buat dia mengaku jika dirinya disini yang bersalah, baik sekarang maupun dulu. " Kayden menatap datar Aurora. Bukan tidak setuju dengan ide dari Aurora, tapi panggilan yang Aurora sematkan untuknya sungguh terasa sangat menggelikan.
" Apa? " Tanya Aurora saat sadar Kayden menatapnya. Pipinya langsung bersemu merah mendapatkan tatapan seintens itu dari seorang Kayden.
Kayden yang melihat pipi Aurora merona seperti itu karena dirinya, memutar bola matanya jengah. Kayden heran juga, disaat seperti ini Aurora masih sempat tersipu malu karenanya. Bukanlah seharusnya Aurora pusing memikirkan nasib sahabat baiknya di penghujung karir itu daripada tersipu karenanya. Perempuan memang makhluk yang paling tidak mudah untuk dimengerti.
" Tidak ada apa-apa.. Lakukan saja apa yang kau inginkan. " Ujar Kayden malas memperpanjang perbincangan mereka yang bisa dipastikan akan merembet kemana-mana.
" Dih.. Kau itu menyebalkan sekali.. Apa kau akan diam saja saat mereka semua menyerang Tria? Dan kau, Tri... Kenapa kau santai sekali? Apa karena tuan Gafar yang menangani kasus ini? " Tria yang sedang menyesap es cappucino hampir saja tersedak saat tiba-tiba namanya disebut dalam perdebatan antara Aurora dan Kayden.
" Ya.. Jangan mentang-mentang kau sekarang kaya raya, jadi kau Terima saja saat harus membayar pinalti sebesar itu. " Ucap Aurora menggebu.
" Ck.. Lalu harus bagaimana lagi? Tuan Gafar saja tidak menghubungi kita lagi sejak pertemuan terakhir itu. Jadi lebih baik kita nikmati saja apa yang ada di depan kita. " Aurora dibuat berasap mendengar ucapan Tria. Enteng sekali teman sekaligus rekan kerjanya ini bicara. Apa dia tidak tahu, berapa nominal pinalti yang akan dibayarkan olehnya jika dia kalah dalam kasus ini. Orang kaya sekalipun juga akan terasa ketika tabungannya terkuras segitu banyaknya.
***************
__ADS_1
Salah satu nama yang disebut dalam perdebatan Tria dan kedua rekannya, kini tengah menyesap kopi setelah selesai makan siang dengan seseorang yang termasuk dalam salah satu nama yang tertulis di berkas kasus yang tengah dia pegang saat ini. Kedua pria yang sama-sama tampan meski usia mereka terpaut beberapa tahun, tapi sungguh mereka memiliki daya tarik sendiri sesuai dengan umur mereka.
Gafar dan Felix, memutuskan untuk bertemu setelah beberapa kali batal karena bentroknya jadwal mereka. Namun setelah hampir seminggu lamanya, mereka pun kini bisa duduk berhadapan untuk membahas berita yang sekarang ini tengah menjadi perhatian semua orang di Italia dan sekitarnya.
" Senang bertemu lagi dengan mu, senior.. Sayangnya kenapa kita harus bertemu sebagai lawan saat ini. " Ucap Felix yang ternyata adalah junior Gafar saat keduanya sama-sama kuliah hukum.
" Ck... Siapa juga yang mau menjadi musuh mu? " Gafar berucap sedikit ketus.
" Hahahahaha... Kenapa senior masih saja sama seperti beberapa tahun yang lalu? Masih tetap galak. " Felix tergelak. Sesuatu yang sangat jarang dilihat orang, seorang Felix Huxley yang terkenal dengan sifat dingin dan tidak kenal ampun, bisa tertawa seperti ini.
" Mungkin hanya kau yang berubah disini. Dulunya pria dengan kacamata tebal dan berpakaian kuno, kini menjelma menjadi salah satu pria yang digilai para wanita. Waktu sungguh mengubah dirimu, Felix. " Ucap Gafar berbicara dengan nada serius.
" Ya.. Senior benar. Waktu dan juga pengalaman hidup mengubah ku yang tadinya bukan siapa-siapa, kini menjadi seseorang yang memiliki kuasa. Karena itu aku sangat tidak bisa mentoleransi apa yang dilakukan klien mu itu. " Ucap Felix yang kini juga ikut terlihat serius.
Gafar menatap Felix, namun tidak mengatakan apapun. Gafar menyelidiki sebentar riwayat Felix sebelum mereka melakukan pertemuan ini. Jadi Gafar tahu apa yang menempat Felix hingga pria yang dulunya pendiam dan selalu menjauhi keramaian, berubah menjadi kejam dan dingin seperti ini.
Gafar juga tidak akan berkomentar dari A-Z atas apa yang terjadi pada Felix. Gafar pun memaklumi apa yang Felix lakukan karena bagi Felix, skandal yang saat ini menerpa Tria adalah hal yang paling Felix benci karena mengingatkannya pada semua rasa sakit yang dia alami sampai menjadi seperti ini.
__ADS_1
" Huft.. Setidaknya kurangi tuntutan mu!! Seenaknya saja kau meminta tiga kali lipat untuk membayar pinalti. Memangnya kau ingin membuat model ini menjadi kere, ya.. " Omel Gafar yang hanya membuat Felix kembali tergelak saat ini.