
Firma hukum Rodev Justice adalah sebuah lembaga hukum yang mana didirikan oleh putra kedua keluarga de Niels, Gafar Rodeven de Niels. Memang usia dari lembaga hukum ini belumlah terllau lama karena dibangun ketika Gafar baru saja kembali dari perjalanan panjangnya mencari siapa jati dirinya yang sebenarnya.
Lima tahun berada di luar keluarga de Niels tanpa menggunakan nama keluarga, Gafar hidup sebagai seorang pengacara di sebuah kota kecil di pedalaman Italia. Begitu dirinya kembali lagi ke siapa dirinya yang sebenarnya, Gafar langsung mendirikan firma hukum miliknya sendiri dengan tujuan ingin membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dari pengacara.
Jika dihitung sejak hari itu, seharusnya sekarang usia dari Rodev Justice sudah mencapai delapan tahun lamanya. Dan selama itu, sudah banyak kasus yang diselesaikan oleh pengacara-pengacara terpilih yang bekerja di bawah naungan dari Rodev Justice. Sekarang nama firma hukum milik Gafar sudah terkenal hingga seluruh daratan Eropa.
Sebagai pemimpin dari Rodev Justice, Gafar memiliki beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh semua orang yang bekerja di bawah naungan firma hukumnya. Aturan yang menjadi dasar untuk firma hukum ini berdiri dan sebisa mungkin Gafar selalu menerapkan aturan itu dengan semaksimal mungkin.
Salah satu aturan yang Gafar buat adalah mengenai rapat evaluasi hasil kerja selama sebulan yang selalu dilakukan di minggu terakhir setiap bulannya. Rapat ini membahas mengenai kinerja semua divisi dalam satu bulan ini baik kasus yang masih berjalan maupun kasus yang selesai putusan.
Firma hukum Rodev Justice membagi semua karyawannya ke dalam lima divisi yang masing-masing divisi mengerjakan kasus tertentu sesuai dengan tugas divisi mereka masing-masing. Masing-masing divisi memiliki jumlah pengacara dan staf yang jumlahnya sama dan memang sudah ahli dalam bidang yang sesuai dengan divisi mereka.
" Kita akan mulai rapat evaluasi bulan ini.. Saya persilahkan divisi satu untuk maju mengambil tempat dan waktu untuk presentasi.." Gafar mempersilahkan divisi satu untuk mengawali pemaparan hasil kerja selama satu bulan ini.
" Terima kasih waktu dan tempatnya, Sir.." juru bicara divisi satu maju untuk memaparkan hasil kerja satu timnya selama satu bulan ini.
Gafar mendengarkan dengan seksama pemaparan hasil kerja divisi satu yang merupakan divisi yang mengerjakan kasus yang berhubungan dengan crimes against person atau yang dikenal dengan kejahatan terhadap seseorang seperti contohnya pembunuhan, penganiayaan, dan lainnya.
Adapun crimes against property atau kejahatan terhadap harta benda yang akan divisi dua tanganu. Crimes against piblicdecncy atau kejahatan terhadap kesusilaan umum yang akan divisi tiga tangani. Cybercrime atau kejahatan yang terjadi di dunia cyber yang menjadi tanggung jawab divisi keempat dan terakhir divisi kelima akan menangani semua kasus yang berhubungan dengan kontrak kerja dengan orang-orang penting maupun perusahaan besar dan kecil.
__ADS_1
Gafar sengaja membagi semua itu agar semuanya bisa ditangani dengan maksimal oleh orang yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Gafar ingin membantu kliennya menyelesaikan sebuah permasalahan dengan sebaik mungkin dan caranya adalah dengan menyediakan tim terbaik yang mampu dan ahli dalam permasalahan itu.
" Seperti yang saya katakan tadi, bahwa tim kami baru saja mendapatkan kasus baru beberapa hari yang lalu dan kami masih mengumpulkan sample dan juga semua hal yang bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk menangani kasus ini. Oleh karena itu, kami belum bisa mengutarakan secara mendetail penyelidikan kasus baru kami." perwakilan divisi satu baru saja menutup pemaparannya.
" Untuk waktu dan tempatnya, saya akan mengembalikannya pada tuan Gafar.." Gafar mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Sejauh ini, rapat evaluasi akhir bulan sudah berlangsung selama lebih dari dua jam. Dan selama itu pula, segala sesuatunya terlihat masih dalam kondisi yang tenang dan damai. Belum ada permasalahan serius yang terjadi dan yang terpenting adalah pimpinan mereka belum mengeluarkan tanduknya.
Gafar masih duduk manis di kursi kebesarannya mendengarkan dengan seksama setiap pemaparan yang diterangkan oleh karyawannya. Tidak ada komentar yang dia keluarkan selama rapat ini, itu pertanda bahwa dirinya memang setuju dengan apa yang karyawannya terangkan.
" Beberapa waktu ini, kami membantu JN GROUP untuk membuat kesepakatan dengan perusahaan X yang bangkrut karena korupsi yang dilakukan oleh direkturnya. Sesuai dengan arahan dari tuan Galen, perusahaan ini akan diakuisisi menjadi salah satu anak perusahaan JN GROUP. " perwakilan dari divisi lima menerangkan proyek baru yang akan mereka kerjakan.
" Perusahaan X meminta harga yang diluar nalar, Sir.. Mereka mengatakan jika JN GROUP akan menyukai proyek yang tengah mereka kerjakan. Sebab itulah mereka berani mematok harga di luar batas wajar."
" Itu akan menjadi tanggung jawab ku. Lakukan saja seperti apa yang aku katakan. Pastikan tidak akan ada yang salah dengan kontrak dan semua yang berhubungan dengan masalah ini.." divisi lima pun mengangguk serempak.
Akuisisi yang sedang ditangani oleh orang-orang dari Gafar dan Galen kali ini sedikit berbeda dengan akuisisi yang sebelumnya pernah dilakukan. Bukan hanya sekali, tapi sering kali JN GROUP mengakuisisi sebuah perusahaan yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi, dan kemudian akan dibesarkan sebagai anak perusahaan JN GROUP.
Namun kali ini, perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang keuangan ini, memiliki dasar yang berbeda dengan JN GROUP yang merupakan perusahaan kontraktor besar. Terjun ke hal lain yang merupakan hal baru, perlu benar-benar diperhatikan agar jangan sampai ada kesalahan fatal yang membuat perusahaan merugi besar.
__ADS_1
Sebisa mungkin kali ini Gafar menangani masalah ini dengan baik tanpa banyak membebankan Galen. Saat ini, Galen membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat jadi Gafar harus mampu menghandle semua hal yang berhubungan dengan akuisisi kali ini dengan sebaik-baiknya.
" Jadwal kan pertemuan antara aku, Rouge dan Lucifer.. Usahakan sesegera mungkin!! " Perintah Gafar pada Sekretaris pribadinya.
" Baik tuan.. Apa ada lagi yang Anda butuhkan? " Tanya sekretaris Gafar bersikap formal.
" Tidak.. Semuanya sudah boleh bubar.. " Satu per satu karyawan Gafar yang ikut rapat evaluasi pagi hari ini meninggalkan ruang rapat. Menyisakan Gafar dan juga asisten pribadi Gafar, Nett Dumb.
Gafar masih tetap diam tanpa berucap sama sekali setelah lebih dari sepuluh menit yang lalu, karyawannya meninggalkan ruang rapat. Entah apa yang sedang Gafar pikirkan, sepertinya dia memang benar-benar tengah merenungkan sesuatu.
Nett, asisten pribadi Gafar hanya bisa ikut diam melihat tuannya yang duduk diam tanpa memberikan perintah apapun. Nett tahu dengan pasti, jika sudah berhubungan dengan tuan muda pertama keluarga utama de Niels, tuan mudanya pasti akan bersikap sangat hati-hati, seperti saat ini.
" Nett.. Cari tahu seluk beluk perusahaan yang akan diakuisisi oleh JN.. Pastikan kau mendapatkan semua informasi meski itu hanya informasi mentah.!! " Gafar memberikan instruksi.
" Baik tuan.. " Nett mengangguk.
" Ketos pasti sudah bertindak lebih dahulu, jadi jangan sampai kau melewatkan sesuatu yang penting!! " Nett mengangguk.
Gafar pun meninggalkan ruang rapat menuju ke ruang kerja pribadinya. Ada sesuatu hal yang sangat penting yang harus Gafar lakukan. Sebuah rutinitas baru, yang baginya sangat penting karena ini merupakan kewajiban dan halnya. Jadi, tidak boleh sampai Gafar lewatkan atau dia akan melewatkan sesuatu yang penting.
__ADS_1