Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Kembali beraktifitas


__ADS_3

Senyum merekah terus menghiasi wajah seorang wanita cantik yang kecantikannya bagaikan seorang dewi di dalam mitologi Yunani. Langkahnya begitu tegas sehingga suara heels terdengar oleh semua orang yang berada di sebuah lorong.


Siapapun yang melihat kecantikan wanita ini, seolah mereka tersihir memasuki sebuah dunia yang begitu indah dan dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran. Semua orang sudah tahu dan sangat paham, bahwa di gedung pencakar langit ini, wanita inilah yang menjadi ratunya.


" Dua minggu tidak terlihat, kecantikannya sama sekali tidak pernah berubah.. Pantas saja kesayangan presdir kita. " Bisik-bisik mereka yang ada di lorong tempat yang baru saja dilewati wanita cantik itu.


" Kau benar.. Kenapa bisa ada wanita cantik seperti dia? Apalah artinya kita jika dibandingkan dengannya.. "


" Seujung kuku pun kita tak mampu menandinginya.. "


Wanita cantik ini tersenyum miring. Selalu seperti ini setiap kali dia berada di tempat yang merupakan tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang berbakat plus dengan penampilan yang good looking. Namun wanita ini sangatlah percaya diri, bahwa dialah yang paling cantik di tempat ini.


" Tidak berubah sama sekali sejak dulu hingga saat ini.. Kau tetap yang paling mampu menarik perhatian semua orang.. " Ucap Aurora memuji wanita cantik yang berjalan di sampingnya itu.


" Hm.. Sayangnya sekarang wanita cantik ini sudah ada yang punya.. " Aurora menggeleng kepalanya.


" Ya.. Ya.. Yang sudah laku sedangkan aku belum juga sampai sekarang.. " Cibir Aurora.


Keduanya telah sampai di ujung lorong yang keduanya lewati tadi. Sebuah pintu dengan sendirinya terbuka lebar dari dalam. Seolah menyambut kedatangan wanita cantik yang sekarang tengah tersenyum semakin lebar ketika melihat siapa saja yang ada di dalam ruangan itu.


" Oh my Angel... Akhirnya kau sudah kembali lagi.. Kau tahu, tempat ini sangat hampa tanpa kehadiran mu.. " Seorang pria dengan gaya kemayu langsung menyambut kedatangan wanita cantik dan Aurora.


" My Angel... Just her? Bagaimana dengan ku? " Aurora tidak Terima disini. Ayolah, dia tidak kalah cantik dari wanita yang berdiri di sampingnya ini.


" Kau juga my Angel, sweety.. Tapi aku sudah bosan melihat mu setiap hari selama dua minggu ini.. " Mulut Aurora terbuka lebar mendengar ucapan pria lembek di depannya ini.


" Sialan.. "


" Eh.. Mulutnya harus dijaga dengan baik ya.. Tidak boleh bicara kotor atau aku akan mengadu pada tuan besar.. " Si pria lembek menegur Aurora.


" Mengadu saja.. Apa yang bisa dia lakukan pada ku? Memecat ku? Tidak akan bisa.. " Aurora menanggapi dengan angkuhnya.

__ADS_1


" Oh My Tria.. Please, tutup telinga mu yang indah ini.. Jangan sampai ucapan wanita bar-bar ini meracuni mu.. " Tria menggeleng melihat perdebatan kecil yang selalu terjadi di pagi hari selama lima tahun dirinya bekerja di agensi ini sebagai seorang model.


Wanita cantik yang selalu mampu menarik perhatian semua orang dan menyeret mereka untuk memuja kecantikannya adalah model dari Sky Dream agensi yang bernama Tria. Sebagai seorang model yang baru terjun ke dunia modeling selama lima tahun. Tria termasuk satu dibanding seribu model yang langsung mendapatkan nama.


Debutnya kala itu, mampu membuat dunia modeling gempar. Berbekal kecantikan yang alami tanpa hasil permak, tubuh yang proporsional, plus attitude yang baik mampu membuatnya menjadi model favorit hampir semua brand yang beredar di Italia bahkan Eropa dan sekitarnya.


Nilai kontrak Tria untuk menjadi seorang ambassador sebuah produk, setara tiga kali lipat dari nilai kontrak model lainnya di Sky Dream agensi ini. Singkat kata, Tria adalah andalan Sky Dream agensi dan juga kesayangan pemimpin dan pemilik Sky Dream.


" Bagaimana dengan perjalanan mu? Apa ada kendala? " Tanya Benigno, pria kemayu yang merupakan presdir Sky Dream Agensi dan merupakan orang yang menemukan Tria dan mengajaknya sebagai model.


" Semuanya lancar, hanya endingnya saja yang kacau.. Aku gagal jalan-jalan di persinggahan terakhir kami karena ada sedikit masalah. " Ucap Tria terlihat sedih.


" Tenang saja.. Suatu hari nanti kau pasti akan bisa ke sana lagi.. Kau kan sekarang memiliki brankas berjalan di sisi mu. " Benigno cekikikan.


" Dikata Brankas berjalan.. Lihat Tri, otaknya sudah banyak yang bergeser dari tempatnya jadi makin parah saja mulut dan kelakuannya. " Olok Aurora.


" Kau gurunya, kalau kau lupa ya.. " Balas Benigno.


Pagi yang indah, karena melihat betapa tampannya pujaan hatinya ketika masih fresh seperti saat ini. Tria yang melihat tingkah teman sekaligus asisten pribadinya ini hanya bisa menggeleng kepala. Pagi hari yang selalu dia lalui sepanjang karirnya sebagai model.


" Kenapa teman mu itu? Cacingan ya? " Benigno berbisik di telinga Tria.


" Biasalah.. Seperti tidak tahu saja kelakuan anak ajaib itu. " Tria terkekeh.


" Tria.. Bersiap sekarang, kita langsung ke lokasi pemotretan..!! " Ucap Kayden yang bersikap acuh dengan sekitarnya.


" Kenapa cepat sekali perginya? Aku masih merindukan My Angel, Tria.. " Benigno memprotes. Keluar sudah kodratnya karena dia berbicara kali ini dengan nada suara pria.


" Tria memiliki urusan setelah ini, dia ingin menyelesaikan pemotretan kali ini lebih cepat dari yang bisa dilakukan.. Kalau hanya disini mendengarkan perdebatan dua orang tidak waras, pemotretan tidak akan selesai.. " Kayden menatap sinis Aurora dan Benigno bergantian.


Tria tidak lagi mampu menahan lagi, sampai diapun menyemburkan tawanya. Ketiga orang ini memang selalu sukses mengocok perutnya dan rasanya Tria lapar lagi karena tenaganya habis hanya untuk menertawakan ketiga orang di depannya ini.

__ADS_1


Mengabaikan Benigno dan Aurora yang sudah mencak-mencak tidak Terima, Kayden mengajak Tria segera berangkat ke lokasi pemotretan yang kebetulan untuk hari ini berada di outdoor. Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif ingin Tria menjadi model iklan dan pemotretan mobil keluaran terbaru mereka.


Beruntung untuk masalah menyetir Tria sudah bisa sejak masih usia enam belas tahun. Surat izin mengemudi nya saja belum keluar, tapi Tria sudah sangat pandai mengendarai mobil yang menjadi hadiah dari papa Gordon saat usianya enam belas tahun.


***************


" Kau itu tidak mirip seorang pasien.. Hanya terlihat seperti seorang bisnis man yang menumpang kerja di rumah sakit.. " Sindir seseorang yang baru saja memasuki kamar rawat inap Gafar.


" Kau datang?? " Gafar menyapa, mengabaikan sindiran saudara kembarnya ini.


" Ck.. " Ghadi berdecak.


" Letakan pekerjaan mu, ayo makan dulu.. Aku sengaja meminta koki di resto milik ku untuk memasak makanan yang sesuai dengan anjuran dokter. " Ghadi meletakan sebuah paper bag yang lumayan besar. Kesemua isi di dalamnya adalah makanan untuk Gafar.


" Kau perhatian sekali.. " Ledek Gafar.


" Yap.. Karena aku tidak ingin melihat mommy banyak termenung di mansion karena kau ikut-ikutan sakit. Susah cukup Gege dan Galen saja yang sakit. Gege juga dalam masa pemulihan, sedangkan Galen... " Ghadi tidak berani melanjutkan ucapannya.


" Tenang saja.. Dia akan baik-baik saja. " Ucap Gafar yang paham alasan Ghadi tidak melanjutkan ucapannya.


Ghadi dengan cekatan menyiapkan makanan yang akan disantap Gafar. Sudah terbiasa berada di resto selama bertahun-tahun membuatnya tidak kaku saat menyentuh piring dan makanan. Namun, satu hal yang tiba-tiba saja menarik perhatian Ghadi.


Kamar rawat Gafar yang sangat luas ini, terasa lenggang. Seperti ada yang kurang tapi Ghadi belum menemukan kejanggalan yang mengusik hatinya.


" Cari apa kau? " Tanya Gafar. Dia memperhatikan bagaimana saudaranya terus menatap ke setiap penjuru kamar rawat nya. Gafar jujur saja sedikit merinding karena tingkah saudaranya ini. Tahukah, bagaimana kisah mistis di rumah sakit.


" Kau sendiri? Dimana istri mu? " Tanya Ghadi yang akhirnya menyadari jika sejak dia datang, hanya ada dirinya dan Gafar saja.


" Dia sedang ada urusan.. Malam nanti barulah dia akan datang. " Jawab Gafar.


Katriana sudah berpamitan sejak malam hari kemarin dia menginap di rumah sakit menemani Gafar. Rencananya hari ini Katriana ada pekerjaan dan tidak bisa ditunda lagi. Libur selama dua minggu membuat pekerjaannya menumpuk.

__ADS_1


Gaffi pun mengizinkan, meski ada sedikit rasa yang mengganjal saat melihat istrinya terlihat lain saat meminta izin padanya untuk pergi bekerja.


__ADS_2