Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Masalah besar


__ADS_3

BRAK


PYAAARR


PRAAANGGGG


" Kalian benar-benar menguji kesabaran ku?? Sudah aku katakan jangan sampai ada kesalahan entah apapun itu, tapi apa yang kalian perbuat... HAH... JAWAB!!! " Gafar berkacak pinggang sambil menatap penuh amarah semua anggota divisi lima yang menangani proyek JN GROUP.


" Siapa yang membuat sampah seperti ini? Katakan pada ku siapa orangnya? " Suara Gafar menggelegar memenuhi ruangan CEO Rodev Justice.


" Masih tetap diam?? Jika tidak ada yang mengaku, aku pastikan kalian semua mendapatkan hukuman.. " Gafar pun bergegas keluar dari ruangannya menuju ke ruang rapat dimana perwakilan JN GROUP sudah di sana menunggunya.


Sepeninggal Gafar, anggota divisi lima dibuat bernapas lega juga masih tetap was-was. Hukuman yang Gafar maksud tidak mungkin main-main. Mereka pernah melihat kawan sejawat mereka dipecat tanpa diberi pesangon dan uang gaji saat merugikan klien dengan nominal tidak sedikit. Lalu saat ini, apa yang akan terjadi pada mereka.


Entah siapa yang membuat kesalahan, mereka semua hanya tidak ingin masalah yang terjadi menjadi tanggung jawab satu orang saja. Mereka semua disini bersalah, karena itu sampai muncul masalah kesalahan dalam penulisan nominal jual beli antara JN GROUP dengan perusahaan yang akan di akuisisi.


Kesalahan sederhana, yaitu kesalahan ketik. Hanya saja, dampak dari kesalahan ini membuat JN GROUP harus membayar uang kepada pemilik perusahaan yang akan di akuisisi sebanyak tiga kali lipat. Harga ini jelas-jelas tidak pantas untuk perusahaan keuangan yang bahkan tidak akan bisa dipertahankan lagi.


Masih ada lagi selain kesalahan dalam penulisan. Jika memang salah, pastinya masih bisa dibenarkan. Sayangnya karena kecerobohan divisi lima, surat perjanjian jual beli yang Gafar periksa saat itu hanya melalui email saja. Belum berbentuk lembaran berkas yang diberikan pada pihak yang bersangkutan.


Saat Gafar memeriksa semuanya dan membubuhkan tanda tangannya, semuanya masih dalam pengawasannya dan tidak ada kesalahan. Namun saat laporan itu dicetak oleh anggota divisi lima, terjadilah kesalahan ketik dikarenakan pembuat laporan ini mengantuk. Alhasil, laporan yang Gafar periksa dengan laporan yang sudah dicetak dan dikirimkan kepada kedua belah pihak, sangatlah berbeda.


" Bagaimana bisa terjadi kesalahan yang konyol seperti ini? Kita benar-benar akan berakhir bersama-sama jika seperti ini permasalahannya. " Ujar ketua divisi lima.


" Apakah perlu kita mencari siapa pelaku yang membuat kesalahan ini? " Tanya seorang anggota divisi lima.

__ADS_1


Ketua divisi lima pun menggeleng. Dia bukan tidak tahu siapa pelakunya, hanya saja dia merasa kasian pada orang ini. Beban di pundak seseorang yang telah menyebabkan CEO mereka marah besar pun sama besar. Rasanya akan sangat disayangkan jika sampai orang ini dipecat. Karena yakin sekali jika setelah mendapatkan pemecatan dari firma ini, maka akan sulit mencari pekerjaan.


Ketua divisi lima pun memutuskan untuk pergi mengikuti Gafar menuju ke ruang rapat. Sebagai ketua, semua ini adalah tanggung jawabnya. Setidaknya jika dia mendapatkan pemecatan, dia masih memiliki usaha sampingan lain yang istrinya jalankan. Dia tidak akan kekurangan meski tidak bekerja.


************


" Maaf.. Saya mewakili firma hukum saya, meminta maaf atas keteledoran anggota saya hingga menyebabkan kerugian yang besar pada JN GROUP. " Gafar menundukkan setengah badannya meminta maaf di depan jajaran petinggi JN GROUP yang datang meminta penjelasan darinya.


" Anda jelas tahu bahwa kata maaf saja tidak akan mengubah apapun. Mereka menolah surat jual beli itu diperbaiki. Jadi menurut anda apa yang harus saya lakukan, tuan Gafar? " Galen terlihat sangat serius dan tegas ketika bicara.


Galen mengenyampingkan statusnya sebagai saudara Gafar. Kali ini mereka sedang membicarakan masalah bisnis, jadi Galen harus pandai-pandai menempatkan dirinya dalam situasi ini.


" Saya akan bertanggung jawab penuh mengurus masalah ini. " Jawab Gafar tak kalah serius.


Gafar melotot tajam menatap Galen saat saudaranya ini dengan santainya mengejek dirinya dalam situasi segenting ini. Gafar tahu maksud ejekan Galen itu tak lebih memang Galen ingin mengejek, tanpa ada niatan terselubung lainnya. Galen hanya ingin Gafar tenang dengan ejekan itu.


" Saya akan menemui pihak mereka dan melakukannya pendekatan kembali. Saya pastikan mereka akan menerima surat jual beli yang sudah direvisi. " Ucap Gafar begitu penuh percaya diri.


" Baik.. Saya harap tidak sampai waktu pembayaran Anda sudah menyelesaikan masalah ini. " Galen pun mencoba mempercayai jika saudaranya ini mampu menyelesaikan masalahnya.


Saat ini di dalam ruang rapat di firma hukum Rodeb Justice, tersisa Gafar, Galen, Nett dan ketua divisi lima, Arnulfo. Gafar menatap Arnulfo seolah ingin menelan hidup-hidup karyawannya ini atas kesalahan yang dibuat oleh anak buahnya.


Arnulfo pun sadar jika Gafar menatap dengan tatapan yang begitu tajam dan menusuk. Tapi Arnulfo tidak akan mundur kali ini, dia akan menerima semua kemarahan Gafar meski nantinya dia harus dipecat.


" Jadi kau memilih diam, tanpa ada niatan sedikit pun untuk mengatakan siapa pelakunya? " Tanya Galen terdengar dari suaranya begitu berwibawa dan berkharisma.

__ADS_1


" Maafkan saya tuan muda pertama. Kesalahan satu orang berarti juga kesalahan kami semua divisi lima. Saya sebagai ketua sudah seharusnya mengambil tanggung jawab dalam masalah ini. " Jawab Arnulfo memberanikan diri menatap Galen.


Huft....


" Kalau begitu aku serahkan masalah ini pada kalian semua.. Tolong bantuannya. " Keputusan final dari Galen telah dibuat tanpa adanya insiden marah-marah.


" Len.. Semudah itu kau memaafkannya. Setidaknya kau harus menghukumnya jika tidak ingin aku memecatnya. " Gafar melakukan protes.


" Memecatnya justru akan membuat mu kerepotan mengurus semuanya sendirian Gafar de Niels. Jadi biarkan dia membantu memecahkan masalah ini. Anggap saja itu hukumannya. " Ujar Galen memutuskan.


" Ck.. Sebenarnya siapa pimpinan disini, selalu kau yang memutuskan. " Protes Gafar.


" Sejak tadi kau hanya protes, protes dan protes.. Ingat, aku pemegang saham tertinggi di sini. Jelas pendapat ku dan keputusan ku mempengaruhi semuanya. " Galen berucap dengan wajah yang terlihat tengil. Andai Gafar tidak mengingat jika saudaranya ini tengah dalam kondisi kurang sehat, maka jangan salahkan Gafar jika nantinya Gafar akan mengajak Galen bertarung.


Gafar terdiam, malas sekali melanjutkan perdebatan karena dirinya yang akan kalah. Terkadang Gafar merasa heran, diantara mereka kembar lima, Galen memang yang terlihat paling pendiam. Tapi entah kenapa, Galen selalu memenangkan perdebatan dalam hal apapun dan dengan siapapun. Rasanya terlalu aneh saja, anak pendiam tapi jago berdebat.


" Jangan terlalu keras pada karyawan mu. Pikirkan jika kau memecat mereka, bagaimana dengan keluarganya? " Galen berusaha menasehati Gafar yang memang keras dalam segala hal.


" Kenapa kau tidak berkaca saat mengatakan hal itu? Ingat apa julukan mu, iblis berwajah malaikat. Jangan lupakan alasan dibalik julukan mu. " Sarkas Gafar.


" Hahahahahaha.. Aku sudah lama bertobat, jadi jangan dibahas lagi masalah itu. " Galen terbahak.


" Gafar.. Kau sudah menikah, perbaiki sikap dan sifat mu. Kasian Katriana jika dia pun juga terkenal imbas amarah mu karena pekerjaan disaat Katriana tidak tahu apapun. " Pesan Galen.


Gafar tersenyum begitu lebar, senyum pertamanya di sepanjang hari ini. Senyum ini pun terlihat karena dirinya yang mengingat tentang sang istri yang entah sejak kapan dia rindukan untuk menemani di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2