Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Memberi waktu


__ADS_3

AAARRGGHHHHH


Katriana memekik ketika melihat bagaimana suaminya menghadiahi bogem mentah pada Kayden. Katriana tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Semua terlalu cepat dimulai dari Gafar yang mendekatinya kemudian langsung berbalik memukul wajah Kayden. Namun alasan apapun yang mendasari Gafar melakukan semua ini, yang Katriana harus pikirkan saat ini adalah mencegah Gafar untuk kedua kalinya menghadiahi bogem mentah pada Kayden.


Katriana memegang lengan Gafar yang sudah terangkat dan terayun hendak memukul Kayden sekali lagi. Entah kenapa Katriana merasa jika Kayden sama sekali tidak mengelak. Dirinya merasa Kayden senang menerima hadiah cuma-cuma dari Gafar. Terbukti Kayden sama sekali tidak beranjak dari posisinya berdiri saat ini.


" Hentikan, kak!!! Kenapa tiba-tiba memukul Kayden?? " Pekik Katriana sambil sekuat tenaga memegang lengan Gafar agar tidak kembali terayun memukul Kayden.


" Lepas, Katy!! " Katriana terhenyak mendengar betapa dinginnya suara Gafar saat ini.


" Tidak.. Kakak tidak boleh kembali memukul Kayden, apapun alasannya. " Ujar Katriana tegas setelah mampu menguasai dirinya.


" Kau membelanya?? " Kepala Gafar berpaling menatap tajam Katriana yang tidak bergeming sedikit pun.


" Bukan seperti itu.. Tapi kenapa kakak memukul Kayden? Apa salahnya kak? " Tanya Katriana. Sungguh dirinya tidak habis pikir apa yang menyebabkan semua ini terjadi.


Mulut Gafar masih tertutup rapat enggan menjawab pertanyaan Katriana yang mempertanyakan alasannya memukul Kayden. Tapi mata Gafar melihat ke arah dimana sumber semua tragedi ini bermula. Gafar menatap pergelangan tangan Katriana yang membiru seperti bekas dicengkram dengan sangat kuat.


Katriana dan Kayden serempak mengikuti arah pandang Gafar. Keduanya juga terkejut saat mendapati pergelangan tangan Katriana terlihat biru dan bengkak. Sejak kapan, keduanya sama-sama bertanya dalam hati. Karena terlalu sedih dengan apa yang terjadi, Katriana sampai tidak mempedulikan pergelangan tangannya yang jika dirasakan sekarang berdenyut nyeri.


Hati yang tadinya terasa perih seperti teriris pisau, tiba-tiba saja terasa ada sebuah aliran yang terasa sangat hangat singgah di hati Katriana yang tengah terluka karena masa lalunya. Katriana merasa senang karena Gafar begitu memperhatikan dirinya dengan sangat detail. Katriana merasa bahagia karena dirinya merasa jika dia dianggap penting oleh Gafar.


" Bukan Kayden kak.. " Katriana langsung berucap saat dirinya sadar hubungan diantara tragedi yang terjadi barusan.

__ADS_1


" Lalu?? Siapa yang melakukannya? " Gafar bertanya masih dengan nada yang terdengar dingin dan tegas.


" Seseorang.. Tapi aku belum bisa mengatakan apapun pada mu saat ini, kak. Beri aku waktu untuk menceritakan semuanya karena ini tidaklah mudah kak. " Jawab Katriana ambigu.


Memilih untuk menghargai keputusan Katriana, akhirnya Gafar mengendurkan lengannya yang sejak tadi dipegang Katriana agar tidak memukul Kayden. Terlihat jelas di mata Gafar jika saat ini sudut bibir Kayden robek dan berdarah karena pukulannya.


" Maaf.. Tidak seharusnya aku bertindak gegabah. " Ucap Gafar tulus di depan Kayden.


Bukan hanya Kayden yang terkejut, Katriana juga tak kalah terkejut karena Gafar dengan santainya meminta maaf. Mereka berdua pikir, seorang Gafar de Niels tidak akan meminta maaf atas apa yang dilakukannya. Gafar tidak salah disini karena marah ketika melihat istrinya tersakiti. Hanya saja Gafar salah sasaran karena melampiaskan emosinya pada orang yang tidak bersalah dalam hal ini.


Seorang Gafar de Niels yang terkenal tempramen, keras kepala dan tidak kenal ampun, rupanya bisa juga mengakui jika dirinya melalukan kesalahan dan meminta maaf. Katriana dan Kayden seperti melihat sisi lain yang tidak orang lain ketahui dari sosok Gafar. Keduanya sama-sama terkejut dengan sikap Gafar yang seperti ini.


" Tak masalah.. Maafkan saya yang tidak bisa melindungi Katriana. " Gafar melirik, kemudian mengangguk saja. Fokusnya sekarang adalah merawat luka lebam di pergelangan tangan Katriana sebelum menjadi lebih parah lagi.


" Sudah bangun kau?? Ayo, aku antar pulang!! " Kayden lekas menarik tangan Aurora untuk segera pergi dari apartemen Katriana. Hatinya sedikit perih melihat bagaimana cara Katriana memandang Gafar.


" Eh.. Eh.. Kok main tarik-tarik sih.. Katy mana?? " Aurora mencoba memberontak saat Kayden menariknya keluar dari apartemen Katriana.


" Lho.. Suami Katy kok disini?? Kay... Ish... Tunggu dulu.. " Aurora merengek. Nyawanya belum benar-benar kembali, tapi Kayden main tarik-tarik saja mengajaknya pergi. Tolong, Aurora butuh waktu untuk mencerna semua yang terjadi disini.


" Jangan banyak bicara, Au.. Ikut saja!! " Mata Kayden mendelik kesal menatap Aurora.


" Kenapa dengan bibir mu Kay?? " Aurora memekik melihat bibir Kayden sobek mengeluarkan darah.

__ADS_1


" Ck.. Bisa diam tidak!!! " Kayden sedikit membentak. Tapi Aurora langsung kicep karena bentakan Kayden ini. Akhirnya, Kayden tidak perlu mendengar celotehan dari Aurora yang suaranya cempreng itu.


" Kami pergi dulu.. " Kayden menyempatkan diri berpamitan sebelum tubuhnya dan Aurora hilang dibalik pintu.


Fokus Katriana kini teralihkan seratus persen menatap bagaimana suaminya merawat pergelangan tangannya yang bengkak karena mantan kekasihnya tadi. Katriana tidak menyangka Gafar begitu telaten dan hati-hati ketika merawat luka. Melihat bagaimana tidak sabarannya sifat Gafar, tapi dia bisa bersabar ketika mengobati luka.


Senyum di bibir Katriana tidak surut sejak tadi. Hatinya terasa dipenuhi bunga-bunga bermekaran karena perlakukan Gafar padanya. Act service sederhana dari Gafar ini, mampu membuat hatinya bergetar. Diam-diam, Katriana memperhatikan lekuk wajah tampan suaminya yang begitu sempurna bak dewa Yunani ketampanannya.


" Ehem... Sampai kapan Kau akan senyum-senyum seperti itu, Katy?? Bukankah kau hutang penjelasan pada ku karena tidak pulang tepat waktu?? " Katriana menelan ludahnya kasar.


Katriana nyengir, karena memang dirinya merasa bersalah saat ini. Peristiwa yang dia alami sepulang bekerja tadi telah menguras semua energinya hingga dia lupa untuk memberikan kabar pada suaminya jika akan pulang terlambat.


Mana mungkin Katriana ingat memberi tahu suaminya. Pikirannya sudah dipenuhi dengan begitu banyaknya kejadian di masa lalu yang membuat hatinya terluka. Katriana bahkan melewatkan makan malah saking dirinya terpuruk dalam kesedihannya. Tidak menyangka ternyata luka karena pria itu masih terasa segar meski sudah berlalu beberapa tahun.


" Ada sedikit masalah sepulang kerja.. Aku tidak ingin kakak melihat diri ku yang kacau jadi aku meminta Kayden mengantar ke tempat ini. " Katriana menjelaskan. Kepalanya tertunduk merasa bersalah.


" Aku sungguh tidak ingat untuk mengabarimu. Bukan sengaja, tapi benar-benar tidak terlintas di pikiran ku tentang hal itu kak. Aku terlalu sibuk dengan.... "


" Masa lalu.. " Gafar memotong dengan cepat.


Sebagai seorang pengacara, Gafar dituntut untuk bisa menganalisis sebuah masalah hanya dari cerita kliennya saja. Bukan perkara sulit bagi Gafar menyimpulkan apa yang terjadi pada Katriana hanya dari melihat gelagat dan juga sedikit ceritanya.


Ada sedikit rasa tidak suka, ketika Katriana terpengaruh oleh masa lalunya. Tapi masa lalu Katriana tidak ada dirinya di dalamnya. Gafar tidak bisa ikut campur terlalu dalam dan tidak bisa mengubah apapun meski dia menginginkan jika dirinya juga ada di dalam masa lalu Katriana.

__ADS_1


Gafar hanya bisa mencoba mengerti dan memberikan ruang untuk sang istri menyiapkan hati untuk berbicara jujur padanya tentang apa yang terjadi hari ini dan juga masa lalu Katriana. Gafar percaya, Katriana akan mengatakan semuanya ketika waktunya sudah tiba.


__ADS_2