Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Telepon


__ADS_3

Libur bekerja paling enak dimanfaatkan untuk berbaring seharian di kamar sambil bermain ponsel. Ada juga yang menggunakan waktu berlibur mereka dengan pergi ke tempat-tempat hiburan sekedar untuk melepas stress dan penat selama bekerja. Jika itu kalian, manakah yang kalian pilih ketika kalian mendapatkan hari libur.


Katriana termasuk ke dalam kelompok yang suka sekali memanfaatkan waktu libur saat kerja dengan melakukan kegiatan seperti pilihan pertama. Setelah mengantarkan Aurora sampai ke lobby gedung penthouse Gafar, dirinya langsung mengunci diri di dalam kamar dan hanya bergolek-golek di ranjang sambil bermain ponsel.


Sudah lama dirinya tidak mengecek sosial media pribadinya. Sosial media yang menggunakan nama Katy_Katriana. Tidak banyak yang mengikuti akunnya yang satu ini, karena akun miliknya ini termasuk ke dalam akun pribadi. Sengaja Katriana melakukan hal ini untuk menutupi sesuatu yang menjadi rahasianya.


Sesekali Katriana akan tertawa saat melihat reels lucu yang dibuat para pengikutnya. Kadang juga Katriana emosi ketika membaca postingan yang sedikit menguras emosi. Kadang Katriana menangis saat melihat video yang berisikan hal-hal menyedihkan. Dan semua itu merupakan hal yang membuat Katriana merasa jika liburannya selalu menarik.


Disaat Katriana tengah asyik melihat-lihat postingan dari para pengikutnya, sebuah panggilan masuk ke ponsel yang dia genggam. Katriana tersenyum senang ketika melihat siapa gerangan yang meneleponnya.


" Kak.. " Sapa Katriana seketika setelah dia mengangkat panggilan untuknya.


" Siang.. Apa aku ganggu waktu istirahat kamu, Katy? " Sapa balik dari si penelepon.


" Of course not.. Aku hanya berbaring di kamar setelah mengantar Aurora sampai ke lobby. " Jawabnya.


" Sudah makan? " Tanya si penelepon.


" Sudah.. Kakak sudah makan? " Katriana bertanya balik.


" Belum.. Aku baru saja selesai rapat kemudian langsung menghubungi mu. " Jawaban dari seberang sana.


" Apa perlu aku pesan kan sesuatu untuk mu kak? Aku tidak nah kamu telat makan.. " Katriana yang berbaring langsung terduduk ketika dirinya merasa cemas pada si penelepon.


" Hahaha.. Tidak perlu.. Nett sedang membelikan makan siang untuk ku.. " Katriana bisa bernafas dengan lega.


" Kak.. Bisa kakak mengubahnya dengan panggilan video? Aku ingin mengobrol sambil melihat mu kak.. " Pinta Katriana yang tiba-tiba merasa rindu pada si penelepon.


" Tentu.. "

__ADS_1


Hal pertama yang Katriana lihat saat panggilan sudah berganti dengan panggilan video adalah senyuman yang begitu menawan dari sang suami. Belum lagi saat ini Gafar tengah mengenakan kacamata dan tangan kirinya menggenggam pena. Sungguh ketampanan Gafar bertambah sepuluh kali lipat menurut Katriana.


" Senang melihat kakak.. " Ujar Katriana sedikit menunduk karena malu karena mengutarakan perasaannya.


" Aku juga senang melihat mu, Katy.. Jika kau kesepian, kau bisa minta seseorang menemani mu.. Aku tidak ingin kau merasa bosan di dalam ruangan sempit itu. " Katriana ternganga.


Ruang sempit? Apakah sempit menurut suaminya itu berbeda dengan sempit menurut Katriana. Sekarang jika dipikir lagi, bukankah penthouse tidak bisa dikatakan sempit. Penthouse milik Gafar bisa dikatakan penthouse yang paling luas, besar dan mewah dibandingkan penthouse milik beberapa kenalan Katriana.


" Tidak perlu kak.. Lagipula aku yakin semua orang sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan mereka masing-masing.. " Ujar Katriana menolak usulan suaminya.


" Coba saja hubungi mommy.. Biasanya beliau jarang sibuk kalau sudah siang seperti ini. " Gafar tidak menyerah menyarankan istrinya agar tidak sendirian di penthouse. Gafar takut jika Katriana merasa bosan dan kesepian karena sendirian.


" Apa tidak apa aku menghubungi mommy? " Gumam Katriana lebih pada dirinya sendiri.


" Ya... Nggak apa.. Memangnya kenapa nggak boleh menghubungi mommy? " Sahut Gafar yang mendengar gumaman Katriana.


" Lain kali saja.. Aku akan mengajak mommy dan juga mama untuk pergi bersama. " Katriana tersenyum menatap Gafar.


Gafar pun ikut tersenyum karena senyuman manis sangat istri selalu bisa menular padanya. Keduanya mengobrol panjang lebar sambil Gafar sesekali memperhatikan pekerjaan miliknya.


Biasanya Gafar akan fokus seribu persen pada semua pekerjaannya. Namun semenjak mengenal Katriana dan akhirnya menikah dengan wanita yang dijodohkan oleh mommy Noura untuknya, Gafar merasa jika begitu menyenangkan ketika mereka berdua melakukan percakapan.


Seperti saat ini, semua topik pembicaraan dari mulai pekerjaan, bisnis bahkan sampai topik yang tidak masuk akal pun turut mereka bicarakan. Sesekali mereka akan tertawa bersama, dan sesekali mereka akan pura-pura merajuk satu sama lain.


Tak terasa sudah hampir dua jam keduanya melakukan panggilan video. Meski rasanya masih belum cukup, namun dengan berat hati Gafar harus mengakhiri panggilannya karena ada beberapa hal yang perlu dia perhatikan dari laporan yang Nett yang bawakan untuknya.


Katriana yang mengerti jika pekerjaan suaminya membutuhkan perhatian yang lebih, pun menyemangati sang suami sebelum akhirnya dirinya pun menutup panggilan video dari Gafar. Anehnya, ketika panggilan video itu berakhir, Katriana merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.


Di bagian rada Katriana sebelah kanan terasa sedikit nyeri. Katriana jari mengkhawatirkan suaminya. Pekerjaan Gafar memang adalah seorang pengacara yang menangani beberapa pelaku atau korban sebagai kliennya. Hanya saja, karena kasus yang selalu Gafar dapatkan adalah kasus kelas kakap, maka resiko nya juga sangat besar.

__ADS_1


Katriana berharap tidak ada hal buruk yang menanti suaminya di luar sana. Katriana akan selalu mendoakan yang terbaik untuk suaminya dan juga dirinya. Yang terbaik untuk mereka berdua.


***********************


" Siapa yang menelepon ku jam segini?? " Gerutu Katriana yang merasa terganggu ponselnya berdering saat dia mandi.


" Eh.. Nomer siapa ini? " Nomor tak dikenal menghubungi nya.


Biasanya Katriana akan mengabaikan begitu saja panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Tapi mengingat bisa saja ini nomor ponsel dari asisten atau sekretaris suaminya, Katriana pun mengangkat telepon itu.


" Ya? " Sapa Katriana tapi tidak ada sahutan dari seberang sana.


" Hallo.. Dengan siapa ini? " Katriana kembali menyapa.


" Kalau anda tidak bersuara, maka saya akan menutup teleponnya.. "


" Katy.. "


Mata Katriana membola saat mendengar dengan jelas suara dari sambungan telepon itu. Katriana sangat terkejut karena seingatnya dia sudah berhenti nomor ponsel dan orang-orang yang dia anggap menyebalkan tidak ada yang mengetahui tentang nomor ini.


" Bagaimana kau bisa mendapatkan nomor ku? " Suara Katriana berubah menjadi serius. Raut wajahnya juga berubah menjadi sangat tegang saat menyadari siapa orang yang menghubunginya ini.


" Tidak sulit untuk ku mengetahui nomor ponsel mu.. Siapa kau sampai aku tidak bisa mencari tahu tentang mu.. " Suara dari seberang sana terdengar meremehkan Katriana.


" Kau... " Katriana mati kutu dibuatnya.


Hal yang selalu Katriana ingat dalam hidupnya adalah menjauh sejauh mungkin dari orang-orang yang jahat dari masa lalunya. Namun sepertinya saat ini semuanya serba sulit. Sudah harus bertemu mantan kekasihnya dia masih harus kembali berhubungan dengan orang yang menghubungi nya ini.


Apakah definisi jika dunia itu sempit memang benar adanya. Kenapa setiap kakinya melangkah Katriana akan selalu bertemu dengan orang-orang yang pernah menorehkan luka padanya.

__ADS_1


__ADS_2