Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Sesuatu yang sensitif


__ADS_3

Jam telah menunjukan pukul delapan malam. Rombongan dokter yang selama ini menjadi dokter yang menangani keluarga de Niels, berbondong-bondong memasuki ruang istirahat yang biasa diperuntukan untuk anggota keluarga pemilik rumah sakit ketika ada anggota keluarga yang sakit.Para dokter ini datang untuk memberitahukan kabar terbaru dari tuan muda kedua setelah hasil laboratorium keluar.


Saat para dokter yang dipimpin oleh dokter Theodore memasuki ruangan, suasana yang tadinya tenang kini terasa begitu menyesakan. Semua yang ada di ruangan ini menjadi harap-harap cemas dengan kabar yang akan disampaikan oleh para dokter ini.Dan yang terlihat paling cemas adalah mommy Noura.


" Selamat malam semuanya.." sapa dokter Theodore yang hanya dibalas anggukan oleh semuanya karena mereka terlalu tegang.


" Saya kemari bersama yang lainnya ingin memberitahukan kondisi terkini dari tuan muda Gafar. Hasil lab sudah keluar, dan dokter Milia yang akan menjelaskannya karena penyakit tuan muda termasuk yang ditangani oleh dokter Milia." ucap dokter Theodore.


" Selamat malam tuan dan nyonya. Saya dokter Milia, saya adalah dokter spesialis penyakit dalam yang akan menjadi dokter yang bertanggung jawab terhadap kondisi dan juga pengobatan tuan muda kedua.." dokter Milia memperkenalkan diri.


" Salam kenal dok.. Lalu apa penyakit yang diderita oleh putra saya?" daddy Joaquin mewakili semuanya.


" Tuan muda menderita penyakit tipes. Panas tinggi yang dialami tuan muda merupakan gejala dari penyakit ini. Menurut hasil lab, antigen O dan antigen H tuan muda dinyatakan positif sehingga bisa kami diagnosa beliau menderita tipes." jawab dokter Milia.


" Tipes sendiri disebabkan oleh bakteri salmonella typhi yang bisa menyebar melalui makanan, minuman dan air yang sudah terkontaminasi. Selain demam tinggi yang biasanya akan terjadi lebih sering di malam hari, pasien juga akan mengalami nyeri perut, diare atau sembelit.. " tambah dokter Milia.


" Maaf dok, jika saya menginterupsi. Setahu saya penyakit tipes bisa sampai berbulan-bulan baru bisa dikatakan sembuh. Apa suami saya juga akan seperti itu?" tanya Katriana yang sudah ikut panik seperti mommy Noura.


" Anda tidak perlu khawatir nyonya muda. Kondisi seperti itu terjadi apabila tidak melakukan pengobatan dengan baik dan benar. Namun, jika pasien bisa bekerja sama dengan baik bersama kami, maka hanya membutuhkan beberapa hari saja, maka pasien sudah bisa rawat jalan." dokter Milia menjawab pertanyaan Katriana.


Dari jawaban dokter yang akan menangani Gafar, semua yang ada di ruangan ini akhirnya bisa bernafas dengan lega. Kondisi Gafar masih bisa untuk sembuh, kekhawatiran mereka terbukti tidak berdasar. Sekarang tugas mereka semua adalah mendampingi Gafar untuk lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti sedia kala.

__ADS_1


" Malam ini, pasien masih akan berada di ICU baru besok pagi kami akan memindahkan beliau ke ruang rawat inap.. Jadi sebaiknya, keluarga kembali pulang terlebih dahulu untuk beristirahat. Biarkan kami yang menjaga pasien." dokter Theodore menyarankan.


Ruang istirahat ini memang didesain sangat nyaman untuk beristirahat di area rumah sakit. karena selain ruangannya yang luas, juga fasilitasnya lengkap. Namun, jika lebih dari tiga atau empat orang di dalam ruangan ini, bisa dipastikan jika semuanya akan merasa tidak nyaman nantinya.


Selagi Gafar belum bisa untuk ditemui, lebih baik keluarga kembali ke kediaman mereka terlebih dahulu, menyisakan satu atau dua orang berjaga di rumah sakit. Baru ketika besok Gafr sudah dipindahkan ke ruang rawat, pihak keluarga kembali ke rumah sakit untuk bisa menemaninya.


" Terima kasih sarannya dok.. Saya mengandalkan anda.." daddy Joaquin menjabat tangan para dokter yang hendak kembali bekerja.


" Seperti kata dokter Theodore, lebih baik kita kembali pulang terlebih dahulu. Besok pagi kita kembali lagi." ucap dokter Joaquin. Usianya tidak memungkinkannya untuk bertahan di tempat ini sampai besok.


" Mommy ikut pulang dengan daddy. Kate juga pulang karena Mountain pasti mencari. Lalu Katy.. Lebih baik kamu juga pulang, istirahat dulu di penthouses Gafar, baru besok kemari lagi.. Mommy khawatir jika kamu jatuh sakit sayang." ujar Mommy Noura merasa iba dengan menantunya.


" Yang dikatakan mommy benar.. Jika kau tidak nyaman di penthouses, bisa ikut kami pulang ke mansion utama. Suami ku akan tinggal di rumah sakit untuk menemani kak Gafar." Kate angkat bicara.


Tidak ingin merasakan neraka karena dihukum istrinya, Gaffi pun akhirnya dengan terpaksa memutuskan untuk menginap di rumah sakit. Padahal sudah beberapa tahun ini, dia tidak lagi full sebagai tenaga medis karena menjabat sebagai presdir.


Hanya sang istri yang mampu membuatnya kembali merasakan lembur dan juga shift malam. Gaffi pernah berbuat salah pada sang istri dan dia menebus semua kesalahannya dengan menjadi suami yang selalu mengepankan sang istri.


Catat ya... Mengutamakan sang istri dan bukan suami takut istri.


" Kalau begitu, aku pulang ke penthouses kak Gafar saja.." Katriana pun menyetujui karena sebenarnya dia sangat lelah dan mengantuk.

__ADS_1


" Nett akan mengantar mu.." Nett pun langsung menjalankan tugasnya mengantar nyonya mudanya kembali ke tempat tinggal yang mulai saat ini akan menjadi rumah yang akan ditempat oleh Katriana.


************************


Katriana kembali merasa hidup setelah merendam tubuhnya di dalam jacuzzi yang ada di penthouses milik suaminya ini. Aroma therapy menjadi salah satu hal yang mampu membuatnya merasa seperti hidup kembali setelah melalui semua hal yang menegangkan selama dua hari ini.


Katriana tidak berendam sendiri, karena Aurora tersambung dengannya melalui panggilan suara. Tadi, Katriana mengabarkan jika dia sudah lebih awal kembali dari bulan madu karena suaminya sakit dan Aurora langsung menghubunginya. Hingga akhirnya kedua orang ini berbincang bersama.


" Kau yakin tidak perlu memindahkan semua barang-barang mu ke penthouses?" Aurora bertanya lagi mengenai keputusan Katriana yang meninggalkan semua barang-barang yang dia anggap tidak terlalu penting di apartemen mereka.


" Yap.. Aku akan ke apartemen dulu sebelum bekerja. Jadi tidak perlu memindahkannya kemari, dan lagi suami ku sudah menyediakan semuanya di tempat ini." jawab Katriana yakin.


" Cieh....Yang sudah bersuami.." Aurora meledek.


" Nggak usah iri ya... Cepet tuh, pepet terus kulkas enam belas pintu biar kau juga merasakan indahnya menikah.. Jangan hanya melihat videonya saja. Soalnya kalau langsung praktek itu lebih......enak.." Katriana sengaja berbisik di akhir kalimat.


" Sialan kau.. Sekarang kau jadi mesum juga ya.." keduanya pun tertawa.


Banyak hal yang mereka berdua bicarakan, selain pekerjaan dan masalah wanita, mereka juga bergosip dengan rekan kerja Katriana. Wanita kalau sedang berkumpul atau mengobrol biasanya memang tidak bisa jauh-jauh dari bergosip. Mungkin memang kalau tidak bergosip rasanya tidak hidup.


Saking asyiknya, mereka berdua mengobrol dari Katriana berendam di jacuzzi sampai kini dia sudah berganti pakaian dan berbaring di ranjang yang sangat besar apalagi dia saat ini hanya sendiri berbaring di ranjang ini.

__ADS_1


Katriana yang awalnya terlihat berwajah senang saat mengobrol dengan Aurora, tiba-tiba saja berwajah sendu ketika tanpa sengaja Aurora membahas topik yang selama ini begitu Katriana jauhi. Hatinya masih tidak baik-baik saja meski dia sudah menikah.


" Tidak apa.. Aku hanya perlu bertahan enam bulan lagi, dan setelahnya aku tidak perlu berurusan dengan mereka.. Jangan khawatir Aurora.." ucap Katharina lebih kepada menenangkan dirinya sendiri daripada menenangkan Aurora.


__ADS_2