
Katriana tidak bisa berhenti tertawa meski sesuatu yang membuatnya tertawa, telah berlalu beberapa jam yang lalu. Tersangkanya juga sudah pergi sejak satu jam yang lalu. Hanya saja, yang dia lihat tadi sungguh mengocok perutnya.
Gafar melihat istrinya yang sering terkekeh pun memaklumi karena pasti yang dia lihat tadi adalah kali pertamanya. Gafar saja, tadi sempat terpingkal saking lucunya kejadian yang terjadi saat keluarganya berkunjung tadi. Rasanya baru pertama kali ini, kejadiannya bisa sampai sejauh ini.
" Kak.. " Panggil Katriana masih dengan sedikit meninggalkan kekehannya.
" Ya?... Tertawa saja dulu, Katy.. Jangan tertawa sambil bicara.. " Tegur Gafar saat melihat sang istri berusaha keras menahan tawanya.
" Kakak.. Ehm,, kok nggak tertawa sih? Memangnya kakak nggak merasa itu sesuatu kejadian yang lucu? " Tanya Katriana penasaran.
" Sudah biasa melihatnya sejak masih kecil.. Hal seperti itu sudah biasa di keluarga kami.. Galen yang memiliki julukan iblis berwajah malaikat, akh yang emosian, Gaffi yang raja jahil, Ghadi si polos, dan Gege little princess.. Begitulah kami.. " Cerita Gafar sedikit mengenang kisah masa lalunya.
" Iblis berwajah malaikat? Kenapa bisa begitu? " Katriana memiringkan wajahnya menatap intens Gafar saking penasarannya.
" Galen itu punya hati yang sebaik malaikat. Dia tidak akan ragu menolong orang yang dia lihat tengah membutuhkan bantuan.. Tapi Galen akan menjadi Iblis disaat keluarga atau orang-orang yang dia sayangi diganggu.. Air tenang menghanyutkan, itulah Galen.. " Katriana manggut-manggut.
" Berarti memang sejak kecil, kak Gafar sudah punya tempramen yang buruk ya? " Katriana nyengir.
" Sejak kejadian dimana Galen harus di D. O dari sekolahan saat kami ada di Indonesia.. Dan semua itu karena diri ku. " Katriana melotot.
Galen yang memiliki bakat dan kejeniusan yang mungkin hanya akan ada setiap ratusan tahun sekali bisa di D. O dari sekolahan. Jujur saja Katriana tidak mempercayai ucapan suaminya saat ini. Tapi tidak mungkin juga jika suaminya berkata bohong tentang semua ini.
Katriana melihat Gafar untuk meminta suaminya menceritakan permasalahannya secara detail agar dia tidak lagi merasa penawaran seperti saat ini. Gafar tersenyum dan bersiap untuk menceritakan satu-satu penyesalan terbesar dalam hidupnya. Dan merupakan alasan kenapa dirinya menjadi seorang pengacara.
__ADS_1
Flashback
" Apa? Anda memberhentikan putra saya sebagai hukuman atas apa yang terjadi? Lalu kenapa anda tidak menghukum murid yang juga melukai putra saya yang lain? " Daddy Joaquin kala itu benar-benar murka saat dia tengah sibuk mengurus Ad Company, namun pihak sekolah dimana anak-anaknya bersekolah menghubunginya lantaran masalah yang mengharuskan Galen dikeluarkan dari sekolahan.
" Untuk apa yang dilakukan putra anda, itu adalah sebuah kriminalitas. Dan sekolah tidak bisa mentolerir semua itu tuan.. Jadi tolong jangan membuat keributan karena keputusan kami semua, guru dan dewan sekolah sudah final.. " Kepala sekolah kekeh dengan keputusannya.
" Apa karena anak itu cucu pemilik yayasan? " Gumam daddy Joaquin yang masih bisa didengar oleh kepala sekolah.
" Bukan karena hal itu.. Kami... "
" Dia mendorong dan menjegal putra saya hingga putra saya kini terbaring tidak sadarkan di rumah sakit.. Jika Galen harus dikeluarkan dari sekolah karena perbuatannya, maka murid yang membuat putra saya yang lain masuk rumah sakit, juga harus dikeluarkan dari sekolahan.. "
" Jika pihak sekolah tidak bisa memberikan hukuman yang adil, maka jangan pernah menyalahkan saya ketika saat ini saya masih berucap dengan baik.. "
Gafar dikabarkan masuk rumah sakit dengan luka patah tulang di bagian tangan sebelah kanan. Menurut apa yang dikatakan Galen dan beberapa saksi, cucu pemilik yayasan sekolahan itu dengan sengaja menjegal Gafar saat dia menuruni tangga. Hal itu berakibat fatal meski alasan perbuatan cucu pemilik yayasan sangatlah tidak masuk di akal.
Galen yang merasa semua ini tidak adil lantaran status dari murid yang melukai Gafar, akhirnya membalas murid tersebut. Murid yang merupakan cucu pemilik yayasan tempat anak-anak daddy Joaquin dibuat masuk ke rumah sakit dengan luka serupa dengan Gafar. Hanya saja, Galen menambahkan patah tulang kaki yang digunakan untuk menjegal Gafar.
Memang apa yang Galen lakukan adalah sebuah kesalahan hingga dia dikeluarkan. Namun, setidaknya, bukankah murid yang melukai Gafar juga harus mendapatkan hukuman yang sama seperti Galen. Namun nyatanya, justru murid ini dianggap korban dan pelaku kejahatan disini adalah Galen.
Flashback off
" Waooowww... Kak Gafar melakukan semua itu? " Pekik Katriana tidak menyangka semua itu benar pernah terjadi.
__ADS_1
" Ya.. Sampai hari ini, aku masih belum bisa memaafkan diri ku sendiri karena sudah menjadi penyebab Galen mendapatkan catatan hitam dalam hidupnya.. " Ucap Gafar terlihat sedih.
" Kak Galen akan sangat sedih jika kakak beranggapan seperti itu.. " Ujar Katriana menghibur.
" Dia tidak tahu semua ini.. Aku menyimpan semuanya hingga berakhir menjadi sangat mudah emosi.. " Terang Gafar.
Katriana memeluk tubuh suaminya dari samping. Katriana merasa jika saat ini, suaminya ini benar-benar membutuhkan sebuah penghiburan alih-alih nasehat. Katriana jadi mengerti sekarang, kenapa suaminya begitu memperhatikan Galen melebihi saudaranya yang lain. Jadi ini adalah alasan utamanya.
Rasa bersalah yang mendalam, dan juga ketidakmampuannya menyampaikan penyesalannya pada Galen, akhirnya membawa Gafar pada sebuah jurang penyesalan yang tidak berdasar. Katriana sungguh bisa merasakan apa yang kini Gafar rasakan. Katriana ikut menyesal karena pernah ada kejadian seperti itu di dalam hidup suaminya.
Tangan Katriana dibawanya menuju ke sebuah bekas luka di bagian tangan kanan Gafar. Sebuah luka yang memang sengaja tidak Gafar hapus untuk membantunya mengingatkan bahwa dia telah berhutang satu penyesalan pada Galen. Sebuah pengingat jika sampai mati pun, Gafar tidak boleh melupakan betapa besar pengorbanan dari seorang Galen untuknya.
**************
" Kenapa terus tersenyum sejak pulang dari penthouses milik Gafar? " Lucena bertanya pada Galen yang duduk di ranjang sambil tersenyum begitu lebar.
" Aku tidak menyangka masih bisa melihat kelucuan seperti itu lagi.. Aku pikir, setelah hari itu, aku hanya akan melihat duka di mata semua orang. Seperti waktu itu. " Jawab Galen yang langsung berubah sendu.
" Tidak ada diantara kami semua yang menyerah, Galen.. Kami semua yakin bahwa badai pasti akan segera berlalu. Tidakkah kau pemasaran melihat nantinya bagaimana wajah anak-anak Gafar dan Ghadi? " Lucena berusaha tersenyum meski sebenarnya dia ingin sekali menangis.
" Bisakah aku menantikan semua itu? " Lucena langsung memeluk Galen dengan sangat erat.
" Bisa.. Pasti bisa.. Kita akan melakukan semua yang bisa kita lakukan agar kau bisa melihat sendiri dengan mata kepala mu hari itu tiba.. Hm.. " Bujuk Lucena yang kini sudah berlinang air mata.
__ADS_1
" Yah.. Semoga saja, waktu ku masih bisa diperpanjang hingga hari itu tiba.. "