Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Tidak dikenali


__ADS_3

Dilihat beberapa kali pun, rasanya tidak mungkin jika sampai Tria salah melihat dan mengenali siapa orang yang berdiri di balik pintu tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tria sangat terkejut ketika sekilas matanya menangkap siluet yang tidak asing untuknya. Dan saat dia memfokuskan penglihatan nya, dia melihat orang yang kini telah mendekat dan mengambil duduk di seberangnya.


Saling memandang dalam diam, Tria memutuskan kontak mata terlebih dahulu karena takut jika orang di depannya ini bisa membaca rasa gugup dan ketakutan yang dia rasakan. Sungguh aura orang ini tidaklah main-main jika sudah seperti ini. Menghadapi orang ini sebagai dirinya sendiri, lebih menakutkan daripada ketika dirinya menghadapi orang lain.


" Anda baik-baik saja? " Orang ini bertanya. Memang tidak terlihat seperti tengah mengintimidasi, tapi bagi Tria, dia seperti berada di ruang pemeriksaan dan tengah diselidiki karena telah melakukan kejahatan.


" Ya.. Saya baik.. " Tria menunduk hormat.


" Okay.. Saya tidak memiliki waktu yang banyak. Jadi saya akan langsung saja mengatakan niat saya kemari. " Tria mengedip beberapa kali. Diperlakukan seperti orang asing oleh orang ini, ternyata sangat tidak nyaman dan juga dadanya terasa seperti tercubit.


" Silahkan anda baca dan pelajari.. Tuntutannya memang berubah, tapi pihak penuntut mau mengubah ini semua dengan syarat anda harus membuktikan skandal anda itu tidaklah benar adanya. " Tria menganga.


Tangannya bergerak cepat sekali mengambil berkas yang diserahkan oleh pengacaranya, siapa lagi kalau bukan Gafar de Niels. Tria tidak menyangka, menghilangnya pengacaranya selama beberapa hari ini ternyata membawa hasil yang sungguh patut untuk diacungi jempol.


Bukan Tria tidak tahu, tapi dia sempat mencari tahu tentang pria bernama Felix Huxley itu seperti apa peringainya. Untuk mengubah keputusan pebisnis muda itu hanyalah sebuah hal yang sangat mustahil karena selain terkenal kejam, berdarah dingin, Felix juga sangat keras kepala dan egois.


Lalu bagaimana bisa, pengacaranya membuat seorang seperti Felix mau untuk mengubah keputusannya. Bahkan memberikan kesempatan padanya untuk membuktikan jika semua ini hanyalah sebuah jebakan dari orang yang membencinya. Tria tidak bisa banyak berkata, tapi jika tidak mengingat siapa pengacaranya ini, sudah barang pasti ingin sekali Tria memeluknya.


" Anda.... Sungguh luar biasa.. " Puji Tria tulus.


" Katakan semua itu ketika Anda sudah mampu membuktikan jika semua ini hanyalah kesalahpahaman saja.. Saat itu, maka memang saya patut disebut luar biasa. " Ujar Gafar sombong.

__ADS_1


Tria hanya melirik Gafar dengan ekor matanya. Enggak menanggapi, jika sudah keluar jiwa narsis dari seorang Gafar de Niels. Di debat seperti apapun juga tidak akan bisa mengalahkan seorang pengacara. Jadi Tria memilih diam dan mempelajari berkas yang dia pegang.


Membaca beberapa poin penting yang memang dirubah oleh pihak penuntut. Dan untuk itu Tria sungguh sangat bahagia sekali. Poin yang diubah seperti denda yang harus dibayar, tidak lagi tiga kali lipat melainkan dua kali lipat. Lalu ditambahkan satu poin penting, jika benar Tria bisa membuktikan semua itu hanyalah kebohongan maka kerja sama mereka akan terus berlanjut.


Artinya tidak akan ada pemutusan kontrak, dan proyek kerja mereka akan kembali dikerjakan. Dengan begini, Tria bisa kembali menjadi model mereka sampai enam bulan ke depan sesuai dengan kontrak yang ditanda tangani. Kebetulan memang ini adalah projek besar Tria sebelum mengakhiri debutnya sebagai seorang model profesional.


" Apa ada yang akan anda tanyakan? " Gafar bertanya, tapi pandangannya mengarah ke arah jam tangan yang ada dipergelangan tangannya. Sepertinya dia masih memiliki janji dengan klien lain, terlihat dia sedikit terburu-buru.


" Ehm.. Itu.. Bukti seperti apa yang bisa saya berikan untuk menguatkan bukti jika benar saya dijebak disini? " Tanya Tria. Sedetik kemudian Tria langsung merutuki dirinya yang terlihat sangat bodoh karena bertanya seperti ini pada Gafar.


" Apa saja.. " Jawab Gafar. Jemarinya bergerak menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Jika bukan karena Tria yang selalu membuatnya mengingat sang istri, sudah barang pasti Gafar akan berteriak dengan kencang dan mengatakan jika pertanyaan Tria adalah pertanyaan yang sangat bodoh.


" Ah.. Maaf.. " Tria menunduk malu.


Tria langsung berpura-pura terbatuk untuk menyamarkan tindakannya barusan. Bisa-bisanya dia kelepasan sampai tersedak begitu ketika Gafar membahas soal istrinya. Bisa gawat jika Gafar bisa mengartikan sesuatu yang tengah Tria sembunyikan dibalik wajah cantiknya itu.


Alis Gafar tersentak ke atas merasa tidak penting dengan bagaimana sikap Tria padanya saat ini. Lebih penting baginya untuk segera pergi dari tempat ini dan menemui istri tercintanya. Mereka sudah membuat reservasi untuk makan siang bersama di restoran mewah milik Ghadi dan setelahnya pergi berkencan.


Hitung-hitung mereka tengah mencoba untuk lebih mendekatkan diri lagi. Semua itu untuk membuat mereka menyadari bagaimana perasaan mereka terhadap satu sama lain. Ini juga sebagai sarana mendekatkan diri mereka selain berdekatan di atas ranjang.


**************

__ADS_1


" Bodohnya aku.. Bagaimana bisa aku melupakan janji ku dengan kak Gafar? " Katriana menggerutu karena terlambat datang ke restoran yang sudah dijadikan tempat janji temunya dengan Gafar.


" Semoga saja dia tidak marah.. " Katriana berharap-harap cemas.


Ketika memasuki restoran mewah bintang lima yang ruangannya bernuansa gold dipadukan dengan hitam dan coklat muda. Terkesan sangat berkelas dan juga aesthetic, sangat cocok jika restoran ini menjadi restoran yang selalu didatangi orang-orang penting yang datang dan tinggal di Milan.


Mata Katriana menelisik setiap sudut ruangan ini, tapi tak kunjung menemukan keberadaan suaminya. Tidak mungkin jika suaminya sudah pulang karena Katriana hanya terlambat lima belas menit saja. Itupun dia sudah mengebut di jalanan tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Apalagi keselamatan orang lain, sesama pengendara di jalan.


" Maaf nona.. Ada yang bisa saya bantu? " Seorang pelayan menangkap gelagat aneh Katriana.


" Saya tengah mencari keberadaan suami saya. " Jawab Katriana tanpa menatap pelayan yang mengajaknya bicara.


Pelayan wanita ini terlihat memperhatikan penampilan Katriana dari atas sampai bawah. Rambut yang bergelombang dan berantakan, riasan yang tidak bisa dikatakan sempurna karena alis Katriana saja sebelah tebal dan sebelah tipis. Belum lagi kacamata bulat miliknya sudah terlihat miring.


Jika dilihat makin ke bawah, kaos yang terlihat mahal tapi tidak pantas digunakan untuk sekedar berada di depan restoran mewah ini. Celana jins belel yang sobek di beberapa bagian termasuk paha. Sepatu kets yang talinya terlepas sebelah dan berwarna sedikit kusam. Dengan penampilan seperti ini, apakah bisa dipercaya jika Katriana tengah mencari suaminya di restoran bintang lima ini.


" Maaf nona.. Saya rasa Anda tidak saya perkenankan masuk karena sesuai peraturan, untuk bisa masuk ke tempat ini, penampilan perlu disesuaikan. " Manager restoran ini mendekat setelah melihat ada kejanggalan di pintu masuk restoran.


" Eh.. Bagaimana maksudnya? Tapi memang benar suami saya berada di sini. Dia mengirim pesan jika sudah mereservasi tempat ini atas nama Gafar de Niels. " Ucapan Katriana membuat manager dan pelayan perempuan yang menghentikannya terkejut.


Siapa yang tidak mengenal nama Gafar de Niels di restoran ini. Bahkan syarat utama bekerja di restoran ini adalah mengenali semua anggota keluarga de Niels baik itu anggota keluarga inti atau tidak. Semua yang memakai nama belakang de Niels ataupun memakai nama belakang menantu keluarga de Niels, semua pekerjaan disini harus menghapalnya.

__ADS_1


Nama dan wajah serta apa yang menjadi kegemaran dan yang di sukai semua anggota keluarga de Niels. Termasuk masalah alergi masing-masing anggota keluarga ini pun, para pelayan harus tahu. Jadi jangan salahkan manager restoran ini yang bukannya meminta Katriana untuk masuk ke dalam, namun justru memanggil keamanan untuk membawa Katriana keluar dari dalam restoran.


__ADS_2