
Dua hari sudah berlalu sejak Katriana dan Gafar berada di Kotor, Montenegro. Banyak hal baru yang Katriana dapatkan selama berada di negara ini. Tempat-tempat yang indah seperti bangunan kuno yang ada di negara ini, belum lagi pemandangan alam yang indah. Semua itu membuat Katriana ingin jika suatu hari nanti, dia akan kembali lagi ke tempat indah ini.
Waktu sudah siang, saat Katriana dan Gafar kembali naik ke kapal pesiar milik Gafar. Mereka akan kembali berlayar, menuju ke tempat pemberhentian berikutnya. Tempat yang tak kalah indah dan menakjubkan seperti Montenegro. Katriana sangat antusias, tidak sabar ingin lekas berada di tempat tujuan mereka berikutnya.
" Kak... Sedang apa? " Katriana menghampiri sang suami yang tengah menikmati wine sambil berdiri di dekat pembatas.
" Melihat laut.. Apalagi.. " Gafar menunjuk ke depan dengan dagunya. Memang sepanjang mata memandang, hanya ada lautan saja.
" Lalu kenapa berdiri di sini, jika hanya melihat laut.. Tiba-tiba saja aku ingin berenang di dalam, temani ya!! " Ajak Katriana.
" Berenang? " Gafar tiba-tiba mendapatkan sebuah ide cemerlang untuk mengisi waktu mereka hari ini di atas kapal pesiar yang berada di laut lepas.
" Hm.. Memangnya mau apa lagi, makan siang juga sudah.. " Ujar Katriana yang tidak bisa membawa ekspresi wajah Gafar yang sudah berubah.
" Oke.. "
" Aaaarrrrgggggghhh... " Katriana memekik kencang, karena terkejut suaminya sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style. Sungguh Katriana sangat kaget dan sedikit takut, kalau-kalau suaminya melemparnya ke laut.
" Kak... Turunkan, aku takut.. Kak Gafar.. Turunkan!!! " Katriana berteriak heboh. Tapi Gafar sama sekali tidak mempedulikannya dan terus berjalan masuk ke dalam area dalam kapal menuju ke lantai bawah dimana kolam renang indoor berada.
Sepanjang perjalanan, Katriana tidak berhenti memberontak minta diturunkan. Dia sangat malu, karena sejak tadi terus berpapasan dengan para kru kapal pesiar ini. Katriana tidak berani memperlihatkan wajahnya, memilih bersembunyi di dalam dada bidang Gafar.
Gafar sendiri tidak peduli teriakan istrinya yang cukup membuat telinganya berdengung. Gafar juga tahu jika istrinya saat ini malu karena dia gendong dan bertemu para kru. Tapi apa pedulinya, yang penting Gafar senang sekali karena berhasil mengerjai sang istri. Sepertinya penyakit usil dari Gaffi, menular padanya yang memang paling sering diusili oleh Gaffi.
BYYYUUUURRRRRRRR
" KAK GAFAR.... " Teriak Katriana begitu badannya menghempas ke air kolam.
Uhuk.. Uhuk.. Uhuk..
__ADS_1
" Kakak.. Gila ya..!!! " Sentak Katriana yang berhasil menguasai dirinya.
" Kakak ingin membunuh ku, begitu maksudnya? Biar cepat jadi duda terus menikah dengan wanita muda lainnya? " Katriana mengomel. Kesal sekali rasanya, apalagi yang membuatnya kesal hanya tertawa saja sejak tadi.
" Hush.. Ngomongnya kok begitu.. " Gafar menghentikan tawanya.
" Bukankah tadi hal yang menyenangkan? Sesekali kita perlu melakukan hal gila, agar kita tetap waras.. " Gafar menambahkan.
" Menyenangkan? Kakak bilang yang tadi, kakak membawa ku melompat dan terjun ke kolam, menyenangkan... Begitu??? Itu namanya gila, dan bahaya kak.. " Katriana terus saja mengomel.
" Kakak benar-benar menyebalkan.. Tahu begini, lebih baik tadi aku tidak mengajak kakak berenang.. Ini namanya bukan berenang tapi cari penyakit.... Eeeemmmmmppppttttt... " Ucapan Katriana terhenti karena ada sesuatu yang basah menyentuh bibirnya.
Mata Katriana melotot ketika dirinya tersadar dari keterkejutannya. Gafar, suaminya telah mencium dirinya. Katriana membeku tidak berani bergerak. Jangankan bergerak, Katriana bahkan menahan nafas karena saking terkejut dan juga gugup dengan situasi yang terjadi saat ini.
Bibir yang awalnya hanya diam saling bersentuhan, namun kini telah berubah saling *******. Katriana yang awalnya diam saat bibir suaminya bergerak ******* bibir bagian atas dan bawah, kini pub ikut membalas. Pria dewasa di depannya ini sangat luar biasa dalam memancing hal-hal yang berbau dewasa seperti ini.
Katriana pun memejamkan kedua matanya, menikmati setiap ******* yang diberikan oleh Gafar. Hingga akhirnya Gafar sedikit menggigit bibir bagian bawahnya, dan sedetik kemudian Gafar melesatkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Katriana. Mengeksplor semua bagian dalam rongga mulut Katriana.
Katriana mendorong pelan, dada bidang sang suami saat dirinya sudah hampir kehabisan nafas. Gafar yang paham, langsung melepas ciuman mereka. Terlihat adanya benang yang menghubungkan kedua bibir keduanya ketika ciuman terlepas. Sungguh dashyat efek dari persatuan kedua bibir itu.
Gafar mengusap bibir bawah Katriana dengan ibu jarinya. Kemudian maju untuk menyatukan kening mereka berdua. Nafas keduanya terengah setelah saling mengeksplor bibir masing-masing.
" Sssttttt... Tiba-tiba saja aku sangat menginginkan mu.. Haruskah kita kembali ke kamar sekarang? " Ucap Gafar yang sukses membuat jantung Katriana berdetak sangat cepat.
Ingatan Katriana pun kembali mengulang kejadian di malam pertama mereka. Dimana sang suami sukses membuatnya mendesah begitu keras di bawah kungkungannya. Wajah Katriana pun berubah menjadi merah lantaran malu dengan dirinya pada malam itu, yang sudah mirip seperti seorang wanita yang haus akan belaian.
Jangan salahkan dirinya, salahkan saja pria dewasa yang begitu mampu membuat dirinya tidak lagi mampu berpikir jernih. Suaminya begitu pandai membuat tubuhnya meremang memimpikan sebuah sentuhan setiap kali suaminya menyentuh dirinya. Katriana yang pertama kali merasakan indahnya surga dunia ini, menjadi cukup candu dengan kegiatan di atas ranjang ini.
" Kak.. Ini masih siang.. " Ucap Katriana sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
" Mau siang atau malam.. Bagi ku bukan masalah, aku sangat menginginkan mu.. Kau tidak bisa merasakannya ya? " Bisik Gafar di telinga Katriana. Salah satu bagian tubuh Katriana yang merupakan kelemahan istri Gafar ini.
" Kak.. Jangan disini!! " Katriana mendorong Gafar karena baru saja Gafar meniup telinganya, dan itu mampu membuat sesuatu dalam dirinya menjadi basah. Katriana tidak nyaman dengan hal ini.
" Kalau begitu.. Ayo kita ke kamar.. " Gafar langsung menggendong Katriana di depan. Mereka sudah mirip bapak koala yang tengah menggendong anaknya.
*************
Kamar berukuran 5 x 6, menjadi saksi bisu bagi pemilik kamar ini yang tengah memadu cinta di hari yang masih terik ini. Suara ******* dan erangan dari kedua insan yang mencoba merenguk kenikmatan itu, memenuhi ruangan yang beruntung kedap suara itu. Jika saja tidak ada peredam suara di bagian dinding kamar, sudah pasti yang melewati depan kamar ini akan ikut gelisah karena suara-suara yang membangkitkan naluri dalam jiwa itu.
Tidak tahu sudah berapa kali keduanya saling mendapatkan pelepasan. Yang mereka ketahui, mereka saling menginginkan sesuatu yang panas bersama dengan pasangan. Tidak hanya di ranjang, sofa, kamar mandi, ruang ganti, sudah mereka jelajahi untuk mencoba gaya yang berbeda.
Ketika matahari susah kembali pada peraduannya, barulah kedua orang ini mengakhiri sesi panas mereka. Baik Gafar maupun Katriana, keduanya kini berbaring di ranjang nampak kelelahan dan berkeringat. AC di kamar ini, sama sekali tidak mampu mendinginkan gelora panas keduanya.
" Aku siapkan air dulu ya.. Kita mandi kemudian turun untuk makan malam.. " Gafar bangkit meraih bathroop miliknya, kemudian lekas pergi ke kamar mandi.
Katriana hanya mengangguk, karena sudah tak mampu lagi berkata atau bereaksi. Tubuhnya lelah, suaranya juga habis karena terus berteriak selama sesi panas mereka yang sudah berlangsung lebih dari tiga jam itu. Rasanya Katriana hanya ingin berbaring di ranjang dan tidur saja. Tak mampu lagi melakukan kegiatan lain.
" Katy.. Ayo mandi dulu sebelum istirahat.. Kita juga harus makan karena aku tidak ingin kau sakit perut karena telat makan. " Gafar membangunkan Katriana yang sudah terpejam, hampir saja mengarungi mimpi.
" Kak.. Boleh makan di dalam kamar saja? Aku tidak sanggup untuk kemana-mana. " Ucap Katriana lirih saat berada di dalam gendongan Gafar. Dirinya hanya bisa bersandar karena saking lemasnya.
" Hm.. Aku akan menghubungi kru dapur untuk mengantarkan makanan ke kamar.. Sekarang kita mandi. " Gafar pun mengiyakan keinginkan sang istri karena paham jika pasti istrinya kelelahan setelah meladeni kebuasannya.
Keduanya pun membersihkan diri dengan cepat. Tepatnya Gafar lah yang membantu Katriana membersihkan diri karena istrinya itu hanya bisa tergolek lemas di dalam bath up.
Gafar memandang wajah cantik milik Katriana yang kini bersandar di bath up sambil memejamkan mata. Melihat istrinya tanpa kacamata, membuat Gafar merasa jika istrinya ini menyimpan keindahan yang begitu mengagumkan dibalik kacamata nya. Gafar, menyukai istrinya dengan kacamata, tapi lebih menyukai sang istri jika tanpa kacamata.
" Lebih baik kau terus memakai kacamata mu, Katy.. Jangan dilepas jika tidak dengan ku.. Kau dengar.. " Ucap Gafar yang mirip seperti tengah memerintah orang.
__ADS_1
Katriana heran mendengar ucapan suaminya. Dia membuka mata dan melihat berapa sekarang suaminya berwajah serius di depannya, dan menatapnya dengan sorot mata yang tegas. Sedikit penasaran dengan maksud ucapan suaminya, tapi karena dia lemas dan tidak berdaya, malas untuk berdebat, akhirnya Katriana hanya mengangguk saja.