Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Mendapatkannya


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


" Siapa itu, Len?? " Lucena yang sudah bersiap untuk berbaring, dibuat penasaran dengan siapa yang mengetuk pintu kamarnya dan Galen.


" Entah.. Berbaring lah, biar aku yang melihatnya.. " Galen pun turun lagi dari ranjang, berjalan menuju ke pintu kamarnya untuk mengetahui siapa gerangan yang mengganggu waktu istirahatnya.


Tok... Tok.... Tok...


Duk..


" Ya!!! " Pekik Galen saat dahinya terkena kepalan tangan si pengganggu.


" Eh.. Sorry.. Aku tidak sengaja.. " Ujar si pengganggu sambil nyengir.


" Kau... Kenapa malam-malam mengganggu istirahat orang saja? " Tanya Galen sedikit sewot. Dahinya terasa cukup nyeri karena kepalan tangan si pengganggu yang kekar itu.


" Ada yang ingin aku bicarakan, dan ini sangat penting. Ayo ikut dengan ku!! " Gafar menggandeng tangan Galen begitu saja. Galen mengernyit bingung dengan tingkah saudara kembarnya yang satu ini.


" Ck.. Tunggu dulu!! Aku pamit pada Luce terlebih dahulu.. " Galen menghempaskan tangan Gafar yang menariknya. Hendak berbalik masuk ke dalam kamar lagi untuk berpamitan dengan sang istri.


" LUCE... AKU PINJAM SUAMI MU SEBENTAR!!!! " teriak Gafar dari luar kamar.


Galen hendak protes, namun kalah cepat dengan Gafar yang sudah menariknya dan mengajaknya untuk pergi ke ruang perpustakaan yang ada di lantai yang sama dengan kamar-kamar penghuni mansion ini. Kini Galen semakin dibuat terheran-heran dengan tingkah Gafar. Galen jadi kepikiran, kiranya apa yang akan Gafar bicarakan dengannya.


" Kenapa mengajak ku kemari? " Pertanyaan yang keluar pertama kali dari Galen, setelah dia terpaksa bungkam sejak tadi.


" Apa kau memiliki pengaman? " Gafar langsung bertanya tanpa basa basi lagi. Dia sudah ditunggu sang istri di dalam kamar. Lagipula dia juga sedang tinggi-tingginya saat ini.


Galen mengerjap tak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut Gafar. Galen sampai beberapa kali mengusap telinganya, takut jika apa yang dia dengar itu salah. Tapi melihat bagaimana wajah Gafar yang sangat penawaran dengan jawaban Galen, membuatnya yakin jika otak saudara kembarnya ini sudah geser.


" Kau mengganggu waktu ku beristirahat bersama istri ku hanya untuk bertanya tentang..... Pengaman?? " Galen bertanya untuk memastikan.


" Iya... Memangnya kenapa?? " Gafar kini yang bingung. Bukankah hal wajar jika pasangan suami istri biasa menggunakan pengaman saat berhubungan.

__ADS_1


" Gafar Rodeven de Niels... Apa kau sudah gila? Dan kenapa harus memakai pengaman? " Galen menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kau jadi banyak bertanya? Kau sendiri selalu memakai pengaman karena tidak ingin Luce hamil lagi. Begitu pun dengan ku. " Jawab Gafar tidak sabaran.


" Kalian pengantin baru, lho.. Kenapa tidak ingin punya anak? " Galen kembali bertanya.


Gafar merasa jika sudah ada asap yang keluar dari kepalanya karena sangat kesal dengan Galen yang terus saja bertanya dan tidak menjawab inti dari semua ini. Kalau saja mengingat dirinya tidak membutuhkan sesuatu dari Galen, Gafar ingin sekali rasanya memukul kepala Galen.


" Katy belum siap untuk memiliki anak.. Dan aku menghormati keputusannya. Lagi, jawab pertanyaan ku dan berhenti bertanya tentang rumah tangga ku, Galen.. " Gafar menjelaskan dengan singkat, jelas dan padat karena malas memperpanjang percakapan mereka.


" Ck.. Kalau mommy dan daddy tahu, mereka akan sedih. " Galen menghela nafas pasrah.


" Mereka sudah memiliki banyak cucu dari mu, Gege dan Gaffi.. Menunda setahun atau dua tahun juga tidak akan masalah. "


" Kau punya pengaman tidak?? Jangan banyak bertanya, karena istri ku sudah menunggu ku di kamar. "


" Tunggu sebentar.. " Galen keluar dari Perpustakaan untuk kembali ke kamar dan melihat stock pengaman yang biasa dia gunakan.


Lucena menatap penuh curiga dan rasa penasaran tinggi saat melihat suaminya kembali ke kamar dan justru menyibukan diri di walk in closet yang ada di dalam kamar mereka. Yang paling membuat Lucena penasaran, kenapa Galen seperti mencari-cari sesuatu yang mana di tempat itu biasa digunakan untuk Galen menyimpan pengaman.


" Len.. Apa yang kau cari? " Tanya Lucena ikut berjongkok sama seperti Galen.


" Pengaman.. Rasanya masih ada, kenapa aku tidak menemukannya? " Jawab Galen tanpa mengalihkan pandangannya.


" Ck.. Kau jadi pelupa ya sekarang. Bukanlah kau menggunakannya kemarin. Lalu kenapa kau mencarinya sekarang? Jelas tidak mungkin ada.. " Galen menatap Lucena dengan wajah bingung.


" Hiiihhhhhh... Kau memakainya kemarin, lalu tadi pagi aku kedatangan tamu bulanan. Kau mengatakan untuk tidak perlu membelinya karena tidak juga akan digunakan sampai aku selesai datang bulan. " Lucena pun menjelaskan.


" Aha... Aku baru ingat sekarang. " Galen menepuk dahinya.


" Kau tidurlah. Aku akan menemui Gafar terlebih dahulu. " Lucena semakin tidak paham situasi apa yang terjadi saat ini. Suaminya terlihat sangat aneh sekali.


*********

__ADS_1


" Habis kau bilang?? Kau banyak bertanya dan juga lama sekali mencari, kalau ujung-ujungnya habis, benar-benar..... " Gafar kehilangan kemampuan untuk melanjutkan bicaranya.


" Sialan.. " Umpat Gafar melampiaskan kekesalannya


" Ck.. Sudah minta, malah protes kau itu.. Sana, minta saja pada Gaffi.. Dia pasti menyimpan nya.. " Setelah mengatakan itu Galen pergi meninggalkan Gafar. Rasanya semua usahanya mencari menjadi sia-sia, karena tidak dihargai.


Sudah kepalang tanggung, lagipula tidak mungkin Gafar kembali ke kamar dengan tangan kosong. Akhirnya sesuai saran dari Galen, Gafar pun pergi ke kamar Gaffi yang letaknya tepat di sebelah Perpustakaan ini. Harapannya, semoga saja Gaffi belum tidur. Dan kalau pun Gaffi sudah tidur, maka bisa dipastikan Gafar akan membangunkannya dengan cara apapun.


" Ck.. Kau itu mengganggu malam pertama ku hanya karena mencari pengaman?? " Gaffi berkacak pinggang di depan pintu kamarnya dan tanpa menggunakan atasan.


" Malam pertama dari Hongkong.. Cepat, kalau kau masih ingin melanjutkan malam pertama mu. " Tangan Gafar menengadah, meminta apa yang dia pinta pada Gaffi.


" Tunggu sebentar!!! " Gaffi dengan wajah kesal setengah mati, kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil kan apa yang diinginkan Gafar. Dia harus cepat kalau tidak ingin malam pertamanya gagal.


" Ini.. Dan pergi saja saja jangan mengganggu ku lagi.. " Gaffi memberikan sekotak pengaman untuk Gafar.


" Thanks.. " Gafar pun pergi dari kamar Gaffi, dan bergegas kembali ke kamar.


Gafar tidak peduli ketika dia mendengar Gaffi memakinya entah karena apa. Sepertinya Gaffi benar-benar gagal total melakukan malam pertama karena diganggu oleh Gafar. Dan Gafar masa bodoh saja, yang terpenting urusannya selesai.


Setibanya di kamar, Gafar dikejutkan dengan Katriana yang justru menangis sendirian. Gafar lekas berlari menghampiri sang istri karena panik. Perasaan tadi saat Gafar meninggalkan sang istri sendirian di kamar, istrinya masih baik-baik saja. Lalu bagaimana bisa sang istri menangis.


" Katy.. Hei, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? " Gafar dengan panik bertanya. Bagaimana tidak panik ketika dia kembali dari suatu tempat, istrinya sudah menangis.


" Katy.. Jawab aku!! Apa yang terjadi? " Gafar memaksa Katriana untuk bercerita.


" Hiks.. Hiks.. Kakak.. Dari mana?? Kenapa... Kenapa lama sekali?? Aku pikir.. Hiks.. Hiks.. Kakak marah pada... Ku... Huuuaaaaaa.. " Katriana langsung memeluk Gafar dan menangis.


Mendengar perkataan sang istri, Gafar tersenyum canggung dengan kedua mata yang menatap salah satu tangannya yang terkepal. Satu tangannya lagi menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


" Jangan menangis.. Aku pergi sebentar untuk meminta ini.. " Gafar menunjukan sesuatu yang dia genggam sejak tadi. Mata Katriana melotot menatap Gafar bergantian dengan menatap apa yang ada di genggaman Gafar.


" Ini??? " Katriana melongo melihat apa yang ada digenggaman Gafar.

__ADS_1


Apa-apaan ini, ternyata suaminya pergi meninggalkannya sendirian tadi karena suaminya berusaha untuk mendapatkan pengaman untuk mereka bisa melakukan ritual malam sebagai suami istri. Katriana merasa sangat malu saat ini, kalau ada lobang besar di depannya. Pastikan Katriana untuk melompat masuk ke dalam lobang itu.


__ADS_2