
Kehidupan malam selalu bisa dijadikan sebagai sebuah healing dari lelahnya beraktifitas sepanjang hari. Banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi ketika malam hari tiba. Salah satu empat yang menjadi favorit bagi mereka yang sudah sangat terbiasa dengan kehidupan malam adalah club malam.
Music DJ dan juga minuman beralkohol, merupakan perpaduan kesenangan bagi mereka yang menyukai kehidupan malam di sebuah club malam. Musik yang memekakkan telinga, dan banyaknya pilihan yang bisa dipilih dari berbagai jenis minuman yang disajikan di sebuah club malam.
" Tolong tambah lagi!!!" seorang wanita dengan pakaian yang cukup terbuka, belum lagi kondisinya yang sudah setengah mabuk tengah meminta untuk diisi kembali gelas minumannya yang sudah kosong.
" Anda sudah mabuk nona.. Saya tidak bisa memberikan minuman lagi untuk anda." bartender pria itu menolak dengan sopan.
" Ck.. Isi saja, kau dengar kan." nada bicara wanita ini mulai meninggi, sehingga memancing orang lain untuk memperhatikan meja bartender.
" Maaf nona.. Saya tidak bisa melakukan seperti yang anda minta. Saya akan panggilkan layanan kamar untuk anda gunakan untuk beristirahat malam ini." bartender ini menawarkan.
Tanpa pikir panjang, wanita ini dengan kasar merampas botol minuman beralkohol dari tangan bartender tadi dan langsung meminum dari botolnya. Bartender yang masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, hanya bisa melongo melihat wanita aneh di depannya ini.
GLUG..GLUG..GLUG..
" Aaarggghhhh..."
" Sial.. Kenapa rasanya masih saja kurang?" racau wanita yang sepertinya mulai mabuk itu.
" Nona.. Anda tidak apa? Kenapa anda meminum hingga tandas tidak bersisa? Apa anda tahu, jenis minuman apa yang anda minum?" barteder tadi terlihat panik. Pasalnya, minuman yang dihabiskan oleh wanita mabuk itu adalah minuman yang berkadar alkohol paling tinggi.
" Berikan lagi!!" tangan wanita itu menodong si batender.
" Maksud nona?"
" Berikan aku minuman lagi!!! Cepat!!!!"
__ADS_1
" Hentikan!!!"
Suara barusan, membuat bartender dan wanita yang tengah berdebat itu serempak menoleh ke arah suara yang menginterupsi mereka. Si wanita langsung tersenyum miring melihat siapa yang telah mengganggu kesenangannya malam ini sekaligus juga merupakan penyebab suasana hatinya malam ini buruk.
Jika si wanita menatap tidak suka pada orang yang baru saja datang ini, maka si bartender justru merasa sangat senang. Ada seseorang yang baik hati mau menolong dirinya dari pelanggan club yang sudah tidak lagi mampu dikontrol. Dia tidak akan dipecat malam ini, dan ini semua berkat pria yang masih berdiri menatap pelanggan wanita tadi.
" Pergilah.. Aku tidak membutuhkan kau di sini.." ujar perempuan itu mengabaikan keberadaan dari pria yang mengganggu kesenangannya itu.
" Hentikan.. Jangan membuat ku mengulangi kata yang sama sampai tiga kali.." si pria memberi peringatan.
" Siapa diri mu berhak mengaturku? Ingat, kau menolak perjodohan kita jadi jangan bersikap sok di depan ku seperti saat ini.. Aku muak melihatnya." si wanita pun melangkah pergi meninggalkan club yang tidak lagi menyenangkan baginya.
Meski sudah mendapatkan penolakan, si pria nyatanya masih setia mengikuti kemana pun si wanita mabuk ini pergi. Si pria takut jika si wanita nantinya akan membuat masalah. Apalagi cara berjalan wanita mabuk itu sudah sempoyongan.
Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka berdua. Si wanita hanya berjalan dan berjalan tanpa tahu kemana tujuannya. Yang dia inginkan hanya si pria itu lelah mengikutinya, lalu si pria akan pergi meninggalkannya sendirian.
Sayangnya, meski sudah berjalan sangat jauh dan kedua kakinya sudah mulai mati rasa, si pria malah tetap mengikutinya. Kesal dan marah, si wanita ini pun akhirnya berhenti dan berbalik. Menatap marah ke arah pria yang kini juga ikut berhenti berjalan seperti dirinya.
" Kau sangat menyebalkan sekali.. Sampai kapan kau akan mengikuti ku? Tahukah kau jika aku seperti ini karena penolakan mu? Sampai kapan kau akan terus menyimpan perasaan mu padahal dia sudah menikah?? " Sentak di wanita memaki si pria.
" Sampai kapan kau akan mengabaikan ku? Apa aku manusia tak kasat mata, sehingga lima tahun berlalu kau masih saja tidak bisa melihat keberadaan ku? Sialan.. " Si wanita mengumpat.
Si wanita menarik rambut hitam panjangnya ke belakang, merasa frustasi. Jatuh cinta yang paling menyakitkan adalah jatuh cinta para manusia kulkas enam belas pintu yang mana tengah patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan. Rasanya sangat sakit dan melelahkan sekali.
Sialnya, itulah yang dialami oleh si wanita saat ini dan semua ini sudah berlalu selama lima tahun lamanya. Cinta pada pandangan pertamanya pada si rekan kerja yang satu tim dengannya, tapi justru cinta yang sangat menyakiti dan menguras kesabarannya.
" Sudah?? " Tanya si pria tanpa rasa bersalah sama sekali.
__ADS_1
" Belum.. Rasanya aku ingin mencakar wajah mu saat ini juga.. " Sentak si wanita semakin meradang.
" Ayo kita pulang.. Kau bisa melakukan apapun pada ku saat kau sudah di rumah.. Paman mu mencari diri mu.. " Bujuk si pria dengan wajah yang terlihat seperti enggan melakukan semua itu.
" Pulang sana sendiri.. Aku masih ingin menikmati malam yang penuh sakit ini.. " Si wanita kemudian menangis sambil kembali berjalan entah kemana yang dia tuju.
" Aarrgghh.. Lepaskan aku!! " Si wanita menyentak tangan si pria yang ternyata menggenggam tangannya entah sejak kapan.
" Berhenti bersikap kekanak-kanakan, dan ikut aku pulang sekarang juga.. Kau tidak sadar, sudah berapa banyak orang yang kau repotkan karena tingkah mu saat ini? Apa kau tidak tahu apa yang dilakukan paman mu demi bisa membawa mu kembali? Jangan bersikap seolah hanya diri mu yang sedih, semua orang pernah mengalaminya.. " Si pria menatap tajam si wanita dan genggaman tangannya pun semakin erat.
Keduanya saling menatap sama tajam dan tidak ada yang mau mengalah. Keduanya memang sama-sama keras kepala sejak dulu, dan sialnya kedua orang keras kepala ini tengah dijodohkan. Karena ulah si wanita, membuat si pria harus memikirkan tentang perjodohan di saat hatinya tengah patah lantaran wanita yang dia cintai telah menikah dengan pria yang dijodohkan dengannya.
Hari ini, puncak dimana kesabarannya telah habis karena menghadapi tingkah si wanita yang menjadi pengganggu untuknya selama lima tahun terakhir. Bisa-bisanya si wanita mengatakan jika dirinya hamil anaknya dan meminta untuk segera dinikahkan saat dia menerima ajakan makan malam dengan paman si wanita.
" Ayo kita pulang!! " Ajak si pria yang kali ini nada bicaranya terdengar sangat dingin dan penuh intimidasi.
" Tidak mau.. " Si wanita tidak mau kalah.
" Jangan buat aku mengulangi ucapan ku sebanyak tiga kali!! " Si pria memperingati.
" Dan jawaban ku tetap sama, aku tidak mau pulang dengan pria tidak punya hati seperti mu.. " Sentak si wanita.
" AURORA MIDDLETON... SAMPAI KAPAN KAU AKAN MENGUJI KESABARAN KU.. "
" SAMPAI KAU MENATAP KU DAN BERHENTI MENATAP KATY.. "
Aurora menyentak tangan Kayden yang sempat mengendur saat dia menyebut nama seseorang yang selama ini menjadi wanita yang beruntung dicintai oleh seorang Kayden.
__ADS_1
Ya, si pria dan si wanita yang tengah bertengkar saat ini adalah Aurora dan Kayden. Cinta bertepuk sebelah tangan yang keduanya miliki, telah membuat mereka berdua sama-sama menderita. Keinginan Aurora agar Kayden melupakan Katriana, nyatanya sama sekali tidak digubris Kayden.
Cara yang bisa dilakukan Aurora agar pria yang dia cintai tidak terluka semakin dalam hanyalah dengan menjadikannya sebagai kekasihnya atau bahkan suaminya. Lalu apakah keinginan Aurora bisa terwujud mengingat keduanya seperti kucing dan tikus??