Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Turun tangan


__ADS_3

" Galen...!!!!! " Lucena memekik panik memanggil nama suaminya.


Apa yang Lucena lakukan ini sontak menyita perhatian semua anggota keluarga de Niels yang memang masih berkumpul dan belum pergi untuk beraktifitas. Semua menatap Lucena dengan penuh tanda tanya. Apa yang membuat wanita yang biasanya kalem ini, tiba-tiba berteriak panik seperti ini.


" Luce.. Kenapa berteriak? " Galen datang dengan santai sekali. Berbanding terbalik dengan Lucena yang sudah mirip cacing kepanasan.


" Lihat ini!! " Lucena memberikan koran pagi ini pada sang suami.


Galen hanya bisa menghela nafas pasrah saat akhirnya dia mengetahui penyebab istrinya seperti ini. Sungguh tidak bisa Galen percaya, jika sang istri akan berbuat hal diluar nalar seperti ini hanya karena sosok idolanya saja. Galen merasa dirinya tersingkir hanya karena idola sang istri yang sudah seperti orang ketiga dalam rumah tangga mereka.


" Mereka itu susah putus. Lalu bagaimana bisa ada pemberitaan seperti ini? Len, coba kau tuntut perusahaan yang menyebabkan hoax ini. " Pinta Lucena.


" Mulai lagi... " Batin Galen. Tangannya terangkat untuk menggaruk pelipisnya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


" Pihak agensinya pasti sudah menangani hal ini.. Jadi jangan khawatir. " Galen berusaha untuk mempertahankan kewarasannya jika sudah menyangkut idola dari istrinya.


" Mereka tidak akan mampu meredam semua berita ini dalam sekejap. Lakukan sesuatu Galen, aku yakin JN GROUP pasti bisa memberikan bantuan meski hanya menghapus semua pemberitaan hoax ini. " Lucena merengek.


Galen memejamkan matanya frustasi. Tingkah ajaib istrinya yang hanya muncul ketika berhubungan dengan idolanya, selalu mampu membuat Galen diam tanpa bisa berkata-kata. Ingin menolak semua keinginan sang istri, tapi ini adalah permintaan dari istrinya. Tapi jika Galen melakukan semua permintaan sang istri, alasan apa yang mendasari aksinya kali ini.


Galen melihat ke arah anggota keluarganya yang lain dengan tujuan meminta bantuan. Jika sudah seperti ini, Galen pasti angkat tangan. Menolak salah, melakukan seperti apa yang dikatakan Lucena juga salah. Posisinya benar-benar terjepit, maju kena mundur pun kena.


" Apa?? " Gafar bertanya karena merasa kasian melihat tampang melas Galen.

__ADS_1


" Bisa kau melakukan sesuatu dengan ini? " Tanya Galen terlihat tidak bersemangat.


Tanpa banyak bicara, Gafar mengambil koran pagi ini yang di ulurkan oleh Galen. Membaca sekilas, kemudian dia menyimpulkan jika kelakuan ajaib iparnya kambuh. Jika sudah seperti ini, Gafar yakin seratus persen, jika Galen dilema. Antara mengiyakan atau menolak.


Belum Gafar menjawab pertanyaan Galen mengenai bisakah dia membantu menangani masalah ini atau tidak. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Alis Gafar berkerut, yang menghubunginya adalah Nett. Biasanya sekretaris sekaligus asisten pribadi Gafar ini tidak akan menelepon ketika Gafar bersama dengan anggota keluarganya.


" Tunggu sebentar.. " Galen mengangguk.


" Ya?? " Sapa Gafar.


" Hm.. Aku akan berangkat sepuluh menit lagi. " Ucap Gafar sebelum mengakhiri panggilan secara sepihak. Beruntung Nett sudah paham bagaimana sifat masing-masing anggota keluarga ini.


" Aku akan menangani masalah ini. Katakan pada ipar ku untuk tenang saja. " Ujar Gafar tersenyum miring mengejek Galen.


Gafar pun berpamitan pada semua anggota keluarganya untuk pergi bekerja. Menurut Gafar, dia mendapatkan klien penting dan harus dia sendiri yang turun tangan. Akhirnya berangkat lah Gafar, meninggalkan anggota keluarganya.


*******************


" Ini tidak seperti yang terlihat.. Lycan.. Kau tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi kau diam saja. Kau tahu kita tidak memiliki hubungan apapun lagi selain tekan kerja. " Protes Tria yang merasa dirinya di sini tersudut. Tatapan orang-orang ini, seperti tengah mengatakan jika disini Tria lah yang bersalah.


" Tria.. Seorang pencuri tidak akan mengaku. Jika semua penjahat mengakui dosanya, penjara penuh, Tria.. " Elexsia tertawa mengejek.


" Kau tidak tahu apa-apa, jadi diam saja, El.. " Tria memperingatkan.

__ADS_1


" Lycan.. Kau akan tetap diam meski semua orang menuduh ku sebagai orang ketiga. Meski semua orang memandang rendah diri ku. " Tria menatap Lycan yang sejak tadi hanya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk mengatakan yang sebenarnya.


" Jangan desak Lycan jika disini memang kau lah penggodanya.. Bukankah sudah aku peringatkan, lalu kenapa kau mengabaikan peringatan ku. Sekarang lihat yang terjadi, lalu bisa apa kau sekarang? " Elexsia berucap dengan sombongnya. Menyudutkan posisi Tria yang pastinya paling banyak menerima dampak pemberitaan ini.


" Hentikan!! Yang aku butuhkan adalah solusi, bukan saling menyalahkan seperti ini.. " Benigno menengahi. Meski kepalanya berdenyut sakit saat ini, tapi dia harus tenang agar masalah tidak merembet kemana-mana.


Siapa yang tidak tahu masalah diantara ketiga model profesional di agensinya ini. Dua sahabat baik yang akhirnya bermusuhan karena seorang pria dan pria itu adalah Lycan. Awalnya Lycan berkencan dengan Tria yang saat itu masih baru terjun ke dunia model. Sebagai senior, Elexsia banyak membantu Tria dalam prosesnya menjadi model internasional hingga keduanya pun berteman.


Siapa sangka jika hubungan yang baik itu berakhir dengan saling membenci saat diketahui jika Lycan dan juga Elexsia tiba-tiba saja bertunangan padahal status Lycan saat itu masih kekasih dari Tria. Merasa dikhianati dan dipermainkan, Tria sempat down hingga karirnya hampir saja berakhir saat itu. Beruntung ada Kayden dan Aurora yang memberikan support pada Tria hingga akhirnya Tria kembali bangkit.


Semua pekerja seni yang bernaung di Sky Drama agensi sudah mengetahui kisah ini. Entah siapa yang memulai, tapi kisah antara dua sahabat yang terpecah karena seorang pria, menjadi sebuah dongeng wajib untuk semua anggota baru yang bergabung dalam agensi ini.


" Pihak ketiga meminta ganti rugi karena kau melanggar kontrak. Mereka meminta tiga kali lipat dari apa yang mereka berikan pada kita. Jadi bagaimana, Tria?? " Tanya Benigno menatap tajam Tria.


" Apa mereka gila? Di kontrak tidak mengatakan mengganti tiga kali lipat. " Tria protes karena memang di kontrak tidak seperti itu yang tertulis.


" Mereka mengatakan jika kesalahan mu sangat lah fatal. " Benigno mendekati Tria.


" Pertama, kau memiliki skandal. Mereka jelas tidak menyukai model mereka memiliki skandal. Kedua, banyak sekali komentar negatif yang menyudutkan mu dan semua itu mempengaruhi penjualan mereka. Jadi mereka menuntut tiga kali lipat, karena semua itu mereka anggap sebanding dengan kerugian mereka. " Benigno menjelaskan.


Tria menghela nafas merasa sangat frustasi. Dia paham apa yang dilakukan pihak ketiga memang bukan sebuah tindakan sembarangan. Mereka memikirkan untung dan rugi bagi mereka karena skandal ini. Tapi rasanya terlalu kejam jika hanya Tria yang dijadikan sebagai pusat semua kesalahan. Sedangkan Lycan, tidak ada satupun yang mengomentari Lycan dengan hal-hal buruk.


Tria menatap tajam ke arah Lycan yang hanya bisa kembali menunduk bila tatapan mereka bertemu. Seharusnya Tria tidak pernah memberikan kesempatan pria itu kembali mendekatinya. Lihat, apa yang terjadi padanya hanya karena dia menerima ajakan dari Lycan untuk berbincang sebentar.

__ADS_1


" Aku sudah meminta seorang pengacara untuk mendampingi Tria. Jadi jangan menyudutkannya, dan mari kita fokus menyelesaikan masalah ini agar tidak merembet kemana-mana. " Benjamin memasuki ruangan milik Benigno.


__ADS_2