Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Sakit


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah di salah satu hotel ternama di kota Milan. Aurora duduk berdampingan dengan Kayden, kemudian di depannya ada paman dari Aurora, Benjamin Lorenzo. Ketiganya tengah menikmati makan malam bersama, yang mana sebenarnya sudah dijadwalkan sejak tiga hari yang lalu.


Benjamin tersenyum senang, melihat keponakannya terlihat dekat dengan pria yang selama beberapa waktu ini menarik perhatian nya. Pria yang sangat pandai dalam mengerjakan pekerjaannya, dan cakap dalam berbisnis. Ada niatan untuk menjodohkan keduanya, sayangnya Kayden menolak dengan alasan dirinya belum siap untuk memiliki hubungan yang lebih dengan seorang perempuan.


Jika Benjamin tersenyum senang, lain dengan Kayden yang sudah berasap lantaran kesal sekali. Salah dirinya memilih duduk di samping Aurora, bukan di samping paman Benjamin. Kelihatannya saja Aurora anteng menikmati makan malamnya, hanya saja kakinya di bawah meja, terus bergerak luar membuat Kayden resah.


Aurora memang sengaja menggoda Kayden. Sejak pertama kali mereka bekerja sebagai orang-orang yang berada di sekitar Tria. Aurora sudah jatuh cinta pada sosok Kayden yang menurutnya begitu sempurna sebagai pria. Sayangnya, Kayden ini sangat polos kalau soal wanita dan selalu bersikap anti wanita.


Aurora gemas dengan sifat Kayden yang menurutnya kuno itu, menjadi sering sekali menjahili Kayden. Lihat saja sekarang, ujung ibu jari kaki milik Aurora sudah bergerak menelusuri kaki Kayden, semakin naik dan semakin naik hingga hampir menyentuh paha.


" Ekhem.. " Kayden berdehem dengan maksud memperingati Aurora.


" Ada apa Kayden? Apa kau kurang cocok dengan menu yang dihidangkan? " Bukan Aurora yang tanggap melainkan paman Benjamin.


" Bukan begitu tuan.. Makanan disini enak.. Hanya saja,, sesuatu terasa mengganggu saya. " Ucap Kayden melirik ke arah Aurora.


" Apa yang mengganggu? " Paman Benjamin terlihat sedikit panik.


" Saya... Ingin ke kamar kecil sebentar.. " Kayden langsung berdiri dan bergegas meninggalkan meja.


Aurora tersenyum miring karena berhasil membuat pria polos itu panas dingin. Aurora dilawan, kalau untuk masalah hubungan pria dan wanita, dia bisa dikatakan sebagai suhu. Sering bergonta-ganti pacar, membuat Aurora tahu betul bagaimana membuat seorang pria takluk di bawahnya.


Hanya saja, petualangan cintanya harus terhenti saat dia bertemu dengan seorang Kayden. Aurora yang biasanya memiliki kekasih lebih dari satu, langsung memutuskan hubungan dengan semua kekasihnya dan fokus mengejar Kayden. Sungguh terlalu karena Kayden menolak melirik dirinya yang cantik meski masih lebih cantik Tria.

__ADS_1


" Bagaimana bulan madu Katy? Apa dia menghubungi mu? " Tanya paman Benjamin yang juga mengenal Katriana yang merupakan sahabat keponakannya ini.


" Berjalan dengan lancar.. Paman tenang saja, aku sudah membantu memperlancar bulan madu mereka. " Ujar Aurora ambigu.


" Kenapa kau memperlancar bulan madu mereka? Kau saja disini.. " Paman Benjamin tidak paham maksud ucapan keponakannya.


" Anak muda, paman.. Mana paman paham.. " Jawab Aurora acuh.


" Cih.. Anak muda kau bilang.. Apa kau pikir paman dulu tidak pernah muda? Langsung tua begitu. " Paman Benjamin cemberut.


" Masa muda paman itu berapa puluh tahun yang lalu. Jelas beda dengan masa muda kami semua.. " Semakin menjadi saja keponakan satu ini. Untung paman Benjamin sayang, kalau tidak jelas akan dia coret dari daftar pewarisnya.


Aurora terkekeh melihat pamannya berwajah masam karena ucapannya. Paman nya ini memang selalu menolak jika dikatakan tua. Alasannya sangat sederhana, karena paman Benjamin masih melajang hingga kini. Usianya sudah memasuki kepala lima, tapi paman Benjamin tidak ada keinginan untuk menikah kembali setelah pernah tersakiti oleh perempuan.


Aurora adalah keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Benjamin. Ibu Aurora, adalah adik perempuan Benjamin. Sayangnya, baik ibu maupun ayah Aurora telah berpulang sejak usia Aurora menginjak sepuluh tahun. Sejak itulah, Benjamin mengasuh Aurora dan menyayanginya seperti putrinya sendiri.


" Dia menolak.. " Jawab paman Benjamin santai.


" Alasannya pasti karena dia belum ingin memulai hubungan dengan wanita kan.. Alasan yang konyol.. " Cibir Aurora.


" Hormati keputusannya. Kalau kau benar-benar menyukai Kayden, pepet saja terus. Siapa tahu karena terbiasa dengan tingkah ajaib mu itu, muncul benih cinta di hatinya. " Aurora menatap tajam pamannya. Bagaimana bisa, pamannya mengatakan jika tingkahnya ajaib. Memang dia itu kenapa.


Sepuluh menit berselang, Kayden kembali dari kamar mandi dan kembali duduk di kursinya yang ada tepat di samping Aurora. Namun sebelum itu, Kayden terlihat membisikan sesuatu ke telinga Aurora. Anehnya, Aurora justru terkekeh saat Kayden membisikan sesuatu padanya.

__ADS_1


" Kata paman, tingkah ku itu ajaib.. Jadi jangan berharap aku akan menuruti ucapan mu.. " Aurora menanggapi.


Kayden hanya bisa menghela nafas, mengontrol emosinya agar tidak terpancing wanita aneh di sampingnya ini. Biasanya, wanita akan bersikap jaim di depan pria. Tapi lihat Aurora, sama sekali tidak ada jaimnya dan terkesan membuat malu saja.


****************


Katriana sedikit kecewa pagi ini, karena rencana mereka untuk tur kapal dari Piraeus dibatalkan lantaran Gafar sedang tidak enak badan. Suami Katriana ini, tiba-tiba saja demam tinggi semalam. Katriana bahkan sampai panik, hingga akhirnya meminta pada layanan kamar hotel tempatnya menginap untuk memanggilkan dokter.


Menurut dokter, suaminya ini kelelahan secara fisik dan pikiran. Wajar saja, karena selama bulan madu mereka ini, Katriana selalu melihat suaminya tetap menyempatkan diri untuk melihat pekerjaan setiap malam. Padahal seharian sudah lelah karena mengajak Katriana berjalan-jalan menikmati keindahan tempat singgah mereka.


Mulai dari jam tiga pagi hingga sekarang yang sudah hampir jam makan siang, Katriana belum kembali tidur. Mengantuknya hilang seketika saat mendengar rintihan kesakitan dari suaminya. Rupanya, suaminya yang dia anggap sempurna ini bisa juga sakit.


" Maaf ya.. Rencana kita jadi batal.. " Gafar terlihat sangat menyesal telah menjadi sumber masalah batalnya rencana liburan mereka.


" Hei.. Bukan salah kakak, ya.. Namanya sakit tidak akan ada yang tahu. Hanya saja aku sangat terkejut melihat kakak sakit. Rasanya tidak bisa percaya kakak yang terlihat kuat bisa juga drop.. " Katriana memasang wajah sedih.


" Aku manusia, Katy.. Bukan super hero, jadi jelas aku bisa saja sakit.. " Gafar geleng kepala. Lucu juga kalau istrinya sampai berpikir begitu.


" Aku terlalu memaksa tubuhnya akhir-akhir ini. Dimulai dari persiapan pernikahan yang mepet, sejak saat itu aku harus kerja dua kali lipat lebih keras demi bisa mengejar waktu bulan madu kita.. Sayangnya, bulan madu kita belum berakhir tapi aku sudah tepar.. " Gafar terkekeh.


" Tidak apa.. Lain waktu kita bisa kesini lagi.. " Gafar mengangguk.


Katriana menatap iba wajah pucat suaminya. Merasa bersalah karena ternyata sebesar itu pengorbanan suaminya demi bisa membuatnya senang. Katriana tahu, semua itu dilakukan suaminya agar dirinya merasa nyaman. Pernikahan mereka tidak diawali cinta, jadi pastinya Gafar selalu mendahulukan kenyamanan Katriana agar tidak ada masalah dalam rumah tangga mereka.

__ADS_1


Gafar tengah mencoba untuk menjadi seseorang yang bisa dijadikan tempat untuk Katriana bersandar. Dan Katriana tidak menyadari itu karena terlena dengan semua kesenangan yang tersaji di depannya selama bulan madu ini. Namun, setelah melihat Gafar jatuh sakit, barulah Katriana tersadar, jika suaminya ini telah berusaha menepati janji pada dirinya.


" Aku tidak bisa menjamin apakah nantinya kita bisa saling mencintai dalam pernikahan ini. Tapi aku bisa berjanji untuk membuat dirimu merasa nyaman dan aman saat bersama ku.. Jadi jangan merasa takut, aku tidak akan menjadi bajingan.. "


__ADS_2