
HUFT..
CK..
HAH..
SREK.. SREK..
HUFT..
CK..
HAH..
BBRRAAAKKKK
" ANJI... "
" Apa? Kau ingin mengumpat ku? "
Suasana tenang dan damai yang awalnya terjadi di sebuah ruang kerja. Kini menjadi riuh karena pertengkaran dya orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Kenapa jadi marah pada ku? " Aurora menatap sengit pria super kaku dan menyebabkan yang mana kini tengah berdiri sambil berkacak pinggang di depan matanya.
" Marah? Masih bertanya? Apa kau tidak tahu kesalahan apa yang kau lakukan sampai aku marah? " Sentak si pria yang adalah Kayden.
" Ish.. Aku sejak tadi hanya diam di sini dan kau datang langsung marah-marah begitu. Mana aku tahu.. " Jawab Aurora masa bodoh.
" Kau... Sabar.. Sabar.. " Kayden mengambil nafas berusaha untuk menetralkan emosinya yang sudah sempat sampai di ubun-ubun.
" Kau aneh.. " Olok Aurora.
Malas menanggapi terlalu lama, wanita yang baginya sangat menyebalkan dan telah mengacaukan semua hari-harinya. Kayden pun berjalan kembali ke meja kerjanya. Lebih baik segera menyelesaikan pekerjaannya daripada mengurusi manusia aneh yang masih tidak merasa bersalah itu.
HUFT..
CK..
HAH...
__ADS_1
" AURORA MIDLLETON.. SEKALI LAGI KAU MEMBUAT SUARA MENYEBALKAN ITU, MAKA AKU BERSUMPAH AKAN MELEMPAR MU KE BAWAH DARI JENDELA.. " Kecam Kayden yang kepalang sudah tak mampu lagi menahan semuanya hal yang berbau menyebalkan dari wanita aneh ini.
" Ish.. Kay ku.. Kenapa sih marah-marah terus? " Aurora berjalan mendekat ke meja kerja Kayden. Dia kemudian membungkuk, yang mana kedua tangannya dilipat di atas meja kerja milik Kayden. Berkedip-kedip sok imut, untuk mengambil perhatian dari seorang Kayden.
" Kau itu yang mulai.. Kenapa terus saja menghela nafas keras dan berisik? Sudah aku katakan, jika kau tidak mau menunggu ku bekerja, maka pergi sana!! " Kayden malas sekali melihat wanita ini.
" Hei.. Ada wanita cantik di depan mu, kenapa kau mengacuhkannya? Apa berkas-berkas ini lebih cantik dari aku? " Jemari Aurora menjumput selembar kertas yang tengah menjadi perhatian Kayden sejak tadi.
" Oh.. Sayangnya, memang seperti itu kenyataannya.. " Ucap Kayden sarkas.
" Gila kau.. Wanita cantik tidak tertarik, jangan bilang kau belok ya? "
" Aku sungguh penasaran kenapa kau menolak dijodohkan dengan wanita cantik dan kaya raya? Aku jadi curiga jika kau... "
" Tutup mulut mu.. Untuk apa aku menerima perjodohan itu? Cantik apanya? Bar-bar begitu.. "
Aurora melotot ketika mendengar ucapan Kayden yang menghina bar-bar wanita yang dijodohkan dengannya. Aurora merasa jika Kayden ini mengalami masalah kesehatan mata, sampai-sampai jadi buta. Atau karena terlalu sering melihat angka dan huruf, membuatnya jadi rabun.
" Tidak ada salahnya dengan perjodohan, Kay ku.. Lihat Katriana, dia bahkan sekarang bahagia karena dijodohkan dengan pria dewasa yang mapan dan ganteng itu.. Lalu kenapa kau menolak? Tidak ada alasan untuk mu menolak wanita cantik dan kaya.. " Aurora tidak habis pikir.
" Katriana menerima perjodohan karena tidak ada pilihan lain.. Sedangkan aku, banyak pilihan yang bisa aku pilih selain dijodohkan dengan wanita bar-bar.. " Kayden tersenyum miring.
" Kita ada janji makan malam dengan paman, aku itu sedang menunggu mu bekerja.. Kenapa disuruh pergi? " Protes Aurora tidak Terima diusir.
" Masih empat jam lagi.. Pergi sekarang atau aku tidak akan datang ke acara makan malam nanti.. " Kayden melihat sebentar jam tangannya untuk memastikan waktu diadakannya jam makan malam.
" Dasar menyebalkan.. Kalau begitu aku akan menunggu mu di restoran biasa, dan jangan sampai kau ingkar janji.. Bye.. Bye.. Kay ku.. " Aurora melakukan gerakan cium jauh menggoda Kayden.
" Hei.. Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan panggilan menjijikan itu!!! Aurora.. Apa kau dengar?? Hei.. " Kayden berteriak marah. Namun Aurora sudah keluar dari ruang kerja Kayden dan tidak peduli dengan teriakan Kayden dari dalam ruangan tadi.
Dengan gaya seperti model papan gosokan, Aurora berjalan dengan dagu yang terangkat, meninggalkan ruangan Kayden. Sudah puas dan senang rasanya, karena berhasil membuat hari dari Kayden berantakan karena keusilannya. Tidak seru rasanya jika belum membuat Kayden marah sampai berteriak seperti itu.
" Kok ada pria bodoh macam dia.. Dijodohkan dengan wanita cantik, kaya raya, dari keluarga terpandang, kok malah nolak.. Sinting kali dia.. Ck.. Ck.. Ck.. " Monolog Aurora tidak peduli jika semua orang yang masih ada di kantor agensi SKY DREAM yang melihatnya dengan tatapan aneh.
" Ngomong-ngomong tentang Katy.. Dia sedang apa ya?? Apakah ilmu yang aku kirimkan ke dia sudah dia gunakan dengan suaminya? Tidak mungkin belum kan, secara suaminya begitu.. Hihihihi.. " Aurora terkekeh geli mengingat apa yang dia kirimkan pada Katriana selama teman sekaligus rekan kerjanya itu berbulan madu.
***************
Tanpa terasa, perjalanan bulan madu yang tengah Gafar dan Katriana jalani sudah berada di destimasi terakhir mereka sebelum kembali ke Italia. Hari ini, tepatnya ketika langit sudah beralih hampir gelap, Katriana dan Gafar baru saja turun di pelabuhan Piraeus.
__ADS_1
Pelabuhan Piraeus adalah pelabuhan yang memiliki peran penting di Athena yang menjadi jantung kehidupan budaya, politik, ekonomi, industri di Yunani, dan masih banyak lainnya. Pelabuhan Piraeus juga menyediakan berbagai destinasi wisata untuk para wisatawan yang datang ke Athena.
" Wah... Kota Athena, bukankah kota yang ada mitologi Yunani tentang dewa-dewi itu ya.. Jadi tempatnya seperti ini, kak.. " Katriana mengutarakan kekagumannya.
" Hm.. Tempat ini disebut sebagai pelabuhan Piraeus. Di Athena sendiri ada tiga pelabuhan, dan pelabuhan ini yang terbesar dan terpenting. Kalau tidak salah, ada tur kapal dari Piraeus di tempat ini.. " Ujar Gafar.
" Benarkah? Lalu bisakah kita ikut dalam tur itu? " Katriana terlihat antusias.
" Tentu saja bisa.. Tapi tidak hari ini.. Sebentar lagi malam, dan kita akan mencari hotel di sekitar sini.. Hotel dengan pemandangan laut, bukankah itu menyenangkan.. " Katriana mengangguk setuju.
Tidak mau kemalaman mendapatkan hotel, Gafar dan Katriana pun mulai perjalanan mereka untuk mencari tempat mereka bermalam. Rencananya, mereka akan berada di kota ini selama tiga hari, sebelum nantinya akan kembali mengarungi laut Aegea untuk kembali ke Italia.
Katriana berencana untuk melakukan semua yang bisa dia lakukan di kota ini, karena ini adalah kota terakhir yang dia datangi selama bulan madu. Katriana ini berbelanja banyak oleh-oleh untuk papa dan mamanya, serta teman-temannya. Terutama Aurora yang telah banyak membantunya untuk memasuki fase sebagai wanita dewasa.
Beruntung tak jauh dari tempat Gafar dan Katriana berada, ada beberapa hotel yang sesuai dengan keinginan Gafar. Jadilah mereka memilih menginap di salah satu hotel dekat dengan pelabuhan. Yang terpenting, besok mereka bisa ikut tur kapal dari Piraeus. Baru setelahnya memikirkan wisata ke tempat lainnya.
" Istirahat lah.. Karena besok kita akan melakukan banyak sekali kegiatan.. " Ucap Gafar setelah selesai membersihkan diri.
" Iya.. Sebentar lagi.. Aku masih chat dengan Aurora.. " Katriana masih fokus penuh menatap ponselnya.
" Jangan terlalu malam.. " Katriana mengangguk.
Gafar pun mengambil duduk di sofa dekat dengan ranjang untuk mengecek beberapa pekerjaan yang dia tinggalkan selama hampir dua minggu ini. Gafar membuka laptop miliknya, dan melihat-lihat beberapa berkas yang perlu dia baca. Sekretaris Gafar, tetap mengirim semua itu meski tahu bosnya berbulan madu karena semua itu memang perintah dari Gafar.
Saat melihat-lihat beberapa berkas, secara tidak sengaja Gafar menemukan sebuah folder baru yang tersimpan di laptopnya. Gafar ingat dia tidak pernah membuat folder baru itu, tapi rasanya beberapa hari yang lalu, Katriana meminjam laptop miliknya. Kebetulan laptop Katriana saat itu kehabisan daya, sehingga meminjam milik Gafar.
" Katy.. Folder baru yang kau simpan di laptop ku, apakah masih diperlukan? Apa jika aku hapus, boleh? " Tanya Gafar.
" Folder baru? Memangnya masih ada, ya? Hapus saja kak!! " Jawab Katriana acuh.
" Isinya tidak penting kan? " Kembali Gafar bertanya.
" Tidak... Eh, kak... Jangan dilihat!! " Katriana heboh segera menghampiri Gafar setengah berlari. Dia baru saja teringat isi dari folder itu dan sangat bahaya jika sampai Gafar melihatnya.
Namun sayangnya, Gafar justru sudah membuka isi dari folder itu saat Katriana sudah berada di sampingnya. Katriana lekas merebut laptop Gafar dengan kasar dan berusaha untuk menghapus folder itu. Akan tetapi, bukannya terhapus, file itu terus berputar dan suaranya mulai menggema di dalam kamar itu.
" Eugh.... Aaah.. Aaahh.. "
" Aaaaarrrggghhhh... Kenapa tidak bisa di hapus???? " Katriana berteriak. Sedangkan Gafar, sudah terpingkal sambil memegangi perutnya.
__ADS_1