
Berada di sebuah ruangan dimana dirinya terasa tengah diadili. Pastinya hal ini terasa sangat tidak nyaman dan menakutkan. Perasaan ketika berada di kursi terdakwa, yang tengah menghadapi pertanyaan dari pengacara korban, rasa seperti ini sungguh menyiksa raga dan jiwa siapapun itu.
Tria tertunduk lesu, dunia di sekitarnya sebenarnya sangat ramai karena semua orang tengah berdiskusi mengenai permasalahan yang menimpanya. Sayangnya apa yang dirasakan oleh Tria tidak seperti yang lainnya. Tria merasa dunianya sangatlah sepi dan sunyi. Tidak ada suara apapun, yang ada hanyalah ketegangan belaka.
Bagaimana tidak tegang, Tria terus dilirik maupun dipandang secara terang-terangan oleh pengacara yang disewa oleh Benjamin. Tria disini seperti tengah melakoni peran sebagai seorang terdakwa yang akan mendapatkan putusan sidang hari ini. Hanya untuk mengangkat wajahnya saja, Tria sama sekali tidak berani. Takut pada orang yang ada di depannya dan takut sesuatu akan terkuak.
" Bagaimana menurut anda, nona Tria?? " Tanya Nett setelah menjelaskan panjang lebar tentang kasus ini.
" Ya?? Ehm... Itu.. Itu... " Tria tergagap karena jujur saja dia sama sekali tidak mendengarkan dan mengikuti jalannya pembicaraan diantara mereka. Tria terlalu sibuk dengan pikirannya pada seseorang yang tidak berhenti memperhatikan nya.
" Sepertinya nona Tria tidak mendengarkan pembicaraan kita.. Baiklah, dengan senang hati saya akan menjelaskannya. Berharap nona Tria akan mendengarkan penjelasan saya kali ini. " Gafar tersenyum miring. Terlihat sangat tampan dan berkharisma sekali, apakah Gafar sungguh tidak sadar betapa tampannya dirinya.
" Oh.. Maafkan aku.. Sungguh aku tidak bermaksud untuk... Maaf. " Tria tidak melanjutkan penjelasannya karena dirasa semuanya percuma. Sadar dirinya telah membuat kesalahan dengan mengabaikan pembicaraan mereka hanya karena pikirannya saat ini sedang penuh oleh sesuatu.
" Singkatnya, anda dan tuan Lycan harus membuat statement bersama dengan mengatakan tidak ada hubungan apapun diantara kalian selain rekan kerja. Nona Elexsis juga diharapkan membantu mempertegas statement ini agar masyarakat tidak menyimpulkan sesuatu yang tidak-tidak. " Gafar akhirnya turun tangan.
" Akan sangat menyenangkan jika memang bisa seperti itu. Sayangnya, tuan Lycan tidak sependapat dengan itu. " Ujar Tria menyindir.
Gafar langsung memalingkan wajahnya untuk menatap Lycan yang memang duduk di tempat yang paling ujung. Alis Gafar terangkat sebelah saat dirinya menemukan ekspresi yang tidak sesuai dengan ucapan yang barusan Tria sampaikan. Gafar merasa jika ada sesuatu, dan dia mulai menyimpulkan berdasarkan apa yang dia lihat dan dengar saat ini.
__ADS_1
Situasinya tidak seperti apa yang Gafar pikirkan tentang orang-orang yang menjadi kliennya saat ini. Ada sesuatu yang rumit dan Gafar yakin jika sesuatu yang rumit itu membawa semuanya ke arah hal yang tidak baik. Gafar kini hanya bisa tersenyum miring, kemudian menatap kembali Tria yang masih menunduk di depannya.
Adalah sesuatu, sampai Tria tidak berani mengangkat wajah di depan Gafar. Sebuah perasaan tidak asing memang muncul dalam diri Gafar saat menatap wajah Tria. Perasaan yang selalu Gafar rasakan ketika dia bersama dengan orang-orang terdekat nya. Tapi rasanya sungguh tidak mungkin jika Gafar dekat dengan seseorang yang baru kali pertama ini dia temui.
" Sepertinya cara pertama tidak akan berhasil. Sangat disayangkan. Jadi apa boleh buat, kita harus ganti rencana dengan rencana B, Nett. " Ucap Gafar memberikan kode pada asisten pribadinya untuk menerangkan rencana cadangan yang sudah Gafar susun dengan baik.
" Tapi tuan?? " Netty cukup terkejut saat Gafar mengatakan hal ini. Sungguh mengganti rencana yang sudah dibuat, merupakan sesuatu yang tidak sesuai dengan sifat dan sikap Gafar selama ini. Lagipula, rencana cadangan yang seperti apa yang Gafar maksud, sedangkan Nett saja tidak tahu apapun disini.
Nett mengkode Gafar untuk bisa mengambil alih sesuatu yang dilemparkan padanya tanpa memikirkan posisinya saat ini. Haruskah Nett terlihat bodoh dengan mengatakan rencananya dia tidak tahu. Tapi nanti apa kata klien jika asisten seorang pemilik firma hukum tidak tahu apapun soal rencana yang sudah disusun tapi.
Gafar yang tahu arti kode Nett, baru teringat jika dirinya tidak pernah menggunakan cara cadangan dalam bertindak menghadapi sebuah kasus. Apa ini bentuk kelalaian Gafar, sampai dia menempatkan asistennya di tengah situasi yang buruk. Rasanya ingin sekali Gafar tertawa sekarang ini. Tapi Gafar berusaha untuk terlihat profesional dan menjaga citranya dengan baik.
" Lawan anda, bukan seseorang yang bisa disepelekan begitu saja. Artinya, meski saya pengacara anda, dia tidak akan segan menyerang. Jadi sebisa mungkin kita harus memiliki sebuah pertahanan yang kuat untuk menghadapi serangan lawan. Untuk itu anda harus mengikuti apa yang saya katakan. Jika tidak... " Gafar menjeda ucapannya sejenak.
" Jika tidak..... " Benigno menatap Gafar penuh harap saat ini.
" Silahkan kalian cari pengacara lain. " Lanjut Gafar.
Semua orang di ruangan ini dibuat senam jantung ketika Gafar menakut-nakuti. Bisa saja pengacara satu ini berucap hal semacam itu dengan wajah yang sangat datar seolah apa yang dia katakan bukan sesuatu yang penting.
__ADS_1
Tria yang memahami maksud Gafar yang sepertinya tengah memperingatinya, sampai kesulitan menelan ludahnya sendiri. Sebuah tangan terulur menggenggam tangannya, dan saat Tria mendongak, Aurora menatapnya sambil tersenyum memberikan semangat.
Tria menatap Aurora dalam diam, berusaha memahami arti dari tatapan Aurora padanya. Dan setelah yakin jika semuanya akan baik-baik saja, Tria mengangguk dan memberanikan diri mengharap Gafar. Tria bukan hanya memikirkan masalah kasus yang menjeratnya, namun juga ingin menghindari interaksi dengan Gafar agar bisa seminimal mungkin.
Sadar jika dirinya tidak akan bisa menghindari pria yang sekarang ini menjadi pengacaranya ini, Tria pun memberanikan diri agar mampu menghadapi Gafar. Tria tidak boleh membuat Gafar curiga, karena Tria tahu betul kemampuan Gafar dalam menganalisis tidak bisa dianggap remeh.
" Saya akan mengikuti apapun yang anda katakan, tuan. " Ucap Tria terdengar sangat yakin.
" Good... Saya harap yang lainnya juga memiliki pemikiran yang sama dengan anda. " Gafar melirik Lycan dan Elexsia dengan tajam.
" Apa boleh saya tahu apa rencana yang sudah anda susun? " Tanya Tria penasaran.
" Apalagi jika bukan menemui pria itu. Kita harus tahu apa maunya dan apa yang mendasarinya sampai menuntut anda. " Jawab Gafar santai sekali.
" Bukankah karena gosip ini, sampai lawan menuntut saya? " Tria terlihat terkejut. Menurut Tria, pengacara nya ini terlihat sangat berani sekali.
" Menurut anda, apakah sangat masuk akal jika seorang pebisnis termakan sebuah gosip. Kami semua pebisnis tidak akan maju jika terlalu mengurusi masalah gosip. Pencitraan memang penting, tapi bisnis dan pencitraan itu lain. " Terang Gafar. Tubuhnya dia tarik ke belakang bersandar di kursinya, dengan tangan bersendekap di dada.
" Apa anda takut untuk bertemu dan menghadapi orang yang menuntut anda, nona Tria? " Gafar terlihat sekali menantang disini.
__ADS_1
Tria menelan ludahnya kasar. Apakah dirinya harus mengikuti rencana Gafar saat ini. Alangkah baiknya andai Lycan dan Elexsia mau diajak kerja sama. Tria tidak akan berada di tengah situasi yang sangat tidak pasti ini. Semuanya terjadi karena kecerobohannya yang sepertinya telah masuk ke dalam jebakan yang sudah tersedia tepat di depannya. Andai bisa memutar waktu, Tria tidak akan pernah mempedulikan Lycan, apapun yang terjadi.