Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Pemeriksaan


__ADS_3

Kondisi kesehatan Gafar yang semakin memburuk, akhirnya membuat perjalanan bulan madu Katriana dan Gafar terpaksa harus dihentikan. Gafar dijemput oleh asisten pribadinya dan juga Gaffi. Mereka semua akhirnya kembali ke Milan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga de Niels.


Berulang kali, Gafar meminta maaf pada Katriana karena terpaksa harus membatalkan kegiatan mereka di Athena karena dirinya yang sakit. Meski berulang kali pula, Katriana mengatakan jika tidak apa, namun Gafar terus merasa tidak enak. Gafar tahu bahwa ini merupakan kali pertama bagi istrinya untuk berlibur di Athena. Sayangnya, harus terpaksa dibatalkan karena dirinya yang sakit.


Perjalanan udara tidaklah membutuhkan waktu yang lama seperti ketika menggunakan kapal pesiar. Akhirnya, dalam beberapa jam saja pesawat pribadi milik keluarga de Niels sudah mendarat di bandara Milan.


Sudah ada keluarga utama de Niels dan keluarga Katriana menjemput di bandara. Wajah-wajah mereka memperlihatkan jika mereka semua khawatir dengan kondisi dari Gafar yang jatuh sakit.


" Semoga kondisi menantu kita tidak parah ya, Pa.. " Ujar mama Hannah yang begitu dihubungi oleh mommy Noura yang mengatakan kondisi kedua anak mereka, langsung panik dan menghubungi suaminya yang sedang bekerja. Keduanya langsung ikut rombongan keluarga Gafar menjemput ke bandara.


" Semoga saja.. " Papa Gordon mengaminkan doa sang istri.


" Maafkan kami.. Karena membuat kalian yang sibuk harus menunda kesibukan kalian.. Sebenarnya tak apa jika kalian tidak ikut menjemput mereka. " Ujar mommy Noura tak enak hati. Besannya ini masih aktif bekerja, tidak seperti daddy Joaquin yang sudah off dari semua bisnis miliknya.


" Jangan merasa sungkan, kak Noura.. Bagaimana pun juga, Gafar adalah menantu kami.. Putra Kami juga. Jadi sudah sewajarnya kami datang menjemput.. " Mama Hannah paham dengan maksud besannya.


" Terima kasih.. " Mama Hannah terlihat berusaha menenangkan kondisi mommy Noura yang shock.


Wajar saja jika mommy Noura kini begitu protektif terhadap anak-anaknya dan terkesan panik berlebihan jika salah satu anaknya jatuh sakit. Kejadian dimana Geya koma selama beberapa tahu, dan Galen yang hingga kini tidak bisa mendapatkan kondisi fisik yang seperti dulu lagi. Kedua hal ini membuat mommy Noura selalu panik berlebihan.


Takut jika dia harus kehilangan salah satu dari anak-anaknya, sehingga dia pun mulai bersikap protektif dan juga panik berlebihan seperti saat ini. Tidak ada orang tua yang ingin ketika mereka masih hidup, namun justru melihat anak-anaknya berpulang terlebih dahulu, mendahului mereka.


" Itu mereka, mom.. " Kate berseru. Dia melihat suaminya muncul dari pintu kedatangan pesawat yang dikhususkan untuk pesawat pribadi. Dibelakang Gaffi, terlihat Gafar yang duduk di kursi roda yang didorong asisten pribadinya, dan Katriana berjalan beriringan dengan asisten Gafar.


" Daddy.. " Mommy Noura meremas kemeja di bagian lengan milik daddy Joaquin. Jantungnya berdetak sangat kencang melihat kondisi anaknya yang terlihat sangat pucat.


" Gafar kuat.. Jadi jangan panik, atau kita justru membuat putra kita tertekan dan semakin sakit.. " Daddy Joaquin menepuk pelan punggung tangan mommy Noura, bermaksud untuk menenangkan.

__ADS_1


*************


Rombongan Gafar dan Katriana sudah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit milik keluarga de Niels. Tadi, begitu daddy Joaquin mendapatkan kabar dari Gaffi mengenai kondisi Gafar. Daddy Joaquin langsung memanggil tim dokter terbaik yang selama ini menanggani masalah kesehatan keluarganya, untuk bersiap menunggu kedatangan Gafar.


Dari bandara menuju ke rumah sakit memang cukup jauh. Sekitar hampir satu jam, barulah rombongan mobil yang membawa keluarga de Niels dan Lucius sampai di JN HOSPITAL. Sudah ada jajaran dokter keluarga de Niels yang menanti kedatangan mobil yang membawa tuan muda kedua mereka.


Gafar pun langsung mendapatkan penanganan di lantai empat yang merupakan lantai khusus untuk keluarga pemilik rumah sakit. Hal ini dilakukan demi agar keluarga pemilik rumah sakit bisa mendapatkan penanganan tanpa mengganggu pasien umum yang tengah berobat.


Dokter yang bekerja di lantai khusus ini, juga merupakan dokter khusus yang mana mereka akan selalu stand by ketika anggota keluarga pemilik rumah sakit datang untuk berobat. Dan jika tidak ada yang perlu ditangani dari anggota keluarga pemilik rumah sakit ini, para dokter dan tenaga medis lainnya akan membantu untuk menangani pasien umum di lantai lainnya.


" Dokter.. Tolong bantuannya. " Daddy Joaquin menghentikan kepala tim dokter pribadi keluarganya sebelum dokter ini memasuki ruangan pemeriksaan.


" Jangan khawatir tuan besar.. Kami akan menemukan dengan segera penyakit dari tuan muda kedua. Dan segera mempersiapkan pengobatan untuk tuan muda. " Ucap dokter Theodore.


" Terima kasih dok.. " Daddy Joaquin tersenyum tipis.


" Ya.. "


" Kalau kamu lelah, lebih baik pulang terlebih dahulu saja.. Penthouses milik Gafar, berada tak jauh dari rumah sakit ini.. Biarkan asisten Gafar yang mengantar mu, nak.. " Daddy Joaquin menawarkan untuk Katriana beristirahat terlebih dahulu.


" Benar yang dikatakan daddy mu.. Ajak juga papa dan mama mu ke sana untuk istirahat.. Hari sudah hampir malam, kau pasti lelah karena perjalanan juga. Disini, biar kami saja yang menunggu Gafar. " Mommy Noura menambahkan.


" Tak apa, dad, mom.. Katy disini saja sampai tahu kondisi kak Gafar.. Di sana pun, pasti Katy tidak bisa istirahat karena khawatir dengan kondisi suami Katy.. " Katriana menolak dengan sopan.


Dia bukan bermaksud basa basi, tapi memang saat ini dia sangar khawatir dengan kondisi dari suaminya. Bersama selama dua minggu saat berbulan madu, dan semua rangkaian pertemuan sebelum dia dan Gafar menikah, membuat Katriana menjadi dekat dengan suaminya itu dan juga menjadi peduli.


" Kau yakin tidak apa, Kat? Apa kau tidak lelah sayang? " Mama Hannah menjadi khawatir.

__ADS_1


" Tak apa ma.. Sebaiknya mama dan papa pulang dulu, nanti kembali lagi kalau sudah membersihkan diri. Katy masih ingin disini menemani Kak Gafar. Katy khawatir, ma.. " Ujar Katriana kekeh.


Tak ada yang bisa menghalangi Katriana untuk tetap di rumah sakit menunggu suaminya. Akhirnya, keluarga Lucius berpamitan kembali ke kediaman mereka terlebih dahulu. Menyisakan keluarga de Niels di rumah sakit menunggu bagaimana hasil pemeriksaan Gafar.


****************


Didalam ruang pemeriksaan, Gafar terlihat sudah mulai mendapatkan cairan infus dan alat bantuan pernapasan. Dokter juga sudah memeriksa suhu tubuh Gafar, dan ternyata demam Gafar cukup tinggi 39 ° C. Dokter pun memutuskan untuk mengambil sampel darah milik Gafar untuk diperiksa di laboratorium.


Berharap kondisi Gafar tidak memburuk, dokter pun memutuskan agar Gafar dibawa ke ruangan observasi selama beberapa jam ke depan. Dengan begitu, dokter bisa mengawasi Gafar selama dua puluh empat jam. Sekarang ini, tinggal menunggu hasil dari laboratorium saja.


" Dok.. Bagaimana kondisi saya? " Tanya Gafar pada dokter Theodore selaku kepala dokter pribadi keluarga de Niels.


" Kami masih menunggu hasil lab dari sampel darah yang kami ambil tadi.. Mohon tuan muda bersabar. " Gafar mengangguk. Tidak ada tenaga baginya untuk bicara. Badannya terasa dingin dan sendi-sendi tubuhnya terasa sakit.


" Anda lebih baik istirahat dulu, tuan muda. Usahakan untuk tertidur. Bila nanti hasil lab keluar, kami akan memberitahukan pada anda. " Dokter Theodore pun berpamitan pada Gafar untuk keluar ruangan.


Dokter Theodore perlu bertemu dengan anggota keluarga Gafar untuk menginfokan kondisi terkini dari Gafar. Disinilah sekarang, dokter Theodore tengah menemui tuan besar dari keluarga de Niels.


" Jadi begitu dok.. Tolong kembali infokan pada kami mengenai hasil lab nantinya. " Pinta daddy Joaquin yang masih belum benar-benar merasa lega.


" Anda tidak perlu khawatir tuan besar, saya akan menginfokan setiap perkembangan kondisi tuan muda. Untuk sementara waktu, silahkan menunggu di ruang tunggu keluarga terlebih dahulu. Saat ini, tuan muda sedang kami observasi dan belum bisa ditemui. " Ujar dokter Theodore memberikan saran. Merasa kasihan jika harus membiarkan pemilik rumah sakit menunggu di lorong rumah sakit.


" Baik dok.. Saya permisi.. " Daddy Joaquin meninggalkan ruangan dokter Theodore.


Dalam perjalanannya menuju ke lorong tempat dimana keluarga de Niels berkumpul, daddy Joaquin tidak berhenti berdoa meminta kepada Tuhan untuk menjaga dan melindungi putranya yang sedang tertimpa musibah saat ini.


Tidak ada yang bisa dilakukan daddy Joaquin dan keluarga selain mendoakan yang terbaik untuk Gafar. Sisanya, daddy Joaquin mempercayakan semuanya pada tenaga medis di rumah sakit ini.

__ADS_1


__ADS_2