
Keberuntungan terus berdatangan setelah menikah dengan seseorang yang tepat, adalah sebuah kalimat yang menggambarkan bagaimana kehidupan dari seorang Katriana Lucius saat ini. Mendapatkan suami yang tampan, mapan dan merupakan generasi kedua keluarga kaya raya. Belum lagi dengan semua fasilitas yang nantinya akan Katriana dapatkan.
Contoh nyata apa yang menjadi hal paling menguntungkan dari posisi Katriana yang sekarang dia dapatkan setelah menikah dengan keturunan keluarga pebisnis paling terkaya di Italia. Berlayar dengan menggunakan kapal pesiar pribadi, yang mana adalah mimpi yang belum dapat Katriana wujudkan, tapi sekarang bisa dia lakukan karena suaminya.
Bulan madu menggunakan kapal pesiar dengan rute pelayaran Mediterania - Aegea. Pelayaran Mediterania melalui laut Aegea dan telusuri sorotan Italia dan Yunani sambil juga mengunjungi permata tersembunyi seperti Montenegro. Berlayar di sepanjang Amalfi Coast dan jelajahi reruntuhan kuno, termasuk Pompeii.
Kemudian berlayar ke Mykonos dimana kincir angin dan arsitektur putih cerah beraksen laut biru kehijauan. Lanjutkan menikmati lanskap indah di Athena tempat mitologi menjadi hidup.
Sebuah bulan madu yang pastinya akan sangat menyenangkan yang mana pastinya jarang ada yang bisa melakukan bulan madu seperti apa yang dijalani Katriana saat ini. Ingin rasanya dia menyombongkan diri dengan apa yang tengah dia lakukan sekarang, tapi urung karena tidak ingin menggemparkan dunia pemberitaan di Italia.
" Suka?" entah dari mana tiba-tiba saja Gafar sudah berada di samping Katriana yang tengah memandang indahnya laut Aegea.
" Aku nggak nyangka, kakak menyiapkan bulan madu yang spesial seperti ini. Aku pikir kita akan pergi ke luar negeri dan menikmati bulan madu di darat." ucap Katriana yang terlihat sangat antusias dan pertanyaan Gafar tanpa dijawab pun sudah terlihat jelas di wajah Katriana.
" Sudah lama aku tidak menikmati suasana seperti ini.. Karena rindu, jadi ingin melakukannya. Kebetulan sudah menikah, jadi aku menjadikannya sebagai bulan madu saja/" ujar Gafar.
" Kak Gafar memang yang terbaik." Katriana menunjukan kedua ibu jarinya, memberikan pujian pada suaminya.
" Nikmati apa yang akan kita lakukan selama dua minggu di atas kapal pesiar ini.. Semoga menjadi hal yang paling berkesan." Katriana mengangguk.
Perjalanan mereka masih panjang, karena baru hari ini mereka berangkat dari Roma. Menurut apa yang dijelaskan oleh Gafar, akan ada beberapa kali mereka akan turun ke daratan untuk sekedar memuaskan diri untuk berbelanja atau melihat keindahan kota yang akan mereka singgahi nanti.
Namun, memang selama dua minggu ini Gafar dan Katriana akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di atas kapal pesiar mewah milik putra kedua dari keluarga de Niels ini.Dan Katriana begitu menantikan petualangan barunya bersama suaminya.
********************
Gafar dan Katriana duduk di luar untuk menikmati makan malam mereka sambil melihat keindahan langit malam yang terlihat sangat cerah sekali. Meja di depan mereka sudah dihias layaknya sebuah candy light dinner yang mana semakin terlihat romantis karena suasana di sekitar yang memang mendukung hal tersebut.
__ADS_1
Katriana memakai gaun malam dengan lengan panjang berwarna hijau tosca, dan malam ini dia sangaja berdandan natural agar tidak terlihat menor. Toh hanya mereka berdua, jadi sesekali tampil natural tanpa make up tebal seperti yang biasa di lakukan. Dan jangan lupakan kacamata bulat yang bertengger di pangkal hidungnya.
" Kak?" Katriana sedikit merasa tidak nyaman saat Gafar terus menatapnya intens.
" Hm??" sahut Gafar tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari sosok cantik yang duduk di depannya.
" Kenapa kakak melihat ku seperti itu? Aku.... sedikit tidak nyaman." ujar Katriana lirih karena takut menyinggung perasaan Gafar.
" Melihat istri cantik milik sendiri kenapa juga tidak boleh.. Memangnya kamu lebih suka aku melihat wanita lain?" tanya Gafar menggoda.
" Kalau yang seperti itu, memang maunya kakak saja itu..." Katriana mencebik.
" Kak.." Katriana kembali memanggil Gafar.
" Apalagi sekarang?" tanya Gafar yang penasaran dengan topik pembicaraan yang akan istrinya angkat.
" Cantik.. Sangat cantik malah."
" Meski aku memakai kacamata bulat ini. Bahkan saat pernikahan kita juga aku mengenakan kacamata bulat ini."
" Memangnya kenapa dengan kacamatanya? Berpenampilan lah sesuai dengan apa yang kau merasa nyaman saat mengenakannya. Aku tidak pernah mempermasalahkan hal semacam itu karena aku yakin kau tahu batasan mana yang pantas dikenakan dan tidak.. Jadi jangan jadi pikiran, selama kau nyaman, aku pun tak masalah." Katriana tersenyum.
Kelebihan menikah dengan pria yang sudah dewasa dan matang adalah mereka selalu bisa berpikir maju dan terbuka. Begitupun pula sebaliknya, jika kita menikah dengan pria yang seusia. Hal sepele saja, bisa menjadi sesuatu yang besar.
Katriana bersyukur, kala dirinya tidak perlu merubah penampilan untuk menutupi sesuatu yang memang dia belum siap untuk menyampaikan pada keluarganya sendiri. Katriana terlalu takut jika nantinya dia akan mendapatkan amarah dari kedua orang tuanya karena itu, Katriana memilih menyimpan semuanya di dalam kacamata bulat yang dia kenakan.
" Terima kasih, kak.." Gafar mengangguk.
__ADS_1
Obrolan-obrolan ringan seputar kehidupan mereka sebelum dijodohkan dan akhirnya menikah, menjadi teman mereka sambil menikmati makan malam yang rasanya baru pertama kali mereka lakukan. Waktu pernikahan yang mepet dengan waktu pertemuan mereka, membuat keduanya belum lama saling mengenal. Dan di kesempatan ini mereka pun berbincang untuk bisa saling mengenal.
Gafar nyaman berbincang dengan Katriana meski usia mereka terpaut cukup jauh. Menurut Gafar, hanya fisik dan usia Katriana saja yang masih muda. Namun tidak dengan pemikirannya yang menurut Gafar sangat dewasa dan mampu mengimbangi cara berpikirnya. Gafar pun bersyukur, karena komunikasi mereka tidak ada kendala apapun sampai saat ini. Dan semoga saja akan seterusnya seperti itu.
" Katy.." panggil Gafar.
" Ya kak.." Katriana pun menghentikan acara makannya sejenak untuk mendengarkan Gafar.
Katriana merasa jika obrolan mereka kali ini sepertinya akan mengarah pada sesuatu yang sangat serius. Terlihat dari wajah Gafar yang tadinya terlihat santai sekarang ini berubah menjadi serius. Katriana jadi grogi sendiri, telapak tangannya sampai mengeluarkan keringat dingin.
" Jangan tegang begitu.." Gafar menyodorkan gelas berisikan minuman untuk diminum Katriana agar rasa gugupnya menghilang.
" Terima kasih.." Gafar mengangguk dan tersenyum.
" Aku hanya ingin bertanya tentang keinginan mu menunda kehamilan.. Apakah semua itu sudah kau pikirkan dengan matang?" tanya Gafar setelah lama terdiam memikirkan kata yang pantas dia gunakan untuk bertanya tanpa menyinggung perasaan sang istri.
" Apa kakak keberatan... dengan hal itu?" Katriana malah balik bertanya.
" Jujur saja..... Tidak... Hanya saja, aku khawatir jika kedua orang tua mu bertanya tentang hal itu." jawab Gafar membuat Katriana sedikit lega.
" Untuk masalah momongan, aku serahkan semua pada mu. Kapan kau siap untuk kita memiliki momongan, maka kita akan memulai program untuk itu.. Kau yang akan mengandung, kau yang paling merasakan sakit dan senangnya ketika mengandung, jadi aku tidak pantas memaksa mu untuk sesuatu yang belum kau persiapkan dengan matang.."
" Menurut apa yang banyak orang katakan, membuatnya memang mudah tapi tidak dengan prosesnya ketika telah membuahkan hasil." Gafar tersenyum miring melihat wajah Katriana yang merah.
" Kakak memang paling pandai membuat ku tersipu.." keluh Katriana sambil tersenyum malu.
Gafar tertawa sangat keras ketika mendengar ucapan dari istri mudanya ini. Benar sekali apa yang telah dia pikirkan dan bayangkan. Karena sepertinya, bayangan Gafar benar-benar bisa terwujud, yang mana dia akan semakin awet muda karena menikahi wanita muda.
__ADS_1