Aku Dan Rahasia Besar Ku

Aku Dan Rahasia Besar Ku
Tawa bahagia


__ADS_3

Pukul tiga dini hari, Gafar dan Katriana baru saja menyelesaikan kegiatan malam mereka. Keduanya masih berbaring tanpa busana, saling memeluk satu sama lain. Katriana berbaring menggunakan lengan Gafar, masih terengah karena ulah Gafar yang selalu paling bisa membuatnya mencapai ******* berkali-kali.


Tiga ronde, sesuai dengan jumlah pengaman yang Gafar dapatkan. Namun puncak Katriana lebih dari jumlah itu. Jika benar-benar dihitung, mungkin lebih tiga kali lipat atau mungkin lima kali lipat. Suaminya ini tidak perlu diragukan lagi kepercayaannya, karena memang sungguh mampu membuat Katriana puas.


" Lelah? " Tanya Gafar. Katriana hanya mengangguk saja karena memang dirinya lelah dan mengantuk.


" Bersih-bersih dulu, baru tidur. Kau tidak akan nyaman tidur dalam kondisi seperti ini. " Ujar Gafar. Ritual wajib untuk mereka adalah membersihkan diri setelah melakukan malam panas.


" Tidak kuat lagi, kak.. Aku mengantuk. " Mata Katriana sudah hampir terpejam.


Gafar tidak memaksa lagi karena dia paham istrinya pasti sangatlah lelah. Entah kenapa dirinya juga tidak tahu, tapi malam ini terasa sangat lain karena dia begitu bergairah. Biasanya Gafar hanya akan mengajak Katriana melewati satu kali malam panas. Gafar jadi merasa tak enak karena sudah membuat Katriana kelelahan seperti ini.


Katriana sudah terlelap ketika Gafar selesai membersihkan diri. Sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Katriana. Gafar berinisiatif untuk membersihkan tubuh Katriana dengan mengelapnya menggunakan air hangat. Gafar takut jika Katriana tidur tanpa membersihkan diri, nantinya dia akan terbangun karena merasa tak nyaman.


" Selamat malam.. " Cup. Gafar mengecup pelan kening Katriana setelah menyelesaikan tugasnya membersihkan sang istri dan memakaikannya pakaian tidur.


Gafar pergi keluar kamar untuk pergi ke ruang kerjanya. Gafar memiliki beberapa pekerjaan yang penting, lagi pekerjaannya ini masih berhubungan dengan masalah yang baru saja menimpa JN GROUP. Seharusnya Gafar memang menyelesaikan pekerjaannya tadi, tapi karena dirinya tiba-tiba saja menginginkan sang istri akhirnya dia harus menunda pekerjaannya.


Saat hendak masuk ke ruang keluarganya, Gafar tidak sengaja melihat daddy Joaquin yang ternyata belum tidur padahal ini sudah hampir mendekati pagi. Gafar pun mengurungkan niatnya masuk ke ruang kerja, dan justru memilih menghampiri daddy Joaquin yang ada di balkon luar sedang duduk sendiri melamun.


" Dad.. " Gafar memanggil daddy Joaquin.

__ADS_1


" Kau belum tidur? " Daddy Joaquin tersenyum menatap putra keduanya.


" Masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, dad. " Jawab Gafar juga tersenyum membalas senyuman daddy nya.


" Masalah akuisisi? " Gafar mengangguk.


Tidak terkejut sama sekali jika daddy Joaquin bisa mengetahui permasalahan yang ada di perusahaan, meski daddy Joaquin sudah berhenti dari posisinya sebagai komisaris besar JN GROUP sejak beberapa tahun yang lalu. Banyak orang di JN GROUP yang sangar setia pada daddy Joaquin. Jadi sudah pasti mereka akan melapor pada daddy Joaquin tentang semua yang terjadi di JN GROUP.


" Tetap tenang dalam menyelesaikan masalah. Jangan gegabah dan jangan emosi. Apa kau paham? " Daddy Joaquin menasehati putra keduanya yang tempramen itu.


" Jangan khawatir, dad.. Aku akan mengurus semuanya dengan baik. " Daddy Joaquin mengangguk yakin. Tahu betul sejauh mana kemampuan putranya yang satu ini.


Andai saja Gafar bisa tenang seperti Galen, dia bisa saja menjadi pemimpin keluarga sama halnya seperti Galen. Saat itu, Galen pernah menyatakan jika dirinya enggan menjadi kepala keluarga karena Galen punya mimpi lain. Sayangnya karena tidak ada kandidat yang tepat, Galen pun menjadi pemimpin keluarga menggantikan daddy Joaquin.


Usia daddy Joaquin tidak lagi muda. Bisa saja dirinya sewaktu-waktu dipanggil oleh Sang Pencipta. Daddy Joaquin khawatir jika dirinya nanti akan kehilangan putranya sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhirnya. Gafar paham dengan semua kekhawatiran dari daddy nya. Mommy Noura pun juga memiliki kekhawatiran yang sama.


" Dia akan bertahan, dad.. Kita semua tahu dia kuat, jadi kita juga harus kuat. " Gafar mencoba menghibur. Berusaha kuat padahal dirinya juga akan hancur jika sesuatu terjadi pada Galen.


" Daddy merasa Galen hampir mencapai batasnya. Jika itu terjadi, daddy harap kau bisa menjadi pemimpin keluarga ini. Apa kau bisa, Gafar? " Gafar terkejut. Dirinya bukan seseorang yang mampu menggantikan Galen apalagi dengan peringainya.


" Daddy jangan berpikiran sampai sejauh itu.. Dan lagi, banyak yang lebih pantas dibandingkan aku. Jangan meminta sesuatu yang tidak bisa aku lakukan, dad. " Gafar mencoba memberi pengertian pada daddy Joaquin.

__ADS_1


" Daddy rasa kau pantas, Gafar.. Daddy melihat banyak sekali perubahan pada diri mu setelah menikah. Perubahan itu menuju ke arah yang positif, daddy dan mommy senang akan hal itu. " Gafar terkekeh.


Bukan hanya kedua orang tuanya yang berpendapat jika dia berubah setelah menikah. Gafar pun juga merasa seperti itu. Dirinya lebih bisa menjadi pribadi yang baik sejak mengenal Katriana. Pembawaan sang istri yang ceria dan berjiwa muda, membuka pikiran Gafar tentang cara pandangnya terhadap kehidupan.


Gafar yang dulunya merupakan seseorang dengan sifat keras kepala dan egois, kini belajar untuk menekan egonya dan memperhatikan semua yang diperlukan oleh sang istri dan berusaha mengalah karena dirinya lebih tua disini. Dirinya dulu sangat mudah tersinggung dan marah, kini belajar untuk bersabar menghadapi sang istri yang usianya jauh lebih muda darinya.


Perbedaan usia, sifat, lingkungan mereka bersosialisasi dan juga perbedaan cara pandang mereka, justru memberikan pelajaran pada Gafar untuk membuka pikirannya dan menerima hal-hal baru. Gafar sedang dalam proses meremajakan dirinya sendiri karena menikahi wanita yang usianya terpaut tujuh tahun darinya.


" Terima kasih.. Rasanya aku belum mengucapkan hal itu pada daddy dan mommy. Terima kasih karena mempertemukan dan menjodohkan aku dengan Katy. Terima kasih. " Gafar tulus mengucapkan kalimat ini dari dalam lubuk hatinya. Rasa Terima kasih saja, rasanya belum cukup mewakili rasa syukur yang dia rasakan karena bertemu jodoh seperti Katriana.


" Kalau kau sangat berterima kasih karena kami, bisakah kau memperhatikan istri mu dan menghargainya melebihi kau menghargai kami dan diri mu sendiri? " Gafar mengangguk.


" Selalu.. Karena rasanya aku mulai mencintainya, daddy.. "


Hahahahahahahahahaha....


Tawa daddy Joaquin begitu renyah dan enak sekali didengar. Tawa yang rasanya sudah lama sekali tidak didengar oleh keluarganya. Tawa yang hilang karena banyaknya musibah yang datang bertubi-tubi selama beberapa tahun belakangan ini. Tapi kini, tawa itu kembali hadir karena rasa bahagia daddy Joaquin karena putranya yang kedua ini akhirnya bisa jatuh cinta.


Sesuatu hal yang luar biasa, dengan segala keegoisan Gafar dan sifat keras kepalanya, dia bisa mengatakan jika dirinya mencintai pasangannya. Sebelum dengan Katriana, Gafar memang pernah menjalin hubungan dengan wanita lain. Terhitung ada tiga atau empat kali, dan disini Gafar tidak pernah mencintai kekasihnya.


Hubungan yang Gafar jalin dengan kekasihnya hanya sebuah formalitas saja. Toh pihak wanita yang menyatakan perasaannya dan Gafar pun menerimanya. Jadi apa yang terjadi kali ini, memang membuat daddy Joaquin sangat bahagia. Keduanya terlihat tertawa bersama, Gafar dan daddy Joaquin sama-sama merasa bahagia malam ini.

__ADS_1


Saking bahagianya, keduanya tidak mengetahui jika ada beberapa orang yang mendengar pembicaraan mereka berdua dan tengah bersembunyi agar tidak ketahuan. Dua diantara ketiga orang ini bahkan sampai menangis bahagia karena mendengar tawa dari dua orang pria ini. Dan seorang lagi, terlihat terpaku karena terkejut.


__ADS_2