Aku Hanyalah Janda Biasa

Aku Hanyalah Janda Biasa
Tidak peka


__ADS_3

Pagi harinya Jingga bangun lebih awal, setelah semalaman terjadi perang dingin diantara keduanya. Raihan tidak menyadari apa yang membuat istrinya diam seribu bahasa sejak sore kemarin. Mereka beraktivitas seperti biasa setelah malam hari.


"Non, jangan.. biar saya saja" kata seorang maid melarang Jingga memasak


"Nggak apa-apa saya lagi kangen masak bi" sahut Jingga tanpa menoleh. Dari ujung pintu terlihat Raihan menggeleng pada maid tersebut, memberinya isyarat supaya membiarkan Jingga berkreasi di dapurnya.


"Kamu ngapain rin?" tanya Raihan yang tiba-tiba saja memeluk Jingga dari belakang. Jingga tetap diam tanpa menjawab. Dengan lihai dia memainkan spatula dan penggorengan di tangannya. Jingga berpindah ke kanan dan ke kiri masih dengan dekapan suaminya dari belakang.


Raihan masih tidak peka dan tidak merasa aneh pada sikap istrinya, meskipun Jingga tidak mau bicara tapi dia tidak menolak pelukan suaminya sejak kemarin.


"Masak apa nih?" tanya Zayn yang sudah rapi menggunakan kemeja biru muda dan celana jeans panjang.


"Capcay bang, suka nggak?" sahut Jingga


"Apa ajalah saya mah, itu di belakang apaan? Koala? nemplok mulu dari tadi" sindir Zayn pada Raihan


"Berisik lo! iri ya? makanya kawin" Raihan menatap tajam Zayn


"Kawin ? kucing kali. Nikah bang nikah" sahut Zayn menarik ujung bibirnya


"Ya itu maksudnya" sahut Raihan


"Airin kamu kenapa sih? aku nanya didiemin, Zayn nanya dijawab?" tanya Raihan dengan wajah memelas tanpa melepas pelukannya


"Kamu bikin salah apa sama mantu mami? aneh-aneh aja lagian. Sana duduk yang bener!" ucap Maryam menarik kerah kemeja Raihan.


Akhirnya Raihan pun duduk di meja makan bersama dengan Zayn. Tak lama kemudian Sulaiman dan Delisa ikut bergabung.


Jingga telah selesai dengan menu terakhirnya yaitu capcay, lalu menyajikannya di piring.


Keluarga itu pun sarapan bersama pagi ini, dengan formasi lengkap.


"Nebeng dong bang" kata Delisa melirik Zayn


"Tapi sekarang ya, abang ada jadwal operasi jam 9" jawab Zayn sambil menengguk susunya


"Ini kan masih jam 8 nak?" sahut Maryam


"Kan harus siap-siap dulu mi" jawab Zayn lagi


"Nebeng bang Raihan aja Del, super santai kok kalo bang Raihan mah" celetuk Jingga sambil mengupas apel


"Mau?" tanya Raihan pada Delisa


"Nggak deh, sama papi ajah" jawab Delisa ketus


"Ya sudah sama papi aja ya, papi nggak kemana-mana kebetulan hari ini" timpal Sulaiman kemudian mengelap mulutnya dengan tissue


"Raihan berangkat jam 9 kok pi, kamu ada kelas jam berapa sih?" kata Raihan kemudian menatap Delisa


"Nggak, nggak deh.. sama papi aja" Delisa bangun meninggalkan meja makan.


Mas Raihan sama Delisa kok gitu ya? batin Jingga


"Wah kamu berangkat jam 9 ya mas, aku duluan ya kalo gitu. Udah di tunggu Dina katanya mau nyampein sesuatu. Bang nebeng ya" Jingga mengedipkan sebelah matanya pada Zayn. Zayn tersenyum penuh arti. Raihan menatap sinis pada Jingga dan Zayn.


"Kok panggilnya bang terus? kan sekarang Zayn adik kamu" ucap Sulaiman

__ADS_1


"Nggak biasa pi, bang aja nggak papa kan?" Jingga tersenyum


"Ya sudah terserah kamu saja, sana berangkat nanti Zayn telat" ucap Sulaiman, membuat Zayn dan Jingga mengangguk. Jingga segera masuk ke kamar Raihan , mengambil tas dan ponselnya.


Kemudian mereka berdua berangkat bersama menggunakan mobil Zayn. Di perjalanan Jingga yang lebih banyak diam membuat situasi menjadi canggung. Akhirnya Zayn memberanikan diri bertanya.


"Ada masalah apa ?" tanya Zayn hati-hati, Jingga hanya menggeleng kemudian menghadapkan wajahnya lagi ke jendela mobil.


"Jingga? kalo ada masalah tuh harus cepat di selesaikan, apalagi sama suami" kata Zayn menasihati seolah mengerti


"Aku boleh tanya nggak? tapi jangan bilang sama mas Raihan ya?" tanya Jingga ragu-ragu. Zayn pun mengangguk


"Felicia?" ucap Zayn tiba-tiba dengan senyum sinisnya


"Kok tau sih bang?" Jingga membelalakan matanya membuat Zayn mengangkat sudut bibirnya.


"Kamu percaya aja ya sama bang Raihan. Dia nggak mungkin mendua kok. Insha Allah" ucap Zayn meyakinkan


"Jujur aja ya bang, aku nggak percaya sepenuhnya sama mas Raihan. Soalnya dia tuh misterius, sikapnya mencurigakan. Suka nggak terbuka sama aku" Jingga memajukan bibirnya beberapa mili


"Ayo dong Jingga, kamu kan istrinya. Istri sahnya.. kenapa mesti khawatir soal Felicia yang jelas-jelas cuma masa lalu itu?" Zayn menghentikan laju mobilnya tepat di basement KJ Group


"Eh udah sampe ya" ucap Jingga dengan sedikit melebarkan matanya


"Sana turun, Oh iya kalo butuh temen cerita.. ke saya aja. Jangan sama orang lain, malu-maluin masalah keluarga di denger orang" kata Zayn membuat Jingga mengangguk


"Terimakasih ya pak dokter !" seru Jingga melenggang masuk ke kantor sambil melambai ke arah Zayn. Zayn hanya menggeleng melihat ipar cantiknya yang menurutnya lucu itu


******


Raihan dan Bhumi tiba di KJ Group bersamaan. Kedua pria tampan itu berjalan beriringan. Seperti biasa mata wanita lapar selalu saja menatap kagum ke arah mereka. Raihan dan Bhumi tidak pernah menyadari itu karena mereka tidak terlalu peduli pada lingkungan sekitar apalagi untuk hal-hal yang tidak penting.


"Telfon siapa sih ? sampai begitu tertawanya !" batin Raihan


"Airiiiiiiinnnnn" sapa Raihan tersenyum sambil membentangkan tangannya. Tas kerjanya dia berikan pada Bhumi tentunya. Bhumi hanya menggeleng melihat tingkah konyol bosnya kemudian dia masuk ke dalam ruangan. Raihan semakin dekat hendak memeluk Jingga.


"Mas ! malu, nanti ada yang liat. Ini kantor !" ketus Jingga menahan gerak suaminya yang semakin dekat. Detik kemudian Jingga mematikan sambungan telefonnya.


"Siapa yang liat? nggak ada lah.. Oh iya mulai hari ini kita bakal kedatangan wakil direktur yang baru. Namanya Jerry dia sepupuku" ucap Raihan lalu menarik Jingga kedalam pelukannya.


Aku sampai lupa kalau kita sedang perang dingin Airin ! baguslah kalau kamu sudah mau bicara lagi denganku. Gumam Raihan


"Terus pak Ismail kemana?" tanya Jingga sambil meronta agar pelukannya terlepas.


"Selama kamu kerja disini sudah berapa kali ketemu sama om Mail? Hmm?" tanya Raihan. Karena Jingga terus meronta akhirnya Raihan mengalah melepas pelukannya.


"Nggak ada sepuluh kali kayaknya pak" jawab Jingga santai


"Pak ? kayaknya bener kata Bhumi.. kamu harus Resign supaya mas nggak denger lagi kamu panggil mas dengan sebutan pak!" Raihan memutar bola matanya malas


"Om Mail itu sedang melakukan pengobatan di Singapura rin" tambahnya lagi


Jadi pak Ismail sakit? pantesan keliatan nambah kurus tiap ketemu. Tapi sakit apa? gumam Jingga. Sebenarnya dia ingin bertanya lebih banyak namun diurungkannya karena dia masih gengsi mengajak Raihan bicara. Jingga melirik ke pergelangan kiri Raihan, dimana suaminya itu biasa menggunakan jam tangannya.


Tuhkan masih dipake ! dasar rakus. Raganya milikku tapi hatinya masih milik Felicia ! Teriak Jingga dalam hati. Tanpa sadar Jingga menghentakan kakinya setelah melihat jam itu karena saking kesalnya.


Tanpa bicara Jingga langsung meninggalkan Raihan menuju pantry.

__ADS_1


Raihan bingung dibuatnya, dia hanya memiringkan kepala dan mengerutkan alisnya melihat kepergian Jingga.


"Dia kenapa sih?" batinnya lalu masuk kedalam ruangannya.


Raihan benar-benar tidak peka terhadap kemarahan istrinya sendiri. Dia mengacuhkannya berharap setelah itu kemarahan Airinnya mereda sendiri.


*****


Jam istirahat tiba, Jingga langsung turun ke bawah menggunakan lift karyawan. Siang ini dia akan melaksanakan ibadahnya di mushola dekat kantin.


Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam kantin karena sudah ditunggu kedua temannya, si pejuang receh.


"Kak !" Dina melambai ke arah Jingga supaya mendekat


"Fia nya mana?" tanya Jingga sambil duduk di kursi kosong


"Nyusul, katanya masih repot. Kakak nggak nanyain kabar ? Gue baru balik keliling jawa loh !" ucap Dina setengah merajuk


"Uuuuu ya Allah sampe lupa. Maaf ya.. Sehat kan?" goda Jingga


"Alhamdulillah sehat kak" sahut Dina ramah


"Gimana? dapet apa aja keliling jawa? dapet jodoh nggak?" sindir Jingga menahan tawanya


"Nyesel banget minta ditanyain kabar kalo ujungnya menyakitkan gini" Dina menatap Jingga tak suka


"Bercanda ah, si Fia tanyain mau pesen apa sekalian kita pesenin aja" kata Jingga sambil melipat lengan kemejanya hingga sebatas siku.


"Oke. Oh iya kakak nggak risih diliatin karyawan kaya gitu?" ucap Dina sambil melirik ke sekitar, Jingga pun paham maksudnya. Dia hanya tersenyum sinis


"Sejak hari pertama kerja, tatapan itu udah ada Din. Meskipun berubah-ubah tergantung gosip yang beredar. Kalo sekarang mereka kayak mau ngehina tapi nggak berani ya Din. Hahahahaha"


Jingga tidak pernah mengambil pusing pada para karyawan suaminya yang menatapnya tidak suka. Bahkan Jingga tidak pernah melaporkannya pada suaminya. Dia tidak ingin hanya karena kekesalannya yang tak seberapa, membuat orang-orang kehilangan pekerjaannya karena bergosip tentang istri atasannya.


"Lagi pula siapa yang berani hina hina istri CEO kak? Mau mampusss mereka? Hahaha" sahut Dina "Kakak mau makan apa?" Tanyanya lagi


"Salad sayur sama mineral aja Din, kakak lagi nggak selera makan berat" jawab Jingga sambil memainkan ponselnya


Jingga saat ini sedang menyimak chat grup kampusnya. Karena sebentar lagi dosen populernya yang bernama Rifki akan menikah, dan teman-teman Jingga yang mendapat undangannya mendadak heboh. Bahkan mereka mengatakan bahwa itu akan jadi hari patah hati sedunia. Pesta pernikahan Rifki akan menjadi pesta sekaligus reuni tak disengaja.


Bahkan semua member grup serempak akan hadir di jam yang sama begitu juga Jingga. Awalnya Jingga berencana meminta izin terlebih dahulu pada suaminya. Namun mengingat dirinya sedang marah pada Raihan dan juga dia mengingat sikap Raihan yang sering pergi tanpa pamit padanya. Kali ini Jingga akan melakukan hal yang sama. Dia tidak akan meminta izin suaminya nanti.


.


.


.


.


PENGUMUMAN


Sebelumnya saya berterimakasih pada para pembaca yang setia untuk jempolnya. Mohon maaf untuk jadwal up nya yang tidak teratur. Dikarenakan bulan ini musim hajatan jadinya author banyak job yang mengharuskan author menunda jadwal up


wkwkwk Alhamdulillah.


Buat nambah semangat minta vote nya juga ya.

__ADS_1


Semoga readers sehat selalu


I Love You 🥰


__ADS_2